
'Tidak kusangka alien itu sangat kuat'pikir Smarta,
"Kau bisa melakukannya nak, jangan khawatir"ucap Whiger,
'Namun...temanku sudah...'pikir Smarta,
"Sudah seharusnya begitu huft aku tidak suka memaksamu, jadi semua tergantung padamu saja"ucap Blager,
"Hahahahahah aku sedikit bingung dengannya, apakah dia benar-benar seorang pemburu???"ucap Yahg sambil tertawa,
'Alien itu....dia harus membayarnya'pikir Smarta,
"Majulah bocah, kami akan mendukungmu"ucap Blager.
Lalu Smarta melesat ke arah Yahg dan menyerangnya dengan pedang es-nya.
"Pedang es? tidak buruk"ucap Yahg,
"Aku akan membunuhmu!!!"ucap Smarta.
Dengan sedikit energi yang tersisa, Smarta mengeluarkan suatu sihir ledakan yang membuatnya mundur menjauh dari sana.
'Sihir ledakan yang mere–"pikir Yahg,
SRING........
"Uhuk...sejak kapan kau–"ucap Yahg,
"Kau akan membayarnya"ucap Smarta.
Smarta menyerang berulang kali meskipun alien tersebut masih bisa meregenerasi tubuhnya.
'Huft untungnya aku bisa beregenerasi dengan cepat, kuharap Vano baik-baik saja'pikir Yahg.
Sementara itu, Gradzio menghadapi Vano dengan sedikit lebih mudah dengan menjauhnya Yahg dari sisi mereka.
'Kuharap Smarta baik-baik saja, sekarang aku hanya perlu mengalahkannya walau bagaimanapun caranya'pikir Gradzio.
Geani tidak dapat bergerak dan hanya bisa menangis saja melihat Harnely mati tepat di sebelahnya.
"Hikss..hikss..Harnely......aku tidak mengerti bagaimana bisa hal itu terjadi"ucap Geani yang hanya bisa menangis,
"Bahaya bisa datang dari manapun, dalam sekejap mata sekalipun"ucap Klinto,
"Aku serahkan dia padamu"ucap Gradzio,
"Tenang saja, kau fokuslah melawannya"ucap Klinto,
"Tentu saja, sudah pasti"ucap Gradzio,
"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan, namun aku rasa sudah saatnya untuk menyelesaikan semua ini"ucap Vano,
"Hah coba saja kalau bisa"ucap Gradzio.
Dengan kecepatan yang tinggi alien itu melesat ke arah Gradzio, namun dengan sedikitnya jumlah orang membuat Gradzio lebih leluasa sehingga dapat lebih berfokus untuk menyerang.
SRING........
" *tubuhnya tertebas* sial, aku lupa kalau gerakanmu lumayan cepat"ucap Vano,
__ADS_1
"Sangat disayangkan dia mati, namun akan lebih disayangkan lagi jika alien seperti kalian dibiarkan hidup"ucap Gradzio,
"Jangan pikir kau bisa membunuhku hahahah"ucap Vano.
"Apakah kau yakin kali ini bisa bertahan?"ucap Gradzio,
"Kau terlihat lebih percaya diri sekarang, entahlah apa yang terjadi.....MATILAH!!!"ucap Vano,
"Beristirahatlah dengan tenang"ucap Gradzio.
Tiba-tiba tubuh alien tersebut terbelah menjadi dua karena suatu hal.
"Aaarrrghhh sialan!!!! tubuhku...kenapa ini?"ucap Vano,
"Mudah sekali"ucap Gradzio,
"Beraninya kau!!!"ucap Vano.
Lalu Vano memulihkan tubuhnya kembali dan dengan cepat berusaha menyerang Gradzio,
"Kali ini matilah kau!!!"ucap Vano.
Disaat serangannya hendak mengenai Gradzio, tubuh alien tersebut merasakan terdapat sesuatu pada Gradzio yang melindunginya.
"Huh? apa yang terjadi?"ucap Vano dengan bingung,
"Kau yang memaksaku untuk menggunakannya"ucap Gradzio,
"Sial...sihir macam apa yang kau pakai hah!!!"ucap Vano,
'Sepertinya dia sudah menggunakannya, waktumu hanya beberapa menit saja Gradzio, kau harus cepat'pikir Klinto.
Lalu dengan waktu yang cukup singkat, Gradzio menebasnya tanpa henti hingga membuatnya terbelah menjadi dua kembali.
"Hei Vavo aku rasa dia telah menyerang titik kelemahan kita"ucap alien yang satunya,
"Sialan.....kita harus mundur, ayo Gano kita kemba–"ucap Vavo.
