Unique Power

Unique Power
19[] Membuka Kotak Emas


__ADS_3

Semua orang terkena dampak ledakan tersebut,namun Smarta tidak terluka sedikitpun,


"Apa yang terjadi?kenapa aku tidak terluka sedikitpun?apakah ini ulah kalian?"pikir Smarta,


"Ternyata kau menyadarinya hahaha"ucap Blager,


"Lalu kenapa tidak dari tadi saja?"tanya Smarta,


"Aku baru bisa mengeluarkan kekuatan apabila efek serangan mengenai seluruh tubuhmu, apabila hanya serangan dengan jumlah satuan, maka tidak akan aktif" ucap Blager,


"Lalu kenapa aku tidak terluka saat terkena ledakan tombak aneh itu tadi?"tanya Smarta,


"Oh, itu ulahnya Whiger"ucap Blager,


"Benarkah itu Whiger?"tanya Smarta,


"Tentu saja benar"ucap Whiger.


Lalu sesaat kemudian Gradzio dan Klinto mulai sadar, lalu Klinto mengeluarkan botol dari kantongnya lalu meneteskan cairan dari botol tersebut kekulitnya, lalu lukanya sembuh total,


"Sungguh luar biasa"ucap Smarta dengan kagum,


"Hehe, sudahlah ayo bantu aku menyembuhkan semua orang yang terluka parah" ucap Klinto sambil memberikan botol lagi kepada Smarta. Lalu mereka menyembuhkan semua orang yang terluka di kota tersebut.


"Baiklah ini yang terakhir"ucap Smarta,


"Aduuh kepalaku pusing....Kauu...."ucap Krostelo,


"Oh hai, lama tidak berjumpa"ucap Smarta sambil pergi menjauhi Krostelo,


"Hei hmm terima kasih"ucap Krostelo,


"Hm sama-sama"ucap Smarta.


Setelah semua orang disembuhkan, lalu muncul pasukan khusus perbaikan yang memperbaiki seluruh kota yang hancur hingga kembali seperti semula


(ngomong-ngomong alasan mereka baru muncul adalah karena mereka hanya menangani bagian perbaikan kota saja).


"Wah benar-benar seperti tidak terjadi apa-apa...."ucap Smarta,


"Tentu saja itulah gunanya tim khusus perbaikan"ucap Gradzio,


"Hei apakah kau sudah merasa lebih baik?"tanya Smarta,

__ADS_1


"Tenang saja, dengan cairan milik Klinto, aku sudah sembuh total"ucap Gradzio,


"Baguslah"ucap Smarta,


"Baiklah karena semua sudah beres, ayo kita selesaikan urusan kita"ucap Klinto,


"Aku hampir lupa hahaha"ucap Smarta.


Lalu mereka menuju rumah Smarta bersama-sama.


#Dirumah Smarta


"Baiklah sama seperti sebelumnya, gunakan kekuatan drive. Kalian mengerti?"tanya Granzio,


"Mengerti"ucap mereka berdua.


Lalu mereka mengeluarkan kekuatan drive mereka, masing-masing kotak mengeluarkan cahaya dengan warna yang sama, kotak mereka bertiga bersinar berwarna kuning, mereka terkejut akan apa yang mereka lihat.


"Ku..ku..kuning!!??"Teriak Klinto,


"Memangnya kenapa?"tanya Smarta,


"Ini pertama kalinya kami mendapatkan peralatan level kuning di kotak ini"ucap Klinto,


"Tentu saja"ucap Gradzio dengan begitu bersemangat.


"Peralatanku adalah cincin dengan permata yang terukir lambang api, milik Klinto adalah kalung berwarna perak, dan kau gelang hitam"ucap Gradzio,


"Apakah kau tahu sesuatu?"tanya Smarta,


"Aku tahu"ucap Klinto,


"Apa itu?"tanya Smarta,


(Mereka berdua mengangguk bersamaan lalu pergi keluar)


"Kalian mau kemana?"tanya Smarta,


"Perpustakaan"ucap mereka berdua,


"Astaga ternyata kalian tidak tahu"ucap Smarta,


"Lalu apakah kau tahu?"tanya Gradzio,

__ADS_1


"Tidak hehehe"ucap Smarta sambil menggaruk-garuk kepala,


"Baiklah ayo kita menuju perpustakaan bersama-sama"ucap Gradzio,


"Baiklah"ucap Smarta.


Lalu mereka pergi menuju perpustakaan didekat sana, sesampainya disana mereka bertemu dengan Fanin,


"Hai Smarta, lama tidak bertemu"ucap Fanin,


"Hai Fanin, bagaimana kabarmu?"tanya Smaeta,


"Hmm sedikit bosan"ucap Fanin,


"Ada apa?"tanya Smarta,


"Semua pekerjaanku sudah selesai, jadi aku sedang tidak ada kerjaan"ucap Fanin,


"Bagaimana kalau kau bantu kami mengidentifikasikan peralatan ini?"tanya Gradzio sambil memperlihatkan cincinnya,


"I..ini...."ucap Fanin dengan terkejut,


"Ada apa Fanin?"tanya Smarta,


"Kalian juga dapat?"tanya Fanin,


"Hmm tentu saja"ucap Smarta dan Klinto sambil memperlihatkan peralatan mereka,


"Baiklah kalian ikut aku"ucap Fanin.


Lalu mereka mengikuti Fanin ke ruangannya.


"Ini tempat apa?"tanya Smarta,


"Ini adalah tempat kerjaku yang lain"ucap Fanin,


"Maksudmu?"tanya Smarta,


"Aku hanya kesini jika hendak mengidentifikasi suatu peralatan"ucap Fanin,


"Ooh jadi begitu"ucap Smarta,


"Baiklah, letakkan peralatan kalian di meja"ucap Fanin, lalu mereka meletakkannnya dimeja sesuai dengan yang Fanin katakan.

__ADS_1


__ADS_2