Watching You

Watching You
Penangkapan


__ADS_3

Javir melongo menatap perempuan itu keluar lebih dulu dari dalam mobilnya tampa menunggunya membukakan pintu.


"Dia memang tidak ada takutnya" gumana Javir sambil membuka pintu dan keluar dari dalam mobil.


"Gea" panggil Javir.


Javir menghadang langkah Geayabg akan masuk kedalam An Angel, tangan Javir membenarkan tali gendong ransel Gea yang merosot dari pundaknya.


Setelah itu jangan Javir mengelus kelapa Gea yang tertutup oleh hoodi jeket yang dia kenakan.


"Ah ... kenapa sih loe susah baget dibujuknya, semalem aja meginap di tempat gue biar kita bisa puas seneng-senengnya tapi loe gak mau" gerutu Javir dengan nada dibuat-biat. "Tapi kasih juga kalau loe kelelahan, lanjut hari minggu aja nginep lagi ditempat gue, maukan?."


Kepala Gea mengangguk pelan.


"Pasti kecapean ya, maaf ya ... sana masuk tidur, selamat malam sayang."


Javir mencium kening Gea dan membiarkan Gea masuk kedalam An Angel sendirian.


Setelah memastikan Gea menaiki tangga, baru lah Javir masuk kedalam mobil dan mengendarai mobilnya menjauh dari An Angel


Sepeninggal Javir, Gea duduk diruang tamu tempat biasanya dia menemui klien EOnya dilantai dua An Angel.


Meletakkan ranselnya disofa dan berjalan menuju kulkas pendingin.


Gea mengeluarkan sekaleng susu dan meneguknya hingga tandas, kembali berjalan kesofa sembari membuka jaketnya.


Tubuhnya tiba-tiba membeku saat ada tangan memeluknya dari belakang.


"Gimana udah puas tidur dengan Javir?" Bisikan lirih sangat dekat dengan telinganya.


Gea terdiam mematung ditempatnya, lengan jaketnya masih membungkus setengah lengannya, rambutnya yang terurao dan cukup berantakan menutupi wajahnya.


"Gimana kalau malam ini tidur bareng gue?" Tanyanya semakin lirih dan semakin dekat dengan telinganya. "Gue cinta baget sama loe, jadi biarkan gue juga tidur dengan loe. Kita juga udah jadian sebelum loe dan Javir baj***n itu mulai pacaran. Gue kangen Gea, sangat."


Saat pria itu akan menciumnya, Gea mulai berontak.


"Hei ... hust ... gue kangen ah ..."


Kepala pria itu semakin mengusel-usel leher Gea dengan intens.


Mengendus-ngendus lehernya.


"Lepas" desis Gea.


"Gara-gara sering mend*s*h suara loe serak dan dan terdengas berubah ya ..."


"Ba***t!."


Kaki Gea langsung menginjak kaki pria dibelakangnya, memukul perut pria itu dengan siku sehingga dia bisa terlepas dan menjauh.


Tangan Gea melempar jaketnya kesembarang arah, mengumpulkan rambutnya jadi satu untuk diikat cepol sambil melangkah kelar kearah jendela untuk membuka gordennya.


"Siapa loe?" Tanya pria itu menatap dengan tatapan penuh amarah.


Perempuan itu bukan Gea!.


Perlahan senyum dibibirnya terbit.


Dia Mela, berdiri dengan penuh percaya diri dan tersenyum lebar. "Hai Faris" sapanya dengan santai.


Ya ... pria itu adalah Faris, salah satu personil band Gea yang dulu pernah Gea ajak pacara di Bali.


"Geu udah bilang tunggu bentar Mel" suara Javir terdengar ditelinganya.


Mela menyentuh earbug yang terpasang ditelinga kirinya, "maaf gue udah gak bisa nahan diri, tangannya jelalatan" ucapnya menatap jijik pada Faris.


"LOE BICARA SAMA SIAPA?" Tanya Faris berang.

__ADS_1


Mela dengan senyum lebarnya menjawab, "Pacarnya Gea" jawabnya, begitu amat santai ubtuk seorang wanita yang sedang berhadapan dengan pria.


"Loe selingkuhan Javir?."


Mela terbengong mendengar pertanyaan Faris barusan.


"Wahahaaa ..." terdengar tawa ngakak Javir disebrang sana.


"Sembarangan" bantah Mela marah, "dia minta gue kesini untuk ..." satu ide gila muncul dalam benak Gea sehingga dia menghentikan kalimatnya sejenak. "Loe kan udah tahu mereka udah lebih dari kata pacaran yang sehat, jadi loe jangan gangguin mereka. Mungkin mereka lagi bobok berdua disana, ah ... sepertinya udah dua hari tiga malam mereka begitu."


"Jangan mengomporin pe'a'" tegur Javir.


Benar saja gelagat yang ditunjukkan Faris berubah, dia terlihat seperti orang kebingungan dan ketakuan juga.


Matanya menatap sembarangan arah terlihat tidak fokus.


"Loe bohong" seru Firdaus, "Gea gue gak mungkin begitu. LOE BOHONG AN***G."


Mata Mela langsung melotot tajam pada Farus karena berani memanggilnya dengan nama binatang.


"Loe sengaja kan buat gue marah?" Tangan Faris menunjuk Gea dengan tatapan marahnya.


"Oh ya ..." Mela malah mengucapkannya dengan nada mengejek, "bukan loe tadi juga mikir gitu saat tangan loe mau pegang-pegang gue?."


"KARENA JAVIR YANG ..."


"JANGAN NYELAHIN ORANG DEH!" Bentak Mela dengan suara lebih menggelegar dari Faris. "Emang mereka sering tidur berdua, loe mau apa?" Tantang Mela.


