
Ketika Smarta sedang melakukan latihannya, ia mulai merasa aneh seperti sebelumnya dimana ia merasa tidak ada perkembangan.
"Aku...mulai...lelah...lagiiii"ucap Smarta,
"Semangatlah nak, kau harus cepat meningkatkan kekuatanmu"ucap Whiger,
"Untuk apa?padahal aku sudah cukup kuat, mengapa harus berlatih lagi??"tanya Smarta,
"Suatu saat nanti kau akan menyadarinya nak"ucap Whiger,
"Baik baik akan aku lakukan"ucap Smarta.
"Ingatlah nak, bukan hanya kau saja yang tinggal disini"ucap Blager,
"Hmm?sepertinya aku pernah mendengar hal itu"pikir Smarta dengan bingung,
"Mengapa kau diam saja bocah?"tanya Blager,
"Ah maaf, aku akan latihan lagi"ucap Smarta,
"Ada apa dengannya?"tanya Whiger,
"Entahlah, sepertinya ada kata-kataku yang menusuknya"ucap Blager,
"Mungkin saja"ucap Whiger.
Smarta berlatih sedikit lebih lama dari biasanya dikarenakan kekuatannya yang besar, hingga suatu ketika.
"Uhuk...uhuk..."Gradzio terpental bersama Klinto secara tiba-tiba dari portal.
"Apa yang terjadi?sedang apa kalian?"tanya Smarta yang terkejut akan kedatangan mereka,
"Maaf, apakah kami mengejutkanmu?"tanya Klinto,
"Tidak, apakah terjadi sesuatu?"tanya Smarta,
"Tidak ada, namun lihatlah ini"ucap Gradzio sambil memperlihatksn suatu alat yang sedikit terlihat aneh,
"Apakah itu alat?fungsinya apa?"tanya Smrta,
"Entahlah, selama ini aku belum pernah melihat alat seperti ini"ucap Gradzio,
"Bagaimana denganmu?"tanya Smarta,
"Entahlah, mungkin kita harus bertabya pafa ahlinya"ucap Klinto,
"Ide bagus, lebih baik daripada tidak ada"ucap Gradzio.
Lalu mereka berjalan menuju perpustakaan untuk mencari tahu informasi mengenai alat yang ditemukan oleh Gradzio dan Klinto.
"Aku baru melihat alat seperti ini, dapat darimana?"tanya Fanin,
"Aku mencurinya?"ucap Klinto,
"Haah???maksudmu?aku kira kau tidak suka mencuri"ucap Fanin,
"Tentu saja bukan aku hahahah"ucap Klinto sambil melirik ke arah Gradzio,
"Mau bagaimana lagi, lagipula alat itu terlihat unik, aku sangat tertarik akan itu"ucap Gradzio dengan bersemangat,
"Hmm akan cukup sulit untuk meneliti alat ini, namun aku pastikan akan menyelesaikan penelitian ini"ucap Fanin,
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali"ucap mereka berdua sambil menghilang dari pandangan Smarta dan Fanin.
"Huft sungguh merepotkan"ucap Fanin,
"Apakah ada masalah?aku bisa membantumu"ucap Smarta,
"Oh tidak apa, ehm kalau begitu.....bisakah kau ambilkan beberapa buku disana?"tanya Fanin,
"Tentu saja, selama tugasnya ringan apa saja akan kulakukan"ucap Smarta,
"Terima kasih...."ucap Fanin.
Mereka membuka tiap buku selama beberapa jam, namun masih belum menemukan sedikitpun informasi yang bisa menjelaskan alat terdebut.
"Ini sedikit aneh, namun bukan yang pertama"ucap Fanin,
"Apa yang aneh?"tanya Smarta,
"Tidakkah kau berfikir kalau alat ini bukan dari sini?"tanya Fanin,
"Hmm?bentuknya tidak jauh berbeda dari buku pada umumnya, mungkinkah alat ini bukan dari sini?aku tidak mengerti maksudmu"ucap Smarta,
"Singkatnya, dari bahasa pada bukunya saja sudah tidak dapat dibaca, bahkan dengan terjemahan sebanyak ini masih belum bisa membaca satupun kata disini"ucap Fanin,
"Hmm, jadi maksudmu bahasa ini merupakan bahasa baru yang mungkin belum dipelajari?"tanya Smarta,
"Bukan bahasa baru, namun bahasa asing"ucap Fanin.
Beberapa saat kemudian Brastino memasuki ruangan.
