
Suasana yang awalnya begitu ramai kini menjadi begitu sunyi semenjak terdengar suara lonceng. Beberapa saat kemudian seorang pria muncul ditengah-tengah lapangan membuat semua sorotan mata tertuju pada pria itu.
"Selamat datang untuk semua anak yang telah datang pada hari yang begitu indah ini, kiranya kalian semua selalu dalam keadaan sehat. Pada hari ini kita akan mengadakan sebuah tes untuk menilai serta memutuskan apakah kalian layak ikut tes atau tidak, sebelumnya perkenalkan nama saya Marshi, saya adalah panitia yang akan menilai kalian"ucap pria itu.
Beberapa saat kemudian muncul sebuah batu yang berwarna bening muncul ditengah-tengah lapangan.
"Silahkan semua anak menyentuh bola ini, kami akan memutuskan apakah kalian layak atau tidak untuk mengikuti tes ini"ucap Marshi,
"Maaf, bukankah tes sudah dimulai sejak loceng berbunyi?"tanya Smarta,
(semua orang memandang Smarta)
"Tes baru akan dimulai setelah kalian kami nyatakan layak mengikuti tes, tadi hanyalah tanda untuk pendaftaran saja"ucap Marshi,
"Maaf anda mengatakan "kami akan menilai" lalu anda dengan siapa yang akan menilai kami?"tanya Krostelo
Beberapa saat kemudian muncul 3 orang yang sangat Smarta kenal. Ya, mereka adalah Gradzio, Klinto, dan Fanin, mereka muncul tepat disamping pria itu,
"Baiklah tanpa membuang-buang waktu mari kita mulai saja pendaftarannya"ucap Marshi
Marshi mengeluarkan sebuah sihir yang membuat semua orang tiba-tiba berpindah ke pinggir lapangan sehingga hanya batu tersebut dan keempat panitia saja yang ada ditengah lapangan.
"Kami persilahkan untuk siapapun yang mendapatkan angka 1 pada kertas yang ada pada kantong kalian"ucap Marshi,
(Semua orang mengecek kantong mereka masing-masing)
"Sejak kapan???"ucap orang yang satu dengan yang lain sambil memandang yang satu dengan yang lain.
"Baiklah silahkan yang mendapat angka 1 untuk segera maju ke tengah lapangan"ucap Marshi.
Lalu seorang pria maju dengan tampangnya yang begitu percaya diri, begitu sampai disana,
"Siapa namamu nak?"tanya Marshi,
"Perkenalkan namaku Gristo"ucap Gristo,
__ADS_1
"Baiklah silahkan sentuh batunya"ucap Marshi.
Lalu Gristo menyentuh batu tersebut. Beberapa saat kemudian batu tersebut berubah warna menjadi warna hijau dengan 3 titik-titik yang menyilaukan.
"Hmm tidak buruk untuk pemula"ucap Gradzio,
"Hmm aku masih kurang yakin dengannya"pikir Klinto, Fanin pun demikian,
"Nak bisakah kau beritahu kami apa kekuatanmu?"tanya Klinto,
"Aku ahli dalam hal fisik"jawab Gristo,
"Hm baiklah silahkan diam dibelakang kami"ucap Marshi.
Lalu Gristo menuju ke arah belakang mereka sesuai dengan yang diperintahkan.
"Baiklah silahkan yang mendapat nomor 2"ucap Marshi,
..............(Tidak ada yang kedepan)
"Hmm, apakah ada yang mendapat urutan kedua?"tanya Marshi memandang semua orang,
"Hey bukankah kau urutan 2?"tanya Krostelo,
(Smarta memeriksa kertasnya)
"Astaga kau benar"ucap Smarta panik.
Lalu Smarta segera berlari ke tengah lapangan.
"Mohon maaf saya lupa"ucap Smarta dengan sangat malu.
Gradzio, Fanin dan Klinto hanya tersenyum saja sedangkan Marshi memandangnya dengan sedikit bingung,
"Namamu Smarta bukan?"tanya Marshi,
__ADS_1
"Benar, nama saya Smarta, bagaimana anda mengetahuinya?"tanya Smarta,
"Kau kenal orang disampingku?"tanya Marshi,
"Benar saya kenal"ucap Smarta,
"Baiklah sudah kuduga, aku banyak mendengar tentangmu, silahkan sentuh batu itu"ucap Marshi,
"Baiklah"ucap Smarta.
Lalu Smarta menyentuh batu tersebut.
Setelah disentuh, batu tersebut mengeluarkan cahaya yang begitu menyilaukan semua orang,beberapa saat kemudian batu tersebut berubah warna menjadi putih,
"......Hmm sepertinya ada yang aneh"ucap yang satu dengan yang lain,
"Ada apa ini"tanya orang-orang disekitar,
"Hah sepertinya dia terlalu bangga hingga tidak pernah berlatih lagi hahahah"teriak seorang pria dengan nada menghina.
Lalu semua orang pun ikut tertawa.
(disaat semua sedang tertawa)
"Hey apakah kau yakin anak ini kuat?"Bisik Marshi kepada Gradzio,
"Coba kau perhatikan ini"ucap Gradzio sambil memperlihatkan alatnya kepada Marshi.
Seketika Marshi terkejut,
"Baiklah aku mengerti"ucap Marshi.
Gradzio mengangguk ke arah Smarta, lalu Smarta meresponnya dengan hal yang sama,
"Baiklah tidak apa-apa silahkan berdiri disamping kami"ucap Marshi,
__ADS_1
"Baik"ucap Smarta.
Lalu Smarta berdiri disamping mereka diikuti sorakan hinaan dari orang-orang sekitar, dan pendaftaran dilanjutkan kembali.