Unique Power

Unique Power
135[] Kejadian Di Perjalanan


__ADS_3

"Sepertinya kita tersesat"ucap Vriln,


"Sial, aku tidak menduga hal itu akan terjadi"ucap Smarta,


"Tentu saja, di luar kota apapun bisa terjadi"ucap Vriln,


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? alien itu telah menghancurkan kendaraan kita"ucap Smarta,


"Sepertinya kita akan kembali"ucap Vriln,


"Namun kita sudah berada cukup jauh dari kota, bukankah yang ada hanya membuang-buang waktu saja?"tanya Smarta,


"Sepertinya kau benar, ayo kita berjalan saja"ucap Vriln,


"Tentu saja"ucap Smarta.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan.


#Beberapa jam sebelumnya


"Aku sudah tidak bisa melihat kota lagi"ucap Vriln,


"Sepertinya kita sudah berada di jarak yang cukup jauh dari kota"ucap Smarta,


"Hmm sepertinya kau benar"ucap Vriln.


Di perjalanan, terdapat dua jalan di mana jalan yang kiri merupakan jalan yang biasa Smarta lalui, namun kali ini mereka menggunakan jalan yang kanan.


"Emm Vriln? apakah kau yakin lewat sini?"tanya Smarta,


Tentu saja, jalan ini lebih cepat"ucap Vriln,


"Aku baru tahu, baiklah"ucap Smarta.


Jalan yang mereka lalui menghubungkan mereka ke suatu jembatan kayu yang terlihat sudah cukup tua.


" *melihat meja* hmm? apa ini?"ucap Smarta sambil mengambil suatu kertas,


"Ooh itu sedikit pesan dari ketua mengenai misi yang sedang kita jalankan ini"ucap Vriln,


" *membaca* emm apa maksudnya dengan jangan pernah berhenti di kota manapun?"tanya Smarta,


"Hmm entahlah, mungkin ada kaitannya dengan jalan yang sedang kita lalui"ucap Vriln,


" *melihat sekitar* oh iya ngomong-ngomong, sejauh ini aku masih belum melihat ada kota atau apapun selain jembatan yang kita lalui, apakah aku yakin tempat ini aman?"tanya Smarta,


"Tentu saja, saat ini kita sedang melalui jalan pinggir untuk mempersingkat waktu, karena jika kita melalui jalan biasa, mungkin saja kita akan sedikit lama karena alien yang menyerang"ucap Vriln,


"Aku rasa itu masuk akal, namun......."ucap Smarta dengan sedikit khawatir setelah melihat ke bawah.


Karena jalan yang mereka lalui adalah pinggir tebing dengan suara dari kayu yang nampaknya seperti akan runtuh membuat Smarta sedikit khawatir.


"Emm tenang saja jalan ini pasti kuat karena sudah digunakan lebih dari ribuan tahun"ucap Vriln dengan santai,


'Lebih dari ribuan tahun? bukankah itu lebih mengkhawatirkan?'pikir Smarta,


"Lagipula sudah lama tidak digunakan, seharusnya masih bagus"ucap Vriln,


"Kuharap begitu"ucap Smarta.


Kriyet....kriyet......woooffff.....wooofff....sssshhhhh....sssshhhh


'Sial suasana di sini sangatlah sepi, aku penasaran apa jadinya jika ternyata di sini ada alien'pikir Smarta.


Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka melihat ujung dari jembatan itu.


"Kita akan sampai setelah melalui akhir jembatan itu"ucap Vriln,

__ADS_1


"Benarkah? huft baguslah"ucap Smarta dengan lega.


Namun ketika mereka hampir sampai di ujung jembatan, tiba-tiba Smarta merasakan ada sesuatu yang sedang mendekat.


'Sepertinya ada sesuatu yang sedang mendekat ke sini'pikir Smarta,


" *mempercepat kendaraan* sepertinya kita harus sedikit cepat"ucap Vriln.


Tersisa beberapa jarak sebelum melewati bagian akhir dari jembatan, namun tiba-tiba jembatan tersebut runtuh.


"Cepat keluar!!!"ucap Vriln dengan sigap.


Lalu mereka segera keluar dengan cepat sebelum kendaraan tersebut terjatuh ke jurang yang cukup dalam.


" *melihat ke belakang* sayang sekali sepertinya kendaraannya terjatuh ke jurang sana"ucap Vriln,


"Apakah itu alien?"ucap Smarta,


"Kemungkinan besar, namun seharusnya tempat itu tidak ada alien apapun"ucap Vriln,


"Sepertinya jalan itu sudah tidak seperti dulu lagi"ucap Smarta,


"Sepertinya begitu"ucap Smarta.


Beberapa saat kemudian tiba-tiba sesuatu dari belakang mereka menggunakan sihir angin yang membuat mereka berdua terjatuh ke jurang.


'Siapa yang menyerang? sial ini sudah malam aku tidak bisa melihatnya, namun tidak ada waktu lagi aku harus cepat mengamankan yang bisa diamankan dulu'pikir Smarta.


