
Lanjut.....!!!!
Saya kasih Bonus untuk beberapa Bab.. Untuk Sahabat puspa yang minta lanjut... 🥰🥰🥰
Masa Cuti Annisa telah habis, selama 3 bulan Annisa menikmati sebagai seorang ibu di rumah, dan kini merangkap sebagai seorang Abdi Negara, pemimpin suatu wilayah dengan tugas - tugas beratnya.
" Nurma, nanti kalau Tiara rewel kamu hubungi saya saja, dan kalau butuh apa - apa bisa panggil Bi Murni."
" Baik Bu. " Ucap Nurma.
Annisa menitipkan anaknya pada Baby sister yang dia dapatkan dari yayasan, Baby Sister yang masih di bilang muda, di bawah umur Annisa.
" Shakira di antar sama Mamah atau Papah?" Tanya Annisa.
" Di antar Mamah." Jawab Shakira.
Annisa dan Dimas kini berdinas di satu kecamatan kembali, Annisa kembali ke kecamatan Patra begitu Pun dengan Dimas Hanum Dimas kini bertugas di Polres.
" Mah, Papah pulang telat soalnya Papah mau pergi sama teman - teman." Ucap Dimas sambil menikmati sarapan pagi nya.
" Iya Pah, hati - hati."
******
" Nurma, Tiara kenapa menangis terus?" Tegur Bi Murni dan Nurma hanya fokus ke layar ponsel nya.
" Biasa pasti minta tidur." Jawab Nurma enteng.
" Kalau pengen tidur, kamu kelonin jangan - jangan lapar atau buang air." Ucap Bi Murni sambil memeriksa Tiara.
" Bibi saja yang urus Tiara, saya mau pergi dulu."
" Hey... Nurma, kamu mau kemana?" Teriak Bi Murni.
" Kalau Ibu Bapak tahu kamu di pecat."
******
Annisa mencoba menelepon Nurma namun tak di angkat, hingga berkali - kali Annisa mencoba menghubungi namun tak di angkat. Lalu Annisa pun mencoba menghubungi Bi Murni lewat telepon rumah.
" Halo Bi." Sapa Annisa saat telepon nya menyambung.
" Dalem Ibu."
" Tiara sedang apa? " Tanya Annisa.
" Tiara tidur Bu, habis minum susu langsung tidur, tadi sempat rewel." Jawab Bi Murni dari seberang.
" Nurma nya mana?"
" Nurma nya keluar Bu, sampai sekarang belum balik."
" Apa Bi, keluar sampai sekarang belum tanpa ijin pantas telepon saya nggak di angkat. Kerja baru satu minggu sudah bikin ulah."
" Maaf Bu, Tiara menangis juga dia nggak peduli."
Annisa merasa sangat kesal, baby sister yang dia dapat sangat mengecewakan.
*****
Annisa pun pulang terlihat Bi Murni sedang menyuapi Shakira dan mengasuh Tiara, wajah lelah Annisa terlihat di tambah wajah kesal nya yang melihat Nurma belum juga pulang.
" Bi Nurma belum pulang?" Tanya Annisa .
__ADS_1
" Belum Bu, saya coba hubungi ponselnya malah mati. "
" Kok ada ya baby sister yang meninggal kewajiban nya. " Ucap Annisa kesal.
" Ibu laporan kan saja pada yayasannya, dan minta ganti Baby sister."
" Saya mau lihat dulu, alasan dia itu apa."
*******
Dimas bersama teman - temannya keluar dari sebuah restoran, dan mereka pun menuju ke parkiran. Namun mata Dimas menangkap sosok yang sangat dia kenal, keluar dari mobil dengan menggandeng seorang pria.
" Itu kan Nurma, sama siapa? " Ucap pelan Dimas.
Dimas pun mengikuti Nurma, dan tak menghiraukan panggilan temannya.
" Kamu mau makan apa sayang?"
" Disamain saja sama Om."
Dimas lalu mendekati meja Nurma, dan berdiri di depan keduanya sehingga membuat Nurma kaget.
" Ba - Bapak." Ucap Nurma.
" Siapa dia sayang?"
" Kamu sudah dapat ijin dari istri saya kamu pergi pacaran? " Tanya Dimas.
" Istri, memangnya Nurma siapanya Pak Polisi ya? " Tanya Pria itu.
" Dia ini baby sister anak saya Pak." Jawab Dimas.
" Kamu Baby Sister, bukan nya kamu itu pe******r yang saya sewa melalui aplikasi."
