Unique Power

Unique Power
129[] Bangunan Tua Sejuta Buku


__ADS_3

"Ini buruk, sepertinya kita tidak akan bisa menjelajahi secara menyeluruh dunia ini"ucap Smarta,


"Apakah kita harus kembali sekarang? tidak bisakah kita tinggal untuk beberapa hari saja?"tanya Geani,


"Kendaraannya akan tiba besok, aku rasa masih ada sedikit waktu untuk saat ini"ucap Gradzio,


"Huft baguslah, setidaknya kami bisa mencari informasi di sini"ucap Geani,


"Emm aku rasa hanya itu saja, aku akan pergi"ucap Gradzio,


"Baiklah"ucap Geani.


Lalu Gradzio meninggalkan kamar mereka.


"Hanya satu hari saja....apa yang akan kita lakukan?"tanya Geani,


"Entahlah, aku rasa kita hanya bisa berkeliling kota saja"ucap Smarta,


"Sayang sekali, namun tidak ada pilihan lain huft"ucap Geani,


"Ayolah, waktu kita hanya satu hari saja di sini, kita harus segera"ucap Smarta,


"Kau benar. ayo cepat"ucap Geani.


Dengan waktu yang tersisa, mereka habiskan untuk berkeliling kota. Selama berkeliling kota, mereka seringkali menerima pujian dari warga sekitar karena pertarungan itu.


"Rupanya mereka semua ramah ya"ucap Geani dengan senang,


"Aku sangat senang setelah mengetahui bahwa kota ini adalah kota yang damai"ucap Smarta,


"Dan aku sangat heran dengan sikap mereka semua yang tiba-tiba menjadi baik begini"ucap Gradzio dengan heran,


"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Geani,


"Tentu saja berkeliling kota"ucap Gradzio,


"Hei itu adalah rencana kami!! kau carilah kesibukan yang lain"ucap Geani dengan kesal,


"Aku tidak peduli hahahah, lagipula tidak ada yang perlu kita cari tahu di sini"ucap Gradzio,


"Kau benar, kira-kira enaknya kita kemana ya?"ucap Klinto,


"Kenapa kalian mengikuti kami?"tanya Geani,


"Emm entahlah, tidak ada yang perlu dilakukan lagi"ucap Klinto,


"Kalian ini...huft sudahlah"ucap Smarta,


"Wah wah sepertinya kalian sudah bangun ya"ucap Steris yang datang menghampiri mereka,


"Steris? sedang apa kau di sini?"tanya Klinto,


"Hanya mencari udara segar, lagipula sudah cukup lama aku tidak menghirup udara yang segar ini"ucap Steris,


"Begitu ya"ucap Gradzio,


"Selagi kalian di sini....bagaimana jika aku membawa kalian ke suatu tempat di kota ini?"tanya Steris,


"Emm kami sudah menjelajahi kota ini sebelumnya"ucap Smarta,


"Eittsss...kali ini sudah berbeda, kalian akan menemukan sesuatu yang menarik, ditambah lagi ini adalah hari terakhir kalian di kota ini, aku harus menunjukkan sesuatu yang menarik bukan?"ucap Steris,


"Hm? dari mana kau mengetahui hal itu?"tanya Smarta,


"Tentu saja, lagipula akulah yang mengirim maupun menerima surat di kota ini semenjak bibiku tiada"ucap Steris,

__ADS_1


"Pantas saja"ucap Geani,


"Sudahlah jangan membuang-buang waktu, ayo cepat kita segera ke sana"ucap Steris.


Lalu Steris membawa mereka ke suatu tempat di pinggir kota di mana suasana di tempat itu lebih sepi dibandingkan dengan kota itu.


" *melihat sekitar* emm tempat apa ini? tidak ada orang sama sekali"ucap Smarta,


"Tentu saja, ini adalah ruangan rahasia kami selama berlindung"ucap Steris,


"Kenapa kalian memperlihatkan ini pada kami?"tanya Gradzio,


"Emm tidak ada yang bisa kami berikan selain dari tempat ini saja"ucap Steris,


"Ngomong-ngomong isi dari bangunan itu apa saja?"tanya Smarta,


"Masuklah ke dalam dan lihatlah sendiri, aku yakin kalian akan kagum setelah melihatnya"ucap Steris.


Lalu mereka memasuki bangunan tua tersebut. Di dalam, mereka menemukan adanya banyak sekali buku yang asing di mata mereka.


