
" Apa saya nggak salah lihat? " Ucap seorang pria yang melihat Annisa dan Dimas keluar dari rumah dengan kendaraan yang berbeda.
" Sayang, kamu tahu penghuni rumah yang di depan? " Tanya nya.
" Mereka jarang kemari, baru sekitar 2 minggu disini. Kata nya sih mereka pasangan suami istri, pemilik asli rumah itu. " Jawab seorang wanita muda yang tengah duduk bersama pria paruh baya.
" Bisa Saya jadi kan alat ini." Ucap nya dalam hati dengan senyuman penuh kelicikan."
******
" Target belum terlihat." Ucap Dimas pada Earpeace nya.
Dimas dengan penampilan casual dan kacamata hitam bertengger di hidung nya pun dengan tubuh yang tinggi, putih dan tubuh yang terlihat sempurna di mata kaum hawa membuat mata yang melihat nya tak mau untuk mengedipkan mata nya.
Saat itu seorang perempuan seksi turun dari Mobil, dan berjalan ke arah Dimas yang sedang menatap ke arah nya.
" Target tiba." Ucap Pelan Dimas.
" Halo.. "
*******
" Minta perwakilan dari sini, untuk temani Saya rapat di Hotel Flamboyan." Ucap Annisa pada staf nya .
" Saya tunjuk Pak Ahmad sama Ibu Putri." Ucap Pak Eko.
" Makasih Pak, rapat hari ini Saya bawa 2 Staf kecamatan karena Pak Gubernur meminta setiap Camat untuk membawa anak buah nya satu atau dua orang."
" Berati rapat hari ini Pak Bupati juga pasti nya datang? " Tanya Pak Eko.
" Iya pasti nya datang, rapat ini tentang visi misi yang no 5 menjadikan provinsi kita yang maju dan berkompeten. " Jawab Annisa.
" Tolong mereka berdua agar untuk bersiap - siap." Ucap Annisa kembali.
******
__ADS_1
" Hmmm... sayang, kita langsung check in atau kemana dulu? " Ucap seorang wanita cantik yang berpakaian seksi dengan belahan dada yang sangat rendah.
" Kamu mau nya kemana? "
" Terserah Mau nya kemana, langsung check in boleh atau jalan - jalan dulu." Ucap nya sembari tangan nya menari di dada bidang Dimas.
" Saya ingin langsung check in saja, sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh kamu."
" Ah.. jadi Saya ingin cepat - cepat menikmati tubuh kamu." Ucap wanita tersebut dengan sensual memainkan jarinya di bibir Dimas
****
" Gila... Teman kita menang banyak." Ucap teman Dimas yang sesama Anggota Polisi yang merekam kejadian tersebut dari kamera yang di pasang di dashboard yang mengarah pada Dimas dan wanita yang di jadi kan target.
" Kalau kayak gini Saya juga Mau lah. " Ucap teman Dimas yang menonton adegan Dimas.
Hahahahah...
" Betul - betul, kapan - kapan nanti kita yang menyamar. "
******
Annisa pun beramah tamah dengan beberapa Camat yang di kenal dekat oleh Annisa.Namun mata nya tak sengaja menatap Dimas yang tengah merangkul seorang wanita seksi menuju ke bagian resepsionis.
" Itu kan Bang Dimas, kok bukan Siska? " Ucap Annisa dalam hati.
Saat rapat pun akan segera di mulai,semua tamu undangan Rapat menuju hall room yang telah di siapkan oleh pihak hotel.
Rapat pun di mulai dengan sambutan pertama dari Bupati, namun pikiran Annisa tak terfokus pada rapat yang sedang dia ikuti.
" Ibu tidak apa - apa? " Tanya Putri yang melihat Annisa yang tampak gelisah.
" Tidak apa - apa. " Jawab Annisa.
"Kenapa jadi begini sih, aduh kamu Annisa peduli apa sama dia, bukan siapa - siapa kamu, hanya suami di atas buku nikah saja." Guman Annisa.
__ADS_1
Saat sambutan dari Bupati usai, kini Pak Gubernur mulai berbicara di atas podium. Namun lagi - lagi Annisa penasaran dengan apa yang di lakukan Dimas.
" Mau kemana Bu? " Tanya Pak Ahmad saat Annisa berdiri dari kursinya.
" Saya ke Toilet dulu." Jawab Annisa singkat.
Annisa pun keluar dari Ruang rapat, namun saat Annisa keluar Arka menatap punggung Annisa hingga sampai pintu terbuka.
***
" Mba maaf tamu yang ada di ponsel ini tadi ke lantai berapa ya dan kamar no berapa? " Tanya Annisa pada Resepsionis hotel.
" Saya cek dulu Ibu. " Ucap nya.
" Terima kasih."
" Bu di lantai 3 kamar 204." Ucap Resepsionis tersebut setelah beberapa detik mencari.
" Terima kasih."
Annisa pun lalu menuju ke lif, dan saat setelah sampai di lantai 3 , Annisa mencari kamar yang di informasikan oleh Resepsionis tadi.
Saat sampai di depan kamar hotel yang di maksud, Jantung Annisa berdegup sangat kencang. Tangan Annisa mencoba mengetuk pintu tersebut walau nampak sangat tak baik - baik saja."
" Annisa kamu ngapain disini." Ucap pelan Annisa yang mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.
" Tapi mereka di dalam."
" Enak saja, ngomong kalau Saya di luar jangan sama Arka, nanti ketahuan media, nah di depan banyak wartawan dan penjagaan ketat apa wajahnya nggak di kenali. Bodoh amat, disini Saya ingin meminta keadilan. " Ucap Annisa.
Pintu kamar hotel saat Annisa hendak mengetuk terdorong lah pintu tersebut yang tak di kunci dan Annisa mencoba mendorong pintu itu pelan dengan jantung yang berdegup sangat kencang.
" Lepaskan...!!!
" Kenapa cantik, kamu nggak suka? "
__ADS_1
Annisa yang mendengar nya merasa sangat geram lalu dengan langkah cepat menuju ranjang panas tersebut.
" Bang Dimas.... kamu.... "