
Mereka bertiga berusaha menyerang alien tersebut sembari Vriln mempertahankan penghalang suara disekitar mereka.
"Hei jika kalian hanya mengeluarkan jurus, hal itu hanya membuang-buang waktu kalian saja"ucap Vriln,
"Lalu kami harus apa?"tanya Geani,
"Dia benar, jika jurus tidak berpengaruh, maka"pikir Smarta sambil menyerang alien tersebut menggunakan pisau yang seketika berubah menjadi pedang.
Serangan fisik memberikan dampak pada alien tersebut meskipun tidak seberapa,
"Ternyata benar"ucap Smarta,
"Akhirnya kau memahami yang kukatakan"ucap Vriln,
"Jadi begitu"ucap Geani.
Lalu mereka bertiga menyerang alien tersebut secara bersama-sama.
Beberapa saat kemudian alien tersebut kalah dengan mudah,
"Tidak kusangka semudah ini"ucap Harnely,
"Kau benar hahahahah"ucap Geani,
"Syukurlah cukup mudah"pikir Smarta,
"Selamat yah kalian berhasil mengalahkan alien tersebut"ucap Vriln,
"tidak perlu begitu, ini bukanlah apa-apa"ucap Smarta,
"Benarkah?baiklah kalau begitu"ucap Vriln sambil menghilangkan efek penghalang.
Secara tiba-tiba alien yang sudah dikalahkan tersebut mengeluarkan suara yang sangat bising,
"Sial suara apa ini?telingaku sakit"ucap Geani,
"Sial aku lupa akan hal ini"ucap Vriln sambil menusuk bagian leher alien tersebut.
Lalu suara bising tersebut menghilang. Namun Vriln tampak sedikit panik.
"Kita sudah menang, apakah ada yang salah ketua?"tanya Smarta,
"Kau tahu kan bahwa daerah selatan ini alien memiliki kepekaan akan pendengaran yang sangat baik?"tanya Vriln,
"Memang benar, lalu?"tanya Geani,
"Tadi dia berteriak"ucap Vriln,
"Kau benar, sungguh telingaku cukup tersiksa akan hal itu"ucap Harnely
Bsberapa saat kemudian mereka baru menyadari akan suatu hal, tiba-tiba terdengar semacam gerombolan yang datang dari segala arah,
"Bersiaplah semua!!!"teriak Vriln,
"Apa yang–"ucap Smarta.
__ADS_1
Tiba-tiba muncul gerombolan alien yang datang menyerang mereka,
"Sial darimana datangnya semua ini!?"teriak Geani,
"Jangan-jangan, karena teriakan alien ini ya"pikir Smarta.
Lalu mereka berusaha sekuat mungkin untuk membersihkan kumpulan alien tersebut.
4 jam sudah berlalu sejak mereka melawan alien tersebut, namun kumpulan alien tersebut tak kunjung habis,
"Sial mereka tidak ada habisnya"ucap Harnely,
"Bagaimana cara kita mengalahkan mereka semua??"teriak Geani,
"Entahlah cobalah mengalahkan mereka semua"ucap Smarta,
"Sepertinya ada yang aneh"pikir Vriln,
"Hei bagaimana cara kita menuntaskan semua ini?"tanya Smarta,
"Entahlah, tidak kusangka akan sebanyak ini"ucap Vriln
"Sial, kalau begini terus aku akan kelelahan"ucap Geani,
"Bertahanlah Geani, pasti ada cara"ucap Harnely,
"Sial apa yang harus kita lakukan"pikir Smarta,
"Wanita itu"ucap Blager,
"Apa?"tanya Smarta,
"Ketua?apakah kau yakin Blag?"tanya Smarta,
"Kau bisa mempercayaiku"ucap Blager,
"Sepertinya kau benar, sejak tadi yang ia lakukan hanyalah menyerang angin"pikir Smarta
Seketika Smarta segera menyerang Vriln hingga menyebabkan sedikit luka,
"Hei apa yang kau lakukan?"ucap Vriln,
"Apa yang salah denganmu Smarta?"tanya Geani,
"Dia bukanlah yang asli"ucap Smarta,
"Bagaimana mungkin?"tanya Harnely,
"Penjelasannya nanti saja, yang terpenting kita harus membunuh intinya dulu agar semua gerombolan ini berakhir"ucap Smarta sambil menyerang Vriln.
Tiba-tiba serangan Smarta mengenai bagian leher Vriln.
"HAHAHAH, sepertinya ada yang menarik disini"ucap Vriln sambil berubah wujud ke wujud alien,
"Sudah kuduga"ucap Smarta,
__ADS_1
"Hei seharusnya aku yang mengatakan itu"ucap Blager,
"Bagaimana kau bisa menyadarinya?" tanya Geani,
"Entahlah aku hanya merasa aneh saja dengannya"ucap Smarta,
"Lalu dimana ketua Vriln?"tanya Geani,
"Sepertinya ia diculik atau semacamnya"ucap Smarta,
"Kita harus cepat, aku mulai lelah"ucap Geani
"Tenang saja"ucap Smarta.
Lalu Smarta merapalkan suatu sihir yang membuat rasa lelah mereka hilang,
"Recovery?bagaimana mungkin??"tanya Harnely,
"Yang terpenting kita harus mengalahkannya terlebih dahulu"ucap Smarta,
"Baik"ucap mereka berdua.
Smarta menyerang alien tersebut dengan cukup banyak serangan fisik, akan tetapi tubuh alien tersebut tidak terkena dampak apapun,
"Sepertinya ia kebal terhadap fisik"pikir Smarta,
"Ada apa?mengapa kau diam saja?"tanya alien tersebut.
Lalu Smarta terkena serangan alien tersebut hingga membuatnya batuk berdarah,
"Uhuk"Smarta mengeluarkan darah
"Apakah hanya segini kekuatan alien slayer?" tanya alien tersebut,
"Sial alien itu kuat"pikir Smarta.
Setiap serangan fisik yang Smarta gunakan tidak memberi dampak apapun terhadap alien tersebut.
"Sial meskipun aku bisa memulihkan staminaku, namun tidak dengan energiku, aku sudah mulai kehabisan energi, jika terus seperti ini, kami bertiga bisa mati"pikir Smarta
"Sial andai saja aku bisa menggunakan sihirku"teriak Geani,
"Sudahlah kita hanya perlu menyerang mereka dengan fisik"ucap Harnely,
"Bertahanlah teman-teman"ucap Smarta.
Seketika ia menyadari sesuatu.
"Tunggu dulu...fisik?para alien tersebut kebal terhadap sihir, dan alien ini kebal terhadap fisik, apa itu berarti?"pikir Smarta,
"Apa yang kau pikirkan huh!!?"ucap alien tersebut sambil memukul Smarta hingga terpental ke arah Geani dan Harnely,
"Kau tidak apa Smarta?"tanya Geani,
"Aku baik-baik saja"ucap Smarta,
__ADS_1
"Pakaian tempurmu"ucap Harnely,
"Bukan masalah, namun sepertinya aku memiliki rencana untuk mengakhiri semua ini"ucap Smarta sambil sedikit tersenyum.