"Hey hey heyy sedang apa kalian disini dengan banyaknya buku yang berantakan disini??"tanya Brastino,
"(melihat isi buku) emm itu bukanlah bahasa manusia"ucap Brastino,
"Lalu bahasa apakah yang digunakan pada alat ini?"tanya Fanin,
"Maaf aku lupa, namun yang pasti bukan dari sini"ucap Brastino,
"Aku tidak mengerti, lalu berasal dari manakah bahasa ini?"tanya Smarta,
"Yang pasti bahasa ini bukan bahasa manusia, dan ini bukan pertama kalinya bagiku melihat bahasa tersebut"ucap Brastino,
"Benarkah?"tanya Fanin,
"Tentu saja, tunggu sebentar ya"ucap Brastino.
Beberapa saat kemudian Brastino mengambil beberapa buku yang isinya juga menggunakan bahasa yang sama seperti yang sedang mereka cari tahu.
"Apa maksudnya ini?"tanya Smarta,
"Kau tidak perlu bingung begitu, inilah dunia"ucap Brastino,
"Sebanyak ini??bagaimana mungkin?"tanya Fanin,
"Sudah sejak lama aku melakukan penelitian akan hal ini, namun nampaknya masih banyak misteri yang belum terpecahkan"ucap Brastino,
"Mungkinkah ini bahasa alien?"tanya Smarta,
"Sepertinya bukan, bahasa alien lebih mudah dipahami dibandingkan bahasa ini, sepertinya bahasa ini adalah salah satu bahasa kuno yang telah punah dari jutaan bahasa dulu"ucap Brastino,
"Apakah kau bercanda???"tanya Smarta dengan cukup terkejut,
__ADS_1
"Tentu saja tidak, hal ini memanglah misteri, namun suatu saat akan ada yang dapat menerjemahkannya"ucap Brastino,
"Meskipun demikian pasti akan sulit untuk menemukan orang yang dapat menerjemahkan bahasa ini jika kita hanya membiarkannya disini"ucap Fanin,
"Tenang saja, untuk itulah aku datang kesini"ucap Brastino,
"Mungkinkah?"tanya Fanin,
"Itu benar, besok kumpulkan semua pemburu tingkat kuning disini"ucap Brastino,
"Ini saatnya ya, baiklah akan kukumpulkan semua pemburu"ucap Fanin,
"Baiklah, akan kutunggu besok"ucap Brastino sambil meninggalkan ruangan,
"Baik ketua"ucap Fanin,
"Lalu bagaimana denganku?"tanya Smarta,
"Khusus untukmu saja aku berikan ini"ucap Fanin sambil memberikan buku yang didapatkan tadi oleh Gradzio dan Klinto,
"Apakah kau yakin?"tanya Smarta,
"Tenang saja, aku sudah tahu hal ini akan terjadi"ucap Fanin,
"Baiklah kalau begitu akan kuterima, kuharal aku bisa menemukan seseorang yang dapat menerjemahkan ini"ucap Smarta,
"Akupun berharap demikian, sekarang cepatlah kau kembali, nanti kau bisa pulang terlalu larut"ucap Fanin,
"Kurasa kau benar, baiklah kalau begitu sampai nanti"ucap Smarta,
"Baiklah, berhati-hatilah"ucap Fanin.
Lalu Smarta meninggalkan perpustakaan dan kembali kerumahnya.
#Rumah Smarta
"Aku penasaran kira-kira informasi apa yang terdapat dibuku ini"pikir Smarta,
"Intinya buku itu hanya berisi informasi mengenai sihir"ucap Blager,
"Sangat cocok untukmu nak"ucap Whiger,
"Hah?bagaimana mungkin kalian memahami bahasa ini???"tanya Smarta dengan terkejut,
"Kau pikir kami ini darimana hah?"ucap Blager,
"Bahasa yang terdapat pada buku itu adalah bahasa dari bangsa matahari, untuk sekarang kau masih belum dapat kesana, mungkin suatu saat jika kau sudah cukup kuat kau bisa kesana"ucap Whiger,
"Apakah diluar sana ada bangsa seperti itu??"tanya Smarta,
"Tentu saja bocah, dan tentu saja bahayanya bisa berkali lipat dibandingkan dengan lawanmu selama ini"ucap Blager,
"Pantas saja kalian menyuruhku untuk terus berlatih"ucap Smarta,
"Tentu saja"ucap Whiger,
"Baiklah kalau begitu, aku akan lebih giat melatih fisikku agar mampu menyimpan lebih banyak kekuatan"ucap Smarta,
"Tentu saja, seharusnya hal ini memotivasimu bocah"ucap Blager,
"Benar"ucap Smarta.
__ADS_1