Unique Power

Unique Power
93[] Melawan Mahkluk Aneh


__ADS_3

Sudah hampir dua hari mereka berjalan, dan mereka masih belum menemukan suatu hal yang menarik.


"Aku merasa bosan"ucap Geani,


"Mengapa begitu? kau kan sudah bertambah kuat..emm maksudku kita hahahah"ucap Smarta,


"Kau benar, kita memang bertambah kuat, namun...."ucap Geani,


"Alien di sekitar sini tidak terlalu kuat bagiku"ucap Harnely,


"Mungkin kita harus bersabar sampai kita menemukan lawan yang cocok"ucap Smarta,


"Kau ben–"ucap Harnely,


"Diam..."ucap Smarta dengan sigap.


Seketika mereka diam untuk beberapa saat, dan hal itu membuat Geani penasaran.


"Ada apa?mengapa kita berhenti?"tanya Geani,


"Lihatlah disana"ucap Smarta sambil menunjuk ke suatu arah,


"Memangnya ada ap–"ucap Geani yang seketika terdiam setelah melihatnya.


Beberapa jarak dari mereka terdapat suatu mahkluk aneh dengan ukuran yang besar.


"Mungkinkah alien?"tanya Geani,


"Mungkin saja, malahan sudah jelas, sejak kapan ada tikus sebesar itu"ucap Harnely,


"Sepertinya dia sedang memakan sesuatu"ucap Geani,


"Itu orang bukan?"ucap Harnely dengan terkejut,


"Dia butuh pertolongan kita, ayo cepat!!!"ucap Smarta.


Lalu tanpa berfikir panjang, mereka melesat ke arah mahkluk itu dan segera menyerangnya.


"Mahkluk itu sangat keras"ucap Geani,


"Sepertinya mahkluk itu bukanlah alien biasa"ucap Harnely,


"T..to.t-t-tolong..."ucap seseorang di bawah mahkluk tersebut.


"Kita harus menjauhkan mahkluk itu terlebih dahulu"ucap Smarta.


Lalu Smarta berusaha mengalihkan perhatian mahkluk tersebut agar orang tersebut dapat diselamatkan.


"Dasar!!!beraninya kalian mengganggu makan siangku!!!!"ucap mahkluk tersebut dengan sangat kesal,


"Dia bisa bicara??"ucap Geani dengan terkejut,


"Bagus, dia sudah menjauh, cepat Harnely"ucap Smarta,


"Baiklah"ucap Harnely.


Lalu Harnely berhasil membawa orang tersebut menjauh dari mahkluk tersebut.


"Makan siangku!!!sialaaan!!!!beraninya kalian!!!"ucap mahkluk tersebut,


"Saatnya kita akhiri"ucap Smarta.


Lalu Smarta menggunakan pedang es dan Geani menggunakan pedang anginnya. akan tetapi, terdapat sesuatu di sisi pedang mereka yang membuat tubuh mahkluk tersebut lebih mudah ditebas.


"Hmm?semudah itu?"ucap Geani dengan terkejut,


"Baguslah, ayo cepat"ucap Smarta.


Lalu Smarta menyerang mahkluk tersebut secara berkala, sementara Geani menggunakan sihir penguat agar serangannya lebih terasa.


"Aarrrgghhh......SIAAAL!!!!!"teriak mahkluk tersebut,


"Te-terima kasih"ucap orang itu,


"Tenang saja, kau sudah aman sekarang"ucap Harnely,


"Mahkluk itu, berhati-hatilah"ucap orang itu,


"Memangnya kenapa?"tanya Harnely,

__ADS_1


"Mahkluk itu...bisa menyerap energi kalian!!!"teriak orang itu.


Hal itu baru saja didengar oleh Smarta dan Geani, tiba-tiba mahkluk tersebut mengeluarkan suatu energi yang menyelimuti mereka bertiga.


"Sial sudah terlambat"ucap orang itu,


"Apa yang kau maksud?"tanya Harnely,


"Tentu saja karena energi kalian sud–"ucap orang itu yang seketika terdiam,


"B-b-bagaimana m-m-mung-mungkin!????"ucap orang tersebut dengan sangat terkejut,


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan"ucap Harnely,


"B-baiklah"ucap orang itu.


Semenatara itu, mahkluk tersebut berusaha menyerap energi mereka, namun tidak bisa.


"Bagaimana mungkin!!??seharusnya energi mereka kuserap dan tubuhku menjadi semakin kuat!!"pikir mahkluk tersebut,


"Apa yang dia lakukan?"pikir Smarta,


"Nampaknya dia ingin menyerap energi kalian dasar"ucap Blager,


"Wah wah wah, tidak bisa semudah itu hahahaahh"ucap Geani dengan bangga,


"Bagaimana mungkin?seharusnya kalian sudah melemah sekarang!!"teriak mahkluk itu,


"Energimu terlalu lemah"ucap Geani dengan santai,


"Tidak mungkin!! aku adalah yang terkuat di antara semua mahkluk disini!!"ucap mahkluk itu,


"Dasar, apakah kau tidak pernah bercermin?"ucap Geani,


"Awas kalian!!"teriak mahkluk tersebut.


Mahkluk tersebut mulai melesat ke arah Geani, akan tetapi serangannya tidak memberikan dampak sedikitpun.


"Aku heran, apakah kau memang mahkluk yang kuat?"tanya Geani,


"Sial...sial...siaal"ucap mahkluk tersebut.


