
" Arka, kamu kapan Nak akan lamar Annisa?" Tanya Ibu Elisah.
" Nanti Ya Bund, urusan Annisa belum selesai." Jawab Arka.
" Sudah 4 tahun kalian pacaran, apa Annisa sengaja tidak ingin bercerai secara hukum, atau aslinya dia masih sah menjadi istri anak Bupati itu? "
" Annisa sudah bercerai secara Agama Bund, tinggal pengajuan saja ke pengadilan Agama."
" Kamu bantu Annisa, atau jangan - jangan Annisa sengaja hanya ingin mempermainkan kamu."
" Annisa bukan wanita yang seperti itu Bund, Annisa memang ingin bercerai dan sudah lama itu, tapi karena sesuatu hal mungkin ini yang menjadi penghambatnya."
" Kamu tahu Arka, banyak teman Bunda yang ingin anak nya menikah sama kamu, tapi mamah tolak karena kamu sudah memiliki Annisa. "
" Sabar ya Bunda. "
******
" Bu, dana alokasi setiap desa sebentar lagi turun. Itu sudah termaksuk dana untuk pembangunan sarana warga. ." Ucap Pak Eko.
" Kemarin saat rapat dengan Bupati seperti itu, dan dana nya Akan masuk ke anggaran Desa."
" Dan kita juga ikut mengawasi pembanguan setiap Desa, dana yang di kucurkan lumayan besar, dan bila ada yang korupsi berati kita masih bisa merasakan dan melihat pembangun itu tidak sesuai standard atau mungkin ada sedikit bahan yang di kurangi." Ucap Annisa.
*****
" Bi Asih, nanti pisang goreng nya langsung kasihin sama SAT POL PP yang sedang piket."
" Baik Bu. "
Annisa membuka kulkasnya, dan tampak habis tak ada sayuran atau buah - buah an.
" Bibi belum ke pasar? "
" Maaf Bu, tadi siang Saya nggak sempat ke pasar karena melayat di tetangga." Ucap Bi Asih.
" Nggak apa - apa, nanti besok lagi saja."
" Maaf ya bu."
" Nggak apa - apa Bi, hanya Saya mengingatkan saja."
Saat akan menuju pintu depan terlihat Pak Bowo dengan teman nya sudah berada di depan pintu, dengan segera Annisa kembali ke belakang mencari Bi Asih.
" Bi Asih. "
" Ada apa Bu? "
" Di depan ada Pak Kades Bowo, tolong bilang Saya nggak ada, Saya nggak tinggal di rumah Dinas lagi."
" Kalau misal tanya tinggal dimana gimana?"
" Bilang saja di Baramulya."
" Baik Bu. "
Annisa pun lalu bersembunyi di balik pintu Kamar nya, dan terlihat Bi Asih yang menemui Pak Bowo.
Terdengar perdebatan kecil yang memaksa mencari tahu tentang Annisa.
" Dasar bandot tua, bini sudah 4 saja masih kurang." Ucap Annisa pelan.
******
"Papah... "
" Papah... "
Dimas membolak balikan tubuh nya ke samping kanan dan kiri, terdengar jelas suara di telinga nya.
" Papah.... "
Hahahaha...
" Papah ayok.. kejar jangan diam saja."
__ADS_1
Hahahahaha....
Aaarrrgggghhh
Dimas terbangun dari tidur nya, nafasnya pun naik turun tak beraturan.
" Kenapa Saya jadi mimpiin anak kecil yang manggil - manggil papah, aneh siapa dia."
*****
" Tumben kamu main kesini Ali? " Tanya Dimas sambil menyerahkan secangkir kopi.
" Pak Ibrahim tidak ada jadwal, dia ingin di rumah hari ini." Jawab Ali.
" Saya ingin tanya sama kamu, semalam Saya mimpi aneh."
" Mimpi aneh apa? " Tanya Ali sambil menyeruput kopi nya.
" Anak kecil perempuan manggil saya Papah." Jawab Dimas.
" Biasa nya sih kebanyakan kalau pernah mimpi anak kecil perempuan yang manggil Papah atau dekat dengan kita itu, anak yang masih dalam kandungan keguguran."
" Keguguran? "
" Biasa nya, tapi ya nggak tahu juga soalnya mimpi juga bunga tidur, bisa jadi kamu ingin punya anak sampai sekarang kalian belum punya anak kan?"
" Belum di kasih."
" Sebenarnya hubungan kalian bagaimana?"
" Baik, memang nya kenapa? "
" Saya curiga, setiap kemari Annisa tidak Ada, dan selalu di rumah Dinas."
" Memang nya saya harus laporan sama kamu, setiap Annisa pulang kesini."
" Rumah tangga kalian tak sehat kan?"
" Siapa bilang tak sehat kita baik - baik saja."
" Saya tahu Annisa selingkuh."
