
"Loe mau kemana?"
Javir mengerjapkan mata menatap Aslan yang berdiri didepan lift lantai Crown.
Kepala Aslan menoleh kekanan dan kekiri bahkan menyalakan layar ponselnya untuk melihat hari, masih di hari yang sama.
"Ngapain loe kesini?" Tanya Javir sewot.
Kening Aslan langsung mengerut, "mau nemuin loe lah ... mau tanya Gea dimana, loe d telepon gak diangkat-angkat. Ngapain loe bawa koper?, mau kemana?."
"Mau kemana-mana" jawab Javir, "minggir."
Javir masuk kedalam lift dan Aslan juga ikut masuk. Javir langsung memberi lirikan tidak suka pada Aslan.
"Gue mau ngijutin kemanapun loe pergi sebelum loe kasih tahu dimana Gea" ucap Aslan menatap Javir dengan tatapan tajamnya.
"Alah ... alesan bilang aja loe mau ikut kemanapun gue pergi, gak usah bawa-bawa nama Gea."
Aslan terkekeh, merangkul lengan Javir, tetapi Javir malah memberontak dan mendorong Aslan menjauh.
Kenapa juga Aslan datang diwaktu yang tidak tepat.
Keluar dari lift satu mobil yanv sangat amat tidak asing langsung menghadang mereka berdua, Alaric dan mobil barunya.
"Ikutan dong ... kalian mau kemana?"
Kepala Alaric keluar dari jendela pintu mobil.
Javir hanya bisa menghela nafas dan tampa banyak bicara masuk kedalam mobil Alaric, dengan Aslan yang ikut masuk mengekorinya.
Kemana-mana selalu dengan mereka sebenarnya membuat Javir risih sendiri, tetapi bagaimanapun mereka tetap akan mebgikutinya, sehibgga dia bisa pasrah saja saat Aslan merampas ponselnya kala Javir akan memesan tiket tujuan Jakarta - Bali.
^-^
Pesta outdoor ulang tahun Gea yang kali ini diadakn dipinggir pantai pulau Bali.
Ada beberapa artis, model, influenser, content creator dan kenalan Gea yang hadir ikut memeriahkan acara, padahal undangan baru disebar dua hari lalu.
"DJ yang kita tunggu-tunggu akhirnya dateng!"
Seru Yesi girang saat melihat DJ Quin Bee aka Belda datang dengan kedua temannya.
Belda dan kedua temannya berjalan menghampiri Yesi dan Gea yang berdiri disamping pintu menyambut tamu yang satu persatu baru datang.
Belda tersenyum berdiri didepan Gea. "Selamat ulang tahun" ucap Belda menjulurkan kado yang dibawanya pada Gea, "kali ini gue tahu kalau An Angel adalah loe, jadi gue bawa kado."
__ADS_1
Tangan Gea memang menerima kado dari Belda, tetapi tatapan mata mereka tetap bertauatan beberapa detik.
"Kita sama-sama menutupi siapa kita sebenarnya, jadi jangan canggung begitu" ucap Gea menggengham tangan Belda.
Belda tersenyum lebar, memluk Gea erat seperti biasa jika mereka bertemu.
Setelah berpelukan mereka meregang, Gea menatap Belda dari atas hingga kebawah dengan tatapan takjubnya.
Ada yang berbeda dari sosok DJ Quin Bee yang dia kenal, dia tampil dengan rambut aslinya, terlihat seperti Belda yang perempuan yang menjadikaan Regan sebagai bodyguardnya di pesta ulabg tahun perusahaan Ganendra beberapa hari lalu.
Seakan sadar akan sesuatu Gea menoleh kebelakang Belda mencari-cari keberadaan Regan, jika karyawan ASG yang menjadi bodyguard seseorang, dia akan mengikjti kemanapun orang yang sedang mereka kawal.
"Cari siapa?" Tanya Belda, ikut menoleh kebelakang.
"Pengawal loe mana?" Tanya Gea berbisik pelan dengan wajah penuh kekhawatiran.
Jika Regan berada disini, maka diakan ketahuan sudah menghilang dari rumah, maka dia harus siap-siap beberap menit setelahnya dia akan diseret pulang.
"Gue kabur" jawab Belda menggaruk sambil kepalanya yang tidak gatal.
Beberapa saat Gea sempat tertegun dengan jawaban Belda barusan.
Gea menunduk menghela nafas pasrah, "hem ... sepertinya kita harus menikmati pesta kali ini selama masih sempat" ucapnya lirih.
"Kenapa?" Tanya Belda tak mengerti.
"Oh ya?"
