Unique Power

Unique Power
71[] Hawa Keberadaan Misterius


__ADS_3

Ketika Smarta mengecek keluar rumahnya, Gradzio dan Klinto berada didepan rumahnya.


"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini?"tanya Smarta,


"Ada yang hendak kami tanyakan, ikutlah dengan kami"ucap Gradzio,


"Baiklah"ucap Smarta.


Lalu mereka berteleportasi menuju ruangan dimana Brastino berada.


"Selamat datang Smarta, maaf karena memanggilmu malam-malam begini"ucap Brastino,


"Tidak masalah, lagipula aku sedang tidak lelah, jadi apa yang hendak kau bicarakan?"ucap Smarta,


"Cukup mudah, aku hanya ingin memastikan sesuatu mengenai pertarungan saat itu"ucap Brastino,


"Tidak masalah, apa yang ingin kau tanyakan mengenai pertarungan beberapa waktu lalu?"tanya Smarta,


"Setelah kau menghancurkan pilar itu, apakah kau merasakan sesuatu yang aneh?"tanya Brastino,


"Apa maksudmu?"tanya Smarta,


"Tidakkah kau merasakan suatu keberadaan yang tidak dikenal?"tanya Brastino,


"Aku tidak tahu, yang kuingat saat itu han–"ucap Smarta,


"Katakan saja iya"ucap Whiger dengan cepat,


"Ehm iya aku merasakan sesuatu yang aneh saat itu, seperti ada keberadaan seseorang yang sepertinya bukanlah orang biasa"ucap Smarta,


"Sudah kuduga, rupanya bukan hanya aku saja yang merasakannya"ucap Brastino.


Smarta melirik ke arah Gradzio dan Klinto, namun dari raut wajah mereka nampaknya mereka tidak tahu apapun akan hal itu.


"Jadi apa yang hendak kau ketahui?"tanya Smarta,


"Ehm tidak, aku rasa itu hal yang mustahil, lagipula hawa tersebut hanya muncul sekilas selama pilar itu hancur, setelah pilar tersebut hancur tiba-tiba hawa keberadaan tersebut lenyap"ucap Brastino,


"Mungkinkah ada seseorang yang menyusup kemari?"tanya Gradzio,


"Aku rasa hal itu tidak mungkin"ucap Klinto,


"Bagaimana kau mengetahuinya?"tanya Gradzio,


"Dia benar, beberapa jarak dari sini ada penghalang yang menghalangi siapapun yang tidak berasal dari Down Town untuk kemari"ucap Fanin,


"Lalu bagaimana denganku?bukankah saat itu aku bukan berasal dari sini?"tanya Smarta,


"Saat itu kau bersamaku, tentu saja sistem mengenaliku kecuali kau datang sendirian, sudah tentu kau tidak akan bisa kemari"ucap Gradzio,


"Hmm jadi begitu"ucap Smarta,


"Kalau memang demikian, lantas siapa pemilik hawa keberadaan yang misterius nan kuat tersebut?"tanya Brastino,


"Aku harap aku merasakannya saat itu"ucap Gradzio,


"Kau benar, karena kau sudah menjelajahi dunia ini, seharusnya kau bisa mengenali hawa keberadaan itu, namun sayangnya kau tidak menyadarinya"ucap Brastino,

__ADS_1


"Aku tidak menyangkalnya, saat itu aku sedang dalam keadaan lemah karena alien yang merepotkan itu"ucap Gradzio,


"Bahkan kau kerepotan melawan alien tersebut???"tanya Klinto,


"Seharusnya tidak, namun banyaknya kumpulan alien tersebut membuatku sulit untuk fokus"ucap Gradzio,


"Kau benar, bahkan aku memerlukan bantuan Smarta dan Klinto untuk menghancurkan pilar portal tersebut, meski pilar tersebut hancur tanpa sebab yang jelas"ucap Brastino,


"Apa maksudmu ketua?"tanya Gradzio,


"Aku sangat ingat saat itu di momen ketika aku hampir menghancurkan pilar tersebut, alien yang kau lawan menghalangiku dan memukulku hingga terpental"ucap Brastino,


"Lalu Smarta melawan dan mementalkan kembali alien tersebut bersamanya"ucap Klinto,


"Dan setelah itu disaat yang bersamaan secara tiba-tiba pilar tersebut hancur"ucap Gradzio,


"itu benar"ucap Brastino,


"Apa yang terjadi selama aku tidak sadar?"pikir Smarta,


"Intinya saat itu aku membantai mereka semua, meski cukup merepotkan melawan alien kuat itu sementara banyak gangguan dari kumpulan alien dari portal"ucap Whiger,