Lalu mahkluk tersebut melesat ke arah Harnely.


"Sudahlah tenang saja"ucap Harnely.


Lalu Harnely merapalkan sihir pelindung disekitar mereka berdua.


"Huh hanya pelindung, aku bisa menanganinya hahahah"ucap mahkluk tersebut.


Pelindung Harnely berhasil dihancurkan oleh mahkluk tersebut dengan mudah.


"Hahaah terlalu mudah"ucap mahkluk itu,


"Awaas dia datang!!"teriak orang itu,


"Cih...dasar merepotkan"ucap Harnely.


Lalu Harnely menggunakan sihir pelambat sehingga mahkluk tersebut bergerak dengan sangat lambat.


"Terlalu mudah"ucap Harnely.


Lalu Harnely menyerang mahkluk tersebut hanya dengan tangan yang dilapisi energi, dan hal itu sudah berdampak cukup besar padanya.


"Sial siapa mereka ini??mahkluk itu bahkan mereka jadikan seperti mainan???"pikir orang itu,


"Uhuk...uhuk...sial mereka terlalu kuat, kalau begitu"pikir mahkluk tersebut.


Dengan cepat mahkluk tersebut melesat ke arah Smarta, akan tetapi tiba-tiba ia terdiam seketika karena pedang es yang sudah ada tepat di depan matanya.


"Apakah kau mau menjadi buta?"ucap Smarta,


"Sial, dasar manusia disini sangat kuat"pikir mahkluk tersebut,


"Mengapa kau hendak membunuh orang itu?"tanya Smarta,


"Bukan urusanmu!!!"teriak mahkluk tersebut.


Lalu Smarta menggores sedikit mahkluk tersebut.

__ADS_1


"Siaal sakit sekali!!"teriak mahkluk tersebut,


"Mengapa kau melakukan hal itu?"tanya Smarta,


"Tidak akan kuberitahu!!!"teriak mahkluk tersebut,


"Baiklah"ucap Smarta.


Lalu Smarta mulai menebas bagian tangan mahkluk tersebut.


"Aaaarrrrghgr!!!!tanganku!!!!"teriak mahkluk tersebut,


"Katakan pada kami!!!"ucap Smarta,


"Aku tidak bisa mengatakannya!!!!!"teriak mahkluk tersebut,


"Mengapa tidak bisa?"tanya Smarta,


"Sudah kubilang aku tidak bisa mengatakannya!!!"teriak mahkluk tersebut,


"Tunggu!!!"ucap seseorang dari kejauhan,


"(menoleh)siapa kau?apakah kau mengenalnya?"tanya Smarta,


"Ehm maafkan atas perlakuan temanku yang buruk, tolong lepaskan dia"ucap orang itu,


"Siapa kau?"tanya Smarta,


"Perkenalkan, namaku adalah Fradon, dan rekanku yang kau lawan adalah Glim"ucap Fradon,


"Apakah kalian alien?"tanya Smarta,


"Tentu saja tidak, kami adalah manusia"ucap Fradon,


"Lalu mengapa rekanmu ini berwujud tikus?"tanya Smarta,


"Ehm dia terkena sihir kutukan, kami sedang mencari cara untuk menghilangkannya"ucap Fradon,


"Kutukan?kutukan apa yang ada padanya?"tanya Smarta,


"Sepertinya kutukannya adalah berupa perubahan wujud"ucap Fradon,


"J-jadi, dia adalah manusia?"tanya orang itu,


"Tentu saja manusia"ucap Fradon dengan kesal,


"Mengapa kau kesal?dan mengapa dia malah memakan manusia?"tanya Smarta dengan bingung,


"Bagaimana mungkin aku tidak kesal?karena orang itulah Glim menjadi seperti ini!!!"ucap Fradon dengan kesal,


"A-aku tidak sengaja, aku minta maaf"ucap orang itu,


"Ngomong-ngomong namamu?"tanya Harnely,


"Ehm Egis"ucap Egis,


"Memangnya apa yang telah kau lakukan Egis?"tanya Smarta,


"Sepertinya ini akan menarik"ucap Geani,


"Ehm aku tidak sengaja melepaskan energi di suatu tempat, dan secara tidak sengaja aku mengenainya"ucap Egis,


"Aku tidak mengerti yang kau maksud"ucap Smarta,


"Saat itu aku hanya mencoba sihir perubah bentuk, dan aku tidak tahu bahwa ada mereka disekitarku"ucap Egis,


"Hmm lalu?apa yang kalian lakukan disana?"tanya Smarta,


"Tentu saja mencari makanan, padahal sedikit lagi aku mendapatkan tikus itu, sial ternyata malah aku sendiri yang menjadi tikus"ucap Glim dengan kesal,


"Jadi begitu ya..hmm mengapa tidak kau batalkan sihirnya?"tanya Smarta,


"Aku hendak membatalkannya tadi, namun hal itu menjadi mustahil sejak orang itu membakar buku itu"ucap Egis,


"Hmm?Haaah!!??yang benar!!!?"tanya Fradon dengan terkejut,


"Itu b-benar"ucap Egis,


"I-itu artinya???"ucap Glim dengan sangat terkejut,

__ADS_1


"Aku akan berusaha mencari cara, tolong bersabar"ucap Egis,


"TIIIDAAAAAAAAAAAKK!!!!!!!!"teriak Glim


__ADS_2