
"Apa maksudmu?"tanya Brastino,
"Aku masih bingung akan hal ini, dan aku masih mencoba berfikir positif"ucap Gradzio,
"Bisakah kau katakan padaku?"tanya Brastino,
"Yang pasti selama pertarungan berlangsung, secara tiba-tiba muncul sebuah portal didekat portalmu dimana titik koordinat Smarta berada"ucap Gradzio,
"Lalu apa yang terjadi?"tanya Brastino,
"Tidak ada hal aneh terjadi, ia menghancurkan portal itu layaknya menghancurkan portal pada umumnya, dan ia juga berhasil menghancurkan portalmu"ucap Gradzio,
"Hmm memang seharusnya ia menghancurkan portal itu, lalu dimana letak anehnya?"tanya Brastino,
"Seperti yang kukatakan, ada suatu portal asing didekat portalmu, tidakkah kau merasa aneh?"tanya Gradzio,
"Hmm kau benar...sepertinya hal ini tidak dapat diselesaikan jika tidak kita tanyakan langsung pada anak itu"ucap Brastino,
"Sepertinya begitu"ucap Gradzio,
"Lalu hal apa lagi yang kalian temukan selama mengamati?"tanya Brastino,
"Oh iya, kalau tidak salah ada kemunculan seseorang yang asing bagiku di koordinat Harnely,
"Seperti apakah orang itu?"tanya Brastino,
"Hmm aku lupa, namun kalau tidak salah orang asing itu membawa senjata seperti..ehm....pedang mungkin"ucap Fanin,
"Apa yang kau bicarakan?bukankah seharusnya pasukan kita?"tanya Brastino,
"Ehm satu hal lagi, dia memakai pakaian tempur berwarna emas namun tidak berkilau"ucap Fanin,
"Ooh jadi begi–"ucap Brastino yang seketika terdiam sambil mengeluarkan keringat dingin,
"Apakah ada masalah ketua?"tanya Fanin,
"Katakan padaku, apakah pria itu memiliki seperti jubah disamping badannya?"tanya Brastino,
"Hmm kau benar. bagaimana kau mengetahuinya?"tanya Fanin dengan heran,
"Sial!!cepat panggil anak-anak itu"ucap Brastino,
"Baik ketua"ucap Klinto.
#Rumah Smarta
"Akhirnya bisa berbaring sebentar"ucap Harnely,
"Kau benar, betapa melelahkan pertarungan itu"ucap Smarta sambil menikmati nyamannya berbaring di tempat tidur,
"Sepertinya hanya aku saja yang tidak kelelahan"ucap Geani,
"Hmmm sepertinya kau benar"ucap Harnely,
"Ngomong-ngomong, apa saja yang kau ingat sebelum kau pingsan?"tanya Smarta,
"Hmm kalau tidak salah aku hanya mengingat kalau aku kehabisan energi selagi melawan para alien itu"ucap Geani,
"Alien apa yang kau hadapi?"tanya Smarta,
"Hmm sepertinya alien tipe..ehm...aku tidak tahu, namun yang pasti tingkatannya hanya uncommon"ucap Geani,
"Bagaimana bisa kau kalah dari mereka?"tanya Harnely dengan heran,
"Entahlah, aku merasa kalau energiku terkuras dengan cepat"ucap Geani,
"Mungkinkah?"tanya Smarta sambil melirik ke arah Harnely,
"Hmm apakah kau merasa kalau energimu terkuras?"tanya Harnely,
"Hmm tidak, aku tidak merasa seperti itu"ucap Geani,
"Huft syukurlah bukan karena alien itu"ucap Smarta,
__ADS_1
"Apa yang kau bicarakan?"tanya Geani,
"Aku hanya ingin memastikan apakah efek itu masih ada atau tidak"ucap Smarta,
"Hmm jadi begitu, namun sepertinya ia tidak kena"ucap Harnely,
"Kau benar, hingga saat ini aku masih baik-baik saja"ucap Geani,
"Syukurlah kalau begitu"ucap Smarta,
"Oh dan satu hal lagi...aku melihat seseorang tepat sebelum aku pingsan"ucap Geani.
Setelah mendengar hal itu, seketika mereka berdua terdiam.
