
Setelah lewat beberapa hari, saat itu mereka telah menelusuri hampir seluruh kota itu, dan kini sudah saatnya bagi mereka untuk kembali.
"Hoaaam.....*melihat sekitar*..hmm? di mana yang lainnya?"ucap Smarta,
" *membuka pintu* Akhirnya kau bangun juga, cepatlah semua sudah menunggumu"ucap Frow,
"Apa yang terjadi?"tanya Smarta,
"Sudah ikuti saja,kau pasti akan terkejut"ucap Frow.
Dengan sedikit keraguan Smarta mengikuti Frow keluar.
" *melihat ada banyak orang* apa yang akan kita lakukan di tengah keramaian ini?"tanya Smarta,
"Ehm...mengenai itu..."ucap Frow sambil melirik Ghis,
"Hmm? aku tidak mengerti"ucap Smarta,
" *melempar suatu permata* pakai itu"ucap Ghis,
"Hmm? apa ini?"tanya Smarta,
"I-i-itu.....hey bocah jangan ragu, langsung terima saja!!!"ucap Blager,
'Ini permata apa?'pikir Smarta,
"Sudah terima saja, itu akan sangat berguna nantinya"ucap Blager,
'Apa yang kau bicarakan?'pikir Smarta,
"Ehmm...apakah kau akan menerimanya?"tanya Ghis,
"Aku masih tidak mengerti mengapa kalian melakukan perkumpulan ini jika hanya untuk memberikanku ini"ucap Smarta,
"Tentu saja, sudah seharusnya bagi kami untuk menghormati orang yang menolong kami"ucap Ghis.
"Ngomong-ngomong di mana teman-temanku?"tanya Smarta,
"Oohh mereka ad–"ucap Ghis.
"Waah ramai sekali di sini, sepertinya semua sudah siap"ucap Harnely yang baru saja datang,
"Ehm....sebenarnya apa ini?"tanya Smarta,
"Kristal itu akan melindungimu dari serangan seperti pakaian tempur"ucap Harnely,
"Bagaimana mungkin?"ucap Smarta,
"Tentu saja itu merupakan salah satu warisan rahasia kami sejak dulu, dan hanya orang-orang tertentu saja yang akan kami berikan"ucap Frow,
"Dasar...padahal masih banyak yang lebih layak untuk menerima ini"ucap Smarta,
"Sudah jangan begitu, terima saja bocah!!!"ucap Blager,
"Huft....baiklah aku akan menerimanya"ucap Smarta,
"Baguslah"ucap Ghis.
Lalu Ghis mengeluarkan sihir yang kuat dan segera menyerang Smarta dengan kekuatan penuh.
'Hei hei apa yang mereka laku–'pikir Smarta,
"Jangan bergerak, diam saja di tempat"ucap Blager.
Sebelum sihir tersebut mengenai Smarta, tiba-tiba kristal tersebut mengeluarkan suatu energi yang menyelimuti Smarta, dan dengan mudahnya sihir Ghis ditahan.
"Huh? apa yang terjadi?"ucap Smarta,
__ADS_1
"Itulah kekuatan sejati dari sisik kami, ngomong-ngomong kami sudah sudah payah membuatnya, kuharap kau mau menerimanya"ucap Goslimo,
"Pantas saja kalian menyuruh kami untuk menunggu beberapa hari di sini ahahah"ucap Smarta,
"Bukan hanya itu, kami bahkan sudah membuatkan sesuatu untuk kalian"ucap Frow,
'Aku penasaran apa yang hendak mereka berikan'pikir Smarta.
"M-mungkin ini tidak seberapa, setidaknya agar kalian mengingat kami"ucap Frow,
"I-ini..."ucap Smarta,
"Mungkin tidak terlalu bagus, namun aku harap kalian mau menerimanya"ucap Ghis.
Mereka memberikan suatu kalung yang tidak begitu berharga, namun memiliki sesuatu yang berharga.
"Kalung?hmm baiklah, aku rasa ini sudah cukup"ucap Smarta,
"Tenang saja, itu adalah hal terakhir yang ingin kami berikan pada kalian, terima kasih ya sudah menolong kami"ucap Frow,
"Tenang saja, lagipula kami sangat senang jika bisa membantu"ucap Smarta,
"Aku tidak menyesal menyerahkannya pada kalian"ucap Frow dengan sangat senang,
"Sepertinya ini saatnya bagi kita untuk melanjutkan perjalanan, apakah ada yang ingin kau cari lagi?"tanya Harnely,
"Hmm mungkin itu semua sudah cukup, namun sayangnya tidak ada yang bisa kuberikan pada kalian"ucap Smarta,
"Jangan khawatir, keselamatan kami saja sudah lebih berharga dibandingkan apa yang kami berikan"ucap Frow,
"Tidak mungkin ahahahah"ucap Smarta.
