Unique Power

Unique Power
119[] Serangan Tanpa Sebab


__ADS_3

Meskipun banyak energi yang terkuras, Smarta tidak dapat beristirahat seperti yang lainnya, ia pun memutuskan untuk tetap terjaga sembari melihat bintang di malam hari sampai ia mulai mengantuk.


" *keluar dari permata* kau tidak bisa tidur bocah?"tanya Blager sambil berubah ke wujud kecilnya,


"Entahlah, aku merasa tidak mengantuk saja"ucap Smarta,


"Apakah ada yang mengganjal?"tanya Blager,


"Emm aku rasa tidak, hanya saja......"ucap Smarta,


"Sama saja kau sedang memikirkan sesuatu hadehh"ucap Whiger yang keluar dari permata juga,


"Cepat kembali sebelum kita ketahuan"ucap Blager,


"Padahal kau sendiri juga keluar"ucap Whiger,


"Terserah kau saja"ucap Blager,


"Mengapa kalian tidak beristirahat saja?"tanya Smarta,


"Tentu saja, adalah hal aneh jika drive tertidur sementara pemiliknya masih belum tertidur"ucap Blager,


"Aku tidak tahu kalau kalian memperhatikanku"ucap Smarta,


"Mana mungkin ahahahah, sudah seharusnya"ucap Whiger,


"Jangan khawatir bocah, kami akan menemanimu hingga kau tertidur"ucap Blager,


"Terserah kalian saja"ucap Smarta sambil memandang langit,


"Suasana malam kali ini tidak begitu buruk ya"ucap Whiger,


"Begitulah, mungkin karena itu aku tidak dapat tidur kali ini"ucap Smarta,


"Apakah hal itu memungkinkan?"tanya Whiger,


"Entahlah, kita anggap saja begitu"ucap Blager,


'Aku tidak tahu berapa lama lagi perjalanan ini akan berlanjut.....akankah kami akan selalu seperti ini?'pikir Smarta,


"Aku tidak yakin akan hal itu"ucap Blager,


"Dia benar nak, tidak ada yang abadi di dunia ini, pada akhirnya kita semua akan mati bukan?"ucap Whiger,


"Huft sepertinya begitu"ucap Smarta,


"Kenapa? apakah kau sejak tadi memikirkan hal itu?"tanya Blager,


"Mungkin saja"ucap Smarta.


Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba efek permata sisik rusak.


"Ada serangan?"ucap Smarta,


"Hei cepat kembali!!"ucap Whiger,


"Kau benar"ucap Blager sambil kembali ke dalam permata,


" *Bangun* sepertinya ada serangan"ucap Smarta,


"Hanya satu, tidak perlu khawatir"ucap Blager,

__ADS_1


'Apakah kita menghadapi alien?'pikir Smarta,


"Sepertinya begitu, namun aku tidak tahu di mana alien tersebut berada"ucap Whiger,


"Kau benar, sepertinya bukan alien biasa"ucap Blager,


"Haruskah aku mmebangunkan mereka?"ucap Smarta,


"Tenang saja bocah, aku sudah meletakkan suatu penghalang pada mereka"ucap Blager,


"Baguslah kalau begitu, kita akan segera menyelesaikannya"ucap Smarta.


Meski hanya satu alien, Smarta dibuat kesulitan karena ia tidak mengetahui letak dari alien tersebut.


"Aku tidak tahu di mana letak persis alien ini, serangannya benar-benar tidak dapat kuprediksi"ucap Smarta.


Seiring berjalannya waktu, Smarta semakin sering mendapatkan serangannya dari arah yang berbeda-beda dengan tipe serangan yang asing bagi Smarta.


'Hmm dari tebasannya aku rasa ini merupakan serangan dengan cakaran, namun dari rasanya seperti terkena pedang, hmmm aku tidak tahu apa yang alien ini gunakan untuk menyerangku'pikir Smarta.


Serangan alien tersebut semakin lama semakin menyebabkan luka yang didapat Smarta mulai parah.


'Sial...aku tidak dapat ide apapun'pikir Smarta,


"Hei nak, cobalah kau keluarkan sihir api"ucap Blager,


'Kau benar...seharusnya bayangan bisa terlihat bukan?'pikir Smarta.


Lalu Smarta mulai mengeluarkan sihir api ke seluruh titik, dan tentu saja dengan cahaya tersebut ia berhasil mendapatkan letak posisi dari alien tersebut.


