Unique Power

Unique Power
131[] Teringat Kembali


__ADS_3

"Bagaimana mungkin? padahal sudah bertahun-tahun Gradzio ke sana namun tidak ada kejanggalan"ucap Fanin dengan terkejut setelah mendengar cerita Smarta,


"Itu mudah, aku hanya menyadarinya tepat setelah bertemu dengan mereka pertama kali, namun aku masih belum yakin sebelumnya jadi aku diam sambil memastikannya"ucap Smarta,


"Itu adalah langkah yang bagus, untung saja kau saat itu sedang berkelana di kota itu"ucap Fanin,


"Kau benar, aku benar-benar tidak percaya akan bertemu di kota itu"ucap Smarta,


"Apakah ada hal yang aneh lagi?"tanya Fanin,


"Hmm entahlah, aku rasa hanya ketiga alien itu saja yang membuatku kesulitan"ucap Smarta yang tiba-tiba teringat dengan Harnely,


"Kematian tidak dapat dihindari bagi para pemburu, dan itu adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri"ucap Fanin,


"Meski begitu...andai saja aku lebih cepat saat itu......"ucap Smarta.


Melihat sikap Smarta mengingatkan Fanin kepada ketua, yaitu Brastino.


"Apakah kau tahu? ketua juga sering kehilangan banyak sekali rekan-rekan seperjalanannya"ucap Fanin,


"Bagaimana kau tahu?"tanya Smarta,


"Dia yang menceritakannya kepadaku, dan sikapnya sama persis sepertimu ketika sedang kehilangan seseorang"ucap Fanin,


"Benarkah?"tanya Smarta,


"Itu benar"ucap Fanin,


"Kuharap aku bisa menjadi kuat sepertinya"ucap Smarta,


"Selama kau tidak berhenti memburu, menjadi kuat bukanlah hal yang sulit"ucap Fanin,


"Kuharap begitu"ucap Smarta,


'Namun aku rasa itu akan sulit, namun entahlah, aku rasa Smarta bisa menjadi kuat dalam waktu singkat entah karena kekuatan drivenya, atau karena memang dia adalah alien yang membuatnya menjadi kuat bahkan di usia yang muda'pikir Fanin.


#Beberapa hari sebelumnya


'Hmm sepertinya mereka berhasil'pikir Fanin sambil berjalan menuju suatu ruangan,


" *seseorang mengetuk pintu* masuklah"ucap Brastino,


"Apakah aku mengganggumu malam-malam begini?"tanya Fanin,


"Tidak, kebetulan aku sedang luang, ada apa?"tanya Brastino,


"Mereka berhasil membunuh alien yang bersembunyi di Piece Town, dan tidak salah lagi kekuatan alien yang mereka lawan setingkat dengan danger"ucap Fanin,


"Itu mustahil!!, bagaimana mungkin mereka bisa menang? setidaknya harus ada 3 pasukan khusus untuk mengalahkan alien tingkat danger, sedangkan Gradzio dan Klinto dapat melawan mereka?"ucap Brastino dengan terkejut,


"Itu benar, namun Gradzio memberitahuku bahwa mereka bersama Smarta"ucap Fanin,


"Smarta? aku lupa kalau dia juga berada di sana...em..ehh??....Smarta!!?? mereka mengalahkan alien tersebut bersama Smarta??"tanya Brastino yang semakin terkejut,


"Itu benar, bahkan alien yang mereka lawan ada 2"ucap Fanin,


"Sial...padahal ini adalah kabar baik, namun entah kenapa aku kesal tidak dapat menemukan mereka saat itu"ucap Brastino dengan kesal,


"Apakah ini ada kaitannya dengan masa lalu yang pernah kau katakan?"tanya Fanin,


"Itu benar, alien itu adalah salah satu dari berbagai macam alien yang sulit kutangkap, namun bagaimana mungkin mereka bisa dengan mudahnya???"ucap Brastino,

__ADS_1


"Sayangnya Harnely mati di pertempuran itu"ucap Fanin,


"Hanya Harnely saja yang mati?"tanya Brastino,


"Itu benar ketua"ucap Fanin,


"Huft orang tuanya ahli dalam medis, aku rasa tidak perlu mengkhawatirkannya, selain itu apakah ada lagi?"ucap Brastino,


"Hanya itu saja, namun apakah rencananya akan berubah?"tanya Fanin,


"Tidak ada perubahan, laksanakan saja"ucap Brastino,


"Baik ketua"ucap Fanin.


Lalu Fanin meninggalkan ruangan Brastino.


