
" *Smarta berhenti berjalan* ada apa bocah?"tanya Blager,
"Area ini....bukankah aku sudah melaluinya beberapa kali"ucap Smarta,
" *melihat jejak kaki* hmm sepertinya kau benar"ucap Blager,
"Mungkin saat ini kita sedang berada dalam ilusi?"ucap Whiger,
"Aku rasa tidak"ucap Blager,
"Ahahah apakah kau yakin?"ucap Whiger,
"Tentu saja, tidak ada keberadaan energi lain di sekitar sini"ucap Blager,
"Itulah jawabannya"ucap Whiger,
"Hmm. apa yang harus kulakukan?"ucap Smarta,
"Jangan khawatir bocah, selama ada kami kau akan baik-baik saja"ucap Blager,
"Baiklah, kalau begitu....bagaimana jika kita ke dalam sana?"ucap Smarta sambil menunjuk ke arah hutan,
"Ide yang bagus, kita sudah berjalan beberapa kali di sini"ucap Whiger.
Mereka mulai mencoba untuk menelusuri ke dalam hutan karena tidak ada petunjuk di pesisir pantai.
" *melihat sekitar* hutan ini tidak jauh berbeda dengan kotaku"ucap Smarta,
"Aku setuju, semuanya memiliki kemiripan"ucap Blager,
"Namun semak-semak ini....sepertinya akan sedikit merepotkan"ucap Whiger sambil menebas semak-semak untuk membukakan jalan,
"Semangat hahahahah, jika kau lelah beritahu aku"ucap Blager,
"Dasar"ucap Whiger,
"Ini demi keamanan kita juga"ucap Blager,
"Baik aku tahu"ucap Whiger dengan datar,
" *sesuatu menyilaukan* hmm? di depan sana aku merasa ada yang berkilau"ucap Smarta,
"Hmm menarik, cobalah ke sana nak"ucap Whiger,
"Kau masuklah, akan berbahaya jika ada sergapan, lagipula semak-semaknya sudah tidak ada"ucap Blager,
"Baiklah"ucap Whiger sambil kembali ke dalam permata.
Smarta mencoba untuk mendekati sesuatu yang terlihat mengkilap bahkan dari beberapa jauh jaraknya.
#Di sisi Winzy
"Apakah kau sudah lelah?"tanya Winzy,
"Huft aku lelah, sepertinya aku akan bermalam di sini"ucap Vriln,
"Baguslah setidaknya kau tidak tetap diam di sana"ucap Winzy,
" *duduk* kuharap Smarta baik-baik saja di dunia itu"ucap Vriln sambil menatap ke pintu yang ia pakai tadi,
"Hmm sejak tadi kau hanya mengatakan itu saja, apakah Smarta selemah itu? bukankah dia yang sudah mengalahkanku saat itu?"ucap Winzy,
"Memang benar, namun di tempat yang tidak dikenal....aku hanya sedikit khawatir saja"ucap Vriln dengan gelisah,
"Kau tidak kembali?"tanya Brastino yang baru saja datang,
"Ketua? sedang apa kau di sini?"tanya Vriln,
"Hanya mampir sebentar saja......ini"ucap Brastino sambil melemparkan kantong berisi makanan dan minuman,
__ADS_1
"Terima kasih"ucap Vriln,
"Jangan memaksakan dirimu"ucap Brastino,
"Baik ketua"ucap Vriln,
"Emm bagaimana denganku? mana makananku?"tanya Winzy,
"Cari sendiri sana"ucap Brastino sambil meninggalkan mereka,
"Cihh...dia masih saja seperti itu"ucap Winzy,
"Apakah terjadi sesuatu padanya?"tanya Vriln,
"Entahlah....dia tiba-tiba berubah sejak keluar dari tempat itu"ucap Winzy,
"Hmm? aku penasaran apa yang ada di sana?"tanya Vriln,
"Aku juga tidak tahu, namun sepertinya terdapat sesuatu yang membuatnya seperti itu"ucap Winzy,
"Mungkihkah alien itu...."ucap Vriln,
"Mungkin saja, namun entahlah ahahah, aku akan istirahat"ucap Winzy yang lalu tertidur,
'Hmm....aku juga tidak tahu jika tidak melihatnya langsung, aku rasa aku juga akan beristirahat'pikir Vriln.
Lalu ia pun tertidur karena merasa cukup lelah.
#Di sisi Smarta
"Huh? apa ini?"ucap Smarta dengan bingung,
"Hmm alat ini....aku seperti pernah melihatnya"ucap Blager,
'Apakah alat ini berbahaya?'pikir Smarta,
"Aku tidak mengingatnya...hmm coba aku pikir dulu"ucap Blager.
