
" Mas Dimas." Ibu Wita merasa kaget saat melihat Dimas mendatangi Panti.
" Maaf Bu Saya hanya ingin tanya siapa anak ini, apakah bagi Arka dan Annisa gadis kecil ini sangat berarti? " Tanya Dimas sambil menunjukkan photo yang ada di ponsel nya.
" Dia hanya gadis kecil biasa anak Panti sini." Jawab Ibu Wita.
" Tolong Bu ceritakan tentang anak kecil ini?"
Ibu Wita tersenyum, lalu menyuruh Dimas dan Tio untuk duduk.
" Namanya Shakira, dia berusia 4 tahun, tapi tak bisa melihat."
" Kenapa? "
" Saat kecil usia 1 tahun Shakira sakit, dan sakit nya merusak mata nya, namun harus di operasi untuk bisa melihat lagi. Sayang belum ada yang cocok untuk donor matanya."
" Bisa Saya bertemu sama Shakira? " Pinta Dimas.
" Maaf Shakira nya tidak ada, mungkin lain kali."
*****
Dimas terus menatap photo Shakira, gadis kecil yang tiba - tiba menarik perhatian nya dan selalu ada dalam pikirannya sekarang.
" Kenapa kamu? " Tanya Tio sambil menyetir Mobil nya.
" Kayak gimana gitu Saya lihat anak kecil ini." Jawab Dimas.
" Saya kira dia anak kamu sama Annisa, secara wajahnya mirip sama kamu."
" Kalau pun masih hidup mungkin seumuran sama Shakira."
" Allah sudah menggambarkan hidup kamu sama Annisa bagaimana, semuanya sudah di atur."
******
Annisa mencoba menghubungi no ponsel milik Arka yang baru, namun nomer tersebut kembali tak aktif.
" Sebenarnya sedang kamu rencanakan apa Bang, sekarang nomer kamu saja nggak aktif."
*****
" Yank, kamu ini bagaimana sih, kita ini mau menikah malah kamu nggak pernah bantuin persiapan gimana - gimana nya. " Ucap Siska kesal.
" Saya apa, semua nya sudah ada yang ngurus terus Saya suruh ngurusin apa lagi?" Ucap Dimas sedikit menekan.
" Kok kamu jadi nyolot gitu ngomong nya Saya ngomong baik - baik malah ngegas."
" Pusing tahu Saya itu, jadi tolong jangan menekan Saya."
" Menekan bagaimana Saya tanya pernikahan kita itu hanya menghitung hari malah kamu nggak pernah tanya atau memikirkan pernikahan kita."
__ADS_1
" Kata siapa Saya tidak memikirkan, apa perlu dengan mengatur ini itu, nggak kan kita sudah percayakan sama mereka yang sudah berpengalaman."
" Bukan begitu Dimas, maksud nya kamu nggak seperti pikiran nya di pernikahan kita tapi malah ke yang lain."
*******
Dimas menuju ke Salah satu rumah sakit dimana mendapatkan alamat di sebuah riwayat chat milik Arka karena rasa yang masih penasaran dengan sosok Shakira,dan langkah nya menuju ke arah meja resepsionis.
" Ada yang bisa kami bantu Pak? "
" Maaf Saya hanya mau tanya, apa disini ada pasien yang bernama Shakira, yang mata nya mau di operasi? " Tanya Dimas.
" Sebentar ya Pak Saya cek dulu."
Dimas pun menunggu resepsionis untuk mengecek data yang di cari oleh Dimas, dan selang beberapa menit Resepsionis pun kembali berkomunikasi dengan Dimas.
" Namanya Shakira Annisa Dimas Ibrahim usia 4 tahun, akan di lakukan operasi Mata 2 hari lagi, pasien baru tiba hari ini Pak." Ucap Resepsionis tersebut.
" Shakira Annisa Dimas Ibrahim, nama itu apa dia anak Saya yang Annisa bilang keguguran di usia 2 minggu. " Ucap Dimas dalam hati.
" Kamar nya no berapa Mba? "
" Dahlia No 4."
