
"Hoaam......sepertinya aku bangun terlalu pagi"pikir Harnely sambil berjalan keluar kamar,
"Selamat pagi, sepertinya anda yang bangun paling awal"ucap Roin,
"Oh, pagi...emm apa yang kau lakukan di sini?"tanya Harnely,
"Aku hanya berkeliling sembari memastikan bahwa kalian bukan musuh yang menyamar"ucap Roin,
"Jadi begitu ya, penjagaan yang bagus"ucap Harnely,
"Apakah anda tidak tersinggung?"tanya Roin,
"Tentu saja tidak, lagipula sudah seharusnya suatu keluarga yang kaya memiliki penjagaan seperti ini"ucap Harnely,
"Syujurlah kalau begitu, dan dengan ini aku yakin bahwa kalian bukanlah seorang musuh"ucap Roin,
"Jadi sejak kemarin dia masih beranggapan bahwa kami musuh?hhaahah lucu sekali"pikir Harnely,
"Kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku, sampai jumpa"ucap Roin,
"Baik"ucap Harnely.
Lalu Harnely pergi keluar untuk mencari udara segar.
"Wah wah, ada yang bangun pagi sekali"ucap Fradon,
"Hehehe, mungkin lebih tepatnya aku sulit tidur,
"Apakah ada masalah?"tanya Fradon,
"Emm tidak, hanya saja aku tidak biasa dengan tempat baru"ucap Harnely,
"Itu memang sering terjadi, ngomong-ngomong apakah kau ingin berkeliling kota?"tanya Fradon,
"Tentu"ucap Harnely.
Lalu Fradon dan Harnely berkeliling kota untuk beberapa saat sembari melihat sisi kota. Sementara itu, Geani terbangun karena kelaparan.
"Hhhhhmmh...Sial padahal aku sudah makan sangat banyak kemarin"pikir Geani.
Lalu Geani segera menuju ruang makan untuk melihat apakah ada makanan di pagi hari itu.
"Selamat pagi"ucap Glim,
"Sepertinya ada yang kelaparan juga hahahhah, duduklah nak"ucap Besno,
"Hehehe, sepertinya aku mulai lapar, apakah merepotkan jika aku ikut?"tanya Geani,
"Tentu saja tidak hahahah, bergabunglah dengan kami"ucap Besno,
"Baik"ucap Geani.
Lalu Geani ikut bergabung makan dengan Glim dan ayahnya, Besno. Geani makan banyak saat itu.
"Tidak kusangka rupanya kau banyak makan juga"ucap Glim,
"Dia adalah pemburu, makanan di luar sana sangat berbeda dari makanan kota"ucap Besno,
"Kau benar pak, di luar sana kami hanya memakan daging bakaran, itu pun tidak ada rasanya"ucap Geani,
"Pantas saja"ucap Glim,
"Sudah tidak apa, makanlah yang banyak hahahahh"ucap Besno.
Mereka pun makan hingga penuh.
"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?"tanya Besno,
"Entahlah, aku hendak mengumpulkan informasi barangkali ada yang menarik disini"ucap Geani,
"Wah wah itu bagus, oh iya mengapa tidak dengan anakku saja?"tanya Besno,
"Apakah kau yakin pak?"tanya Geani dengan berat hati,
"Tidak apa, lagipula akan lebih mudah jika ada yang membantu memberikan informasi bukan?"ucap Besno,
"Huft baiklah ayah"ucap Glim.
__ADS_1
Lalu mereka pun berjalan-jalan di kota.
"Bahasa anak itu saya rasa kurang sopan"ucap Roin,
"Itu sudah biasa, mungkin dia bukan dari keluarga ternama"ucap Besno,
"Sepertinya anda benar"ucap Roin,
"Dan sekarang tinggal satu anak yang belum bangun, banyak yang ingin aku tanyakan padanya"ucap Besno,
"Mungkin saya akan mengeceknya"ucap Roin.
Lalu Roin menuju kamar dimana Smarta berada. Namun saat sampai di sana, Smarta tidak ada.
"Hmm?mungkinkah dia keluar lebih pagi dariku?"pikir Roin sambil kembali ke ruang makan,
"Apakah dia ada?"tanya Besno,
"Sepertinya dia bangun lebih awal, aku tidak menemukannya"ucap Roin,
"Baiklah, aku akan menunggunya nanti, katakan padaku jika dia sudah kembali"ucap Besno,
"Baik tuan"ucap Roin.
#Perpustakaan
"Tidak kusangka di rumah ini ada perpustakaan, sebesar apa sebenarnya rumah ini?"pikir Smarta,
"Dan sepertinya ini akan memakan waktu lama"ucap Blager sambil keluar dan berubah menjadi manusia,
"Kau....sejak kapan?"tanya Smarta dengan heran,
"Apakah kau lupa alien waktu itu?"tanya Whiger,
"Kau juga?"ucap Smarta,
"Yah intinya semakin drivemu meningkat, akan semakin berkurang aturan bagi drive dalam membantu penggunanya"ucap Whiger.
