
" *tok tok tok* emm tuan apakah aku mengganggumu?"tanya seorang penjaga yang sedang mengetuk pintu kamar Steris,
"Tidak, semua baik-baik saja. Ada apa?"tanya Steris,
"Kendaraan yang menjemput para penyelamat telah tiba tuan"ucap penjaga tersebut,
"Hmm....baiklah...."ucap Steris sambil kembali tidur,
"Apakah anda tidak tidur semalam?"tanya penjaga itu,
"Eeeh....mmhhhh....tidak.....aku hanya kurang tidur saja"ucap Steris dengan nada yang terdengar sedang mengantuk,
'Hmm? memangnya apa bedanya ya?'pikir penjaga itu.
Lalu penjaga itu masuk ke kamar Steris untuk memastikan keadaannya.
"Sudah kuduga, sepertinya anda tidak tidur hampir semalaman"ucap penjaga itu,
"Huft itu benar"ucap Steris,
"Apakah terjadi sesuatu semalam tuan?"tanya penjaga itu,
"Aku telah kehilangan itu"ucap Steris,
"Haah? jangan bilang kalau......"ucap penjaga tersebut yang seketika panik,
"Itu benar"ucap Steris,
"Apa yang terjadi? bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"tanya penjaga itu,
"Entahlah, sungguh disayangkan bahwa buku itu telah menghilang"ucap Steris,
"Mungkinkah para penyelamat itu yang mengambilnya?"tanya penjaga itu,
"Mana mungkin, lagipula mereka semua telah mendapatkan buku"ucap Steris yang mengantuk,
"Jika boleh tahu...sebenarnya kekuatan apa yang anda dapatkan?"tanya penjaga itu,
"Entahlah, lagipula aku juga belum membukanya"ucap Steris,
"Mengapa begitu tuan?"tanya penjaga itu,
"Huft....lagipula aku tidak dapat membukanya yang artinya aku bukanlah pemilik buku itu"ucap Steris,
"Jadi begitu ya...namun...kuharap tidak ada hal aneh terjadi lagi"ucap Penjaga itu,
"Iya iya sudahlah cepat perg, aku sangat mengantuk"ucap Steris,
"(oh tidak) b-baik tuan saya akan segera pergi"ucap penjaga itu.
Lalu penjaga tersebut meninggalkan kamar Steris dan kembali melanjutkan tugasnya.
'Sial....buku yang aku dapatkan dan telah kujaga selama bertahun-tahun sejak kecil hanya demi kesempatan membukanya untuk melihat isinya saja.....hmm SIAAAL!!!, siapa pencuri bukuku ya? mungkinkah mereka? aah tidak mungkin itu adalah hal yang mustahil, namun aku harap salah satu dari mereka tidak memilikinya. Bisa-bisa mereka akan mengeluarkan suatu ledakan besar yang mampu meledakkan seisi kota. Ini tidak lucu'pikir Steris.
Sementara itu, Geani sangat senang setelah mendengar kabar bahwa kendaraan yang akan mengantar mereka telah tiba.
"Hey Smarta......Smartaa!!!!"ucap Geani sambil berusaha membangunkan Smarta,
"Hmm? apa lagi?"tanya Smarta yang baru saja bangun,
"Kau harus bersemangat tau, kendaraannya telah tibaaa"ucap Geani,
"Hhmmm....lalu?"tanya Smarta,
"Eh? kenapa reaksimu hanya begitu saja?"tanya Geani dengan bingung,
"Kenapa reaksiku begini? setelah kau mengajakku untuk mengobrol semalaman?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Huh? kau kurang tidur? padahal aku sangatlah bersemangat tau"ucap Geani,
"Yaaa"ucap Smarta sambil melanjutkan tidurnya,
"Dia malah tidur kembali....huft.....Hey Smarta bangunlah"ucap Geani yang semakin mengguncang tubuh Smarta hingga rasa mengantuknya hilang,
"Aaaah baik baik aku akan bangun....dasar kau ini"ucap Smarta,
"Baguslah hahahahahh akhirnya kau bangun juga"ucap Geani,
"Lalu? apa yang akan kita lakukan?"tanya Smarta,
"Tentu saja bersiap-siap"ucap Geani,
"Huft baiklah (sial aku mengantuk sekali, bisa-bisanya dia masih bersemangat bahkan setelah bercerita semalaman sekalipun)"ucap Smarta sekaligus heran.
Beberapa saat kemudian, Gradzio memanggil mereka.
" *tok tok tok* apakah kalian sudah selesai bersiap-siap?"tanya Gradzio di balik pintu,
" *membuka pintu* tentu saja"ucap Smarta,
"Baguslah kalau begitu, ayo cepat"ucap Gradzio,
"Baik"ucap mereka berdua.
Lalu mereka menuju gerbang utama. Di sana Fanin telah menanti mereka.