Ceklek
" Sejak kapan mengumbar mesra di depan umum?"
Tanya Dimas yang masuk ke ruangan Annisa dan langsung duduk di depan meja kerja Annisa.
" Mau tanya apa, tiba - tiba masuk?"
" Sejak kapan pacaran di depan umum? "
" Terus yang kemarin apa , Abang sama Siska di rumah makan. Saya pacaran di depan umum juga nggak masalah, nggak ada yang mengikuti atau buat berita hingga viral mereka tahu nya Saya single. Sedang kan Abang, semua tahu siapa Abang, Siska juga pasti senang kalau sampai di liput."
" Ali tahu kamu punya pacar, Camat Baramulya."
" Abang bilang apa? "
" Saya masih bisa menutupi ke Ali, kalau sampai Ayah Bunda tahu bagaimana?"
" Saya juga tanya, kalau sampai Abang sama Siska ketahuan juga Mau bilang apa?"
" Untuk saat ini, kita jauhi dulu pasangan kita masing - masing."
" Untuk apa? "
" Kita sementara tinggal satu atap."
" Cih.. Saya nggak mau."
" Ali curiga sama kita, dia itu CCTV berjalan."
" Sampai tua kita kayak gini terus ya." Ucap Annisa kesal.
" Saya belum siap mengatakan nya."
__ADS_1
" Kalau sampai tahun ini, tidak proses Saya akan maju sendiri. Karena calon suami Saya sudah siap meminang mantan istri dari Dimas."
******
" Apa, kalian akan satu atap? " Ucap Arka .
" Ajudan Pak Basuki tahu kita pacaran, dia saat itu juga mendatangi Saya dan mengatakan Saya selingkuh." Ucap Annisa.
" Sampai kapan?"
" Sampai percaya kalau rumah tangga kita baik - baik saja."
" Harus satu atap?"
" Sampai tidak ada kecurigaan."
" Entah Saya sampai kapan mengikuti rencana kalian, Bunda sudah bertanya kapan kita menikah."
" Maaf Bang, Saya masih belum bisa."
" Abang hanya berharap tahun sekarang kita bisa menikah. "
******
" Ibu benar nggak tinggal di rumah Dinas?" Tanya Bi Asih.
" Benar Bi, jangan kasih tahu Pak Bowo Saya pindah kemana."
" Ini gara - gara Kades sialan."
" Saya jujur Bi, jijik lihat nya."
" Tapi hati - hati Bu, Pak Bowo itu sedikit rada - rada. Dengan segala cara bisa saja Pak Bowo lakukan, orang nya nekat."
" Bibi bilang saja nggak tahu, tinggal di Baramulya nya dimana."
" Baik Bu, walau Saya harus berdebat dengan lelaki tua itu."
*******
" Jadi kamu akan satu atap sama mantan istri kamu? " Ucap Siska dengan nada tinggi.
" Ali seperti nya tahu tentang hubungan kami."
" Gara - gara mantan kamu jadi kacau,bilangin sama dia, jangan mengumbar di dekat sekitar Bupati. Dasar wanita nggak punya etika, nggak bisa di ajak kerja sama, dan akhirnya kalian yang harus tinggal satu atap, untuk pura - pura tak ada masalah."
" Kita satu atap juga beda kamar, dan sementara kita jaga jarak dulu."
" Aaarrghhh stres Saya dengarnya."
*******
Dimas menurunkan koper milik Annisa dan miliknya di rumah pribadi mereka, rumah yang di beri oleh Pak Ibrahim dan Ibu Riana sebagai kado pernikahan mereka berdua.
" Saya tidur di lantai atas." Ucap Annisa yang langsung menaiki anak tangga.
" Apa Saya sendiri yang harus angkat barang punya kamu ini yang banyak? " Teriak Dimas.
" Sorry, tangan wanita nggak sekuat tangan pria. Kalau saya angkat ke atas semua nya bisa - bisa tangan saya patah tulang."
" Dasar wanita enak nya sendiri."
Setelah perdebatan mereka berdua, Dimas mengalah, hingga 5 koper milik Annisa sudah berada dalam Kamar nya.
" Semua sudah beres, dan selama disini kamu harus masak buat saya."
" Masak saja sendiri, Saya bukan istri Abang."
" Secara Negara kamu masih istri saya."
" Secara Agama nggak, tinggal satu atap saja sudah salah, hanya karena sandiwara ini yang entah sudah berapa ribu episode."
" Terserah, yang jelas kalau di rumah kamu masak."
" Minta sana sama Siska, jangan minta sama saya."
__ADS_1
" Baik Saya akan selalu makan di luar, biar Siska yang masakin buat Saya."
" Saya juga akan makan siang sama pacar Saya setiap hari, dan Saya nggak mau masak untuk kamu, kecuali untuk Bang Arka."