Unique Power

Unique Power
15[] Pertarungan Final


__ADS_3

Setelah pertandingan selesai, maka sekarang sudah waktunya untuk final, dimana terdiri dari 4 orang, untuk menuju final setiap peserta akan bertarung satu sama lain di arena yang sudah disediakan, kini keempat peserta yang tersisa akan diberikan waktu untuk beristirahat.


"Huft sepertinya aku terlalu khawatir"gumam Smarta,


"Apa ada yang salah?"tanya Gradzio yang muncul dibelakang Smarta,


"Hai bagaimana turnamenmu?"tanya Smarta,


"Berjalan dengan lancar, untungnya aku dan Klinto berada di grup yang berbeda, jadi kami tidak akan bertarung satu sama lain"ucap Gradzio,


"Baiklah semoga beruntung"ucap Smarta memberi semangat,


"Baiklah sampai jumpa"ucap Gradzio sambil menghilang dari pandangan Smarta.


Setelah terlewat beberapa waktu, seorang pria muncul di arena sambil membawa kertas di tangannya,


"Akhirnya tiba saatnya final, sebelum turnamen dimulai saya akan memanggil masing-masing peserta dengan jumlah kekuatannya agar peserta lain bisa menyerah apabila ingin mengetahui kekuatan lawan sebelum turnamen dimulai"ucap pria tersebut


"Baiklah agar tidak membuang-buang waktu saya langsung membacakan saja nama-nama peserta yang akan bertarung.


Peserta pertama,Pristemo pengguna Hand Drive dengan kekuatan 700/896,


Grindelo pengguna Speed Drive dengan kekuatan 670/913,


Drakio pengguna Sword Drive dengan kekuatan 500/900,


dan Smarta pengguna Soul Drive dengan kekuatan 400/500. Para peserta silahkan menuju arena"ucap Pria itu.


"Soul Drive?apakah ini ulahmu?"tanya Smarta,


"Tentu saja, jika tidak maka kau akan mendapat masalah"ucap Blager,


"Baiklah"ucap Smarta, lalu Smarta beserta ketiga peserta segera menuju arena.


"Dari kekuatan fisik memang aku lebih unggul,namun dari kekuatan Drive..."gumam Smarta,


"Tenanglah nak, bagaimanapun juga kami ini sangat kuat, kekuatan Drive 5 sudah cukup untuk membantai mereka bertiga sekaligus"ucap Whiger,


"Baiklah aku percaya pada kalian"ucap Smarta.

__ADS_1


Lalu turnamen semi final pun dimulai. Pristemo melesat menuju Drakio, sedangkan Grindelo melesat menuju Smarta, mereka semua pun bertanding dengan sangat sengit, Smarta berusaha menyerang Grindelo, akan tetapi serangannya tidak bisa mengenainya sedikitpun,


"Sepertinya Speed Drive tidak bisa diremehkan"pikir Smarta, sesaat setelah berpikir tiba-tiba Grindelo berada dibelakang Smarta,


"Kau dari tadi menyerang apa?"tanya Grindelo,


"Tentu saja menyerangmu"ucap Smarta.


Selama Smarta berbicara kepada Grindelo ia sudah memegang erat tangan Grindelo agar ia tidak bisa lari.


"Apa yang...."pikir Grindelo.


Lalu Smarta memukulnya sekuat mungkin hingga ia terpental,


"Sepertinya aku terlalu meremehkanmu hahaha"ucap Grindelo.


Lalu Grindelo mengeluarkan aura berwarna biru, seketika kecepatannya yang meningkat pesat menyebabkan gerakannya tidak bisa dilihat oleh Smarta,


"Dimana dia?"pikir Smarta,


"Sepertinya aku harus turun tangan"ucap Blager.


Disaat Grindelo bergerak dengan cepatnya,Smarta berada di sampingnya,


"Sampai kapan kau akan melakukan itu?"tanya Smarta,


"Bagaimana mungkin???"pikir Grindelo dengan begitu kaget.


Lalu Smarta menyerangnya tepat di bagian bawah di antara kedua dadanya, menyebabkan ia pingsan. Setelah itu Smarta menuju Pristemo dan Drakio.


Namun diluar dugaan, mereka berdua tidak ada yang terluka sedikitpun, karena masih kebingungan tiba-tiba mereka berdua melesat menuju Smarta dengan tangan dan pedang yang mengeluarkan aura biru,


"Hei apa-apaan ini?"tanya Smarta,


"Tenang saja,sebentar lagi tidak akan sakit"ucap Pristemo,


"Hei apakah ini diperbolehkan?"teriak Smarta,


"Sepertinya kau lupa peraturan pertandingan ini"ucap Drakio.

__ADS_1


Lalu Smarta baru ingat akan peraturan itu,


"Sial aku melupakannya"pikir Smarta.


Lalu Pristemo melesat menuju Smarta lalu hendak memukul Smarta, namun Smarta segera mundur ke belakang, disaat ia mundur ke belakang tiba-tiba Drakio menebasnya dari belakang.


Tubuh Smarta mengeluarkan banyak darah,disaat yang bersamaan Pristemo dan Drakio menyerangnya,


"Apakah aku akan berakhir disini?tidak...aku tidak akan menyerah......"pikir Smarta.


Lalu tubuh Smarta mengeluarkan aura berwarna biru dan pisaunya mengeluarkan cahaya berwarna ungu.


"Bintang ungu!!!??"pikir Pristemo,


"Bagaimana mungkin??"pikir Drakio.


Disaat mereka sedang terkejut, Smarta menyerang Pristemo dengan menusuknya dengan pisaunya,


"Uhukk..."Pristemo batuk mengeluarkan darah,


"Dia bukanlah wanita biasa"pikir Drakio.


Lalu Drakio mengeluarkan aura ungu pada pedangnya lalu melesat menuju Smarta, semua serangannya ditangkis oleh Smarta,


"Hanya segini saja?"tanya Smarta,


"Jangan sombong dulu!!!"ucap Drakio.


Aura yang dipancarkan pedang Drakio membentuk menjadi sambungan sehingga pedangnya memanjang,


"Sepertinya main-main sudah berakhir"ucap Drakio.


Lalu Smarta melesat namun terlihat seperti membabi buta, lalu Drakio segera menebasnya karena berpikir demikian.


Namun diluar dugaan, aura pedangnya menghilang dan pedangnya patah,


"Pedangkuuu!!!"teriak Drakio.


Lalu Smarta menebas pria itu sama seperti ia menebasnya, lalu pria itu mati. Maka pertandingan dimenangkan oleh Smarta.

__ADS_1


__ADS_2