
Para alien tersebut menyerang mereka dari segala arah, namun dengan arahan dari orang itu mereka dapat menahan segala serangan tersebut.
"Seperti biasa, tebasan angin memanglah merepotkan"ucap Smarta,
"Jangan banyak bicara, salah sedikit saja bisa berakibat fatal"ucap orang itu,
"Syukurlah aku sering melatih sihir anginku"ucap Harnely,
"Semangatlah kalian"ucap Geani,
"Bagaimana bisa dengan mudahnya kau bersembunyi disekitar kami?"tanya orang itu,
"Hehehe aku tidak ahli sihir angin"ucap Geani dengan santainya,
"Huft sudahlah yang penting kita bisa menangani mereka semua"ucap Harnely,
"Hey Geani apakah kau lupa apa jadinya jika kau tidak membunuh alien sama sekali?"tanya Smarta,
"Tentu saja tidak akan mend–"ucap Geani yang tiba-tiba menyadari sesuatu,
"Huh?kenapa kau di–"ucap Smarta.
(power increase)
"Siaal!!! kenapa tidak kau katakan sejak awal!!!!"teriak Geani.
Sebagian besar dari alien tersebut telah dibantai oleh Geani seorang diri sementara mereka hanya bisa menontonnya saja sembari membantai beberapa alien.
"Tidak kusangka sihir kekuatan dapat menahan sihir tebasan"ucap orang itu,
"Aku harap bisa melakukannya juga"ucap Harnely,
"Bukan hanya dia saja yang bisa hahahah"ucap Smarta.
Smarta menggunakan sihir yang sama, namun dikombinasikan dengan sihir kecepatannya.
"Sial rupanya dia lebih gila, namun aku merasa seperti pernah melihatnya disuatu tempat"pikir orang itu,
"Dasar kalian ini.....SISAKAN BEBERAPA ALIEN UNTUKKU!!!!!"teriak Harnely.
Setelah kumpulan alien tersebut berhasil dibantai, mereka akhirnya bisa bersantai untuk beberapa waktu.
"Apakah hal ini sering terjadi?"tanya Harnely,
"Begitulah, setiap pagi mereka menyerang kota hingga siang haru"ucap orang itu,
"Apakah hal ini sudah berjalan sejak lama?"tanya Smarta,
"Sebelumnya hal ino tidak pernah terjadi, namun sejak tahun lalu entah kenapa kami sering diserang oleh alien dengan tipe yang berbeda-beda"ucap orang itu,
"Apakah ada informasi mengenai penyebab dari serangan alien tersebut?"tanya Smarta,
"Entahlah, kami masih mencoba untuk mencari tahunya"ucap orang itu,
"Jadi begitu ya...."ucap Geani,
"Ngomong-ngomong, sepertinya ini bukan pertama kalinya kita bertemu bukan?"tanya Smarta,
"Oh iya kau benar, namaku Drakio, kau Smarta bukan?"ucap Drakio,
"Sudah kuduga, rupanya kau yang waktu itu"ucap Smarta yang sudah menduganya sejak awal,
"Hmm?kapan kalian pernah bertemu?"tanya Harnely,
__ADS_1
"Saat itu kami bertemu sebagai musuh di turnamen Fikhyasrhi"ucap Drakio,
"Turnamen apa itu?aku tidak pernah mendengarnya sebelumnya"ucap Geani,
"Aku juga tidak tahu, namun yang pasti orang-orang disana sangat unik"ucap Smarta,
"Hmm?aku tidak mengerti"ucap Geani,
"Yang pasti sebagian besar dari mereka tidak menggunakan drive seperti kita, mereka menggunakannya pada senjata mereka"ucap Smarta,
"Bagaimana mungkin?bukankah seharusnya drive digunakan pada tubuh?"tanya Geani,
"Ehm singkatnya kami menggunakan drive pada senjata kami, jadi bisa dibilang sebagai penguat senjata"ucap Drakio,
"Bagaimana dengan ini?"tanya Harnely sambil memperlihatkan pedangnya,
"Waah kau benar, bentuknya tidak jauh dari pedang bukan?"ucap Geani,
"Ehm tentu saja berbeda, pedang yang kugunakan cukup tebal, sedangkan pedang kalian itu ehhmmm....sepertinya lebih tipis"ucap Drakio sambil memperlihatkan pedangnya.
Karena penasaran, Harnely mencoba membawa pedang milik Drakio untuk melihat perbedaan dari pedangnya dengan pedang milik drakio.
