
"Hei Smarta bangunlah"ucap Geani,
"Hmm? ada apa? ini masih subuh tau"ucap Smarta,
"Huft ayolah temani aku, aku tidak bisa tidur"ucap Geani,
"Apakah ada yang membuatmu tidak nyaman?"tanya Smarta sambil mengucek mata,
"Ehm ini mengenai Harnely"ucap Geani,
"Memangnya ada yang salah dengannya?"tanya Smarta,
"Bukan begitu, maksudku....emm....bagaimana ya caraku mengatakannya"ucap Geani,
"Bagus, sekarang rasa mengantukku hilang setelah merasa penasaran"ucap Smarta dengan datar,
"Jangan begitu huft.....ini tidak main-main tau"ucap Geani,
"Emm sejak tadi aku sudah serius mendengarkanmu tau"ucap Smarta,
"Ehmm baiklah, aku mulai dari mana ya...."ucap Geani,
"Huft...katakan saja apa yang ada di pikiranmu"ucap Smarta,
"Baiklah, ini mengenai penjelajahan kita"ucap Geani,
"Hmm? padahal kau membicarakan Harnely, namun sekarang kau membicarakan penjelajahan kita, apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?"tanya Smarta dengan bingung,
"Tentu saja keduanya"ucap Geani,
"Huft baiklah, kau mulai dari Harnely saja"ucap Smarta,
"Hmm baiklah"ucap Geani,
"Memangnya kau mau membicarakan tentangnya mengenai apa?"tanya Smarta,
"Aku hanya penasaran dengan orang tuanya"ucap Geani,
"Hmm? memangnya apa yang aneh dari mereka?"tanya Smarta,
"Tidakkah kau penasaran dengan tanggapan orang tuanya setelah melihat orang terdekatnya mati?"tanya Geani.
Smarta teringat akan respon orang tua Harnely setelah melihat Harnely mati di mana saat itu mereka masih tenang bahkan setelah melihat anak mereka mati.
"Aku rasa kau benar, terdapat kejanggalan pada mereka yang membuatku sedikit penasaran dengan mereka, ditambah lagi peralatan-peralatan aneh mereka"ucap Smarta,
"Itulah sebabnya...emm oh dan satu lagi, bagaimana menurutmu mengenai perjalanan menjelajah kita?"tanya Geani,
"Emm tentu saja berjalan dengan cukup baik"ucap Smarta,
"Lalu bagaimana menurutmu dengan pertarungan di sini?"tanya Geani,
"Hmm sebenarnya aku masih kesal dengan kematian Harnely, namun tidak ada yang bisa kulakukan"ucap Smarta,
"Bukan itu, maksudku bagaimana perasaanmu ketika melawan alien yang kuat, namun kau memiliki kekuatan lebih darinya?"tanya Geani,
"Tentu saja aku akan merasa lega"ucap Smarta,
"Tepat sekali, itu dia"ucap Geani,
__ADS_1
"Hmm mengenai apa?"tanya Smarta,
"Seseorang akan merasa tenang jika ia mengetahui inti permasalahan dan cara menyelesaikannya bukan?"ucap Geani,
"Emm Itu adalah hal biasa, lalu?"tanya Smarta,
"Bagaimana dengan orang tua Harnely yang terlihat tenang saja? tidakkah kau merasa aneh?"tanya Geani,
"Mana mung–"ucap Smarta yang tiba-tiba terdiam.
Smarta tiba-tiba menyadari satu hal yang membuatnya penasaran, yaitu ketenangan dari orang tua Harnely yang membuatnya mulai berfikir akan satu hal.
