
Setelah mereka pergi keluar rumah mereka tidak melihat adanya kejanggalan, semuanya terlihat tenang saja, akan tetapi begitu mereka menuju gerbang utama, semua penjaga sudah tergeletak, hanya Yenshi dan Galcin saja yang masih bertahan melawan mereka.
"Huh sepertinya pahlawan sudah datang hahaha"ucap pria misterius itu,
"Apa yang kau inginkan hah!?"tanya Gradzio,
"Mudah saja, serahkan kotak emas itu, aku sangat yakin kotak itu ada disini!!!"ucap pria misterius itu,
"Jika kami menolaknya?"tanya Smarta,
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain..."ucap pria itu.
Pria itu memunculkan tongkat di tangannya, lalu menancapkan tongkat itu ke tanah,
"Kalian yang meminta ini"ucap pria itu.
Setelah itu ia melapisi tongkat tersebut dengan menggunakan energi pelindung,
"Protect drive???kau pikir itu bisa mengalahkan kami?"tanya Gradzio mengejek,
"Permainan baru saja dimulai hahahaha"ucap pria itu.
Lalu diatas tongkat itu muncul sebuah gerbang yang perlahan terbuka. Setelah gerbang itu terbuka lebar, ada banyak mahkluk yang tidak dikenal menyerang Down Town, para mahkluk itu menyebar dengan sangat cepat hingga ke lapangan pusat dimana orang-orang berlatih.mahkluk itu menyerang semua orang yang dilihatnya.
"Astaga berani-beraninya mengganggu latihanku"ucap Krostelo,
"Bagaimana ini?kita masih belum tau cara menggunakan Soul Drive"ucap temannya,
"Tentu saja, kita lawan dengan sekuat tenaga"ucap Krostelo.
"Mahkluk apa ini?"tanya Smarta,
"Tenang saja, hanya mahkluk level common,tanpa Soul Drive juga pasti bisa dengan mudah"ucap Gradzio,
"Baiklah ayo kita lawan mereka"ucap Smarta,
"Hei kau urus orang itu, biar kami saja yang menangani mahkluk-mahkluk ini"ucap Klinto,
"Baiklah"ucap Smarta.
Dampak dari pertarungan ini membuat banyak gedung yang rusak bahkan roboh,
"Astaga jika lebih lama bisa-bisa kota ini hancur, aah lupakan saja lagipula bisa diperbaiki"pikir Smarta.
Tiba-tiba sebuah energi berbentuk tombak melesat kearahnya, seketika Smarta menghindarinya dengan mudah,
"Wah wah wah rupanya kau bukan orang biasa"ucap pria misterius itu,
"Apa maksudmu?"tanya Smarta.
Pria itu melemparkan begitu banyak energi berbentuk tombak ke arahnya,
__ADS_1
"Sebenarnya drive macam apa yang dia miliki?"pikir Smarta sembari menghindari semua serangan pria itu.
"Tidak ada pilihan lain"ucap pria itu.
Lalu pria itu melemparkan tombaknya ke atas,
"Hei kau melempar tombaknya ke arah mana?"tanya Smarta,
"Rasakan ini!!!..."ucap pria itu.
Lalu puluhan tombak yang ia lempar keatas diarahkan menuju Smarta,
"Sepertinya berakhir dengan mudah hahaha"ucap pria itu dengan tertawa.
Akan tetapi Smarta menangkisnya dengan menggunakan pisaunya.
"Kecepatan yang luar biasa....namun"ucap pria itu.
Lalu tombak energi yang ditangkis oleh Smarta tiba-tiba meledak dengan skala yang lumayan besar menyebabkan Smarta mengalami luka yang cukup parah.
"Uhuk..sepertinya dia bukan lawan yang mudah"pikir Smarta,
"Hei nak apakah kau melupakan kami?"tanya Whiger,
"Huh terserah kalian saja"ucap Smarta.
Lalu luka-luka Smarta sembuh total tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
Lalu Smarta melesat begitu cepat menuju pria itu dan segera menusuknya, namun serangannya ditangkis oleh pria itu,
"JANGAN BERCANDAA!!!..."teriak pria itu.
