Watching You

Watching You
Apa ...


__ADS_3

"JE ...."


Dor ...


Dor ...


Dor ...


Teriakan dan gedoran pintu yang dilakukan Aslan mengganggu tidur Javir.


Ya Tuna ... Padahal dia baru saja tertidur setelah subuh, karena semalaman dia tidak bisa tidur gara-gara memikirkan apa yang dia bicarakan pada Gea semalam.


Ini pertama kali dia lepas kontrol mengatakan apa yang ada dalam benaknya tampa memastikan Gea mau mendengarkannya atau tidak.


Dor ...


Dor ...


Dor ...


Kali ini gedoran dipibtu kamarnya semakin keras, kaki Javir menendang-nendang sembarangan dibalik selimut.


"JE ... KALAU LOE GAK BUKA ... NIH PINTU GUE DOBRAK SEKARANG JUGA" teriak Aslan melengking, lebih nyaring dari pada teriakan diawal tadi.


"APAAN SIH LOE ... PAGI-PAGI TERIAK-TERIAK!"


Itu suara teriakan Regan.


Meski suara teriakan Regan cuka cukup nyaring, tapi Javir merasa terselamatkan.


"Dia mulai tadi gak mau bangun-bangun Ar."


"Tapi gak harus teriak-teriak As, ganggu tidur gue juga."


Bukannya bangun mendengar mereka berdua mulai ricuh diluar sana, Javir malah menarik selimutnya, semakin menenggelamkan diri dalam balutan selimut.


Matanya masih serasa berat untuk dibuka, setidaknya meski mereka ricuh pagi-pagi, omelan Regan pasti bisa mengatasi kerusuhan Aslan pagi-pagi.


"Siapa tahu dia bunuh diri didalem"


Sayup-sayup dia mendengar ucapan absuld Aslan.


"Jangan sembarangan deh As."


"Siapa tahu aja gara-gaara semalem Gea terang-terangan minta dia pergi jaih, sekarang dia bunuh diri."


"Semalem?."


"Lah ... dia kan semalem di suruh pergi sama Gea jangan muncul gitu, apa sih lirik lagunya ... gue lupa pokoknya ada pergi lah kau, atau loe cek sendiri deh di Insta Gea. Ada yang ngetag banyak ke Gea sampek Gea gak bisa tidur semaleman, bagun-bagun kayak mayat hidip dia ..."


Mata Javir langsung terbuka, mendengar kata insta dan tag dalam kalimat Aslan, dengan terburu-buru Javir mengambil ponsel dan melihat insta Gea.


Matanya terbelalak menatap apa layar ponselnya dengan tatapan tak percayanya, video semalam mereka bernyanyi tersebar.

__ADS_1


Buru-buru Javir membuka pintu untuk mengkonfirmasi masalah itu pada Aslan yang masih berdiri didepan kamarnya dengan Regan.


Aslan menghentikan penjelasannya pada Regan, malah beralih menatap Javir tajam.


"Dan dia gak bisa tidur juga karena apa yang udah mereka berdua omongin di lantai tiga An Angel" ucap Aslan meneruskan penjelasannya pada Regan.


Tatapan mata Aslan padanya membuat Javir risih, tatapan tajam penuh tuduhan.


"Emangnya apa yang kalian bicaraain?, bangun-bangun kenapa dia kayak mayat hidup?, loe benran gak ngapa-ngapain dia kan?. Terlebih nih ya ... ngapain juga loe nyanyi-nyanyi sok romantis, kalau akhirnya loe di suruh pergi?, loe gak malu?" Tanya Aslan langsung mencercar Javir dengan pertanyaan beruntun. "Gara-gara kegilaan loe itu, selaian dia gak bisa tidur karena apa yang kalian omongin, banyak yang ngetag dia masalah video yang tersebar itu.


Javir menjambak rambutnya sendiri kesal mendengar pertanyaan Aslan, membuatnya tidak bisa mengatakan satu katapun.


Regan sendiri hanya bisa menatap mereka bergantian dengan tatapan datarnya seperti biasa, tatapan andalan Regan.


"Sekarang Gea dimana?" Tanya Javir dengan nada tidak sabaran.


"Dirumah lah ... semalem kan dia ..."


Javir langsung berlari menuruni tangga, tidak mau mendengarkan perkataan Aslan selanjutnya.


Tepat saat javir mengambil kunci mobilnya, pintu lift untuk akses ke lantai Raja Crown terbuka.


"Wuh ... cerita dong ... semalem gue gak dateng nih."


Alaric berseru heboh sambil bertepuk tangan menghampiri Javir.


"Gue gak punya waktu cerita, minggir!"


Javir hendak masuk kedalam lift, tetapi rambut bagian belakangnya tiba-tiba ada yang menarik.


"Loe mau kerumah gue telanjang dada, pekek boker gak mandi begini?" Tanya Regan, tetap dengan tagan menjambak rambut Javir.


Sial ...


