
#Di luar
"Hmm? sejak kapan dia masuk ke sana?"tanya Crigom,
"Hmm? siapa?"tanya Vriln,
" *merasakan sesuatu* sepertinya kau benar, namun bagaimana bisa dia masuk?"ucap Buldar dengan bingung,
"Siapa yang masuk ke sana?"tanya Vriln,
"Tentu saja ketuamu itu"ucap Crigom,
"Ketua Brastino? aku tidak merasakan hawa keberadaannya tadi"ucap Vriln,
"Tunggu dulu...jika memang bukan begitu....mungkinkah....karena..."ucap Crigom sambil melihat ke arah Buldar dan Winzy.
Untuk beberapa saat mereka memandang satu dengan yang lain.
"Hmm? apa yang terjadi? kenapa kalian saling memandang begitu?"tanya Vriln,
"Jika tebakanku benar....mungkinkah?"ucap Buldar,
"Bukan tebakan lagi, namun sepertinya memang sudah terjadi"ucap Crigom,
"Aku tidak mengerti apa yang kalian maksud"ucap Vriln,
"Jangan khawatir, lagipula semua ini tidak ada kaitannya denganmu, jangan terlalu dipikirkan"ucap Winzy,
"Begitu ya.."ucap Vriln,
"Nah...untuk sekarang yang perlu kita lakukan adalah berharap mereka akan kembali dengan selamat"ucap Crigom.
Tiba-tiba mereka tidak bisa merasakan hawa keberadaan Brastino, alien tersebut, maupun Smarta.
"Hmm? cepat sekali, rupanya sudah dimulai ya"ucap Crigom,
"Sudah lama sekali sejak terakhir kali orang itu menggunakan penghalang"ucap Buldar,
"Dengan begitu...sepertinya tebakanmu benar Buldar"ucap Winzy,
"Mungkin saja....namun....hampir puluhan tahun....itu bukanlah waktu yang sebentar"ucap Buldar,
'Meski begitu, jika mereka tidak bisa mengalahkan alien itu, maka semua akan menjadi sia-sia. Semoga beruntung kalian'pikir Crigom,
'Semoga berhasil Smarta'pikir Vriln.
Di lain sisi, alien asbdor tersebut mengalami kesulitan yang amat tinggi karena yang ia hadapi adalah dua orang sekaligus.
" *menghindar* Sial....tidak kusangka kau akan kemari lagi...Brastino"ucap alien itu,
"Hmm? rupanya kau masih ingat ya"ucap Brastino,
"Aku tidak mungkin lupa orang yang telah menggagalkan rencanaku"ucap alien tersebut sambil melesat ke arah Brastino,
"Dan aku juga tidak akan lupa alien yang telah merenggut banyak rekan-rekanku"ucap Brastino sambil menangkis sekaligus memberikan serangan balik.
"Uhuk....sial...sial...siall!!!!"ucap alien tersebut dengan sangat kesal,
'Kekuatan yang luar biasa, namun entah kenapa aku merasa kalau ketua terlihat sedikit berbeda'pikir Smarta,
"Tentu saja berbeda bocah, saat ini kekuatan orang itu sudah pulih sepenuhnya"ucap Blager,
'Huh? jadi sebelumnya kekuatan ketua hanyalah setengahnya saja?'pikir Smarta dengan terkejut,
"Itu benar"ucap Blager,
'Hmm aku penasaran kenapa dia tidak bisa melawan alien itu dulu'pikir Smarta,
__ADS_1
"Mungkin saja karena kekuatan alien itu jauh lebih besar dulunya"ucap Blager,
'Benarkah? lalu apa yang membuat kekuatan alien itu menurun?'pikir Smarta,
"Entahlah, mungk– hey awas!!"ucap Blager.
Setelah Smarta menoleh, alien itu sudah berada di dekatnya, namun karena Blager memberitahunya membuatnya bisa menahan serangan alien tersebut meskipun masih tetap terkena sedikit serangan.
'Tanganku tergores'pikir Smarta,
"Apakah kau baik-baik saja?"tanya Brastino sambil menghilangkan sihir racun yang merambat ke tubuh Smarta,
" (healing) aku tidak apa, terima kasih ketua"ucap Smarta,
"Jangan gegabah, mungkin saja alien itu masih menyembunyikan kekuatannya"ucap Brastino,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta.
Lalu mereka menyerang alien itu dengan melesat bersama-sama.
"Sial.....jika bukan karena penghalang ini...."ucap alien tersebut sambil berusaha menghindari serangan mereka.
SRETTT.....
SRING.......
"Uhuk.....sialan!!!"ucap alien itu.
Lalu alien itu mengeluarkan cairan racunnya dan menyebarkan ke segala arah.
