
Tiba-tiba terdapat penghalang di sekitar kota yang membuat tidak ada seorang pun yang dapat memasuki kota.
"SIAAL!!!!aku terlambat menyadarinya"ucap Glim dengan sangat kesal,
"Apa yang terjadi?"tanya Geani,
"Pantas saja tidak ada portal"ucap Grem,
"Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Geani,
"Tidak ada yang bisa kita lakukan selain bertahan dari para alien ini"ucap Roin,
"Kau benar, BERTAHANLAH KALIAN SEMUA!!"teriak Grem,
"BAIK KETUA!!!"teriak semua pasukan.
Sementara itu, Smarta berhasil sampai ke rumah Glim, namun sudah terdapat suatu penghalang yang membuatnya tidak dapat memasuki rumah itu.
"Sudah kuduga"ucap Whiger,
"Sepertinya ada seseorang di dalam sana"ucap Smarta,
"Tentu saja"ucap Whiger.
Smarta menyentuh penghalang tersebut dan berhasil menghilangkan penghalang itu dengan bantuan dari Whiger. Lalu Smarta memeriksa ke dalam rumah itu, ia menemukan adik Glim disana.
"Apakah kau tidak apa?"tanya Smarta,
"Aku baik-baik saja, namun ayahku!!!"ucap Dalim sambil menangis,
"Tenanglah, ayahmu pasti baik-baik saja"ucap Smarta.
Beberapa saat kemudian, terdengar suatu langkah kaki dari ruangan Besno.
"Selamat karena berhasil bertahan dari serangan alien"ucap seseorang,
"Suara ini??sepertinya aku mengenalnya"pikir Smarta.
Dan benar saja, orang tersebut adalah orang asing yang ia temui di Down Town.
"Kau?"ucap Smarta,
"Sepertinya ini bukan pertama kalinya bagimu"ucap Tanim,
"Apa yang kau lakukan disini?"tanya Smarta,
"Tenang saja, aku datang dengan damai, ngomong-ngomong, aku tidak mengacau disini"ucap Tanim,
"Dia benar"ucap Besno,
"Ayah!!!"teriak Dalim sambil berlari dan memeluk Besno,
"Tenanglah nak, ayah baik-baik saja"ucap Besno,
"Lalu bagaimana dengannya?"tanya Smarta,
"Dia bukanlah musuh, dia bahkan melindungiku dari alien yang masuk ke ini"ucap Besno,
"Lalu bagaimana dengan penghalang itu?"tanya Smarta,
"Pertanyaan yang bagus, kau pasti mengira bahwa aku yang membuatnya bukan?"ucap Tanim,
"Jadi kau bukanlah orang yang membuat sihir penghalang itu?"tanya Smarta,
"Tentu saja bukan, sihir itu dibuat oleh alien"ucap Tanim,
"Bagaimana mungkin?aku pikir alien tersebut sudah mati"ucap Smarta,
"Ia hanya mati, namun tubuhnya masih ada bukan?"ucap Tanim,
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud"ucap Smarta,
"Intinya ada alien lain di kota ini"ucap Tanim,
"Bagaimana caraku menemukan alien itu?"tanya Smarta,
"Entahlah, aku juga belum menemukan solusi"ucap Tanim,
"Mungkinkah itu bukan alien?"tanya Besno,
"Hmm kau benar, biasanya alien mudah dikalahkan, namun entah kenapa mereka kesulitan mengalahkan satu alien"ucap Tanim,
"Sepertinya kau benar, mahkluk itu bukanlah alien"ucap Smarta,
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"tanya Besno,
__ADS_1
"Tentu saja, kita cari alien itu"ucap Tanim,
"Di kota seluas ini?apakah kau yakin?"tanya Smarta,
"Tentu saja, ambillah ini"ucap Tanim sambil melemparkan suatu alat pada Smarta,
"Alat apa ini?"tanya Smarta,
"Itu hanya sekali pakai, gunakanlah pada penghalang itu, aku sarankan nanti setelah kau berhasil mengalahkan alien itu"ucap Tanim lalu menghilang dari pandangan mereka,
"Sepertinya ini akan sedikit sulit"ucap Smarta,
"Tenang saja, aku bisa melindungi diriku sendiri dan anakku"ucap Besno,
"Benarkah?syukurlah"ucap Smarta dengan lega,
"Berhati-hatilah"ucap Besno,
"Baiklah, kalian juga"ucap Smarta.
Dengan cepat Smarta segera melesat keluar dan berkeliling dengan cepat ke segala sisi kota.
"Tidak kusangka rupanya alien ini bisa menghilangkan hawa keberadaan hahahah"ucap Blager,
"Jangan senang dulu, kita masih perlu membunuhnya"ucap Whiger,
"Hmm kau benar...kalau begitu"ucap Blager sambil keluar dari permata, begitu pula dengan Whiger,
"Kalian....apakah kalian yakin?"tanya Smarta,
"Tenang saja, berkat penghalang itu sepertinya kami mudah berkeliling"ucap Whiger,
"Baiklah kalau begitu"ucap Smarta.
Dengan bantuan Blager dan Whiger, Smarta dapat lebih mudah memeriksa seluruh tempat untuk mencari alien yang sedang bersembunyi.
"Kota ini sangat luas, aku tidak boleh berlama-lama disini"pikir Smarta.
