
"Dulunya, kota ini tidak jauh beda seperti kota pada umumnya yang penuh akan penduduk dan sudah pasti hidup dengan sangat damai. Seperti yang kalian lihat, pada dasarnya kota ini memanglah lebih banyak penjual makanan"ucap Praom,
"Lalu? apa yang membuat kota ini sepi?"tanya Geani,
"Hei diamlah, dia bahkan belum selesai"ucap Harnely,
"Ahahah maaf, silahkan kau lanjutkan bercerita"ucap Geani,
"Aku lanjutkan, lalu...aku sangat ingat kejadian ini dimana saat itu ada seorang asing yang datang ke kota dan hendak meminta makanan pada kami"ucap Praom,
"Lalu bagaimana?"tanya Geani,
"Lalu....yang dilakukan orang tersebut malah membuat orang-orang menghilang entah bagaimana caranya orang itu melakukannnya"ucap Praom,
'Hmm?bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?'pikir Smarta,
"Sepertinya ada kaitannya dengan alien pemindah"ucap Blager,
'Aku baru mendengar alien jenis itu'pikir Smarta,
"Tentu saja, lagipula itu alien tingkat danger, jarang terlihat"ucap Blager,
'Begitu ya.'pikir Smarta,
"Setelah penduduk menghilang, orang itu menghilang tanpa sebab"ucap Praom,
"Hmm mungkinkah mereka menculik para warga?"tanya Geani,
"Peluang terjadinya hal seperti itu sangatlah kecil, namun bisa saja terjadi"ucap Harnely,
"Hmm baiklah, lalu apa yang terjadi?"tanya Geani,
"Emm sampai di situ saja, lalu tidak ada yang terjadi hingga saat ini"ucap Praom,
"Hmm...bagaimana dengan makanan di sekitar?"tanya Smarta,
"Mengenai itu....aku juga tidak tahu"ucap Praom,
"Maksudmu?"tanya Harnely,
"Itu juga merupakan suatu hal yang aneh, aku sedikit heran dengan makanan di setiap rumah di kota ini"ucap Praom,
"Kau bahkan tidak mengetahui apapun mengenai makanan itu?"tanya Smarta,
"Itu benar"ucap Praom.
Mereka dibuat bingung dengan cerita yang bahkan tidak jelas sama sekali, sedikitpun mereka tidak mengerti.
"Aku tidak mengerti sama sekali"ucap Geani,
"Kau benar, yang ditangkap pikiranku hanyalah warga yang diculik"ucap Harnely,
"Aku juga....huft"ucap Smarta,
"hei bocah aku merasa ada yang aneh dengan orang itu"ucap Blager,
'Apa yang kau maksud Blager?'pikir Smarta dengan bingung,
"Emm bagaimana dengan rumah yang tidak dapat dihancurkan?"tanya Harnely,
"Aku tidak tahu sama sekali mengenai hal itu, maaf"ucap Praom,
"Huft benar-benar tidak ada petunjuk ya"ucap Geani,
"Sepertinya begitu"ucap Harnely,
"Sudah berapa lama kau berada di sini?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Hmm entahlah, aku sudah lama tidak menghitung hari"ucap Praom,
"Hmm buntu sekali percakapan kali ini"ucap Harnely,
"Lalu bagaimana cara kita keluar dari sini?"tanya Geani,
"Kalian bisa langsung keluar dari sini bukan?"ucap Praom,
"Jika memang begitu, kami tidak akan kemari tau"ucap Harnely,
"Hmmm, rupanya kalian tidak bisa keluar ya"ucap Praom,
"Itu benar"ucap Harnely,
"Hmm aku akan coba memikirkannya. Kota tak berpenghuni, makanan di setiap rumah, rumah yang kokoh meski dengan sihir apapun, dan satu orang aneh"ucap Smarta,
"Dasar kau ini, nanti dia marah lho"ucap Harnely,
"Tenang saja, sudah banyak yang berkata seperti itu, aku tidak mempermasalahkannya"ucap Praom,
"Begitu ya...."ucap Harnely,
"Bagaimana kita keluar dari sini?"tanya Geani,
"Dia benar, itu adalah tujuan kita saat ini"ucap Harnely,
"Kita bahkan tidak mendapat petunjuk, bagaimana cara kita keluar dari sini?"tanya Smarta,
"Huft kau benar....sial!!!!"ucap Harnely,
"Tunggu dulu.......*melihat ke meja dan terdapat suatu piring masih belum terisi*....apakah piring ini memang kosong?"tanya Smarta,
"Aahh pantas saja ahahahaha, aku melupakannya"ucap Geani,
"Hadehh pantas saja"ucap Smarta.