" *melihat setiap buku* buku-buku ini....aku belum pernah melihatnya"ucap Smarta dengan heran,


"Lihat-lihatlah sesuka kalian, bila perlu kalian juga bisa memilikinya"ucap Steris,


"Benarkah?"tanya Geani,


"Tentu, silahkan kalian bisa memilihnya"ucap Steris,


" *berusaha membuka setiap buku* aku tidak dapat membukanya"ucap Geani,


"Aahh aku lupa, nama dari tempat ini adalah keberuntungan"ucap Steris,


"Hmm? apa maksudnya itu?"tanya Geani,


"Berdasarkan tradisi dari kota ini, setiap dari kami akan memiliki kesempatan untuk mengambil satu buah buku yang berisi informasi yang berbeda-beda, dan biasanya hanya dapat dilihat oleh pemiliknya saja"ucap Steris,


"Emm entahlah, aku bahkan tidak mendapatkan buku yang tepat"ucap Steris,


"Sepertinya ini akan sulit"ucap Gradzio,


"Kau benar, dari banyaknya buku di sini sepertinya ini tidak mudah"ucap Klinto,


"Oh tidak maaf aku lupa mengatakannya pada kalian"ucap Steris,


"Apa itu?"tanya Gradzio,


"Kalian memiliki waktu 5 menit saja untuk mengambil buku yang ada di sini"ucap Steris dengan panik,


"Sial kenapa tidak kau beritahu sejak tadi!!!"ucap Gradzio dengan kesal,


"Maafkan aku aku benar-benar lupa"ucap Steris yang tidak tahu harus berbuat apa,


"Memangnya kenapa jika lebih dari 5 menit?"tanya Smarta,


"Oh tidak tersisa 10 detik lagi, tidak ada waktu untuk menjelaskannya, ayo cepat"ucap Steris dengan cepat.


Dengan sedikit kepanikan mereka juga mengalami sedikit kendala di mana mereka benar-benar bingung untuk memilih buku mana yang kira-kira tepat untuk mereka.


"Siaal kalau begini"ucap Gradzio.


Lalu mereka mengambil satu buku secara acak karena waktu telah habis. Tiba-tiba mereka kembali ke depan pintu bangunan.


"Kita kembali?"ucap Klinto,


"Sial aku belum mengambilnya!!!"ucap Geani dengan panik.

__ADS_1


Geani memasuki bangunan itu lagi, akan tetapi kini isi dari bangunan itu hanyalah bangunan yang tidak memiliki apapun di dalamnya.


"Huh? kosong? bagaimana ini?"ucap Geani dengan panik,


'Huft untung saja aku cepat'pikir Smarta,


"Kau telah mengambilnya nak?"tanya Whiger,


'Emm iya, aku tidak mengerti kenapa kau menyuruhku untuk mengambil buku ini'pikir Smarta dengan bingung,


"Sudah ikuti saja, nanti kau akan mengerti sendiri"ucap Blager,


'Hmm baiklah'pikir Smarta,


"Jika dilihat-lihat...buku milik Smarta terlihat menarik"ucap Steris,


"Kau benar, rupanya kau bijak juga dalam memilih buku"ucap Gradzio,


"Jangan lupakan aku"ucap Klinto,


"Meski begitu.....*mencoba membuka buku*....tidak bisa dibuka"ucap Smarta,


"Itu benar, buku itu akan terbuka di saat yang tepat"ucap Steris,


"Apa maksudmu?"tanya Smarta dengan bingung,


"Nanti kalian akan mengetahuinya"ucap Steris,


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud, namun baiklah aku akan membawanya saja"ucap Gradzio.


Ketika mereka hendak kembali ke kota, tiba-tiba Geani tersandung sesuatu.


"Aduhh......"ucap Geani,


"Kau tidak apa?"tanya Gradzio,


"Aku tidak *melihat sesuatu* ap-"ucap Geani yang tiba-tiba terdiam,


"Emm apakah kau baik-baik saja?"tanya Steris,


"Ah iya aku baik-baik saja"ucap Geani.


Geani melihat sesuatu yang membuatnya tersandung dan rupanya itu adalah suatu buku. lalu dengan cepat ia mengambilnya dan segera menyusul mereka.


"Apakah kau tidak apa?"tanya Smarta,


"Jangan khawatir, aku baik-baik saja"ucap Geani,


"Baguslah"ucap Smarta.


Lalu mereka berkeliling di kota itu untuk menghabiskan waktu mereka hingga malam.


#Kamar Smarta


"Huft aku cukup lelah"ucap Smarta,


"Itu hal yang wajar, sekarang kau beristirahatlah"ucap Blager,


"Baiklah"ucap Smarta.


#Kamar Harnely


'Huft tidak bisa dibuka, namun aku penasaran siapa sebenarnya pemilik buku ini ya? ah sudahlah, sebaiknya aku tidur saja'pikir Geani,


#Kediaman Steris

__ADS_1


"Aku sudah berkeliling mencari bukuku di luar bangunan, dan seharusnya itu adalah kesempatan terbaikku, namun aku tidak dapat menemukan bukuku huft sepertinya bukuku sudah hilang. Namun bagaimana mungkin?"ucap Steris dengan bingung sekaligus lapang dada akan hilangnya buku yang pernah ia dapatkan sebelumnya.


__ADS_2