
Karena kesal akan kematian adik-adiknya, Dre mulai kehilangan kendali.
"Beraninya...beraninya kalian...BERANINYA KALIAN MEMBUNUH ADIK-ADIKKU!!!!"teriak Dre dengan penuh emosi,
"Mundur bocah"ucap Blager.
Lalu Smarta menjaga beberapa jarak dari Dre. Tiba-tiba ukuran tubuh Dre membesar seiring berjalannya waktu.
"Sepertinya dia akan berubah"pikir Smarta,
"Mungkin akan lebih buruk lagi"ucap Blager,
"Apakah akan terjadi sesuatu?"pikir Smarta,
"Kita lihat saja"ucap Blager.
Area di sekitar alien tersebut mulai bergetar disertai dengan kilatan petir dan tekanan sihir yang cukup kuat.
"NGGRRAAAAAAAHHHH!!!!!!"teriak alien itu,
"Sepertinya ini tidak akan berjalan de–"ucap Smarta.
Tiba-tiba Smarta terkena serangan listrik dengan kecepatan yang tidak ia sadari.
"Sial...energiku.."pikir Smarta,
"Bertahanlah Smarta!!"ucap Geani sembari melesat dan berusaha untuk menyerang alien tersebut.
Akan tetapi hal itu tidak ada gunanya, karena tekanan sihir yang kuat membuat alien tersebut sedikit sulit untuk didekati.
"Uhuk..uhukk...aku tidak bisa mendekatinya"ucap Geani
"Sial, bertahanlah"ucap Smarta sembari berusaha melawan alien tersebut,
"Tekanan sihirnya terlalu kuat, kita harus mengacaukan aliran sihirnya agar bisa menerobos mendekatinya"ucap Harnely,
"Apa yang harus kita lakukan?"tanya Geani,
"Apakah kau masih bisa menggunakan sihir penguat Geani?"tanya Harnely,
"Tidak dalam waktu lama, aku hanya bisa menggunakannya untuk beberapa waktu saja"ucap Geani,
"Baiklah, aku akan menyusun rencana. Smarta cobalah untuk menahannya beberapa saat"ucap Harnely,
"Baik"ucap Smarta.
Selama beberapa saat Smarta dan Geani melawan alien tersebut sembari menunggu rencana yang akan Harnely katakan.
"Aku tidak bisa mendekatinya"ucap Geani,
"Kita hanya perlu mengulur waktu saja, waspadalah dengan listrik di tubuhnya"ucap Smarta,
"Baik"ucap Geani.
Setelah menahan beberapa saat, akhirnya Harnely berhasil menyusun rencana.
"Aku sudah selesai"ucap Harnely,
"Baik, apa yang akan kita lakukan?"tanya Smarta,
"Aku akan memperlambat aliran energi alien tersebut, selagi sihirku aktif, cobalah kau dekati dengan percepatan milik Geani"ucap Harnely,
"Baik, Geani"ucap Smarta,
"Baiklah, aku siap"ucap Geani.
Lalu Harnely merapalkan sihir, disekitar alien tersebut terdapat semacam aliran sihir milik Harnely yang memperlambat aliran sihir alien tersebut.
"Sekarang!!!"teriak Harnely,
"Baiklah"ucap Geani,
(power increase)
Lalu Smarta melesat dengan cepat ke arah alien tersebut selagi sihir Harnely masih aktif, ia pun berhasil menghancurkan tekanan sihir alien tersebut.
__ADS_1
"Akhirnya"ucap Geani.
Geani melesat ke arah alien tersebut dan berhasil memberikan dampak serangan padanya.
"Aarrghhh!!bnggaaraaahhhhh!!!"teriak alien tersebut,
"Sepertinya kita mulai bisa memberikan serangan"ucap Smarta,
"Kau benar, kita harus cepat"ucap Harnely.
Lalu Smarta memberikan serangan pada alien tersebut. Setelah beberapa waktu alien tersebut terluka parah.
"Sial....aku...tidakk...siaaaaalll....."pikir Harnely.
Harnely berusaha mempertahankan sihirnya sembari mereka berdua berusaha menghabisi alien tersebut, hingga suatu ketika.
"Aku tidak kuat lagi"ucap Harnely sambil menghilangkan sihirnya,
"Sedikit lagi, kita pasti bis–"ucap Smarta.
Lalu alien tersebut mulai kembali bisa bergerak dengan cepat. Dre melesat dengan cepat ke arah Geani.
"Nggraaah!!!!!"teriak alien tersebut,
"Awas Geani!!"teriak Harnely,
"Sial, sedikit lagi"ucap Geani.
Namun Smarta berhasil menangkis serangan langsung dari alien tersebut.
"Serangannya lebih kuat dibandingkan tadi"ucap Smarta,
"Gaaaaaaangrssaaaaahhh!!!!"teriak alien tersebut,
"Aku harus mengakhirinya sebelum energiku habis duluan"pikir Smarta.
Lalu Smarta menyerang alien tersebut dengan pedangnya, namun serangannya selalu ditangkis oleh alien tersebut.
