Unique Power

Unique Power
126[] Orang Yang Sebenarnya


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Smarta tersadar dari pingsannya setelah Blager keluar dari tubuhnya.


"Huh? apa yang terjadi?"ucap Smarta dengan bingung,


"Huft syukurlah kau tidak mati, padahal alien yang kau hadapi cukup kuat"ucap Gradzio,


"Bagaimana keadaan mereka?"tanya Smarta,


"Semuanya baik-baik saja, hanya saja....."ucap Gradzio yang mulai berbicara dengan pelan,


"Aku tidak mempermasalahkannya, lagipula serangan tiba-tiba sudah pasti terjadi dalam pertempuran"ucap Smarta,


"Meski begitu......maaf aku tidak sempat menolongnya"ucap Gradzio,


"Tidak apa, yang penting kita sudah berhasil memutus sedikit rantai kesengsaraan alien itu"ucap Smarta,


"Baguslah, kalau begitu bagaimana jika kita kembali ke tempat Geani berada?"tanya Gradzio,


"Ide bagus"ucap Smarta.


Lalu mereka kembali ke tempat di mana Geani berada. Sementara itu, Geani sudah mulai sedikit tenang dari kesedihannya.


"Aku tidak menyangka dia akan mati di sini"ucap Geani dengan sedih,


"Aku juga begitu, namun setelah mengetahui tingkat alien tadi, aku rasa kematian bukanlah hal yang mustahil"ucap Klinto,


"Ini semua karena aku lemah, seharusnya aku bisa melindunginya dengan kekuatanku"ucap Geani,


"Jangan salahkan dirimu Geani, kau bukanlah satu-satunya orang yang kehilangan"ucap Klinto,


"Kau pernah kehilangan teman juga?"tanya Geani,


"Itu benar, namun itu adalah hal biasa karena memang itulah yang terjadi pada para pemburu maupun penjaga di kota"ucap Klinto,


"Huft syukurlah kalian baik-baik saja"ucap Smarta yang berada beberapa jarak dari Geani dan Klinto,


"Smartaa...*menangis*...maafkan aku"ucap Geani yang kembali sedih,


"Sudahlah tidak apa, jangan salahkan dirimu"ucap Smarta,


"Seharusnya ini adalah salahku, jadi maafkan aku"ucap Gradzio,


"Memang benar, namun sejak awal kita tidak tahu kekuatan alien tadi"ucap Smarta,


"Meski begitu..."ucap Gradzio,


"Yang lebih penting lagi, bagaimana kalau kita ke daerah sebelah? mungkin saja ada petunjuk lain mengenai kota ini"ucap Klinto,


"Aku rasa kau benar, lalu bagaimana dengan tubuhnya Harnely?"tanya Gradzio,


"Aku akan membawanya pulang"ucap Geani,


"Hey jangan begitu, di luar sana sangatlah berbahaya berjalan sendiri"ucap Klinto,


"Aku rasa dia ada benarnya, pada dasarnya tubuh manusia akan membusuk setelah tiga hari, kita harus segera membawanya, sekaranglah saatnya"ucap Gradzio,

__ADS_1


"Namun jaraknya mencapai satu minggu jika berlari"ucap Klinto,


"Mungkin akan sedikit sulit, namun mau bagaimana lagi"ucap Gradzio,


"Mengapa tidak gunakan portal saja?"tanya Smarta,


"Energiku sudah habis, aku baru bisa menggunakannya besok"ucap Klinto,


"Kalau begitu gunakan portalku saja"ucap Smarta,


"Apakah kau yakin? energimu akan terpakai cukup banyak"ucap Gradzio,


"Aku yakin"ucap Smarta.


Setelah Klinto memberitahu suatu sihir kepada Smarta, lalu dengan cepat Smarta menggunakannya saat itu juga agar tidak membuang lebih banyak waktu lagi. Dan tanpa disangka portal itu berhasil dibuat oleh Smarta.


"Aku lupa kau masih memakai gelang itu"ucap Gradzio,


"Sudah seharusnya, aku yakin akan berguna dan rupanya ini salah satunya"ucap Smarta,


"Baguslah, ayo cepat kita harus segera membawanya, Smarta tidak punya banyak energi"ucap Klinto,


"Kau benar"ucap Geani.


Lalu Gradzio dan Geani membawa tubuh Harnely melalui portal yang terhubung ke ruang tamu rumah Harnely di mana kebetulan ayah dan ibu Harnely yang saat itu kebetulan sedang berada di ruang tamu.