"Waah Faniin!!!!! kau juga kemari?"tanya Geani,
"Tentu saja, mana ada kendaraan yang bisa bergerak sendiri tanpa digerakkan?"ucap Fanin,
"Sepertinya kau benar ahahaha"ucap Geani,
"Hey Smarta sepertinya kau baik-baik saja"ucap Fanin,
"Eheheh tentu saja, meski sedikit..em...hoaaaam"ucap Smarta sambil menguap,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta,
" *melirik Gradzio* apakah ada kaitannya dengan kalian?"tanya Fanin,
"Ehh mana mungkin, sejak kemarin kami tidur, benar bukan Klinto"ucap Gradzio sambil melirik ke arah Klinto,
"Emm itu benar"ucap Klinto,
"Lalu?"tanya Fanin,
"Tanyakan saja pada orang di sampingku ini"ucap Smarta sambil melirik ke arah Geani,
"Eh?..emm...eheheee maaf, sepertinya aku terlalu bersemangat kemarin"ucap Geani,
"Dasar kalian ini"ucap Fanin.
Di tengah perbincangan mereka, Steris datang bersama dengan 2 orang penjaga.
"Hmm siapa dia?"tanya Fanin,
"Dia adalah pemimpin kota saat ini di sini"ucap Smarta,
"Begitu ya"ucap Fanin,
" *Memberi salam* selamat datang di Piece Town, senang bertemu denganmu. Namaku adalah Steris, aku adalah pemimpin kota ini"ucap Steris,
"Emm salam, namaku Fanin, aku adalah perwakilan ketua untuk menjemput mereka. Saat ini ketua sedang sibuk, jadi dia menyuruhku untuk melakukan tugas ini"ucap Fanin,
"Baguslah kalau begitu.Ngomong-ngomong....bagaimana kabarnya?"tanya Steris,
__ADS_1
"Emmm ketua baik-baik saja, dia hanya sedikit sibuk saja hingga tidak bisa datang kemari"ucap Fanin,
"Oh iya..satu hal lagi, kami tidak memiliki apapun yang dapat diberikan kepada kalian sebagai hadiah, jadi...maaf"ucap Steris,
"Tidak masalah, lagipula mereka sudah berhasil menolong, aku rasa itu sudah lebih dari cukup"ucap Fanin,
"Baguslah kalau begitu"ucap Steris.
Setelah berbincang-bincang untuk beberapa saat, lalu mereka berpamitan dan akhirnya mereka pun meninggalkan kota.
"Terima kasih atas bantuan kalian yaa"ucap Steris dari jauh,
"Apa yang dia katakan?"tanya Geani,
"Entahlah, aku tidak mendengarnya dari jarak ini"ucap Gradzio,
"Selain itu...syukurlah, aku kira kendaraan ini datang dengan sendirinya"ucap Smarta,
"Aahahah mana mungkin. Namun baguslah kalian selamat, kalian telah berhasil"ucap Fanin,
"Heeii kau melupakan kami"ucap Gradzio,
"Uppss ahahah maaf, aku hampir melupakan kalian ahahahah"ucap Fanin,
"Hahahah Lucu sekali"ucap Klinto.
#Piece Town
"Emm apakah anda masih memikirkan buku itu tuan?"tanya penjaga di sampingnya,
"Hanya sedikit saja, namun aku baik-baik saja"ucap Steris,
"Jika anda mau, aku bisa saja ke sana untuk menanyakan pada mereka mengenai buku anda"ucap penjaga itu,
"Sudahlah lupakan saja, lagipula buku itu tidak akan terbuka meski ada di mereka"ucap Steris.
Lalu Steris kembali ke kediamannya setelah memandang cukup lama ke arah kendaraan yang dinaiki oleh Smarta dan yang lainnya.
'Kuharap semua baik-baik saja'pikir Steris.
Di perjalanan menuju Down Town, Smarta terbangun di malam hari.
"Hmm? sepertinya aku ketiduran sejak tadi"ucap Smarta,
"Wah wah, kau baru bangun?"tanya Fanin yang sedang duduk di dekatnya,
" *semua orang sedang tidur* Ini...emm"ucap Smarta,
"Ini sudah malam, kau tertidur tadi"ucap Fanin,
"Sepertinya aku tertidur cukup lama"ucap Smarta,
"Hahaah tentu saja"ucap Fanin.
Lalu Fanin membawakan minuman hangat kepadanya.
"Terima kasih"ucap Smarta,
"Tidak masalah....emm apakah kau ada waktu?"tanya Fanin,
" *sruulpp* hmm? untuk apa?"tanya Smarta,
"Bisakah kau menceritakan apa saja yang terjadi selama kau berada di kota itu?"tanya Fanin,
"Ooh untuk laporan bukan?"ucap Smarta,
"Itu benar"ucap Fanin,
__ADS_1
"Baiklah, tidak masalah"ucap Smarta.
Lalu Smarta menceritakan semua kejadian yang mereka alami selama berada di kota itu.