
" Abang kapan nikah nya sih, kayaknya diam - diam saja? "
" Nggak tahu, Ayah Bunda tetap nggak suka sama Siska. "
" Saya harap Abang nanti datang saat saya menikah nanti."
" Pasti Abang datang." Ucap Dimas
" Kamu mencintai Arka? " Tanya Dimas.
" Kenapa tanya seperti itu? " Jawab Annisa balik bertanya.
" Kamu mencintai Arka bukan karena peralihan hati kamu dari Saya ke dia kan? "
" Dia mencintai Saya Bang, baru kali ini Saya di cintai, jadi begini rasa nya di cintai lebih tenang, bahagia tidak seperti mencintai secara sepihak rasa nya sakit, dan nggak enak."
" Abang Mau kamu jujur sama Abang, sebenarnya kamu masih punya ganjalan apa sama Saya dan Ayah Bunda."
" Maksud nya? "
" Kamu masih mengigau dan minta maaf sama Saya, Ayah dan Bunda."
******
" Ibu Camat ada? " Tanya Pak Bowo.
" Maaf Pak , Ibu Camat sedang keluar kota." Jawab Putri.
" Kamu tahu pulang nya kapan?"
" Kalau itu Saya nggak tahu Pak."
" Masa anak buah nya nggak tahu atasan kapan pulang."
" Bapak bisa tanyakan sendiri ke Ibu Annisa."
" Berani sekali kamu menyuruh Saya, kalau Saya sudah jadi suami Annisa kamu akan Saya pindah tugas kan di daerah terpencil." Ucap Pak Bowo pergi meninggalkan Putri yang masih berdiri mematung dan masih tidak percaya apa yang di ucapkan oleh Pak Bowo.
" Bilang apa tadi, suami nggak salah. " Ucap Putri sambil menahan senyum.
*******
" Bang makasih ya, sudah merawat saya."
" Sama - sama, pesan Abang kamu jangan lakukan yang seperti kemarin biar itu jadi urusan Polisi, dan Abang nggak Mau melihat kamu kedua kali nya seperti ini. "
" Tapi Bang Saya lakukan hanya sebagai seorang Pemimpin disini."
" Kamu wanita dia pria, kamu tahu kemarin mereka hampir saja membunuh kamu. Kalau itu terjadi sama kamu, Abang nggak bisa bayangkan."
" Lantas kita harus bagaimana, hanya diam?"
" Percaya sama kami, semua nya akan terbongkar."
" Kalau boleh tahu, orang atas siapa yang melindungi dia?"
__ADS_1
Dimas diam menatap lekat mata wanita yang ada di depan nya, entah rasa apa yang dia miliki saat berada tepat di depan nya.
" Kamu juga tahu siapa dia, dan tidak jauh dari kita."
" Siapa Bang? "
" Kamu janji harus simpan rapat - rapat masalah ini, dan jangan sampai orang ada yang tahu."
" Katakan Bang siapa dia? "
" Yang melindungi Kepala Desa Patra adalah Arka."
Annisa tertawa saat mendengar apa yang di katakan oleh Dimas, tawanya sejadi jadi nya saat mendengar apa yang di katakan Dimas.
" Bang Arka, Abang bilang Bang Arka. Dia punya kuasa apa Bang, dia sama seperti Saya seorang Camat, kalau bicara jangan ngawur."
" Kamu tahu Ibu Septi, dia istri muda dari wakil Bupati kita. Arka anak kandung nya, apa kamu nggak tahu selama pacaran dan pendidikan sama - sama? "
" Anak dari Pak Mansur, bukan nya Pak Mansur tidak memiliki seorang anak."
" Karena tak memiliki seorang anak, Pak Mansur diam - diam menikah lagi dengan Ibu Septi, lantas di ceraikan. Kenapa Arka bisa menggunakan segala cara, karena kekuasaan Ayah nya, dan membagi rata semua anak buah kepercayaan Pak Mansur, hingga semua kejahatan kasus korupsi mereka lancar, dan usaha terselubung nya pun aman."