Lalu Smarta menggunakan sihir untuk memadatkan tanah di bawahnya lalu mengeluarkan sihir angin untuk mengurangi dorongan ke bawah.


"uhghh......sepertinya aku kurang cepat"ucap Smarta,


"Serangan dadakan ya? sial aku tidak menduganya"ucap Vriln sambil berusaha bangun,


" *melihat ke samping* sepertinya kendaraannya masih bisa digunakan"ucap Smarta,


"Kau benar, syukurlah"ucap Vriln.


"Sial..seharusnya di sini tidak ada alien"ucap Vriln,


"Tidak ada waktu untuk berfikir, kita harus mengalahkan alien itu dulu"ucap Smarta.


Set....set....


" *menebas* seharusnya ini berhasil"ucap Smarta.


Serangan Smarta tidak berdampak parah kepada alien itu, melainkan hanyalah goresan biasa.


"Sepertinya dia memiliki ketahanan terhadap fisik"ucap Vriln,


"Tentu saja, aku sudah menduganya setelah melihat perisai di seluruh tubuhnya"ucap Smarta,


"Meski begitu"ucap Vriln.


Lalu Vriln mengeluarkan sihir angin yang digabungkan dengan api yang menyebabkan serangan angin dengan suhu yang panas.


"AAARRGHHHH!!!!!"teriak alien tersebut,


"Sepertinya sihir mempan terhadapnya"ucap Smarta.


Alien tersebut mundur ke belakang dengan cepat sembari berusaha untuk menurunkan suhu di sekitar tubuhnya.


"HEY JANGAN KE SA–"ucap Smarta.


Alien tersebut mundur hingga terjatuh karena kakinya terkena kendaraan mereka yang membuat kendararaan mereka rusak.


"Sialan!!!!"ucap Vriln sambil mengeluarkan sihir angin dan api.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, perisai di sekitar tubuh alien terdebut meleleh yang membuat alien tersebut semakin tersiksa karena panasnya lelehan perisai yang digunakan.


'Nampaknya malah menjadi pelindung makan tuan'pikir Smarta.


Lalu Smarta juga menggunakan sihir yang sama untuk menghabisi alien tersebut yang membuat alien tersebut mati.


"Huft untung saja"ucap Smarta,


"Enaknya kau memiliki helang hitam itu, sepertinya semua sihir bisa kau gunakan"ucap Vriln,


"Tidak semua ahahah, jika ada efek samping sudah tentu tidak mungkin ku gunakan"ucap Smarta,


"Meski begitu tetap saja"ucap Vriln,


" *melihat* hmm sepertinya ada satu perisai yang tidak meleleh"ucap Smarta sambil memungut perisai tersebut,


"Bawa saja untuk berjaga-jaga"ucap Vriln,


"Baiklah...."ucap Smarta sambil meletakkan perisai tersebut di punggungnya,


"Hmm sekarang apa ya...emm tempat ini..."ucap Vriln,


"Aku tidak mengenali tempat ini..emm ditambah lagi jarak untuk kembali ke atas yang tinggi...hmm apakah kau pernah berada di sini?"tanya Smarta,


"Emm belum, ini pertama kalinya"ucap Vriln,


'Hanya ada satu jawaban saja untuk situasi ini'pikir Smarta.


#Masa kini


"Sepertinya kita tersesat"ucap Vriln,


"Hmm bagaimana mungkin kau memiliki pikiran yang sama sepertiku?"ucap Smarta,


"Memangnya apalagi jika bukan tersesat setelah berada di posisi seperti ini?"tanya Vriln,


"Sepertinya kau benar hahahahah, lalu..sekarang bagaimana?"tanya Smarta,


"Sepertinya kita bermalam saja di sini"ucap Vriln,


"Bagaimana jika ada serangan?"tanya Smarta,


"Kau benar...hmmm bagaimana jika kita beristirahat dan berjaga bergantian?"tanya Vriln,


"Ide bagus, aku akan berjaga kalau begitu"ucap Smarta,


"Baiklah"ucap Vriln.


Lalu mereka beristirahat dan berjaga secara bergantian sembari menunggu matahari terbit.


#Markas alien slayer


"Hmm? kau menyuruh mereka melalui jalan sepi itu? apakah kau yakin ketua?"tanya Fanin,


"Tentu saja, lagipula jika mereka berhasil, seharusnya alat itu bisa membantunya nanti dalam melawan alien itu"ucap Brastino,


"Peluangnya kecil untuk menang"ucap Fanin,


"Tenang saja, Smarta pasti bisa"ucap Gradzio,


"Bagaimana kau bisa yakin?"tanya Fanin,


"Jika dia tidak bisa mengalahkannya, maka saat itu seharusnya dia dan aku sudah mati"ucap Gradzio,


"Begitu ya"ucap Fanin,


"Ditambah lagi dengan Vriln yang aku rasa sudah cukup berkembang, mereka berdua pasti akan berhasil"ucap Brastino,

__ADS_1


"Emm baiklah, kuharap mereka baik-baik saja"ucap Fanin,


'Aku percayakan masalah ini pada kalian berdua, Smarta...Vriln...semoga berhasil'pikir Brastino.


__ADS_2