( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Rasa Itu Ada


__ADS_3

" Saya pulang sekarang." Ucap Dimas menutup panggilan ponsel nya.


Dimas menatap Annisa yang tersenyum ke arah nya, dirinya tahu bahwa istrinya saat ini pura - pura tegar.


" Maaf mungkin malam ini tidak bisa menginap disini."


" Nggak apa - apa Bang."


Dimas mengecup kening Annisa, dan Shakira yang sedang duduk di depan mereka berdua. Annisa pun mengantar Dimas hingga menaiki motor nya.


Hoek.. hoek..


Annisa pun langsung lari masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan kembali semua isi perut nya.


Setelah serasa semua keluar, Annisa pun membasuh Mukanya dan menatap ke arah cermin.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Saya merasa kehilangan kamu Bang untuk saat ini mungkin seterusnya, entah kenapa saat dulu Saya biasa saja dan sekarang Saya kehilangan kamu."


Hiks... hiks... hiks...


*****


" Yank, kepala Saya pusing mual." Rengek Siska manja.


" Obat nya sudah di minum penghilang mual nya? " Tanya Dimas sambil mengusap perut Siska.


" Bagaimana mau minum obat, keluar lagi tadi juga mamah kasih makanan keluar lagi."


" Dimas, kamu sekarang harus sering di samping Siska kamu tahu kehamilan pertama apa lagi masih usia beberapa minggu sangat rentan. Jadi kamu harus banyak luangkan waktu sama Siska. "


" Mah Saya kan sekarang punya istri dua, sama - sama hamil dia juga butuh Dimas mungkin waktu Dimas akan di bagi antara Annisa dan Siska."


" Dimas, dia hanya istri siri dan Siska istri sah kamu. Apa kamu lebih berat kesana dari pada sama Siska."


" Mah Annisa Ibu dari kedua anak Saya, dan dia mantan istri Saya yang sekarang jadi istri kedua saya, dia juga punya hak terhadap Dimas. Dan Siska kamu juga harus mengerti posisi saat ini suami kamu, dan tolong jangan pernah bikin ulah terhadap Annisa."


" Baik Saya akan turuti apa Mau kamu, tapi satu syarat setelah melahirkan ceraikan Annisa." Ancam Annisa.


" Saya tidak akan ceraikan Annisa, sampai kapan pun Saya tidak akan ceraikan Annisa."


******


" Mamah, Papah kemana? "


" Papah malam ini tidak menginap disini sayang." Jawab Annisa sambil membelai rambut panjang Shakira.


" Papah menginap di rumah mamah Sambung Shakira ya? "


" Kata siapa? "


" Shakira tahu Mah, kemarin dengar mamah hanya istri muda papah dan Mamah hanya seorang pengganggu."

__ADS_1


" Ya Allah sayang, kamu kemarin dengar semua." Ucap Annisa memeluk tubuh Shakira.


" Maaf kan Mamah sayang seharusnya kamu tidak mendengar atau melihat kejadian seperti itu."


" Mamah jangan sedih kasihan adik bayi, ada Shakira yang akan temani mamah. Kita kan dari dulu hanya berdua."


" Iya sayang, makasih." Annisa mengecup kening Shakira hingga air mata kembali lolos.


" Mamah, apa mamah nggak kangen sama Papah Arka? "


" Kenapa tanya Papah Arka? "


" Shakira kangen Papah Arka."


" Besok kita besuk Papah Arka."


" Asik..!!! "


******


" Gila kamu ya punya istri dua, semuanya Abdi Negara. Kalau sampai tahu kamu bisa kena tindakan sama dengan Annisa juga." Ucap Tubagus.


" Bang, Rencana Saya ingin ceraikan Siska tapi ternyata dia hamil."


" Bodoh kamu, kenapa saat itu kamu tak bisa.. Aaarrrgh Saya bingung Mau bilang apa."


" Kedepannya kamu Mau apa? " Tanya Tio.


" Pertahankan Annisa." Jawab Dimas.