"Sial, dia memerlukan sihir penguat"ucap Geani,
Lalu Geani dan Smarta dengan energi yang tersisa menyerang alien tersebut, namun tetap saja, mereka kesulitan karena banyaknya sihir yang keluar dari alien tersebut.
"Sepertinya tidak ada jalan keluar"ucap Geani,
"Jangan menyerah, seharusnya ada celah"ucap Smarta.
Selagi mereka menyerang alien tersebut, terdapat suatu momen dimana serangan mereka berdampak.
"Huh?kau melihatnya Geani?"tanya Smarta,
"Sepertinya kita bisa melakukannya"ucap Geani,
"Baguslah kalau begitu, ayo kita akhiri"ucap Smarta,
"Baiklah"ucap Geani.
Lalu mereka melapisi senjata mereka dengan sihir dimana Geani dengan sihir anginnya, dan Smarta dengan sihir es-nya, sehingga ketika senjata mereka saling beradu, maka srpihan sihir tersebut yang akan mengenai alien tersebut.
"Ngghraaaaaaaa......"teriak alien tersebut,
"Cepatlah...cepatlah..cepatlah ..cepatlah.."pikir Geani,
"Kita harus menang, kita bisa"pikir Smarta.
Tiba-tiba serangan alien tersebut mulai melambat kembali.
"Maaf ya sudah membuat kalian menunggu lama"ucap Harnely,
"Akhirnya"ucap Geani.
"Ayo kita akhiri pertarungan ini"ucap Smarta
Dengan bantuan Harnely di akhir, pada akhirnya alien tersebut berhasil dikalahkan. Beberapa saat kemudian alien tersebut mulai sadar.
"Oh tidak dia belum mati!!!"ucap Geani,
__ADS_1
"Sial, energiku sudah habis"pikir Harnely,
"Apa yang harus kita lakukan?"pikir Smarta.
Namun hal yang tidak terduga terjadi dimana alien tersebut mulai kembali ke wujudnya semula.
"Uhuk...uhuk...apakah sem-mua s-s-udah berak-hi-r?"tanya Dre,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta,
"Tidak kusangka aku akan mati di tangan pasukan yang paling kubenci"ucap Dre,
"Pertarungan ini sudah selesai"ucap Smarta,
"Sepertinya begitu"ucap Dre dan akhirnya mati.
Beberapa saat kemudian dari tubuh Dre keluar suatu bola berisi energi yang meledak namun tidak berdampak apapun.
"Apa yang terjadi?"tanya Geani,
"Entahlah, semacam bola emergi atau...aku tidak tahu"ucap Harnely,
"Apapun itu, yang penting kita berhasil"ucap Smarta,
"Kau benar"ucap Harnely.
Lalu mereka berpindah ke tempat awal dan disana sudah ada Drakio dan Rasydo.
"Wah wah wah, sepertinya kalian bertemu alien kuat ya"ucap Rasydo,
"Kalian bahkan sampai babak belur, apakah semua baik-baik saja?"tanya Drakio,
"Untungnya tidak ada masalah"ucap Harnely,
"Baguslah kalau begitu, ambil ini"ucap Rasydo sambil melemparkan sesuatu pada mereka,
"Apa ini?"tanya Smarta,
"Penyembuh, meski efeknya tidak menyeluruh, setidaknya berguna untuk menyembuhkan setidaknya sedikit luka"ucap Rasydo,
"Terima kasih"ucap Smarta,
"Apakah kalian bertemu lawan yang kuat?"tanya Geani,
"Emm tidak terlalu, alien tadi hanya menggunakan sihir perpindahan saja"ucap Drakio,
"Perpindahan?bukankah seharusnya sihir itu merepotkan?"tanya Harnely,
"Itu benar, namun dengan sihir kelincahan, sihir itu tidak ada apa-apanya bagiku"ucap Drakio,
"Beruntungnya aku memiliki pasukan sepertinya hahahah"ucap Rasydo,
"Sudahlah, lagipula tanpa ketua, yang ada aku hanya membuang-buang energiku ahahahah"ucap Drakio,
"Lalu sekarang bagaimana?"tanya Rasydo,
"Tentu saja, kita akan mengakhiri penderitaan kalian"ucap Smarta,
"Kuharap setelah ini tidak ada lagi serangan"ucap Drakio,
"Tenang saja, kau bisa mempercayakan oada kami"ucap Harnely,
"Selama ada Smarta, alien apapun itu pasti sangat mudah hahahh"ucap Geani,
"Padahal aku babak belur tadi huft"pikir Smarta,
"Ehm, bagaimana kalau kita segera menyelesaikannya saja?"tanya Rasydo,
"Kau benar, ayo kita selesaikan"ucap Smarta.
"Kuharap semua ini berakhir sampai disini saja"pikir Drakio dengan sedikit gugup,
"Aku percayakan pada kalian"pikir Rasydo,
"Kita pasti akan segera mengakhiri penderitaan kota ini"pikir Smarta.
__ADS_1
Lalu mereka memasuki portal kelima, yaitu portal terakhir bersama-sama.