Unique Power

Unique Power
36[] Menutup Portal Dimensi


__ADS_3

Smarta melesat dengan cepat menuju alien tersebut, setiap serangan yang dilancarkan berhasil melukai alien itu, namun alien tersebut memiliki tingkat regenerasi yang cukup cepat.


"Seranganku tidak ada gunanya jika ia bisa meregenerasi secara terus menerus"pikir Smarta,


"Kami sedang memikirkan sesuatu nak, cobalah serang terus alien itu"ucap Blager,


"Baik"ucap Smarta,


"Kau berbicara dengan siapa hah?"ucap alien tersebut yang muncul tepat dibelakang Smarta.


Smarta tidak sempat menghindar hingga membuatnya terkena serangan dari alien tersebut,


"Betapa lemahnya dirimu ahaha"ucap alien itu sambil tertawa,


"Ahahhah betapa lemahnya dirimu"ucap Smarta,


"Bahkan disaat seperti ini kau masih bisa mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal ya"ucap alien itu.


"Mungkin saja"ucap Smarta sambil tersenyum,


"Terima saja takdirmu untuk mati hahaha"ucap alien tersebut sambil menyerang Smarta.


Namun kini serangannya tidak berdampak apapun kepada Smarta, semua serangannya ditangkis dengan satu tangan saja.


"Bahkan tanpa senjatanya???" pikir alien itu dengan begitu kagetnya.


"Mana kata-katamu tadi hah?"ucap Smarta,


"Bagaimana mungkin?"ucap alien tersebut,


"Cari tahu saja di dunia lain"ucap Smarta sambil menusuk alien tersebut dari belakang,


"Sial sejak kapan?aku sangat yakin kekuatan maupun kecepatannya jauh dibawahku"pikir alien tersebut,


"Slow body"ucap Harnely,


"Power increase" ucap Geani,

__ADS_1


"Dan Speed increase"ucap Smarta,


"Aku kira penjaga didepan menghadang kalian"ucap alien itu,


"Memang benar ia menghadang kami, namun alien tidak punya otak bukan?"ucap Harnely,


"Pantas saja ahahah aku sudah dikelabui, namun!!apakah kalian bisa menahan ini??"ucap alien tersebut sambil mengeluarkan aura aneh yang membuat alien disekitarnya menjadi kuat.


Lalu alien-alien tersebut menyerang mereka bertiga. Mereka cukup kerepotan sehingga membuat mereka terpaksa membatalkan sihir agar bisa fokus melawan alien, setelah mengetahui hal itu, alien tersebut kembali menyerang Smarta, namun kini Smarta tidak bisa menahannya seperti sebelumnya karena sihirnya sudah dibatalkan.


"Apa yang harus aku lakukan?"pikir Smarta sambil menerima puluhan serangan dari alien tersebut.


Beberapa saat kemudian alien tersebut diserang oleh Harnely sehingga Smarta bisa mendekati kristal itu,


"Cepatlah"ucap Harnely sambil menyerang alien tersebut,


"Baik"ucap Smarta.


Namun hal yang mengejutkan terjadi, kristal tersebut tidak bisa dihancurkan dengan senjata maupun pukulan,


"Gunakan sihirmu bocah"ucap Blager,


"Baik"ucap Smarta,


"Magic fire"ucap Smarta, kristal tersebut tidak terkena dampak apapun.


"Sial bagaimana ini??"ucap Smarta,


"Hei kawan aku ada ide gila"ucap Harnely,


"Jangan bilang kalau...."ucap Smarta,


"Hanya itu satu-satunya cara"ucap Harnely,


"Baiklah"ucap Smarta.


Lalu mereka bertiga berkumpul lalu Smarta membentuk pelindung es.

__ADS_1


"Waktu kita tidak banyak"ucap Smarta,


"Itu saja sudah cukup"ucap Harnely,


"Geani bisa kau keluarkan elemen angin ke arahku?"tanya Smarta,


"baik"ucap Geani.


Geani mengeluarkan elemen angin ke arah Smarta, lalu smarta memadatkannya dan melapisinya dengan es, begitu juga dengan asap milik Harnely, dimana Smarta memadatkannya juga.


"Setelah pelindung ini hancur aku akan melempar kedua bola ini, kalian segera berpegang padaku"ucap Smarta,


"Baik"ucap mereka berdua.


"Apa yang kalian lakukan haah"teriak alien tersebut.


(pelindung es sudah hancur)


"Cepat perpegangan padaku"ucap Smarta.


Setelah mereka berdua berpegang pada Smarta, lalu smarta melempar bola es berisi asap ke arah kristal, dan yang berisi angin didekat mereka.


Sehingga setelah bola es tersebut pecah, yang berisi asap langsung memenuhi ruang,sedangkan yang berisi angin menyebabkan keluarnya angin yang cukup kencang hingga membuat mereka terpental keluar.


Sebelum mereka benar-benar keluar, Smarta melempar es berisi api yang dipadatkan ke arah asap-asap tersebut tepat setelah mereka terkena sihir angin yang mementalkan mereka.


Lalu terjadi ledakan yang cukup besar didalam pintu tersebut hingga membuat suara yang keras terdengar dari luar.


"Apa yang terjadi?"ucap Klinto,


"Kita harus mengeceknya"ucap Gradzio,


"Baik"ucap Klinto.


Mereka segera menuju kedepan pintu dimensi tersebut, beberapa jarak dari sana tiba-tiba mereka bertiga keluar dengan kecepatan yang tidak biasa.


Gradzio yang dengan sigap mengaktifkan teleportasi dan menangkap mereka bertiga secara bergantian dengan cepat. Setelah itu, portal dimensi tersebut tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


__ADS_2