Lalu mereka tertawa dengan sangat bahagia untuk beberapa waktu hingga Geani datang.
"Apakah semua sudah?"tanya Harnely,
"Tenang saja, aku sudah selesai"ucap Geani,
"Tentu saja berkeliling ahahahah"ucap Geani,
"Hmm...sepertinya semua sudah siap, kami rasa kami akan berangkat sekarang"ucap Smarta,
"Berhati-hatilah, kami akan sangat merindukan kalian"ucap Frow,
"Kami juga, semoga kita bisa bertemu lagi nanti"ucap Smarta.
Setelah berpamitan, mereka pun pergi dan melnjutkan perjalanan mereka.
"Sepertinya mereka sudah pergi"ucap Goslimo,
"Kau benar"ucap Frow,
"Namun di otakku tidak pernah terlintas rencana seperti itu"ucap Goslimo
"Yang terpenting kita sudah melakukab tugas kita di sini"ucap Frow,
"Saatnya untuk pergi"ucap Goslimo,
"Kau benar"ucap Frow.
"Namun aku tidak menyangka rupanya dialah orang yang dibicarakan oleh peramal itu"ucap Ghesto,
"Kau sudah sadar?"tanya Goslimo,
"Dasar...aku hampir mati saat itu tau"ucap Ghesto,
"Hmm mau bagaimana lagi? hanya itu saja satu-satunya cara agar tidak ketahuan"ucap Frow,
__ADS_1
"Mengapa kita tidak langsung memberikannya saja?"tanya Ghesto,
"Dia benar, seharusnya kau langsung memberikannya saja padanya"ucap Groin,
"Dasar kalian ini, bagaimana kalau ternyata bukan dia orangnya?"tanya Frow,
"Hmm pemikiran yang bagus, baiklah ayo kita kembali"ucap Groin.
Lalu beberapa saat setelah Smarta dan temannya pergi, tempat tersebut menghilang.
"Hmm?hawa keberadaan mereka sudah menghilang"ucap Smarta sambil menoleh ke belakang,
'Pantas saja ahahahah'pikir Blager,
'Aku tidak menyadarinya, rupanya itu mereka'pikir Whiger,
"Hmm sepertinya kau benar, mungkin agar tempat mereka tidak diketahui oleh musuh"ucap Harnely,
"Hmm sepertinya itu masuk akal"ucap Geani,
"Bahkan dengan menghilangkan hawa keberadaan mereka?"tanya Smarta,
"Tentu saja, dengan begitu semua akan aman"ucap Geani,
"Begitu ya..."ucap Smarta.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka, yaitu menjelajahi dunia.
#Markas alien slayer
" *memasuki ruangan* huft...."ucap Gradzio,
"Kau bertemu alien yang kuat lagi?"tanya Fanin,
"Seperti biasa"ucap Gradzio.
Untuk beberapa saat Gradzio hanya terdiam saja.
"Apakah kau merindukannya?"tanya Fanin,
"Apa yang kau bicarakan?"tanya Gradzio,
"Sudah lama kau ssperti itu, namun baru kali ini aku melihat ekspresi mu saat diam, apakah ada yang mengganjal?"tanya Fanin,
"Aku hanya penasaran apakah mereka baik-baik saja di luar sana"ucap Gradzio,
"Tentu saja, mereka adalah anak-anak yang kuat"ucap Fanin,
"Meski menjelajahi seluruh daerah ini?"tanya Gradzio,
"Apakah kau takut mereka akan bertemu dengan ras makhluk unik?"tanya Fanin,
"Entahlah, aku rasa begitu"ucap Gradzio,.
"Ras itu sudah musnah sejak lama, mana mungkin makhkuk itu masih ada?"ucap Fanin,
"Tentu saja, karena keahlian sembunyi mereka bukan?"ucap Gradzio,
"Itu benar, namun aku penasaran dengan wujud dari makhluk unik itu"ucap Geani,
"Bukankah sudah ada di buku?apa yang kau ragukan lagi?"tanya Gradzio,
"Emm bukan ragu, namun aku merasa bahwa ada wujud lain yang disembunyikan"ucap Fanin,
"Huft sudahlah, untuk saat ini sepertinya aku hanya bisa berharap mereka baik-baik saja"ucap Gradzio sambil meninggalkan ruangan Fanin.
'Hmm makhluk unik.....'pikir Fanin sambil mengambil suatu buku yang membahas mengenai makhluk unik,
__ADS_1
" *membaca* ooh jadi begitu ya...pantas saja ia sangat khawatir ahahaha"ucap Fanin.
Pada buku yang dibaca Fanin terdapat suatu pernyataan yang tidak bisa dipungkiri di mana bahwa makhkuk unik pada dasarnya sudah musnah, dan hanya beberapa orang saja yang dapat melihatnya.