"Apa yang salah dengan kalian?"tanya Geani,
"Hey...emm Geani...apakah dia seorang pria?"tanya Smarta,
"Seharusnya iya, rambutnya pendek, dan ia membawa senjata semacam......mungkin tombak?"ucap Geani,
"Hmm?mengapa berbeda?"tanya Harnely,
"Kau benar, seharusnya pria itu tidak membawa senjata"ucap Smarta,
"Apa yang kalian bicarakan?siapa?"tanya Geani,
"Hmm entahlah, namun seingatku yang menjagamu adalah pria tanpa senjata"ucap Harnely,
"Bagaimana kalian mengetahuinya?"tanya Geani,
"Itu yang kuingat tadi"ucap Smarta,
"Pria yang kami temui ketika menolongmu adalah pria tanpa senjata"ucap Harnely,
"Hmm pernahkah kalian melihat pria itu?"tanya Geani,
"Aku belum pernah melihat pria itu di daerah manapun"ucap Harnely,
"Hmm pria misterius"ucap Geani,
"Hmm tunggu sebentar, kau bilang bahwa pria itu bersenjata?"tanya Smarta,
"Seingatku iya, pria itu membawa senjata"ucap Geani,
"Hmm hanya ada satu hal yang dapat kusimpulkan"ucap Smarta,
"Apa itu?"tanya Harnely,
"Aku penasaran, memangnya apa?"tanya Geani,
"Sepertinya bukan pria itu, namun mereka"ucap Smarta,
"Hmm jadi maksudmu mereka ada lebih dari satu?"tanya Geani,
"Apakah kau yakin?"tanya Harnely,
"Sepertinya begitu, karena tidak mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa orang itu sama sedangkan ciri-ciri yang kau katakan berbeda dimana yang kau lihat pria itu berambut pendek, namun yang kami lihat tadi pria itu berambut panjang"ucap Smarta,
"Hmm sepertinya masuk akal"ucap Geani,
"Untuk apa orang-orang misterius itu kemari?"tanya Geani,
"Hmm entahlah, namun aku mengingat sesuatu yang pria kami temui katakan ketika kita kembali kesini"ucap Smarta,
"Apa itu?"tanya Geani,
"Orang itu mengatakan bahwa alien tidak jahat"ucap Smarta,
"Hmm sungguh aneh, aku tidak mengerti kenapa orang itu berkata seperti itu sedangkan selana ini para alien malah berusaha membunuh kita"ucap Harnely,
"Entahlah, sepertinya ada yang tidak beres disini"ucap Smarta,
"Mungkin saj–"ucap Geani.
__ADS_1
Secara tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu dengan cukup cepat. Setelah diperiksa, yang mengetuk pintu adalah Klinto.
"Tepat sekali, syukurlah kalian semua ada disini"ucap Klinto,
"Apakah terjadi sesuatu?"tanya Smarta,
"Benar, ketua memanggil kalian bertiga, ia ingin mendengarkan cerita kalian akan pertarungan tadi"ucap Klinto,
"Jadi begitu...baiklah"ucap Geani,
"Mungkinkah karena orang misterius itu?"pikir Smarta.
Lalu mereka menuju markas alien slayer dengan portal milik Klinto.
#Markas Alien Slayer
"Kalian tunggulah disini, aku akan memanggil ketua"ucap Klinto
"Baiklah"ucap mereka bertiga.
Klinto keluar ruangan, sementara mereka bertiga menunggu ketua Brastino datang.
"Untuk apa mereka memanggil kita lagi?"tanya Harnely,
"Hmm mungkin saja ini ada kaitannya dengan pria misterius itu"ucap Smarta,
"Hmm sepertinya begitu, namun mereka tahu darimana?"tanya Geani,
"Tentu saja dengan sihir, kau ingat kan ketua sempat meletakkan sihirnya pada kita"ucap Harnely,
"Ooh jadi begitu"ucap Geani,
"Aku bahkan melupakan hal itu"ucap Smarta,
"Mungkinkah ini ada kaitannya dengan diriku yang pingsan tadi?"ucap Geani,
"Hmm untuk sekarang sebaiknya kita menunggu ketua saja"ucap Smarta,
"Baiklah"ucap mereka berdua.
Beberapa saat kemudian, Gradzio dan Fanin datang.
"Apakah kami mengganggu waktu istirahat kalian?"tanya Fanin,
"Tidak juga, lagipula kami masih belum lelah"ucap Smarta,
"Jadi begitu...kalian kuat juga ya"ucap Gradzio,
"Tidak denganku"ucap Geani,
"Hmm ngomong-ngomong alien yang kau lawan adalah alien tipe arbsor, keahlian yang dimiliki alien tersebut adalah menguras energi mangsanya"ucap Gradzio,
"Bukankah itu sama dengan yang meletakkan kutukan pada Harnely?"tanya Smarta,
"Emm tentu saja berbeda, alien yang dihadapi Harnely dulu memberikan kutukan dan menyerap energi, sedangkan alien ini hanya menguras, namun tidak dapat menyerap energi"ucap Fanin,
"Apa bedanya?bukankah sama saja?"tanya Smarta,
"Tetap saja berbeda, alien ini hanya menguras saja, namun tidak dapat menyerapnya menjadi energi mereka"ucap Fanin,
"Hmm jadi begitu"ucap Smarta,
"Namun tidak kusangka, padahal hanya uncommon, namun aku dibuat kelelahan oleh mereka hahaha"ucap Geani,
"Tentu saja, jumlah mereka yang banyak dan menggunakan keahlian mereka bersamaan membuat energimu terkuras dengan cepat"ucap Fanin,
"Rupanya seperti itu"ucap Geani,
"Yang lebih penting lagi, syukurlah kau bisa kembali dengan selamat"ucap Gradzio,
"Kau benar"ucap Geani.
Beberapa saat kemudian, Brastino akhirnya datang.
__ADS_1