"Mungkinkah....orang tuanya tahu solusi dari kematian Harnely?"ucap Smarta,
"Bukan semata-mata tahu saja, namun lebih tepatnya sudah pernah mengalaminya"ucap Geani,
"Hmm menarik, dari mana kau mengetahui hal itu?"tanya Smarta,
"Kau masih ingat bukan kata-kata Steris kemarin?"ucap Geani
#Ketika pesta berlangsung
"Ada satu hal yang membuatku bingung"ucap Gradzio,
"Apa itu?"tanya Klinto,
"Hmm?"ucap Smarta dan Geani,
"Ada sesuatu yang aku rasa sedikit mengganjal"ucap Gradzio,
"Mengenai alien tadi?"tanya Klinto,
"Ooh tuan Barnly dan Srinly?"tanya Geani,
"Barnly dan Srinly? hmm aku rasa aku pernah membaca suatu buku yang membicarakan mereka"ucap Steris,
"Hmm? kau mengenal mereka?"tanya Klinto,
"Lebih tepatnya hanya sekedar tahu saja, memangnya kenapa?"ucap Steris,
"Emm entahlah, aku hanya sedikit heran dengan sikap mereka terhadap anak mereka yang sudah mati"ucap Gradzio,
"Mungkin karena mereka sudah tahu resiko dari seorang pemburu"ucap Smarta,
"Itu benar, namun meski begitu, mereka bahkan tidak merasa sedih sedikitpun"ucap Gradzio,
"Hmm pembahasan yang menarik, namun meski begitu, tidak ada gunanya membicarakan seseorang yang sudah mati tau, yang ada hanya membuat kita sedih"ucap Klinto,
"Kau benar, namun cobalah kalian pikirkan ini, adakah seseorang yang tidak merasa sedih ketika melihat keluarga mereka mati?"tanya Gradzio,
"Entahlah, mungkin saja"ucap Smarta,
"Bagaimana kau mengetahui hal itu?"tanya Gradzio,
"Tentu saja, setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda, dan aku rasa hal itu tidaklah mustahil"ucap Smarta,
"Huft aku mulai pusing, aku akan kembali"ucap Klinto.
Lalu Klinto meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Dia pasti minum terlalu banyak"ucap Gradzio,
"Emm aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, namun jika berbicara mengenai orang yang sudah mati....aku pernah membaca suatu buku yang menyebutkan orang yang dapat menyelamatkan orang yang sudah mati"ucap Steris,
"Huh? apakah itu memang ada dan nyata?"tanya Gradzio,
"Aku tidak tahu, namun itulah yang tertulis di buku...OH ITU DIA!!!"ucap Steris yang mulai menyadari sesuatu,
"Apakah kau mulai mengetahui sesuatu?"tanya Smarta,
"Tentu saja, kalau tidak salah, aku pernah membaca suatu buku mengenai hal itu dan aku sangat ingat sekali bahwa hal itu pernah dilakukan pada kakekku"ucap Steris,
"Jadi kakekmu saat itu sudah mati?"tanya Smarta,
"Itu benar, namun ada seseorang datang dan tiba-tiba kakekku hidup kembali dengan luka pada tubuhnya yang tiba-tiba pulih kembali"ucap Steris,
"Aah aku mengantuk, kita lanjutkan saja nanti"ucap Gradzio.
Mereka berbicara dengan nada yang kurang jelas sehingga semua orang kurang bisa mencerna informasi dengan baik, Geani dan Smarta sedikit mengerti, namun tidak secara keseluruhan.
#Masa Kini
"Sekarang kau mengerti?"tanya Geani,
"Jadi maksudmu....orang tua Harnely adalah orang dengan kekuatan itu?"tanya Smarta,
"Dari reaksi mereka terhadap anak mereka yang diceritakan Gradzio, aku sangat yakin bahwa mungkin saja mereka adalab orangnya"ucap Harnely,
"Hmm jadi begitu ya...lalu bagaimana?"tanya Smarta,
"Tidakkah kau ingin kembali ke kota untuk mengecek keadaan Harnely?"tanya Geani,
"Jadi inti dari pembicaraan ini adalah mengarah ke pertanyaan kepadaku mengenai apakah aku akan kembali ke kota atau melanjutkan perjalanan?"tanya Smarta,
"Tepat sekali, syukurlah kau cepat mengerti"ucap Geani,
"Namun perjalanan kita sudah sejauh ini, tersisa sedikit saja kita akan berhasil menjelajahi daerah ini"ucap Smarta,
*tok tok tok tok*
"Siapa di sana?"tanya Smarta,
"Ini aku Gradzio, apakah aku mengganggu kalian?"tanya Gradzio,
"Tidak, memangnya ada apa pagi-pagi begini?"tanya Smarta,
"Hei apakah kau mendengar pembicaraan kami?"tanya Geani,
"Emm apakah kalian sudah bangun sejak tadi?"tanya Gradzio,
"Tentu saja"ucap Geani,
"Ada yang ingin kubicarakan dengan kalian"ucap Gradzio,
"Masuklah"ucap Smarta,
" *membuka pintu* terima kasih"ucap Gradzio,
"Emm apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Ketua meminta kita untuk kembali ke kota, aku rasa dia akan memberikan kita misi"ucap Gradzio.