"Hmm ini tidak bagus"ucap Brastino,
"Ada apa?"tanya Smarta,
"Meski aku bisa menghilangkan sihir racun, namun itu ada batasnya karena energi yang digunakan untuk sihir penangkal ini cukup besar, ditambah lagi dengan penghalang ini"ucap Brastino,
"Aku tidak yakin...namun aku rasa aku bisa bertahan untuk satu jam saja"ucap Brastino,
"Tidak masalah, kita pasti bisa mengalahkannya sebelum satu jam"ucap Smarta,
"Tentu saja"ucap Brastino.
Lalu Smarta melesat ke arah alien tersebut dan hendak menyerangnya.
"Berhati-hatilah dengan cairan racun di sekitarnya"ucap Brastino,
'Hmph....aku sudah memikirkan akan hal itu sejak awal'pikir Smarta.
Lalu Smarta melapisi tubuhnya dengan zirah esnya.
"Zirah es? hahahahaah apakah kau bodoh?"ucap alien tersebut sambil tertawa,
"Kita lihat saja"ucap Smarta.
Selagi Smarta melesat ke arah alien tersebut, cairan di sekitar Smarta membeku sehingga tidak dapat menyentuhnya.
'Huh? bagaimana bisa sihir es membekukan cairan racun panasku ini?'pikir alien tersebut dengan heran,
"Seperti dugaanku"ucap Smarta yang sudah berada di belakang alien tersebut dan dengan cepat menyerangnya dengan bola energi,
"Aarrrghhhh........bagaimana bisa!!!"ucap alien tersebut,
"Sepertinya tingkatan kekuatanmu memanglah rendah"ucap Smarta,
"Tidak....ini tidak mungkin......seharusnya kekuatanku tidak selemah ini!!!!"teriak alien tersebut dengan sangat kesal,
"Sepertinya kau benar-benar sudah melupakanku"ucap Zexun yang keluar dari bayangan,
__ADS_1
" *menoleh* k-kau!!! aku baru ingat sekarang, rupanya kau ya dalang dari semua ini haah!!!"ucap alien itu dengan kesal,
"Zexun? kukira kau sudah melarikan diri tadi"ucap Smarta dengan terkejut,
"Tentu saja tidak, aku hanya sedang mempertahankan sihirku saja"ucap Zexun,
"Zexun?.....kau...."ucap Brastino,
"Sepertinya kau masih mengingatku?"ucap Zexun,
"Tentu saja!!! tidak kusangka rupanya kau masih hidup selama ini"ucap Brastino sambil menangis,
"Ahahah jangan menangis begitu, itu sudah cukup lama, namun ini bukan saatnya untuk reuni"ucap Zexun,
"Yah kau benar"ucap Brastino,
'Sial ini merepotkan, apakah ini akan menjadi tempat kematianku?'pikir alien itu,
"Sekarang.....saatnya untuk mengakhiri penderitaan yang cukup lama ini"ucap Brastino.
Lalu Brastino melemparkan sihir angin yang sudah ia lapisi dengan energi.
" *menangkis* hah mudah seka–"ucap alien tersebut.
*Smarta menyerangnya dari belakang*
SRINGG.......
"HUWAAAAAkkkk!!!!....uhuk.....orang-orang yang merepotkan!!"ucap alien itu.
Alien tersebut mulai berlutut karena sudah tidak kuat untuk berdiri.
#Di luar
"Hey tunggu dulu....aku baru menyadari kalau hanya ada satu alien saja di sana"ucap Crigom,
"Huh? apa maksudmu?"tanya Vriln,
"Hmm benar juga, seharusnya ada dua alien yang berjaga di sana"ucap Buldar,
"Ke mana alien itu?"ucap Winzy,
"Aku tidak merasakannya, mungkin saja dia sudah mat–"ucap Crigom yang tiba-tiba terdiam,
"Hmmm hey ada apa? kenapa kau diam saja?"tanya Vriln,
"Tunggu sebentar....jika memang benar hanya ada satu hawa keberadaan alien...mungkinkah?"ucap alien tersebut dengan terkejut.
#Di sisi Smarta
"Dengan begini....matilah kau"ucap Brastino.
Lalu Brastino menebas kepala alien yang sudah lemah tersebut sehingga alien itu mati.
"Huft.....sepertinya ini sudah selesai"ucap Brastino sambil menghilangkan penghalang di sekitarnya,
" *ketika penghalang menghilang* eh hey tunggu dulu jangan kau hil–"ucap Zexun.
Tiba-tiba energi yang menggumpal tersebut masuk ke dalam tubuh alien itu, lalu tubuhnya membesar tidak terkendali.
"Sial.....apakah dia akan bunuh diri?"ucap Smarta,
"Sial aku tidak bisa menggunakan penghalang lagi"ucap Brastino dengan panik,
"Sial bagaimana ini, ledakannya akan sampai keluar"ucap Zexun,
"Sial!! apakah aku akan berakhir di sini?"ucap Brastino dengan kesal.
__ADS_1
Tiba-tiba Smarta maju dengan mengerahkan kekuatannya untuk membentuk suatu penghalang di sekitar alien tersebut.