" Pak maaf kan saya, saya memang wanita seperti itu, profesi baby sister hanya kalau sedang sepi." Ucap Nurma.
Dimas memijat pelipisnya, dan lalu menyuruh Nurma untuk berdiri.
" Kamu pulang sama saya." Ucap Dimas.
" Eit.. enak saja bawa Pulang, dia sudah saya bayar 10 juta, kalau pergi kembali kan uang saya." Ucap Pria tersebut.
" Ja - jangan saya butuh uang ini." Ucap Nurma.
" Saya ganti, ada uang cash. Sekarang saya bawa Nurma." Ucap Dimas sambil menyerahkan uang tersebut.
" Ayo pulang." Ucap Dimas dengan nada tinggi.
Nurma pun pulang bersama Dimas, raut wajah Dimas yang marah masih terlihat.
" Pak terima kasih."
" Sudah berapa lama kamu kerja seperti itu?" Tanya Dimas.
" 5 tahun Pak."
" Apa tidak ada pekerjaan lagi selain menjadi wanita seperti itu?"
" Hanya pekerjaan ini yang menghasilkan uang banyak, saya nggak mau di hina terus di kampung Pak, sebagai janda dan selalu morotin uang suami orang. Padahal mereka yang menawarkan itu."
" Kalau kamu ingi tetap bekerja sama saya, kamu berhenti jadi seorang pe*******r."
" Apakah Bapak akan jamin hidup saya?"
__ADS_1
*******
" Kok bisa bareng Nurma?"
" Saya bertemu dia di luar."
" Pah, dia itu sudah meninggal kan Tiara, malah pergi nggak pamit sama Mamah atau Bi Murni." Ucap Nurma.
" Maafkan saya Bu."
" Saya kasih kamu kesempatan sekali lagi kalau kamu berulah saya pecat kamu." Ucap Annisa.
****
" Jadi Pah ketemu dia di Restoran?"
" Iya sama pria, Papah malah tebus dia 10 juta."
" 10 juta, dia itu pe********f, sebagai baby sister kalau sedang sepi saja." Ucap Dimas.
" Astaghfirullah, Pah Mamah nggak mau ya kalau dia masih kerja disini. Mamah nggak mau dia godain Papah."
" Papah juga masih waras Mah."
" Bilang waras, kalau sudah terhipnotis bisa saja."
" Tenang Mah, papah nggak akan tergoda."
" Pokoknya Nurma pecat, biar cari lagi."
******
" Jangan pecat saya Bu, saja janji akan berhenti dan fokus kerja sama Ibu."
" Nggak saya sudah nggak butuh baby sister, saya juga nggak mau suami saya tergoda sama kamu. Suami saya sudah tebus kamu 10 juta itu baru awal, saya nggak mau kamu disini. Kamu angkat kaki sekarang, dan saya nggak kasih pesangon. Saya hubungi yayasan nya juga, biar nggak menerima kamu lagi." Ucap Annisa lalu menelepon yayasan penyaluran baby sister.
" Pak jangan pecat saya." Ucap Nurma memohon.
" Maaf Nurma, kalau sudah istri saya bertindak saya nggak bisa apa - apa." Ucap Dimas.
" Hallo... saya Ibu Annisa yang pernah ambil jasa baby sister di yayasan anda dengan nama Nurma."
" Bagaimana Bu, apakah ada masalah? " Tanya nya dari seberang.
" Tolong jangan terima orang yang sekarang kerja sama saya, disini saya kecewa dia itu seorang pe********r, anaknya di telantarkan. Dan suami saya sudah nebus dia 10 juta, jadi rugi besar saya."
" Maafkan kami Bu, saya akan blacklist nama tersebut."
" Bagus, jadi saya minta sebagai penyalur cari teliti seluk beluk nya."
*******
Annisa menimang Tiara sambil bernyanyi, Dimas mendekati Annisa dan memeluknya dari belakang.
" Tiara belum tidur sayang?" Bisik Dimas
" Matanya masih membuka lebar." Ucap Annisa.
" Kamu kenapa sekarang nggak ambil baby sister lagi? "
" Saya trauma Pah, lebih baik sekarang Bi Murni fokus sama Tiara kalau saya nggak ada. Kita tambah gaji Bi Murni, Mamah nggak kamu hampir kecolongan."
" Apa masih bahas perkara yang 10 juta nya?'
__ADS_1
" Bukan perkara 10 juta Pah tapi takut dia tingkahnya melunjak, Papah tebus dia 10 juta dia butuh uang bisa saja nanti menggoda papah."