"Ughh aaaah sial berat sekali"ucap Harnely,
"Benarkah?padahal ini masihlah sangat ringan"ucap Drakio,
"Bagaimana mungkin kau bisa membawa pedang seberat ini?"tanya Harnely dengan terkejut,
"Ehm itulah yang kukatakan, drive"ucap Drakio,
"Soul drive?"tanya Geani,
"Ehm bukan, kami menyebut drive kami dengan sebutan weight drive"ucap Drakio,
"Tentu saja tidak, kami hanya mengubah berat pada senjata yang kami gunakan"ucap Drakio,
"Aku tidak mengerti, jadi bagaimaan caramu menggunakan drive itu?"tanya Smarta,
"Entahlah, yang pasti kau hanya perlu wush wush sring dan huhhh dan akhirnya duarr alien tersebut terbelah dengan mudah tanpa perlu mengeluarkan tenaga yang banyak"ucap Drakio,
"Apakah kau mengerti?"tanya Geani,
"Entahlah, aku tidak mengerti"ucap Harnely,
"Kalian tidak perlu berusaha untuk memahaminya hahah, lagipula ini bukanlah yang harus kalian kuasai"ucap Drakio,
"Lalu apakah kau sudah menemukan akar dari permasalahan ini?"tanya Smarta,
"Entahlah, aku masih belum menemukannya, sudah hampir dua tahun berlalu"ucap Drakio,
"Tunggu dulu.tua tahun tanpa henti!!???"ucap Geani,
"Iya, itu benar, memangnya kenapa?"tanya Drakio dengan bingung,
"Sial tidak kusangka kita beruntung teman"ucap Geani,
"Tunggu dulu, apa yang kalian bicarakan?"tanya Drakio,
"Coba beritahu kami, berapa tingkat kekuatanmu sekarang?"tanya Geani,
"Ehmm entahlah aku tidak tahu"ucap Drakio,
"Kau tidak mengetahuinya?tidakkah ada alat untuk mengeceknya?"tanya Geani,
__ADS_1
"Entahlah, aku tidak menget–"ucap Drakio,
"5000/12000!!???"ucap Harnely setelah mengecek alatnya,
"Astaga...yang benar???"tanya Geani,
"Huh?apa yang kalian bicarakan?"tanya Drakio,
"Lupakan saja, sekarang katakan dimana alien yang jumlahnya paling banyak jumlahnya?"tanya Geani,
"Tentu saja disini"ucap Drakio,
"Kau tenang saja daerah sini biar kami saja yang berjaga mulai besok, kau dan Smarta cobalah mencari solusi agar serangan alien ini berhenti"ucap Geani,
"Tunggu dulu kenapa tiba-tiba?"tanya Harnely,
"Kau ingin menjadi kuat kan?inilah saatnya"ucap Geani,
"Ehm baiklah terserah kau saja"ucap Harnely,
"Lalu apa yang harus aku cari tahu?"tanya Smarta,
"Untuk sekarang mengapa kita tidak ke kotaku saja untuk beristirahat?"tanya Drakio,
"Apakah hal itu memungkinkan?"tanya Smarta,
"Tenang saja, aku bisa membantu kalian untuk hal itu"ucap Drakio,
"Sepertinya tidak buruk, namun apakah boleh?"tanya Smarta,
"Tentu saja, mereka pasti senang ada bantuan"ucap Drakio,
"Baiklah kalau memang tidak ada masalah, kami akan ikut"ucap Smarta.
Lalu mereka bersama-sama menuju kota dimana Drakio tinggal, yaitu Weight Town, sesampainya disana mereka bertemu dengan penjaga gerbang.
"Syukurlah anda selamat tuan"ucap penjaga gerbang,
"Terima kasih atas kerja kerasmu, tetap pertahankan gerbang dari para alien"ucap Drakio,
"Baik tuan"ucap penjaga gerbang.
Lalu mereka memasuki kota Weight Town.
"Kotanya tidak jauh berbeda dengan kota kita"ucap Geani,
"Hmm kau benar, namun ada sedikit perbedaan dimana di kota ini sebagian besar isinya pepohonan"ucap Harnely,
"Kau benar, namun aku merasa ada yang aneh"ucap Geani,
"Kau tidak sendiri yang merasa begitu"ucap Smarta dengan nada pelan,
"Hey bocah, berhati-hatilah dengan sekitarmu"ucap Blager,
"Apakah ada yang aneh dengan kota ini?"tanya Smarta,
"Entahlah, aku hanya merasa kalau tempat ini bukanlah kota yang dikatakan orang itu"ucap Blager,
"Ini bukan kota yang asli?"tanya Smarta,
"Aku tidak dapat memastikannya, namun sepertinya benar"ucap Blager,
"Baiklah, akan kuingat itu"ucap Smarta.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu berjalan, mereka berhenti pada sebuat rumah yang sedikit tua.