
Setelah perlawanan tersebut, kami beristirahat ditengah perjalanan, namun karena bahaya bisa datang kapan saja, maka kami memutuskan untuk beristirahat secara bergantian agar kendaraan tersebut tetap berjalan meski kami beristirahat.
"Aku tidak yakin kita bisa bertahan dengan kondisi seperti ini"ucap Barnly,
"Tidak apa, aku masih bisa tertarung, lagipula tersisa satu hari lagi sebelum kita sampai disana"ucap Gradzio,
"Kalau begitu aku akan mempercayakan padamu pengawal untuk semua keputusan yang akan diambil"ucap Barnly,
"Tenang saja, untuk sekarang kau beristirahatlah, sekalian kau lindungilah istrimu dari dalam, biar aku berjaga dari luar seperti sebelumnya"ucap Gradzio,
"Baiklah"ucap Barnly,
Namun untungnya aku menyadarinya saat itu ada yang aneh dari tuan Barnly.
"Tunggu, aku merasa ada yang aneh"ucap Gradzio,
"Apakah itu tuan?"tanya Barnly,
"CEPAT MENJAUH!!!"ucap Gradzio secara tiba-tiba.
Beberapa saat kemudian suatu tebasan menghampiri kendaraan tersebut, dengan mengerahkan tenagaku semua tebasan dapat kutangkis bersama tuan Barnly, namun kondisi kami saat itu benar-benar lemah akibat ledakan sebelumnya.
Lalu alien tersebut menyerang kami dalam jumlah banyak, saat itu kami berusaha sekeras mungkin untuk melindungi kendaraan. Namun sayangnya kendaraan tersebut mulai mengeluarkan asap hingga meledak, namun sebelum itu kami berhasil mengamankan nyonya Srinly.
"Sial, bagaimana mungkin mereka menyadari keberadaan kita"pikir Gradzio,
"Sepertinya akibat ledakan tadi"ucap Barnly,
"Mungkin saja ada sesuatu yang membuat mereka mengenali keberadaan kita ditengah badai salju seperti ini"ucap Gradzio.
Setelah aku mengamati, rupanya masalah tersebut berasal dari tuan Barnly yang memiliki aura yang mirip seperti ledakan tadi.
"Apa yang terjadi dengan tubuhmu tuan?"tanya Gradzio,
"Aku tidak tahu, aku merasa kalau tenagaku semakin habis di setiap waktunya"ucap Barnly,
"Sial sudah kuduga, sepertinya alien tersebut belum mati"pikir Gradzio.
Beberapa saat kemudian alien yang menyebabkan ledakan tersebut kembali lagi pada kami, akan tetapi ia melihat nyonya Srinly yang sedang lemah. Alien tersebut hanya tersenyum, lalu merapalkan sesuatu yang membuat aura yang terdapat pada tuan Barnly berpindah pada nyonya Srinly.
Sebelum hal itu terjadi aku sudah membunuh alien tersebut, namun semua tidak sesuai dengan dugaanku, ternyata alien tersebut bertambah kuat seiring berjalannya waktu, dan alasan kekuatanku habis setelah terkena ledakan tersebut, nampaknya aku juga terkena efeknya.
"Sial, rupanya ia hanya mengincar kekuatan kami"pikir Gradzio,
__ADS_1
"Alien yang merepotkan"ucap Barnly,
"Hahahahah, sepertinya aku mulai merasakannya"ucap alien tersebut,
"Apa yang terjadi?dia bisa berbahasa manusia?"tanya Barnly,
"Kalianlah yang merenggut bahasa kami, bukan kami yang merenggutnya"ucap alien tersebut dengan kesal lalu melesat dengan cepat ke arah tuan Barnly.
Aku berhasil menangkis dan memberikan serangan dadakan padanya yang membuat aura yang terdapat pada kami menghilang, lalu alien tersebut kabur dengan cepat.
"Sial dia lolos dari kita"ucap Gradzio,
"Tidak apa, untuk sekarang aku merasa lebih baik, mungkin efek sihir itu sudah musnah"ucap Barnly,
"Sepertinya benar"ucap Gradzio,
Karena saat itu aku sudah memeriksa keadaan kami, dan nampaknya semuanya baik-baik saja, sehingga kami bisa sampai di kota Down Town dengan selamat meskipun tanpa kendaraan tersebut.
#Masa Kini
"Lalu?hanya begitu saja?"tanya Smarta,
"Itu benar"ucap Gradzio,
"Memang kami sampai sedikit terlambat, namun untungnya badai tersebut belum terlalu parah"ucap Gradzio,
"Lalu?"tanya Smarta,
"Lalu?maksudmu apa?"tanya Gradzio dengan bingung,
"Apa yang kau sesalkan?"tanya Smarta,
"Aku hanya berharap saat itu aku sudah membunuh alien tersebut"ucap Gradzio,
"Jangan bilang kalau?"ucap Smarta.
Gradzio hanya bisa mengangguk dan tidak dapat melakukan apapun.
"Jadi selama kau menjadi seorang pemburu kau hanya memiliki tujuan untuk membunuh alien tersebut?"tanya Smarta,
"Begitulah, namun sayangnya aku tidak pernah bertemu alien tersebut hingga saat ini"ucap Gradzio dengan kesal,
"Mengapa tidak kau lacak saja aura sihir tersebut?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Tidak dapat kulakukan, aura sihir tersebut memiliki hubungan yang sangat kecil terhadap penggunanya sehingga sangat sulit untuk melacak sihir tersebut ditengah-tengah kumpulan sihir diluar sana"ucap Gradzio,
"Hmm sepertinya itu benar, aku tidak dapat menyangkal hal itu"ucap Smarta,
"Andai saja aku membunuh alien tersebut"ucap Gradzio dengan kesal,
"Hei Blager"pikir Smarta,
"Ada apa bocah?"tanya Blager,
"Apakah kau mengetahui sihir untuk melacak pengguna dari suatu sihir?"tanya Smarta,
"Tentu saja, itu sangat mudah"ucap Blager,
"Apakah kau yakin?"tanya Smarta,
"Huft, tentu saja dasar kau ini"ucap Blager,
"Lalu apakah kau mengetahui lokasi pengguna sihir yang membuat sihir aneh pada Harnely?"tanya Smarta,
"Aku tidak tahu"ucap Blager,
"Jadi begitu"ucap Smarta dengan sedih,
"Namun aku tahu ciri-ciri sihir tersebut, tentu saja bisa bocah"ucap Blager,
"Mengapa kau tidak katakan padaku?"tanya Smarta dengan kesal,
"Salahmu sendiri bocah tidak menanyakannya padaku"ucap Blager,
"Smarta?"tanya Gradzio dengan bingung,
"Ehm apa?"tanya Smarta,
"Hanya itu saja yang bisa kuceritakan"ucap Gradzio,
"Hmm sepertinya ada kecil kemungkinan bahwa kita bisa menemukan alien tersebut"ucap Smarta,
"Benarkah?"tanya Gradzio,
"Apakah kau yakin?bahkan aku sendiri tidak bisa melacak sihir itu"ucap Fanin,
"Aku masih tidak yakin akan hal ini, namun ada kemungkinan bahwa ini akan berhasil"ucap Smarta,
__ADS_1