Tiba-tiba Gano terbelah menjadi dua dan telah mati.
"Sial aku lupa ia akan kembali lambat lagi"ucap Vavo,
"Tidak akan kubiarkan kau kabur"ucap Gradzio,
"Dasar manusia sialan!!!!"ucap Vavo.
Dengan kesempatan yang minim, Vavo berusaha melarikan diri dari Gradzio karena energi Gradzio yang mulai pulih dan membuatnya kesulitan melawannya.
Zappp.....
" *kepalanya terpenggal* sial...kita terlalu mengulur waktu"ucap Vavo,
"Sial!!!! andai saja kita tidak bertarung hingga menguras banyak energi tadi"ucap Gradzio dengan sangat kesal,
"Aku rasa hal ini memang telah direncanakan"ucap Klinto,
"Aku akan mengecek keadaan Smarta, aku harap dia bisa"ucap Gradzio
Di sisi Smarta, keadaan Yahg mulai sedikit dirugikan dengan kecepatan regenerasinya yang semakin lama semakin kalah dengan kecepatan serangan Smarta.
__ADS_1
'Hei hei padahal kecepatannya tidak secepat tadi, kenapa dia bisa berkembang dengan pesat, apakah dia alien? hmm tidak mungkin, seharusnya alien tidak ada di bumi'pikir Yahg,
"Kau akan membayarnya"ucap Smarta,
"Aaaaarrghh.....tubuhku...."ucap Yahg,
"Aku rasa dia sudah mulai terluka parah"ucap Blager,
"Jangan berhenti menyerang, teruskan"ucap Whiger,
"Tentu saja sedang kulakukan"ucap Blager,
'Tubuhku....kalau begini terus.....aku bisa mati'pikir Yahg.
Disaat terdapat sedikit celah, Yahg menyerang Smarta dengan cepat yang membuat Smarta mundur karena serangan tersebut.
'Sekaranglah kesempatanku untuk kabur'pikir Yahg.
Tepat di waktu Smarta mundur, Yahg memanfaatkannya untuk melarikan diri secepat mungkin, namun sayangnya setelah beberapa langkah.
'Aku bisa kabur, aku pasti bisa'pikir Yahg.
Tiba-tiba tubuhnya tertusuk pedang yang tidak lain adalah milik Smarta.
"Sial bagaimana mungkin?"ucap Yahg yang begitu terkejut,
"Kau akan membayarnya, kau tidak akan lolos dariku"ucap Smarta,
"Diam kau!!! aku akan membunuhmu"ucap Yahg.
Dengan serangan yang cukup kuat membuatnya sangat yakin akan membunuh Smarta.
'Mau menyerang ya...hmm serangan yang bagus'pikir Blager.
Meski terlihat tidak mungkin, namun Smarta dengan bantuan Blager menangkis serangan Yahg dengan mudahnya.
'Sudah kuduga dia adalah alien...sialan!!! aku harus segera melaporkannya'pikir Yahg.
Yahg mencoba berbagai cara untuk mengalihkan perhatiannya, namun ia selalu terkena serangan setelah berusaha untuk melarikan diri.
"Siaal matilah kau!!!"ucap Yahg sambil mengeluarkan suatu sihir yang cukup kuat,
"Seranganmu tidak akan berdampak padaku"ucap Smarta,
"Haha jika memang begitu, coba terima serangan ini!"ucap Yahg.
Serangan sihirnya berhasil mengenai Smarta, namun tidak berdampak apapun padanya.
"Seranganku? bagaimana kau bisa menahannya? itu adalah serangan terkuatku!!!!! siaaal!!!!!"teriak Yahg dengan sangat kesal,
'Aku harus kabur dan melaporkannya kepada tuan muda, bagaimanapun caranya, dia bukanlah levelku, dia adalah alien yang setingkat dengan tuan muda, aku harus kabur atau aku akan mati, pokonya aku harus bis–'pikir Yahg.
Disaat ia sedang memikirkan hal itu sembari kabur, tiba-tiba ia mati setelah terkena tebasan es yang diberikan Smarta.
'Sial...aku..salah memilih lawan'pikir Yahg dan akhirnya mati.
"Sudah kubilang mudah bukan?"ucap Whiger dengan percaya diri,
"Cih, meski kita menang, tetap saja kesedihan anak ini pasti akan sedikit sulit untuk hilang"ucap Blager sambil keluar dari tubuh Smarta dan kembali ke permata.
__ADS_1
Lalu Smarta tergeletak tidak sadarkan diri.
"Huft....mereka berkelahi hingga di sini?cukup jauh juga rupanya"ucap Gradzio yang baru saja sampai ke tempat di mana Smarta berada.