" Terima kasih Mba. "
Dimas pun lalu berjalan menuju kamar yang di sebutkan oleh Resepsionis tersebut, dan saat akan sampai di kamar yang di tuju terlihat Arka keluar dari kamar itu.
" Papah kok kembali lagi." Ucap Shakira sembari tangan nya mencari ingin menggapai sosok yang di depan nya.
Dimas terdiam kaku seakan tak bisa berkata apa - apa, mata nya berkaca - kaca saat melihat gadis kecil dengan Mata yang tidak bisa melihat.
" Papah Arka, ini papah Arka bukan? "
Dimas mendekat dan duduk di samping Shakira, gadis kecil itu menyentuh lengan Dimas, air Mata Dimas pun jatuh dan mencoba menahan untuk suara untuk tidak terdengar menangis, tangan kecil itu pun memegang kedua pipi Dimas.
" Papah kenapa menangis?" Ucap Shakira sambil menghapus air mata Dimas.
" Papah jangan sedih, kata Papah Shakira sebentar lagi bisa melihat. Yang pertama ingin Shakira lihat adalah Mamah dan Papah, lalu matahari terbit."
Dimas menarik tubuh mungil Shakira ke dalam pelukan nya, Shakira pun membalas pelukan Dimas.
" Papah kenapa sih, Papah lagi sedih ya? "
Dimas tetap tak bersuara, tetap menahan tangisnya agar tidak membuat Shakira kaget.
Saat sedang memeluk Shakira, sayup - sayup terdengar suara Arka, secepat mungkin Dimas melepas pelukan Shakira, dan segera pergi meninggalkan kamar rawat. Dan saat akan membuka pintu posisi Arka memunggungi Dimas dengan jarak 5 meter dengan jalan berhati - hati Dimas segera bersembunyi di balik tembok samping.
" Sayang, ini kue cokelat yang kamu minta? " Ucap Arka sambil meletakkan kotak kue di atas nakas.
" Papah, bukan nya papah sudah datang dari tadi? "
__ADS_1
" Hah.. datang dari tadi? "
***
" Kamu tega Annisa membohongi Saya, kamu tega bilang anak kita sudah meninggal dunia. Shakira memang anak saya. Saya akan ikuti permainan kamu Annisa, ternyata saat ini yang kamu rasakan bukan karena kasus Arka tapi anak kita yang di bawa Arka untuk operasi mata."
Dimas pun segera menjalankan motor nya meninggalkan halaman parkir rumah sakit.
*******
" Apa ini pemberian dari Pak Arka? "
" Iya dia memberikan ini pada Saya sebagai hadiah."
" Ibu tahu ini harga nya berapa? "
" Limited edition untuk sebuah hadiah nya dengan bertabur emas dan berlian."
" Maaf Bu barang ini kami sita, dan untuk transaksinya memang terbukti dari hasil penggelapan dana yang di kucurkan pemerintah untuk anggaran Desa yang di kirim per kecamatan." Ucap penyidik pada Annisa.
" Apa masih ada yang perlu di tanyakan lagi?" Tanya Annisa.
" Apakah Ibu tahu keberadaan Pak Arka saat ini?"
" Saya tidak tahu."
*******
" Bu Camat, minggu depan acara Adat Patra untuk pelaksanaan puncaknya Ibu di mohon hadir." Ucap Pak Sekmat Eko.
" Atur saja Pak jam berapanya, dan tolong sampaikan ke perangkat Desa Patra agar keamanan di utamakan ada panggung hiburannya kan di proposal nya. "
" Benar Bu, nanti dari pihak Polsek dan POL PP bekerja sama untuk melancarkan acara tersebut."
" Jangan sampai terjadi keributan dan menghancurkan acara, dan tolong Pak untuk Bapak berikan arahan langsung ke Panitia agar tidak mengecewakan."
" Baik Bu."
"Terima kasih."
*******
" Bos, ternyata Arka ada di sebuah rumah sakit?"
" Benar kah? "
" Benar Bos."
" Habisi dia sebelum Polisi menangkapnya karena tertangkap nya Arka kita bisa terancam."
" Tapi Bos, Arka tidak sendiri dia bersama seorang anak kecil."
__ADS_1
" Anak kecil, di sebuah rumah sakit? "