"Lalu bagaimana dengan hawa keberadaan yang mereka bicarakan?mungkinkah?"pikir Smarta,


"Itu benar, pria itulah pemilik hawa keberadaan sekaligus yang sebenarnya menghancurkan pilar itu"ucap Whiger,


"Aku baru msngetahuinya"ucap Smarta,


"Apa yang baru kau ketahui Smarta?"tanya Brastino,


"Itu benar, bangsa utara sekalipun tidak akan bisa kemari tanpa seizin kami"ucap Brastino,


"Lalu?siapakah kira-kira pemilik hawa keberadaan itu?"tanya Vriln,


"Sepertinya tidak ada jawaban yang pasti, namun satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa aku sendiri sekalipun tidak akan bisa menyaingi kekuatan orang misterius itu"ucap Brastino,


"Bagaimana mungkin?"pikir Smarta,


"Intinya kekuatan pria yang kau temui itu kekuatannya bagaikan langit dan bumi dengan Brastino"ucap Blager,


"Jadi begitu, lalu apakah kau mengetahui sesuatu mengenai hal itu?"tanya Smarta,


"Entahlah, aku tidak mengenal pria itu, namun aku memiliki suatu ingatan yang samar-samar bahwa pria itu tidaklah jahat"ucap Blager,


"Apa maksudmu?"tanya Smarta,


"Baiklah intinya untuk saat ini kita harus mementingkan keselamatan semua orang terlebih dahulu, untuk selebihnya kita akan bicarakan di lain waktu. Sepertinya itu saja untuk hari ini"ucap Brastino,


"Baik ketua"ucap semua orang di ruangan itu.


Lalu mereka bubar dari ruangan tersebut.


#Rumah Smarta


"Terima kasih sudah mengantarku sampai sini"ucap Smarta,


"Tenanglah lagipula kami yang mengundangmu, sudah tanggung jawab kami untuk mengantarmu pulang"ucap Klinto,

__ADS_1


"Beristirahatlah sebaik mungkin, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya karena hawa keberadaan yang misterius"ucap Gradzio,


"Baiklah"ucap Smarta.


#Kamar Smarta


"Hei ada yang membuatku bingung"ucap Smarta,


"Apalagi yang masih kau pikirkan bocah?"tanya Blager,


"Aku masih heran mengapa saat itu ketika aku baru sadar aku sudah berada diposisi dimana semua orang hanya diam?"tanya Smarta,


"Ooh itu, tunggu dulu......sial jadi begitu"ucap Blager yang menyadarari sesuatu,


"Apakah ada yang baru kau ketahui sekarang?"tanya Smarta,


"Tentu saja hahahaah, namanya Tanim bukan?"tanya Blager,


"Sepertinya iya, aku sedikit lupa akan hal itu"ucap Smarta,


"Aku tidak dapat memastikan hal ini, namun yang pasti orang itu adalah seorang kesatria"ucap Blager,


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"tanya Smarta,


"Kami pernah bertarung melawannya saat itu, kalau tidak salah.......ehm.....maaf aku lupa"ucap Blager,


"Huft, sepertinya sebuah kesalahan aku bertanya padamu"ucap Smarta,


"Intinya dia adalah pria yang merepotkan, aku benci melawannya"ucap Whiger,


"Apakah dia sekuat itu?"tanya Smarta,


"Bisa dibilang begitu, aku sarankan kau harus meningkatkan secepat mungkin kekuatanmu nak"ucap Whiger,


"Sepertinya begitu, baiklah aku akan melakukan semampuku untuk meningkatkan kekuatanku"ucap Smarta,


"Tentu saja, untuk kedepannya seharusnya akan sangat berguna jika kau memiliki kekuatan yang besar"ucap Whiger,


"Kau benar"ucap Smarta,


"Sudah sangat larut, kau segeralah beristirahat bocah"ucap Blager,


"Kau benar hahahah"ucap Smarta.


Setelah pertarungan dan diskusi yang cukup melelahkan, akhirnya Smarta beristirahat.


#Di Suatu Tempat


"Jadi bagaimana?"tanya orang misterius,


"Aku gagal menemukannya, sepertinya dia sudah ahli dalam bersembunyi"ucap Tanim,


"Tidak masalah, mungkin kita hanya memerlukan beberapa waktu untuk hal itu"ucap orang misterius itu,


"Baik"ucap Tanim,


"Jangan sampai dia terluka, kita harus segera menolongnya"pikir pria misterius itu.

__ADS_1


__ADS_2