"Aku sudah selesai meletakkannya, sekarang apa yang akan terjadi?"ucap Smarta.
Beberapa saat kemudian, terjadi suatu gempa pada kota tersebut.
"Hmm hanya gempa?"tanya Harnely,
"Aku harap kita menemukan jalan keluarnya"ucap Geani,
"Kita tunggu saja"ucap Smarta.
Setelah gempa tersebut berakhir, mereka pun keluar dan mengecek keadaan sekitar.
" *melihat sekitat* hmm tidak ada keanehan, semua sama saja"ucap Harnely,
"Hmm sungguh teka-teki yang rumit, bagaimana ini?"tanya Geani,
"Hei katakanlah sesuatu"ucap Smarta,
"Apakah ada yang bisa kubantu?"tanya Praom,
"Bagaimana cara kita keluar dari kota ini?"tanya Smarta,
"Mudah saja, kalian hanya perlu mengalahkanku saja"ucap Praom,
"Huh? apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Smarta,
"Mungkinkah karena makanan itu?"tanya Harnely,
"Entahlah, aku masih berusaha untuk mencari jalan keluarnya"ucap Smarta,
"Kalahkan aku"ucap Praom.
__ADS_1
"Haruskah kita melawannya?"tanya Harnely,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta.
Tiba-tiba mereka merasa ada sesuatu yang menyerap kekuatan mereka.
"Kekuatanku....apakah kalian merasakannya juga?"tanya Geani,
"Sepertinya begitu"ucap Harnely,
"Sepertinya kita harus segera mengalahkannya"ucap Smarta.
Namun hal tersebut justru membuat mereka bingung karena dengan mudahnya mereka dapat mengalahkan orang tersebut.
"Huh?aku bahkan belum melesat"ucap Smarta.
Beberapa saat kemudian mereka tersadar dari tidur mereka dan terbangun tepat di depan kota tersebut.
"Huh? kita sudah berada di luar? bagaimama mungkin?"ucap Smarta dengan bingung,
"Hmm mungkinkah kita tertidur sejak tadi?"tanya Geani,
"Sepertinya begitu"ucap Harnely,
"Aku tidak mengerti, namun ayo kita lanjutkan perjalanan kita"ucap Smarta.
Dengan kebingungan mereka melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi dunia. Beberapa saat setelah mereka pergi, Praom telah melihat mereka dari kejauhan.
"Huft sepertinya mereka baik-baik saja"ucap Praom,
"Padahal mereka bisa menangani para alien itu lhooo"ucap seseorang di dekatnya,
"Mana bisa, kekuatan mereka masih sangat jauh untuk bisa melawan para alien tersebut"ucap Praom sambil melihat ke arah yang berlawanan dari Smarta.
Terlihat kumpulan alien yang sedang berjalan dengan jumlah yang sangat banyak.
"Mengapa kau tidak langsung mengatakannya pada mereka?"tanya orang tersebut,
"Tentu saja mereka akan melawannya, aku tidak ingin ada yang mati lagi karena alien itu"ucap Praom,
"Padahal mereka anak-anak yang kuat lhoo"ucap orang tersebut,
"Aah berisik, tinggalkan aku ssndiri"ucap Praom,
"Hadehh...baiklah terserah kau saja...Tanim"ucap orang tersebut,
"Kau menyadarinya ya ahahahah"ucap Praom yang berubah menjadi Tanim,
"Tentu saja, aku tidak mungkin tidak mengenal siapapun yang menyamar di wilayahku"ucap Praom,
"Sudahlah, yang penting kau sudah membantuku melindungi mereka dari para alien itu"ucap Tanim,
"Tidak masalah, selama masih dalam jangkauanku apa saja bisa"ucap Praom,
"Baguslah kalau begitu"ucap Tanim.
Lalu Tanim menghilang dari hadapan Praom.
"Hmm aku penasaran mengapa dia sampai repot-repot melindungi anak-anak itu"ucap Praom.
#Sisi Smarta
"Aku penasaran dengan kota itu"ucap Geani,
"Sepertinya kita akan membanjiri Fanin dengan banyak pertanyaan saat kita sampai di kota nanti"ucap Harnely,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta.
__ADS_1
Lalu mereka memutuskan beristirahat untuk beberapa saat karena petualangan di kota yang tidak jelas tersebut menguras cukup banyak energi.