Tiba-tiba suatu serangan api hampir mengenai Smarta.
(Smarta menghindari beberapa serangan api)
(Tiba-tiba serangan pedang mendadak pengarah padanya)
"Tidak ada penggunanya???"pikir Smarta,
"Nak kau mendengarku?"ucap Whiger,
"Aku mendengar kalian"ucap Smarta,
"Sepertinya aku mengalami masalah disini"ucap Whiger,
"Bukan hanya kau saja astaga, bahkan aku juga begitu"ucap Blager,
"Kaliam sudah menemukannya?"tanya Smarta sembari menangkis beberapa serangan yang cepat,
"Tentu saja, namun kami sedikit kesulitan"ucap Blager,
"Ada sesuatu yang membuatku kesulitan juga di sini"ucap Smarta,
"Bertahanlah nak, kami tidak bisa membantu sekarang, alien itu rupanya sangat kuat"ucap Whiger,
"Baiklah"ucap Smarta,
"Mengapa kau bilang begitu?"ucap Whiger dengan telepati,
"Sudahlah, kita harus mengikutinya"ucap Blager,
"Kerja bagus kalian"ucap Tanim,
"Jika kau smapa membunuhnya, aku akan menghabisi semua keturunanmu"ucap Whiger,
"Tenang saja, aku hanya ingin memastikannya demi kepastian akan keamanan"ucap Tanim,
"Selama dia tidak mati"ucap Blager,
"Baiklah"ucap Tanim.
#Sisi Smarta
Beberapa saat kemudian seseorang menyerangnya dari belakang.
TRANG........
"Pantas saja hawa keberadaan ini tidak asing, rupanya kau yang waktu itu"ucap Smarta,
__ADS_1
"Ingatanmu bagus juga"ucap Victrin,
"Mengapa kau melakukan semua ini?"tanya Smarta,
"Entahlah, aku hanya sedang emmm, itu rahasia"ucap Victrin,
"Kekuatanku tidak banyak tersisa, aku harus cepat"pikir Smarta.
Lalu Smarta dengan cepat melesat ke arah Victrin dan segera menyerangnya, namun Victrin menangkisnya hanya dengan satu tangan saja.
"Kekuatannya bukan main"pikir Smarta,
"Ayolah apakah hanya segini kekuatanmu?"ucap Victrin,
"Jangan salahkan aku ya"ucap Smarta.
Lalu Smarta meningkatkan kekuatannya pada batas maksimal.
"Kau sudah melepasnya?"tanya Tanim,
"Tentu saja, namun aku khawatir apakah dia akan baik-baik saja jika lepas kendali"ucap Blager,
"Tidak perlu khawatir, jika tidak begitu maka akan sulit mmebangunkannya"ucap Tanim,
"Kau pasti bisa mengendalikannya nak"pikir Whiger.
Kekuatan Smarta meningkat sangat pesat, bahkan aura pada dirinya telah mencapai aura kuning.
"Aura kuning ya...sepertinya itu kekuatan maksimalnya"pikir Victrin,
"Bersiaplah kau"ucap Smarta,
"Baiklah, kapanpun kau menyerang aku akan selalu siap"ucap Victrin.
Smarta melesat dengan cepat, bahkan ia berhasil melukai Victrin dengan cepatnya ia melesat.
"Wah wah baru kali ini ada yang bisa melukaiku, siapa lagi kalau bukan alien???"ucap Victrin.
Beberapa saat kemudian Smarta mulai mengeluarkan aura aneh pada dirinya yang bahkan ia sendiri tidak tahu kekuatan apa itu.
"Aura apa ini?"pikir Smarta,
"Sepertinya sudah bisa dipastikan, dia ini asli"ucap Victrin,
"Apa yang kau bicarakan hah!!!"ucap Smarta sambil melesat ke arah Victrin,
Sring.........
"Bukan hanya kekuatan, bahkan kecepatannya meningkat!??"ucap Tanim,
"Tentu saja karena dia sering berlatih bodoh!!!"ucap Blager,
"Namun ada aura yang tidak asing bagiku, bisa kalian jelaskan?"tanya Tanim,
".........."mereka berdua hanya diam saja.
Sementara itu Smarta semakin cepat seiring berjalannya waktu.
"Kekuatan yang meningkat setiap saat, sudah kuduga"ucap Victrin,
"Apa yang kau maksud?"tanya Smarta,
"Dengan ini aku dapat menyimpulkan bah–"ucap Victrin.
Akan tetapi tiba-tiba ia merasa kalau nyawanya terancam ketika hendak memberitahu Smarta suatu hal.
"Sampai kau memberitahunya aku akan membunuhmu sekarang juga"ucap Blager melalui telepati,
"Aku sudah siap membunuhmu jika sampai kau memberitahunya"ucap Whiger,
"Sial, rupanya benar"pikir Victrin.
Lalu ia menerima serangan dari Smarta yang membuatnya terluka parah.
"Ini sudah berakhir"ucap Smarta yang siap untuk membunuh Victrin,
"Hey bukankah itu berlebihan?"tanya Tanim,
"Kenapa kau tidak membantunya saja?"tanya blager,
"Kau benar"ucap Tanim.
Sebelum pisau Smarta menusuk Victrin, Tanim dengan cepat menahan serangan Smarta,
"Aku rasa itu sudah cukup"ucap Tanim sambil menahan serangan Smarta.
__ADS_1