Mata Faris semakain tajam penuh amarah terpancar, hingga bola matanya memerah karenanya.


"Mungkin Gea akan hamil bentar lagi" Mela semakin gencar memprofokasi Faris. "Kalau tiap malem mereka bubuk, lalu ada fertilisasi ... maksud gue pembuahan, yang mana akan ada pertemuan atara ..."


"DIAM!"


Brak ...


Faris melempar vas bungan didekatnya kearah Mela.


Untung saja reflek Gea cepat sehingga dia berhasil menghindar, dan vas bunga itu malah memecahkan kaca jendela didibelakangnya.


"Wah ..." seru Mela tidak terima, "gue sedang menjelasin pembuahan loe malah mau main lempar vas bunga." Mela berkacak pinggang menatap Faris , "kalau kepala gue bocor gimana loe mau tanggung jawab, dasar maniak!."


"Maniak loe bilang?"


Faris dengan gerakan cepat langsung melangkah mendekati Mela dan mengangkat tinjunya.


Gerakan Mela yang lebih cepat darinya berhasil menendang perut Faris hingga terjengkang kebelakang.


Selanjutnya mereka mulai berkelahi didalam ruangan itu, sebisa mungkin Mela tidak menyentuh perabotan disana. Jika pun ada yang rusak maka Faris nanti yang bersalah bukan dirinya.


^-^


Regan mulai mengontrol dron setelah keluar dari mobilnya, Javir berlari memasuki An Angel membantu Mela menangani amukan Faris.


Dan tugas Alaric adalah mulai live insta sambil menayangkan apa yang di tangkap oleh dron Regan.


"Wah ... dia sepertinya udah benar-benar akan tertangkap kali ini" ucap Alaric heboh. "Ini cafe punya Angel yang memiliki channel An Angel itu, dia temen gue. Dan pria itu pasti salah satu dari kalian ada yang tahu siapa .... ya bener dia ... gila gak tuh dia sampai ngintilin temen gue. Pacarnya nih sampai nemuin beberpa kamera pengintai, asem gak tuh ..."


Regan melirik Alaric yang terkadang berbicara bahasa indonesia dengan belepotan.


Meski sudah tujuh tahun lebih tinggal dinegara ini, tetep saja ada kata-kata yang dilontarkan Alaric yang sering membuat telinga Regan gatal mendengarnya.


Brum ...


Suara motor mengalihkan perhatian mereka berdua sejenak.


Aslan turun dari mobil dan menghampiri mobil polisi yang baru saja berhenti dibelakang mobilnya.

__ADS_1


"Mereka diatas Pak" ucap Aslan dan berlari terlebih dahulu memasuki An Angel.


Jika kalian bertanya peran Aslan, disinilah perannya ... membawa polisi.


Dan apa tugas para karyawan ASG yang mereka bawa tadi?.


Tugas mereka adalah membantu keempatnya membereskan An Angel, karena besok akan tetap beroprasi sepetti biasa. Jika Gea tahu An Angel menjadi kapal pecah karena penangkapan Faris yang terobsesi padanya tampa diskusi dulu, mereka yakin seratus persen Gea akan mengamuk.


Beberapa dari mereka bahkan menonton live insta Alaric dari ponsel masing-masing.


"Penontonnya semakin meningkat coy ..."


"Iya, padahal masih jam setengah empat."


"Kalau tampang Ok mah siapapun rela mengantuk besok pagi."


Regan yang mendengar percakapan para karyawan ASG hanya terkekeh kecil, matanya tetap fokus pada dron yang dia kendalikan.


^-^


Tok ...


Tok ...


Tok ...


"Gea" panggil Ara menggedor-gedor pintu kamar Gea dengan kekuatan penuh.


Gea menendang-nendang kakinya merasa terganggu.


Dia baru saja merebahkan tubuh dua jam yang lalu, jika tahu begini dia lebih baik tidur di An Angel saja, tidak menyetujui permohonan Javir untuk tidur diruamah keluarga Ganandra.


"Gea bangun sayang ..." kali ini Ara berteriak nyaring.


"Kak An"


"Kakak bangun."


Bahkan si kembar juga ikut-ikutan berteriak dan menggedor-gedor pintu kamarnya.


Dengan wajah menahan tangis, Gea bangundan berjalan pelan membuka pintu untuk Ara dan si kembar.


"Kamu sudah lihat ini belum?"


Baru saja pintu kamar Gea terbuka, Ara sudah menyodorkan ponselnya pada Gea.


Dengan malas Gea mengambilnya, pada awalnya Gea tidak tertarik, tetapi matanya terbelalak setelah beberapa detik kemudian.


"Abang-Abang semuanya berhasil menagkap pria yang terobsesi pada kaka itu" jelas Bilqis.


"Kata Bang As ada tiga kamera pengintai di setiap lantai An Angel" tambah Chaka.


Gea langsung memegangi kepalanya yang terasa pening.


Meski agak buram, dia yakin jika pria itu adalah Firdaus. Terlebih dari video live Alaric, pria itu dengan jelas menjelaskan siapa pria yang terobsesi padanya.


Semua berada disana, mereka berempat berada disana bahkan Mela juga berdad disana, tetapi kepana Javir dan yang lainnya tidak membicarakan hal ini padanya?.


"Kenapa mereka mengambil tindakan sendiri" gerutu Gea sambil mebyandar pada daun pintu kamarnya.


^-^


.


Mohon untuk selalu membudayakan klik 👍Like and 💬Comment setiap kali kalian semua selesai membaca 😇


Love You😘

__ADS_1


Unik Muaaa


__ADS_2