Di suatu tempat di perlihatkan Harnely dan Geani dimana terdapat hewan yang merupakan wujud dari drive mereka.
"Meski begitu, kita tidak boleh sampai terlihat oleh orang-orang manapun mengenai wujud kami"ucap Blager,
"Mengapa begitu?"tanya Smarta,
"Karena mereka bisa men–"ucap Blager,
"Hei ada orang!!!"ucap Whiger dengan sigap.
Lalu mereka kembali ke dalam pernata pisau Smarta setelah terdengar suara pintu yang terbuka.
"Wah wah wah lihatlah ini"ucap Roin,
"Rupanya kau disini hahahah, bagaimana menurutmu?"tanya Besno,
"Tempat ini menarik, di kotaku hanya ada satu perpustakaan saja"ucap Smarta,
"Begitu ya....kalau begitu kau adalah orang yang beruntung"ucap Besno,
"Mengapa begitu?"tanya Smarta,
"Tentu saja, kau bisa mendapatkan banyak informasi menarik disini yang hanya bisa didapatkan bukan oleh sembarang orang"ucap Besno,
"Apakah tidak apa-apa?"tanya Smarta,
"Selama tuan mengizinkan, apa saja boleh"ucap Roin,
"Begitu ya?"ucap Smarta yang masih bingung,
"Sudahlah, anggap saja rumah sendiri, lagipula kau sudah menyelamatkan kota ini, dengan ini saja aku rasa masih belum cukup untuk membalas kebaikan kalian"ucap Besno,
"Memangnya apa yang telah kulakukan?"tanya Smarta,
"Sudah jangan begitu, aku sudah mendengar semuanya dari anakku"ucap Besno,
"Jadi begitu ya...hmm....pantas saja kalian baik sekali kemarin"ucap Smarta,
"Bisa dibilang begitu, namun jangan dilebih-lebihkan hahahhah"ucap Besno,
__ADS_1
"Saya akan melanjutkan tugas saya"ucap Roin,
"Baiklah, terima kasih Roin"ucap Besno.
Lalu Besno berbincang sembari memberikan informasi apapun yang mereka butuhkan. Sementara itu, di suatu tempat yang tinggi, Harnely dan Fradon sedang memandang kota.
"Tidak kusangka tempat ini lumayan luas"ucap Harnely,
"Emm untuk sekedar informasi, sebenarnya ini masihlah kecil, masih ada yang lebih luas dari ini"ucap Fradon,
"Waah benarkah?tempat apa itu?"tanya Harnely dengan penasaran,
"Entahlah, aku sering mendengarnya bahwa tempat itu bukan dari sini"ucap Fradon,
"Hmm benarkah?lalu ada dimana itu?"tanya Harnely,
"Aku tidak tahu, maaf"ucap Fradon,
"Begitu ya...sudahlah, lagipula seiring berjalannya waktu kami akan segera mengetahuinya"ucap Harnely,
"Kalau kau mau aku bisa menemanimu mencari informasi di perpustakaan di dekat sini"ucap Fradon,
"Benarkah?ayo kita ke sana sekarang"ucap Harnely,
"Baiklah dengan senang hati"ucap Fradon.
#Di Suatu Tempat Di Sana
"Apakah ada yang aneh?"tanya Roin melalui telepati,
"Sejauh ini mereka tidak membuat masalah, sepertinya mereka bukanlah ancaman"ucap seorang prajurit,
"Begitu ya...baiklah, kau bisa kembali"ucap Roin,
"Baik"ucap prajurit itu,
"Mungkinkah aku terlalu berlebihan?"pikir Roin,
"Hei hei apakah masih lama?"tanya seorang anak kecil,
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu Dalim"ucap Roin,
"Hehehe akhirnya"ucap Dalim.
#Perpustakaan kota
"Padahal luas, namun isinya tidak kau berbeda dari Down Town"pikir Harnely,
"Apakah kau menemukan sesuatu yang menarik?"tanya Fradon,
"Emm entahlah, tidak ada yang menarik disini"ucap Harnely,
"Mungkin kau harus melihat semua buku"ucap Fradon,
"Kau benar, aku akan melihat semua buku di sini"ucap Harnely,
#Perpustakaan Smarta berada
"Jadi bagaimana?apakah ada yang menarik menurutmu?"tanya Besno,
"Entahlah, rata-rata buku ini hampir sama dengan yang kubaca di kotaku"ucap Smarta,
"Jadi begitu ya....memangnya kalian dari kota apa?"tanya Besno,
"Emm kami berasal dari kota Down Town"ucap Smarta,
"Down Town!!!!"ucap Besno dengan sangat terkejut,
"Upps?apakah ada yang tidak seharusnya ku katakan?"tanya Smarta,
"Benarkah kau dari Down Town???"tanya Besno,
"Itu benar"ucap Smarta,
"Pantas saja, aku merasa seperti mengenal rekanmu...emm kalau tidak salah namanya Harnely"ucap Besno,
"Jadi begitu ya...."ucap Smarta.
__ADS_1