
Keesokan harinya Smarta terbangun dari tidurnya karena suara ketukan pintu.
"Siapa disana?"tanya Smarta sambil membukakan pintu,
"Haiii....."ucap Harnely,
"Hei..seperti biasa kau masih saja mengantuk"ucap Smarta,
"Hahahah sudahlah, ngomong-ngomong apakah kau sedang sibuk?"tanya Harnely,
"Tidak juga, lagipula aku tidak menerima misi belakangan ini"ucap Smarta,
"Baguslah, kalau begitu maukah kau berkunjung kerumahku?"tanya Harnely,
"Hmm? pertama kalinya bagiku ada yang mau mengundangku untuk berkunjung kerumahnya"pikir Smarta,
"Jadi bagaimana?apakah kau mau datang?"tanya Harnely,
"Boleh saja, aku akan datang. Namun untuk apa?"ucap Smarta,
"Sebenarnya ibuku mengundangmu sebagai teman pertamaku"ucap Harnely,
"Jadi begitu..baiklah"ucap Smarta.
Sesampainya dirumah Harnely, Smarta cukup terkejut akan pemandangan rumahnya yang besar.
"Waaah besar sekali rumahmu"ucap Smarta,
"Tentu saja, meski begitu..."ucap Harnely dengan sedikit sedih,
"Sudahlah tidak apa, jika kau bertemu dengan banyak orang seharusnya kau bisa mendapatkan lebih banyak teman"ucap Harnely,
"Meski begitu.mehm baiklah, ayo kita masuk kedalam"ucap Harnely.
__ADS_1
Didalam rumah, Smarta disambut oleh ayah dan ibu Harnely dengan senang.
"Selamat datang Smarta"ucap ayah Harnely,
"Wah wah akhirnya datang juga"ucap ibu Harnely,
"Terima kasih telah mengundang saya"ucap Smarta,
"Sudahlah tidak perlu formal begitu, kau bisa menganggap kami sebagai keluargamu juga"ucap ibu Harnely,
"Maaf jika anak kami merepotkanmu ya"ucap ayah Harnely,
"Ehm bukan begitu, justru saya yang merepotkannya, karena saya dia jadi menggunakan alat penyembuh itu"ucap Smarta,
"Tetap saja, kau sudah menjaga anak kami, terima kasih ya"ucap ibu Harnely,
"Ehm bagaimana kalau kita duduk dulu? aku akan menyiapkan teh"ucap Harnely,
"Baiklah bu"ucap Harnely.
Untuk beberapa saat setelah mereka duduk, Smarta mulai merasakan sedikit keanehan pada mereka.
"Hmm ada yang aneh"pikir Smarta,
"Ada apa bocah?"tanya Blager,
"Entahlah, aku merasa aneh dengan mereka"pikir Smarta,
"Hmm? apa itu?"tanya Whiger,
"Aku bingung akan mereka, entah kenapa hanya Harnely saja yang memiliki sifat mengantuk, dan rasa kantuk hanya muncul jika seseorang kelelahan bukan?"pikir Smarta,
"Itu benar bocah, mungkin saja ia terlalu keras bekerja"ucap Blager,
__ADS_1
"Apakah ada yang salah nak?"tanya ayah Harnely,
"Oh iya?bagaimana?"tanya Smarta dengan terkejut selagi mengobrol dengan Blager dan Whiger,
"Sejak duduk tadi kau hanya terdiam dan melihatku dengan ragu, apakah ada yang salah dari penampilanku?"tanya ayah Harnely,
"Oh maaf, saya tidak bermaksud begitu, hanya saja ada yang membuat saya sedikit bingung"ucap Smarta,
"Apakah itu yang membuatmu bingung?"tanya ayah Harnely,
"Apakah kalian menyayangi Harnely?"tanya Smarta,
"Hahahah jadi begitu, tentu saja kami sangat menyayanginya"ucap ayah Harnely,
"Lalu menga kalian memaksanya untuk selalu bekerja keras?"tanya Smarta,
"Apa yang sedang kau bicarakan nak?"tanya ayah Harnely dengan bingung,
"Aku selalu memperhatikan Harnely dan ia selalu terlihat mengantuk, apakah kau memaksanya melakukan sesuatu hingga ia kurang tidur???"tanya Smarta,
"Oh, jadi itu maksudmu hahaahah"ucap ayah Harnely,
"Jadi apakah itu semua benar?"tanya Smarta,
"Tentu saja salah, kami tidak pernah memaksanya untuk melakukan sesuatu bahkan hingga ia sangat kelelahan. Kami selalu menyuruhnya untuk selalu beristirahat yang cukup"ucap ayah Harnely,
"Lalu mengapa ia selalu mengantuk meski selalu beristirahat dengan cukup?"tanya Smarta,
"Sebenarnya Harnely terkena semacam sihir sejak ia didalam kandungan"ucap ayah Smarta.
Seketika setelah mendengar hal itu, Smarta terkejut dan hanya bisa terdiam untuk beberapa saat.
"Aku akan menceritakannya padamu"ucap ayah Harnely
__ADS_1