" Tunggu Arka tunangan Saya, Pak Bowo anak buah Arka, suka sama saya bagaimana ceritanya, ini sangat lucu dan tak masuk akal."
" Kamu tahu pengkhianat? "
" Maksud nya? "
" Arka pun tahu siapa Saya yang pernah menggagalkan segala cara anak buah Pak Bowo, dia itu hanya melindungi tak ada hubungan nya dengan kasus keracunan masal atas ancaman Kepala Desa Patra, hanya saja Pak Bowo di bawah tekanan Arka, dan dia menyukai kamu ingin mendapatkan mu perang di mulai."
" Sebuah tanda pemberontakan."
******
Annisa terdiam saat berada di dalam mobilnya, yang telah di perbaiki akibat benturan yang di tabrakan ke pohon. Memikirkan apa yang sudah di dengar dari Dimas.
" Seorang yang tulus mencintai Saya, apakah benar kenyataan nya seperti itu." Annisa menyandarkan Kepala nya saat tiba di halaman Panti.
Tok.. Tok...
Annisa tersadar saat ketukan kaca mobilnya dan terlihat Arka menggandeng tangan Shakira.
" Hi....!!! " Sapa Annisa menebar senyum.
Annisa mencium kedua pipi Shakira, dan memeluk nya, Arka pun menyambut Annisa dengan kecupan di kening nya.
" Mamah kangen." Ucap Shakira.
" Sama sayang, mamah juga kangen." Ucap Annisa menggendong tubuh Shakira.
Aaaawwwww
Annisa merasakan sakit saat Arka menyenggol lengan kanan Annisa.
" Kenapa sayang, ada yang sakit?"
__ADS_1
' Nggak apa - apa Bang, lengan nya sakit kemarin ketimpa balok." Ucap bohong Annisa.
" Astaghfirullah sayang, tapi sekarang nggak apa - apa kan? "
" Nggak apa - apa Bang, ini berkasnya saja."
*******
" Katakan apa saja yang kamu ketahui tentang kejahatan yang kami semua tidak di ketahui?" Bentak Dimas pada anak buah Bowo saat berada di ruangan khusus.
" Saya tidak tahu apa - apa Pak." Ucap anak buah Pak Bowo bernama Jhoni yang sudah babak belur akibat pukulan Dimas.
" Jangan bohong kamu, kalau kamu mau berkerja sama dengan kami , hukuman kamu akan ringan."
" Saya tidak tahu Pak."
" Oh ya tidak tahu. " Ucap Dimas yang sudah mengambil pistol kosong lalu mengisi peluru di masukan ke selongsong peluru.
" Kamu ingin hukuman mati di suntik, mati perlahan atau Saya tembak kamu tepat di jantung kamu."
Jhoni yang melihat Dimas yang sudah siap dengan pistol nya merasa sangat gemetar, sehingga terlihat jelas di wajah nya yang ketakutan.
" Kamu kan sering melukai orang tak bersalah dengan di tembakkan di titik tertentu."
" Bapak Mau menembak mati saya?" Ucap Johni yang sudah ketakutan.
" Iya memang nya kenapa, kamu tidak mau kerja sama, buat apa kamu hidup hanya sebagai sampah."
" Saya benar - benar tidak tahu."
Door
Aaarrgggg
Jhoni kaget saat tembakan di arah nya ke kaki nya namun meleset.
" Kamu yakin tidak Mau kasih tahu."
" Saya tidak tahu."
Door
Aaarrrghhh
" Tembakan terakhir Saya ini mematikan."
" Sumpah Saya tidak tahu menahu lebih dalam."
" Satu, Dua, Ti... "
Dimas mengarahkan pistol nya tepat di jantung Jhoni, dan terlihat wajah Johni semakin tegang.
" Saya tidak tahu sumpah."
" Tiga.. "
__ADS_1
Door..
Door.