" *melesat dengan cepat* kena kau"ucap Smarta sambil menusuk alien tersebut,


"Krrggaa........graaaa!!!!"teriak makhluk tersebut.


"Suara apa itu?"ucap Geani dengan terkejut,


"Penghalang? apakah ada serangan?"ucap Harnely,


"Sepertinya begitu"ucap Smarta sambil mmeperlihatkan alien yang baru saja ia bunuh,


"Bagaimana bisa kau menyadarinya?"tanya Harnely,


"Entahlah, aku hanya sedang memandang langit, dan tiba-tiba terjadilah"ucap Smarta,


"Begitu ya.....hmmm berapa banyak?"tanya Geani,


"Hmm aku rasa hanya satu"ucap Smarta,


"Hmm menarik, biasanya alien bergelombol bukan?"ucap Harnely,


"Entahlah, baru kali ini aku melawan alien yang datang menyerang sendiri saja"ucap Smarta,


"Alien itu......tingkat danger, lumayan berbahaya"ucap Harnely,


"Kau benar, ditambah lagi sihir menghilang dari alien ini sungguh merepotkan"ucap Smarta,


"Hmm untuk sekarang aku rasa membunuhnya adalah pilihan yang tepat"ucap Harnely,


"Tentu saja, syukurlah kita tidak mati karena alien ini"ucap Geani,


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"tanya Harnely,

__ADS_1


"Aku rasa terlalu berbahaya jika beristirahat di tempat terbuka seperti ini, aku rasa sebaiknya kita lanjutkan saja perjalanan kita"ucap Smarta,


"Hmm ide yang bagus"ucap Harnely,


"Bagaimana denganmu Smarta? kau terlihat lelah"ucap Geani,


"Tenang saja, aku yakin akan segera pulih kembali nanti"ucap Smarta,


"Begitu ya...baiklah"ucap Geani.


Lalu mereka melanjutkan perjalanan untuk mengurangi adanya peluang serangan dadakan yang mungkin saja berakibat fatal pada mereka.


'Serangan pertama alien ini benar-benar menyerang bagian jantungku, andai saja saat itu aku tidak memakai permata sihir ini.....huft beruntungnya aku'pikir Smarta,


"Aku baru ingat, nama alien tadi adalah Haiden, tingkat danger, mereka berjalan sendiri-sendiri dan sepertinya mereka ingin menunjukkan siapa yang terhebat"ucap Harnely,


"Memangnya ada alien seperti itu?"ucap Geani,


"Anggap saja begitu, lagipula aku juga masih ragu akan hal itu, namun setelah melihat ini dan apa yang Smarta katakan....aku rasa memanglah benar"ucap Harnely,


"Sungguh dunia ini sesuatu ya"ucap Geani.


Beberapa saat kemudian, mereka melihat suatu kota dari kejauhan.


"Hey ada kota di depan sana"ucap Geani,


"Mungkinkah jebakan lagi?"ucap Harnely dengan ragu,


"Hmm mungkin saja, aku rasa sebaiknya kita mendekat saja dulu"ucap Smarta,


"Kau benar"ucap Harnely.


Lalu mereka mencoba mendekati kota tersebut. Sesampainya di sana, mereka melihat ada banyak orang di sana.


"ada banyak orang, aku rasa bukanlah kota jebakan"ucap Harnely,


"Sepertinya begitu"ucap Smarta,


"Namun orang-orang di sini terlihat..ehmm....."ucap Geani dengan ragu,


"Tenang saja, jika terjadi sesuatu, kita hanya perlu lari saja bukan?"ucap Harnely,


"Sepertinya begitu"ucap Smarta.


Lalu mereka memasuki kota tersebut untuk mencari suatu tempat beristirahat.


"Hmm tidak ada keanehan"ucap Smarta,


"Kau benar...namun....."ucap Geani.


Di kota tersebut terdapat banyak sekali perkelahian antara orang yang satu dengan orang yang lainnya.


"Apakah hal itu normal di kota ini?"ucap Geani,


"Tentu saja, itulah sebabnya kota ini disebut sebagai kota perkelahian"ucap seseorang yang tidak asing,


" *menoleh* ehhh? apa yang kau lakukan di sini Gradzio?"ucap Smarta,


"Hai hai ahahah, aku tidak menyangka akan bertemu kalian di sini"ucap Gradzio,


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Harnely,

__ADS_1


"Aku sarankan jangan tanyakan hal itu padanya"ucap Klinto,


"Bahkan kau juga?"tanya Smarta dengan terkejut.


__ADS_2