Pria itu mengeluarkan aura biru di seluruh tubuhnya dan tombak energinya mengeluarkan aura biru, lalu ia melemparkan tombak energinya ke arah rumah dibelakang Smarta lalu rumah itu hancur tanpa sisa.
"Hahaha aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tombak ini mengenaimu haha...."ucap pria itu dengan bangga.
Smarta begitu kesal terhadap pria itu,
"Hei...kauu......beraninya kau...."ucap Smarta dengan kesal,
"Dia kenapa?apakah yang aku lakukan itu salah?"pikir pria itu.
Smarta berjalan menujunya dengan begitu pelan layaknya sedang jalan santai namun dengan aura berwarna ungu dan pisau yang sudah berubah menjadi pedang dan ia membawa pedang itu dengan menyeretnya.
"A..A...A..AURA UNGU!!???"ucap pria itu,
"Beraninya kau.....beraninya kauu.."ucap Smarta sambil menyeret pedangnya.
Lalu pria itu melempar puluhan tombak ke arah Smarta, namun Smarta membiarkannya menusuknya, akan tetapi ia tidak terluka sama sekali.
"MUSTAHILL....ini tidak mungkin"pikir pria itu sambil mengeluarkan keringat.
__ADS_1
Tiba-tiba Smarta menghilang dari pandangannya. Disaat ia sedang kebingungan,Smarta muncul didepannya lalu menusuk tubuh pria itu,
"Uhukk...ini tidak mungkin, aku tidak akan kalah oleh seorang wanitaaaa"ucap pria itu dengan keras, lalu Smarta menebas kepala pria itu.
Smarta berhasil mengalahkan pria itu, akan tetapi mahkluk-mahkluk aneh itu masih belum berhenti muncul, dan portalnya masih belum tertutup.
#Di Lapangan Pusat
"Sampai kapan ini akan berakhir?"tanya Krostelo,
"Entahlah, kita hanya perlu melawannya saja bukan?"tanya temannya,
"Huh,sampai kapanpun aku akan meladani mahkluk-mahkluk ini, PANEN EXP KITA!!!!!"ucap Krostelo.
#Di Depan Gerbang Utama
#Di Depan Portal
"Apa yang harus kita lakukan?tanya Smarta,
"Sepertinya kita harus menanyakannya pada orang yang kau bunuh itu"ucap Klinto,
"Baiklah kalian uruslah gerbang itu, biar aku saja yang menangani mahkluk-mahkluk ini"ucap Gradzio,
"Tunggu kau bilang orang....pria itu?"tanya Smarta,
"Iya benar, memang siapa lagi"ucap Klinto,
"Tapi bukankah ia sudah aku—"pikir Smarta sambil memalingkan pansangannya ke orang misterius tersebut.
Begitu Smarta melihat kembali mayat pria itu ternyata pria itu masih sadar,
"Padahal hanya tinggal kepala, ternyata kau masih hidup"ucap Smarta,
"Jangan pikir kau bisa mengalahkanku hahaha"ucap pria itu,
"Hei bagaimana cara kami menghentikan ini?"tanya Klinto,
"Cari tahu saja sendiri hah"ucap pria itu,
(Smarta hendak menebasnya)
"Sepertinya kita harus menghancurkan tongkat itu"ucap Whiger,
"Bagaimana kau tahu?"tanya Smarta,
"Aku bisa mengetahui isi pikiran seseorang"ucap Whiger,
"Baguss Whiger"ucap Smarta.
Lalu Smarta menebas pelindung itu dengan mudah dengan pisaunya, lalu ia mencabut serta mematahkan tongkat tersebut. Berharap semua telah berakhir, akan tetapi hal tersebut ternyata tidak begitu saja berakhir. Semua mahkluk-mahkluk yang masih hidup maupun sudah mati tiba-tiba meledak bersama dengan pria itu. Semua mengalami luka parah kecuali Smarta, Gradzio, dan Klinto.
__ADS_1