
Pada malam hari itu mereka mengadakan suatu perayaan atas terbebasnya kota mereka dari alien yang sudah cukup lama mengikat mereka. Mereka pun duduk makan bersama.
"Aku baru tahu kalau kalian bisa memperbaiki kota dengan cepat"ucap Smarta,
"Kau benar, bahkan tidak membutuhkan waktu lama juga, sihir yang bermanfaat"ucap Geani,
"Tentu saja, ini adalah salah satu keunikan kota kami di mana kami dapat memperbaiki sesuatu dengan cepat"ucap Steris,
"Lalu bagaimana dengan alien itu? apa yang terjadi?"tanya Gradzio,
"Ehm mengenai itu......"ucap Steris yang terdiam,
"Tidak masalah jika kau tidak ingin mengatakannya"ucap Smarta,
"Bukan begitu...aku akan menceritakannya"ucap Steris.
"Kami siap mendengarnya kapan pun"ucap Klinto,
"Kejadian ini aku rasa terjadi pada masa di mana kakekku Zhodan memimpin, saat itu cuaca cukup cerah, tidak ada masalah apapun, kami benar-benar hidup seperti biasa sebagaimana kami melakukan aktivitas sehari-hari. Pada suatu hari, kakekku Jriba yaitu adik dari Zhodan hendak menuju ke Down Town untuk membicarakan sesuatu"ucap Steris,
"Jriba? hmm aku rasa aku pernah mendengar nama itu sebelumnya"ucap Klinto,
"Aku rasa kau benar, aku mengingatnya, namun aku tidak tahu tujuan dia ke kota karena saat itu aku sedang bertugas untuk memburu alien"ucap Gradzio,
"M-maaf, silahkan lanjutkan"ucap Klinto,
"Baik, lalu di waktu kakek Jriba kembali, bibiku Zoyi merasakan ada sesuatu yang aneh pada kakek Jriba, namun ia tidak begitu menghiraukannya, lalu bibi cerita ke ibuku Zaiyi mengenai hal itu, menurutnya tidak ada yang janggal, dan ibuku yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Namun semenjak itulah mulai ada keanehan di mana kakek Jriba yang tiba-tiba bertingkah aneh, ia bahkan tidak pernah makan, padahal di setiap harinya dia selalu makan tepat waktu"ucap Steris,
"Emm mungkin saja dia sedang ingin mengecilkan perut"ucap Geani,
"Aku rasa kau ada benarnya juga, itu bukanlah keanehan"ucap Klinto,
"Emm kakekku sering makan namun tubuhnya tidak pernah gemuk tau"ucap Steris,
"Begitu ya....hmm baiklah lanjutkan"ucap Klinto,
"Setelah itu, tidak ada suatu keanehan pun untuk beberapa hari, namun ketika kakekku Zhodan mulai menanyakan hasil perbincangan kakek Jriba di Down Town, ia tidak tahu apapun mengenai hal itu, di sinilah dengan cepat kakek Zhodan langsung mengarahkan pedangnya pada kakek Jriba"ucap Steris,
"Emm mungkin saja dia lupa"ucap Geani,
"Mana mungkin seseorang bisa melupakan pesan penting, ditambah lagi posisinya yang sebagai pembawa pesan"ucap Gradzio,
"Hmm aku rasa kau ada benarnya juga"ucap Geani,
"Emm bisa kulanjutkan?"tanya Steris,
__ADS_1
"Tentu saja"ucap Geani,
"Kakek Jriba hanya tertawa saja mengenai hal itu. Dan tiba-tiba terjadi serangan di kota di mana saat itu hampir seluruh kota telah diserang. Kami yang hanya memiliki keahlian dalam memperbaiki tidak dapat melakukan apapun dalam menyerang, sehingga banyak dari kami yang bersebunyi di ruang bawah tanah"ucap Steris,
"Lalu apakah kalian menang?"tanya Geani,
"Jika kami menang saat itu, seharusnya kota ini masihlah piece town"ucap Steris,
"Hmm sepertinya kau benar"ucap Geani,
"Lalu apa yang terjadi?"tanya Smarta,
"Saat itu aku dan ibuku berusaha untuk lari ke ruang bawah tanah, namun tiba-tiba ibuku tertusuk suatu cakar yang terlihat sangat mengerikan, aku benar-benar tidak pernah melihat cakar itu sebelumnya, lalu bibiku berusaha untuk meminta bantuan melalui suatu surat yang ia bawa ke Down Town"ucap Steris,
"Wanita itu lumayan juga"ucap Klinto,
"Apakah kau mengetahuinya juga?"tanya Smarta,