Gara-gara panik, Javir sampai lupa jika dia baru bangun tidur, bahkan belkm memakai baju.


"Mendingan loe mandi" perintah Regan, "gue yang akan hapus video-video itu, dan loe temuin Gea untuk minta maaf."


^-^


Kita mundur satu jam sebelum Aslan merecoki tidur Javir.


Dirumah Keluarga Ganendra.


Semua sudah berada di ruang makan, Aslan duduk disebelah Bilqis membantunya menuangkan segelas susu untuknya.


"Pagi semua" sapa Gea datar tampa ada tenaga.


Semua benatap Aslan dengan kening mengerus sambil membalas sapaannya.


Wajah Gea terlihat datar dan lesu. Matanya terlihat redup, terlihat tidak ada binar kehidupan yang terpancar, rambutnya acak-acakan terlihat jika dia belum mandi.


"Kak An mau nganter kami sekolah?" Tanya Chaka riang.

__ADS_1


Kepala Gea menggeleng pelan, "maaf ... hari ini Bang As ya yang anter, Kakak lagi males keluar."


Kening Aslan semangin mengerut menatap Gea aneh, biasanya Gea yang semangat empat lima jika urusan mengantar si kembar.


Bahkan terkadang mereka harus mengantar si kembar berdua, karena Bilqis ingin diantar olehnya, dan Chaka ingin dengan Gea. Tetapi hari ini Gea tidak mau?, itu sangat amat aneh dimata Aslan.


"Bunda hari ini ketoko gak?" Tanya Gea lirih.


"Ketoko, kalau kamu ada perlu Bunda bisa pergi siang nanti ketoko" jawab Ara dengan nada lembut, terdengar begitu perhatian.


"Loe kenapa sih?, kok kayak mayak hidup?" Tanya Aslan sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.


Gea menghela nafas, duduk dengan lemas dikursi makan sampong kiri Abra.


"Andai aja gue bisa jadi mayat mayat hidup atau Zombi yang gak punya otak sekalian, gue akan bersyukur."


Kepala Aslan menggereng mendengan ucapan Gea yang tidak amsuk akal.


"Mata Kak An kayak panda" celetuk Chaka, "lebih baik jadi panda aja, lebih lucu."


Terdengar suara tawa kecil Abra dan Ada yang mendebgar celotehan Chaka.


"Loe gak tidur?" Tanya Aslan, " apa gara-gara apa yang terjadi semalem?, emangnya kalian ngimongin apa dilantai tiga?."


Mengerti kemana arah pertanyaan Aslan, Gea hanya bisa menyengir, memilih untuk tidak menjawabnya.


"Kalau kerja juga jangan malem-malem Sayang" ucap Ara lembut.


"Kerja keras boleh, tapi jangan terlalu memforsir diri nanti sakit sayang" timpal Abra.


"Gak ngeforsisk kok Yah" sahut Gea, menoleh pada Aslan, "tapi kurang tidur?."


"Kenapa?" Tanya Aslan, "gara-gara apa yang loe dan Javir omongin semalem?."


Aslan masih saja bertanya malah itu, membuat Gea jengah dan memutar bola matanya.


"Ya, gara-gara apa yang diucapin temen loe otak gue jadi blank" jawab Gea membenarnkan sekalian agar Aslan diam. "Terlebih tiba-tiba gue dapet banyak notif, DM dan chat yang masuk. Tambah deh gue gak bisa tidur dengan tenang, gue bisa tidur setelah matiin hanphone gue."


"Iya" celetuk Bilqis ikut menimbrung, "dari tadi pagi Bi gak bisa tidur juga karena berita kak An dan Bang Je."


Semua berhenti dari aktifitas mereka masing-masinh, semua perhatian tertuju pada Bilqis yang asik mengunyah rotinya.


Melihat semua menatapnya, Bilqis mendengus. "Jangan bilang kalian ketinggalan berita?" Tanya Bilqis dengan nada malasnya.


"Berita apa sayang?" Tanya Abra.


Bilqis mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, "awalnya Bi dapet chat dari temen Bi. Lalu Bi buka insta Kak An, dan banyak ornag yang nge tag Kak An." Bilqis menyerahkan ponselnya pada Abra, "video Kak An dan Bang Je masuk FYP loh Yah. Di intas, di twit, di tok juga."


"Seriusly?" Seru Aslan.


Gea kembali menoleh pada Aslan dan mengangguk pelan, "terima kasih pada Bi yang menjelaskan separuh masalah Angel."


Aslan membuka instanya dan terdiam selama beberapa saat sebelum tertawa ngakak melihat video saat Je dan Gea bernyanyi semalam.

__ADS_1


"Loe pasti udah terkenal satu Indoneaia" ucap Aslan disela-sela tawanya, "kalai gue jadi loe ... Mendingan gue merubah diri jadi mayat idup atai Zombi. Asli, ini pasti malu banget."


^-^


__ADS_2