"Harnely? apa yang terjadi pada anak kami?"tanya Srinly,


"Maafkan aku nyonya, karena kelalaianku Harnely mati"ucap Gradzio,


"Beberapa saat lalu Harnely mati"ucap Geani,


"Tidak apa, kalian sangat cerdas membawa anak kami segera"ucap Barnly dengan tenang,


"Namun Harnely sudah mati"ucap Geani,


"Meski dia sudah tidak bernafas, bukan berarti dia sudah mati"ucap Srinly,


"Yang penting kalian sudah melakukan yang terbaik, terima kasih atas kerja keras kalian"ucap Barnly,


"Tidak masalah, namun...apakah tidak apa?"tanya Geani dengan bingung,


"Tentu saja, kami yakin dia masih hidup"ucap Barnly.


Lalu mereka memberikan tubuh Harnely kepada orang tuanya dan kembali ke portal dengan sedikit bingung.


Apakah semua baik-baik saja?"tanya Smarta,


"Entahlah aku tidak mengerti bagaimana bisa mereka tetap tenang setelah mendengar kabar seperti itu"ucap Geani dengan heran,


"Sudahlah, untuk sekarang kita harus mencari informasi di sini"ucap Gradzio,


"Bukankah sudah jelas bahwa tempat ini didiami oleh alien?"tanya Geani,


"Meski begitu, mungkin saja ada suatu petunjuk yang belum kita ketahui"ucap Gradzio,

__ADS_1


"Maksudmu...orang-orang itu?"tanya Geani,


"Tentu saja"ucap Gradzio,


"Bagaimana jika mereka menyerang kita?"tanya Smarta,


"Aku rasa mereka memiliki alasan tersendiri mengenai hal itu"ucap Gradzio,


"Hmm baiklah"ucap Smarta.


Lalu mereka berkeliling kembali di kota itu untuk mencari informasi ataupun petunjuk yang mereka rasa bisa menjadi informasi.


"Aku tidak menyangka suasana kota menjadi sepi seperti ini"ucap Smarta yang heran dengan sepinya kota,


"Aku rasa kota ini sebenarnya bukanlah Unpiece Town"ucap Gradzio,


"Apa maksudmu dengan hal itu?"tanya Geani.


Beberapa saat kemudian muncul seseorang yang asing di depan mereka.


" *berhenti melangkah* Aku harap tidak ada masalah lagi"ucap Gradzio,


"Aku juga"ucap Smarta,


Mereka saling berhadapan dan bersiap untuk menyerang untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Apakah kalian berhasil membunuh alien itu?"tanya orang itu,


"Itu benar, kamilah yang membunuhnya, apa yang akan kalian lakukan sekarang?"tanya Gradzio,


"SYUKURLAH!!!!....SEMUANYA, AKHIRNYA KITA TERBEBAS DARI ALIEN ITU!!!"teriak orang itu.


Tiba-tiba ada banyak orang yang keluar dari masing-masing rumah dan dapat dipastikan bahwa jumlahnya sangat banyak mengelilingi mereka berempat.


"Hei apa yang terjadi? apakah mereka akan menyerang kita?"ucap Smarta,


"Itu adalah skenario terburuknya, kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan"ucap Gradzio,


"Syukurlah, terima kasih karena telah membantu kami"ucap orang itu,


"Ehm padahal di awal kami kemari kau yang malah menyerang kami bukan?"ucap Geani,


"Aaah mengenai itu ahahah, maaf aku yang salah, aku hanya takut jika tidak melakukannya nanti alien itu akan membunuh kami"ucap orang itu,


"Jadi begitu ya, berarti kalian adalah orang yang tinggal di kota Unpiece Town ini?"tanya Smarta,


"Itu benar, namun sebenarnya nama dari kota ini bukanlah Unpiece Town"ucap orang itu,


"Hmm? apa maksudmu? padahal sejak dulu aku sangat ingat bahwa nama dari kota ini adalah Unpiece Town"ucap Gradzio dengan bingung,


"Itu benar, kejadian ini memang sudah terjadi cukup lama"ucap orang itu,


"Aku sedikit meragukanmu, memangnya siapa kau sampai bisa mengetahui hal itu?"tanya Smarta,


"Ahahah maaf sebelumnya, namaku adalah Steris, aku adalah pemimpin dari Piece Town"ucap Steris.

__ADS_1


__ADS_2