" Suatu saat Saya harus bisa memilih, Cinta Saya pada Annisa namun Siska mengancam tak akan lukai Annisa asal dia tak di ceraikan."


" Lelaki sejati harus bisa memilih untuk pendamping hidup dunia akhirat." Ucap Tubagus.


*******


" Shakira Papah kangen." Arka memeluk tubuh Shakira dan menciumi kedua pipi nya.


" Bang apa kabar? " Sapa Annisa.


" Alhamdulilah baik." Ucap Arka.


" Papah Shakira kangen sama Papah." Ucap Shakira.


" Papah juga kangen sama Shakira." Ucap Arka.


" Papah ada kabar bahagia."


" Kabar apa? "


" Shakira akan punya adik."


" Adik!!! "

__ADS_1


Arka menatap ke arah Annisa dan Annisa tersenyum kecut ke arah Arka.


" Kamu sudah menikah? "


"Maaf kan Annisa Bang, Annisa menikah sama Bang Dimaa."


Arka tersenyum pada Annisa namun Annisa hanya menunduk kan wajahnya.


" Selamat, Abang senang kamu akhir nya kembali sama Dimas."


" Hanya jadi istri ke dua."


" Apa, kamu di jadi kan istri kedua."


" Mungkin ini jalan Saya Bang, Saya ikhlas."


" Annisa Abang berharap setelah kamu lepas dari Abang kamu bisa bahagia, bukan untuk kembali seperti ini. Kamu hamil, dan kamu harus berbagi suami. Abang benar - benar marah."


" Annisa ikhlas Bang, Annisa ikhlas semuanya Annisa lalukan demi Shakira dan calon anak yang sedang Annisa kandung."


" Seandainya Abang tidak di penjara mungkin kamu akan bahagia hidup sama Saya. Tapi takdir berkata lain, dan memang Saya juga salah dan harus mendekam 20 tahun disini."


" Apa Abang menyesal melepas Saya saat itu?"


" Tidak ada kata menyesal karena Abang tidak mau kamu menunggu Abang dalam waktu yang lama. Abang hanya ingin kamu bahagia, Abang hanya ingin tak ada air Mata lagi."


******


" Bi Ibu mana? " Tanya Dimas.


" Ibu keluar sama Shakira Pak, Bibi nggak tahu kemana Ibu pergi." Jawab Bi Murni.


" Assalamualaikum." Sapa Annisa dan Shakira.


" Walaikumsalam." Balas Dimas.


" Kalian dari mana, Papah cari kalian kenapa nggak kabari Papah kalau Mau pergi kan bisa tunggu Papah pulang Dinas."


" Tadi habis dari Rutan, Shakira kangen Bang Arka." Ucap Annisa.


" Tadi Shakira ketemu sama Papah Arka, Shakira kangen sama Papah." Ucap Polos Shakira.


" Bi bawa Shakira masuk kedalam." pinta Dimas.


" Yuk Shakira ikut sama Bibi." Ajak Bi Asih.


" Kenapa nggak ijin dulu sama Abang, apalagi menemui pria lain..!!! " Ucap Dimas dengan sedikit nada tinggi.


" Maaf Bang Annisa lupa."


" Lupa kamu bilang, sekarang kamu sudah punya suami segala sesuatu harus ijin sama suami apalagi menemui pria lain mantan pacar lagi."


" Lantas apa bedanya Abang bersama Siska, tidur bersama apa itu tidak marah hati kecil Annisa. Saya cemburu Bang, Saya saat ini dan seterusnya akan merasakan cemburu melihat suami sendiri harus berbagi Cinta dengan istri yang satu nya lagi. Saya ingin marah, tapi ini tantangan berat yang harus hadapi. Saya sakit karena Abang, Saya begini karena Abang, sekarang hanya anak kamu ingin bertemu sama Bang Arka kamu marah."

__ADS_1


" Bukan nya melarang, kamu ijin dulu sama suami kamu . "


" Lantas kalau ijin Abang akan mengijinkan Saya bertemu sama Bang Arka? "


__ADS_2