
Untuk beberapa saat Smarta hanya terdiam selagi memandang ayah Harnely dengan terkejut akan apa yang baru saja dikatakan oleh ayah Harnely.
"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan hal ini pada siapapun, namun sepertinya jika hanya dipendam, mungkin saja tidak akan ada penyelesaian bukan?"ucap ayah Harnely,
"Kalau begitu, ceritakanlah padaku"ucap Smarta.
Tiba-tiba Harnely dan ibunya masuk dengan membawa teh.
"Wah wah wah, sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu"ucap ibu Harnely,
"Ehehee"ucap Smarta,
"Apa yang sedang kalian bicarakan?"tanya Harnely,
"Oh itu, kami sedang membicarakan tentang peny–, ehm maksudku kita hanya membicarakan mengenai misiku dengan Harnely tempo hari"ucap Smarta yang tiba-tiba mengganti topik setelah melihat isyarat dari ayah Harnely.
Seketika ibu Harnely menyadari akan hal itu, namun ia berpura-pura tidak menyadarinya. Lalu mereka berbincang-bincang cukup lama hingga hari mulai sore.
"Jadi begitu ya hahahah, namun tetap saja aku tidak berguna di saat misi itu, huaaahm entah kenapa aku mengantuk"ucap Harnely,
"Mengapa kau tidak beristirahat saja?"tanya Smarta,
"Mana boleh begitu?sejak kapan tuan rumah tidur selagi tamu masih belum pulang?"tanya Harnely sambil menahan rasa kantuk yang parah,
"Tenang saja, masih ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka"ucap Smarta,
"Dia benar nak, kami akan mengobrol dengannya, kau tidurlah dulu"ucap ibu Harnely,
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, maaf yah aku mendahului"ucap Harnely,
"Tidak apa, beristirahatlah"ucap Smarta.
Kini hanya ada Smarta, dan orang tua Harnely diruang tamu sementara Harnely kembali ke kamarnya dan tertidur karena sangat mengantuk.
"Baiklah, sepertinya dia sudah tertidur"ucap ayah Harnely,
"Bagaimana jika kita mengobrol di atas saja?sepertinya akan menyenangkan, aku akan siapkan teh lagi"ucap ibu Harnely,
"Baiklah"ucap Smarta.
Lalu mereka menuju atap rumah untuk mengobrol disana.
"Jadi bagaimana?"tanya Smarta,
"Kisahnya begini (menceritakan kisah pada Smarta)"ucap ayah Harnely.
"Lain kali jika kau ada waktu datanglah kemari, kami senang akan kedatanganmu"ucap ibu Harnely,
"Terima kasih, saya juga senang"ucap Smarta.
Lalu Smarta kembali kerumahnya.
#Rumah Smarta
"Huft sudah hampir tengah malam, ternyata kisah yang cukup panjang"ucap Smarta,
__ADS_1
"Itu benar, namun tidak kusangka"ucap Blager,
"Kau benar, aku juga tidak menyangkanya"ucap Whiger,
"Akan apa?apakah ada yang kalian ketahui?"tanya Smarta,
"Apakah kau masih ingat akan alien yang mereka katakan tadi?"tanya Blager,
"Aku masih ingat, memangnya kenapa?"tanya Smarta,
"Tidakkah kau merasakan hal aneh setelah mendengar hal itu?"tanya Blager,
"Kau benar...aku seperti pernah mendengar tipe alien yang mereka katakan, akan tetapi aku lupa dimana"ucap Smarta,
"Rupanya kau sudah lupa dasar bocah"ucap Blager,
"Entahlah mungkin karena banyak yang terjadi hingga aku lupa akan hal itu"ucap Smarta,
"Sudahlah, lalu apa yang akan kau lakukan setelah mendengar hal itu?"tanya Smarta,
"Aku rasa aku akan memburu alien tersebut, namun rasanya aku seperti tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi alien yang mereka katakan"ucap Smarta,
"Mengapa begitu?bukankah ada kami disampingmu nak?"tanya Whiger,
"Itu benar, namun terlalu bergantung pada kalian mungkin hanya akan membuatku semakin lemah"ucap Smarta,
"Terserah padamu saja bocah, kapanpun kami siap membantu"ucap Blager,
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu aku akan tidur"ucap Smarta,
"Baiklah"ucap mereka berdua.