Gea mengangguk pelan, "ya ... perusahaan keamanan ASG itu salah satu perusahaan keamanan yang berada dalam naungan keluarga gue. Jadi gue tahu betul gimana cara kerja mereka, yang super duper perfect. Hem ... sepertinya mereka sudah tahu kita disini tetapi hanya memberi kita waktu untuk menikmati pesta, jadi ... sebelum mereka datang kita having fun aja dulu" Gea tersenyum lebar setelah berbicara panjang lebar.
Lain halnya dengan Belda yang mendengar perkataan Gea barusan, mata Belda berkedip-kedip seakan dia tidak percaya, membuat Gea tersenyum simpul memakluminya.
Ini salah satu alasan, kenapa dia dan Regan malas untuk mengatakan nama keluarga mereka. Karena, selain memiliki perusahaan besar, keluarga Ganendra dikenal dengan keluarga yang super duper terpandang dari segala hal.
"Loe tampil jam lima, mendingan sekarang loe nikmati makan yang udah kita sediain dulu sebelum loe tampil, lalu diseret turun, dibawa pulangbke Jakarta."
"Hahhaa ... Jangan menakuti gue Gea" keluh Belda berjalan masuk bergitu sajan.
Tidak menakuti, tetapi begitulah kenyataannya, Gea hanya memberitahu Belda sebelum Belda terkejut nantinya.
Gea berjalan lemas. menengadahkan tangannya pada Yesi, "pinjem hp loe" ucap Gea.
Tampa banyak tanya Yesi memberikan ponselnya pada Gea.
Gea berjalan menjauh dari keramaian, dia harus meminimalisir amukan Abra karena pergi tampa izin oh ... salah ... maksudnya menghilang, atau lebih tepatnya kabur untuk berpesta.
__ADS_1
^-^
Empat pria itu menatap kagum pada sang DJ yang sedang perfome diatas stage, dengan rambut yang terurai dan senyum yang mengembang.
"Dj Quin Bee here let's we jump one ... two ... three ... wo ..." teriakan menggema seketika.
Semua tamu yang berada didepan stage atau yang berada tidak juah dari saja mulai berjingkrak-jingkrak menggila.
Seperti biasanya Belda tersenyum lebar, terlihat begitu bebas dan bahagia.
"Panter aja Gea main pergi gak ngajak-ngajak kita, ini bukan pesta biasa bro ... Ini ada DJ Quin Bee" seru Alaric heboh.
"Yang terlihat cantik, sexy dan pintar" celetuk Javir tiba-tiba, merkipun lirih namun begitu jelas terdengar ditelinga Regan yang berdiri disampingnya.
Kepala Regan sontak menoleh padanya.
"Gue ngomon kenyataan, fakta dan realita. Jangan ngamuk" tegur Javir sebelum kena sembur Regan.
Meski sedang berbicara dengan Regan, mata Javir terus mencari keberadaan Gea. Sejak setengah jam yang lalu mereka tidak melihat keberadaan Gea.
Musik EDM perlagan mulai stabil, Regan melangkah dengan lemabar neik keatas panggung menghampiri Belda.
Semua orang berteriak ribut melihat Regan naik keatas panggung dan membawa Belda turun, bahkan membawanya menjauh dari keramaian.
Seakan tidak perduli dengan itu. Javir berjalan menyusuri pesta mencari keberadaan Gea.
Senyumnya terbit kala melihat Gea berjalan menghampiri Regan dan Belda. Dibelakangnya ada Aslan dan Alaric yang mengekorinya.
^-^
"Pak Aslan tadi menghubungi saya jika dia dan yang lainnya ke Bali menjemput nona Gea" ucap Ibnu.
Abra menghela nafas mendengarnya, "ya ... Gea sudah menelephone saya, mibta maaf karena pergi dari rumah tampa izin. Saya langsung menghungi Aslan tetapi ponselnya tidak aktif, sepertinya saat itu dia sudah di dalam pesawat."
"Mereka berempat sepertinya baru tiba sejam yang lalu"
Abra menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba, menghadap Ibnu dengan kening mengerut. "Berempat?" Tanyanya, mencoba memastikan apa hang dia dengar.
Ibnu mengangkat wajahnya, menatap Abra lalu menunjukkan layar ponselnya, ada berita kedatangan Alaric yang berlibur ke Bali dan Aslan, Javir, Rwgan juga ada di galam foto itu.
"Iya pak, mereka berempat Regan, Aslan Javir dan Alaric semua ke Bali."
kepala Abra serasa pening seketika, "Ya Tuhan ... Kalau mereka berempat pergi bersama bukannya mau menjemput Gea namanya, tapi berlibur."
Ibnu tertawa kecil mendengarnya.
__ADS_1
"pantas saja Gea pergi diem-diem"
^-^