*memegang*
"Bocah mundur!!!"ucap Blager.
Tepat setelah mendengar perkataan Blager, Smarta dengan cepat segera melompat mundur. Tiba-tiba dari bawah alat tersebut muncul sesuatu yang melahap alat tersebut.
"Sudah kuduga"ucap Blager,
"Apa itu?"ucap Smarta,
"Sepertinya jebakan"ucap Whiger,
'Jika mengenai itu aku sudah tahu, namun makhluk itu...apakah itu alien?'pikir Smarta,
"Itu bukanlah alien, hanya makhkuk biasa, namun memiliki keahlian dalam menipu mangsa"ucap Blager,
"Memangnya tipuan macam apa yang makhluk itu gunakan?"tanya Smarta,
"Contohnya seperti itu"ucap Blager.
Alat yang berkilau tadi perlahan berubah bentuk dari yang sebelumnya barang yang berkilau menjadi sebuah tanduk.
'Tanduk? makhluk apa itu?'pikir Smarta,
"Berhati-hatilah bocah, sepertinya dia tidak ramah"ucap Blager,
'Dari kelihatannya saja sudah sangat jelas kalau dia hendak menghabisiku'pikir Smarta.
Makhluk tersebut berubah bentuk menjadi makhluk berduri.
'Dia bisa berubah wujud...hmm...apakah dia benar-benar alien?'pikir Smarta,
__ADS_1
"Jangan gegabah Smarta"ucap Whiger,
' *menghindari serangan* meski kau berkata begitu....aku rasa tidak ada cara lain selain melawannya'pikir Smarta,
"Hmm coba saja"ucap Blager.
Untuk mengetes kekuatannya, Smarta mencoba untuk melemparkan sihir es kepadanya, namun serangan tersebut tidak memberikan dampak.
'Tidak mempan?'pikir Smarta,
"Huft kau ini, makhluk itu memiliki kulit dengan elemen es, mana bisa kau kalahkan dengan elemen yang sama"ucap Blager,
"Hmm...kalau begitu..."ucap Smarta sambil melemparkan sihir api.
Makhluk tersebut berhasil terkena serangan Smarta.
'Kau benar, aku rasa saatnya untuk melawannya'pikir Smarta.
Lalu Smarta melesat ke arah makhluk tersebut dan memyerangnya dengan pedang yang sudah ia lapisi dengan sihir api.
'Apakah seranganku mempan?'pikir Smarta
"AAARRGGHHHHH"teriak makhkuk tersebut.
Lalu makhluk tersebut mengubah lagi dirinya menjadi makhluk yang wujudnya mirip seperti Winzy, hanya saja makhluk tersebut memiliki tekanan sihir yang lebih kuat.
'Makhluk itu...mungkinkah?'pikir Smarta.
Lalu makhluk tersebut melesat ke samping namun tiba-tiba menghilang.
'Dia menghilang, di mana dia?'pikir Smarta sambil melihat sekitar namun tidak menemukannya,
"Awas di belakangmu nak"ucap Whiger,
' *melihat ke belakang* sial kalau sedekat ini...*menutup mata*'pikir Smarta.
Tiba-tiba muncul sosok makhluk menangkis serangan makhluk itu.
'Hmm? apa yang terjadi *membuka mata*'pikir Smarta.
Serangan makhluk itu ditangkis oleh makhluk yang membawa Smarta ke tempat itu.
"Hadeh kau ini..."ucap makhkuk tersebut,
"Kenapa kau menangkis seranganku Buldar!!!"ucap makhluk tersebut,
"Dia bukanlah musuh kau tahu?"ucap makhluk tersebut,
"Apa yang sebenarnya terjadi?"ucap Smarta dengan bingung,
"Maafkan aku, seharusnya aku lebih berhati-hati dalam menggunakan itu, dan karenaku juga kau jadi terkena masalah seperti ini"ucap Buldar(makhluk yang bersayap),
"Emm tidak masalah, lagipula salahku juga karena tidak sengaja mengganggunya"ucap Smarta,
"Baguslah kalau begitu, ngomong-ngomong namaku Buldar dan orang yang menyerangmu ini adalah Crigom, dia yang paling parah dalam berkenalan"ucap Buldar,
"Emm salam kenal, namaku adalah Smarta"ucap Smarta,
"Hmm Smarta?"ucap Crigom,
"Ada apa denganmu?"tanya Buldar,
"Aku seperti pernah melihatmu sebelumnya...hmmm "ucap Crigom,
"Mungkin hanya pikiranmu saja"ucap Buldar,
"Hmm mungkin"ucap Crigom,
"Ngomong-ngomong...di mana ini?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Ooh maaf ahahahah, selamat datang di Maskin Town"ucap Buldar.