#Masa kini


"Emm Fanin?"tanya Smarta,


"Hmm? ehh? oh..emm..ada apa?"tanya Fanin yang tiba-tiba terkejut,


"Sepertinya kau sedang melamun tadi, apa yang sedang kau pikirkan?"tanya Smarta,


"Emm semua baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"ucap Fanin,


"Baiklah kalau begitu, aku rasa aku akan ke atas untuk menikmati udara segar"ucap Smarta,


"Baiklah, silahkan"ucap Fanin.


Lalu Smarta ke atap kendaraan tersebut untuk menikmati pemandangan bintang sekaligus menunggu tiba di Down Town.


" *duduk* huft...entah kenapa aku merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan"ucap Smarta,


"Entahlah, aku tidak tahu harus berkata apa"ucap Smarta,


"Kenapa kau ini bocah? benar-benar tidak seperti biasanya"ucap Blager,


"......."Smarta hanya memandang langit,


'Hey ada apa dengannya?'ucap Blager melalui telepati,


'Jangan tanya aku'ucap Blager,


"Emm nak? apakah ini berkaitan dengan rekanmu itu?"tanya Whiger,


"Itu benar, aku masih tidak percaya bahwa dia akan mati saat itu"ucap Smarta yang mulai sedih dan menangis,


"Jangan menangis bocah, ayolah...kembalilah bersemangat"ucap Blager,


"M-mana mungkin aku bisa kembali senang setelah rekanku mati"ucap Smarta dengan sedih,


"Ini akan sulit"ucap Whiger,


"Dasar sialan!!! bantulah aku!!"ucap Blager dengan kesal,


"Huft baik baik aku akan mencobanya"ucap Whiger.


"Andai saja aku lebih kuat, seharusnya Harnely masih hidup sekarang"ucap Smarta,


" *keluar dari permata* emm nak?"tanya Whiger sambil mengelus punggung Smarta,

__ADS_1


"Ini sangat menyesakkan, bagaimana bisa aku membiarkannya mati"ucap Smarta,


"Tenanglah nak, kau adalah pemburu, dan kehilangan rekan sudah pasti akan terjadi"ucap Whiger,


"Namun jika saja aku kuat, pasti dia tidak akan mati"ucap Smarta,


"Itulah sebabnya aku sering menyuruhmu untuk selalu berlatih dasar pemalas!!!"ucap Blager,


"Huuwaaaaaa........hiks......hiksss"ucap Smarta yang tangisannya semakin menjadi,


"DASAR BLAGER TIDAK BERGUNA!!! emm tenanglah nak, dia pasti baik-baik saja"ucap Whiger yang berusaha menghibur Smarta,


"B-agaimana k-kau t-t-tau?"tanya Smarta,


"Aku merasakan masih ada kehidupan di tubuhnya, seharusnya dia masih hidup"ucap Blager,


"Bagaimana mungkin? dengan jelasnya aku melihatnya benar-benar tidak berdaya"tanya Smarta yang tangisannya mulai mereda,


"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir, dia masih hidup"ucap Blager,


'Dasar bodoh!!! kau hanya membuat suasana semakin buruk jika sampai dia melihat yang sebaliknya!!! sialan!!!'ucap Whiger melalui telepati,


'Sudah diamlah, ikuti saja alurnya, setidaknya agar dia diam saja'ucap Blager melalui telepati,


'Haaah!! kau harus bertanggung jawab nanti'ucap Whiger melalui telepati,


'Jangan khawatir, aku rela dihukum bertahun-tahun selama bersamamu'ucap Blager,


'Dasar kau ini'ucap Whiger,


"Jangan bersedih nak, percayalah pada Blager"ucap Whiger,


"B-baiklah jika memang benar....aku percaya pada kalian"ucap Smarta,


"Huft baguslah kau sudah sadar"ucap Blager.


Beberapa saat kemudian setelah matahari terbit, Smarta melihat Down Town dari kejauhan.


"Hoaaam.....sepertinya kita akan sampai"ucap Fanin yang baru saja naik ke atas,


'HEY CEPAT!!!!"ucap Whiger melalui telepati,


'Sial kau benar'ucap Blager yang dengan cepat kembali ke dalam permata,


"Apakah mereka sudah bangun?"tanya Smarta,


"Mereka masih tidur pulas"ucap Fanin,


"Begitu ya"ucap Smarta,


"Apakah kau menangis tadi?"tanya Fanin,


"Hanya sedikit"ucap Smarta,


"Ahahah bersemangatlah sedikit"ucap Fanin,


"Sepertinya kau benar"ucap Smarta yang perlahan mulai bersemangat kembali,


"Baguslah kau sudah mulai kembali bersemangat lagi"ucap Fanin,


"Terima kasih"ucap Smarta,

__ADS_1


"Tidak masalah. Senang rasanya bisa melihatmu seperti biasanya lagi"ucap Fanin.


__ADS_2