"Itu benar, dialah yang membuat ketua memberikan misi kepada kami untuk membantu melawan alien di kota ini, namun sayangnya yang kami temui hanyalah alien biasa hingga rare"ucap Klinto,
"Dan karena tidak ada alien kuat kami rasa kami hanya perlu untuk berpatroli dan menjaga keamanan kota saja, namun entah kenapa serangan tersebut hingga kemarin masih terjadi"ucap Gradzio,
"Begitulah, lalu kakekku mati karena tidak bisa mengalahkan alien tersebut, dan karena hanya tersisa diriku dan bibiku saja, kami berusaha keras untuk bersembunyi ke dalam ruangan bawah tanah, namun sayangnya kami dihadang oleh alien tersebut yang membuat kami terdiam tidak dapat melakukan apapun"ucap Steris yang mulai sedih,
"Hey tenanglah, kau sudah aman sekarang"ucap Geani,
"Tidak apa, aku akan melanjutkannya. Disaat kami putus asa, alien tersebut rupanya hanya membiarkan kami saja, kami bahkan berhasil bersembunyi di ruang bawah tanah, namun hal yang sangat disayangkan adalah kami tidak dapat melakukan apapun"ucap Steris,
"Hmm mengapa mereka membiarkan kalian?"tanya Gradzio,
"Aku juga tidak mengerti, namun itulah yang kuingat"ucap Steris,
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?"tanya Smarta,
"Setelah itu, alien tersebut memasuki ruangan bawah tanah kami. Kami sangat takut alien itu membunuh kami, namun alien tersebut hanya menyampaikan pesan saja"ucap Steris,
"Apa pesan yang dia berikan?"tanya Klinto,
"Mereka akan membiarkan kami hidup jika kami menyerahkan setidaknya satu orang untuk dikorbankan disetiap harinya"ucap Steris,
"Sial..aku tidak tahu hal itu"ucap Gradzio,
"Pantas saja kota ini sering terjadi perkelahian"ucap Klinto,
"Lalu mengapa kalian tidak beritahu kami?"tanya Gradzio,
__ADS_1
"Saat itu bibiku yang hendak kabur untuk mengatakan hal itu ke kota terdekat, tiba-tiba alien tersebut membunuhnya saat bibiku baru tiba di pintu gerbang kota"ucap Steris,
"Lalu? apa yang terjadi selanjutnya?"tanya Smarta,
"Setelah itu, kami mulai panik dan saling berkelahi sampai ada yang tergeletak, dialah yang akan kami korbankan dan hal itu kami lakukan hingga akhirnya terbebas seperti sekaramg"ucap Steris,
"Dari yang kau ceritakan....aku rasa jumlah kalian sebenarnya lebih dari ini bukan?"ucap Gradzio,
"Itu benar, jumlah kami cukup banyak dulu, namun kini berkurang karena alien tersebut"ucap Steris,
"Aku tidak heran kekuatan alien itu jika kesehariannya adalah memakan manusia di setiap harinya"ucap Klinto,
"Aku setuju denganmu, aku bahkan masih mengingat efek serangan yang disebabkan oleh alien itu"ucap Smarta,
"Aku juga begitu"ucap Gradzio,
"Namun meski begitu, aku tetap berterima kasih kepada kalian karena telah menolong kami mengalahkan alien tersebut"ucap Steris,
"Tidak masalah, memang sudah tugas kami untuk memburu alien"ucap Gradzio,
"Meski keamanan kota ini tidak selalu terjamin kedepannya, namun aku yakin akan selalu ada yang datang membantu"ucap Steris dengan senang,
"Baguslah kalau begitu, untuk sekarang sebaiknya kita menikmati pesta saja"ucap Gradzio,
"Kau benar"ucap Steris.
Lalu mereka berpesta malam itu.
#Markas Alien Slayer
" *memasuki ruangan* apakah aku mengganggumu ketua?"tanya Fanin,
"Tidak, apakah ada informasi penting?"tanya Brastino,
"Sepertinya mereka berhasil menemukan serta mengalahkan alien itu"ucap Fanin,
"Begitu ya...baguslah, akhirnya alien sialan di kota itu berhasil dikalahkan"ucap Brastino dengan kesal,
"Apakah ada yang membuatmu kesal?"tanya Fanin,
"Ehm tidak, hanya masa lalu, kau bisa kembali"ucap Brastino,
"Baik ketua"ucap Fanin.
Lalu Fanin meninggalkan ruangan.
__ADS_1
'Jika alien itu bisa mereka tangani....hmm aku rasa hal itu tidaklah mustahil'pikir Brastino.