( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Bersama Mu Bahagia


__ADS_3

" Masih pusing nggak? " Tanya Dimas saat mereka tiba di rumah.


" Nggak Bang, tadi nikmat banget makan rujak bikinan Bi Asih." Jawab Annisa sambil membuka kancing seragam ASN nya.


" Jangan kebanyakan pedas nanti sakit perut." Ucap Dimas sambil membantu melepaskan seragam istrinya.


" Lagi doyan."


" Ingat kamu punya asam lambung kalau sampai perut kamu masalah Abang akan marah."


" Nggak akan." Ucap Annisa sambil memakai Dasternya.


" Bang, Shakira bulan depan sudah mulai sekolah loh, dan minggu depan dia ulang tahun yang ke 5 tahun."


" Mau kita rayakan dimana?"


" Sama anak - anak panti saja, Shakira pernah bilang ingin merayakan ulang tahun sama Abang juga."


" Pasti ulang tahun sekarang kita harus merayakan bertiga."


" Abang mau makan nggak, nanti Annisa siapkan? " Tanya Annisa.


" Nggak usah biar bibi saja yang suruh siapkan."


" Loh kok bibi sih, Saya kan istri Abang."


" Kamu istirahat saja, biar Bi Murni yang siapkan semuanya."


" Nggak Bang, yang jadi istri kan Annisa buka Bi Murni, Annisa siapkan dulu ya."


" Yank." Dimas meraih tangan Annisa.


" Kenapa Bang? "


" Kamu beda sama Siska, kamu memang benar - benar istri Abang yang sesungguhnya seandainya kamu bukan istri siri Abang tambah bahagia."


" Apa sekarang Abang nggak bahagia, siri itu di mata hukum tapi di mata Allah kita sah. Mungkin yang Abang maksud karena Saya hanya istri kedua tak bisa hanya jadi satu - satunya."


" Iya sayang, Abang disitu merasa tak bahagia dan belum bisa membahagiakan kamu karena Abang harus berbagi raga dan cinta."


Annisa membelai wajah suaminya, dan menyentuh bibir tebal Dimas.


" Annisa yakin walau di duakan hati Bang Dimas hanya satu wanita. Di hati Bang Dimas wanita itu adalah cinta sejati Abang sampai menutup mata."


" Kamu benar sayang, hanya ada satu wanita di hati Abang ini." Ucap Dimas sambil meletakan tangan Annisa di dadanya.


" Kamu tahu siapa wanita itu? "


Annisa menggelengkan kepalanya dan lebih memilih menyembunyikan wajah nya di dada Dimas.


" Kamu tahu wanita itu sangat sempurna, dia tipe Saya walau dulu pernah Saya tolak. Kalau pun ini karma, saya senang menerimanya."


Annisa mendongak ke atas kepalanya menghadap ke arah Dimas, sehingga Dimas dan Annisa saling menautkan kening nya.


" Kamu sayang, wanita yang ada di hati Abang, saat ini dan seterusnya. Walau kamu istri kedua tapi kamu tetap yang pertama."


Dimas mengecup bibir Annisa, berlanjut ******* bibir pink milik Annisa. Kedua tangan Annisa dia kalungkan di lehernya dan tangan Dimas bermain di kedua bantal bagian belakang milik Annisa, hingga suara ******* Annisa pun keluar berlanjut membimbing ke atas tempat tidur.


***


Dimas menyelimuti tubuh Annisa, istri nya pun tertidur pulas akibat gempuran nya yang tiada henti karena sudah menjadi candu bagi Dimas.

__ADS_1


" Kamu memang cantik nya istri Abang, sungguh penyesalan ini ada kenapa tidak dari dulu mata ini membuka dan hati ini jatuh cinta sama kamu."


Dimas mencium pundak Annisa dan berganti ke kening lalu bibir nya.


" Mamah....!!! "


Tiba - tiba terdengar teriakan Shakira, Dimas pun langsung buru - buru memakai celana dan kaosnya.


" Mamah....!!! "


Brok... brok... brok...


Shakira menggedor - gedor pintu kamar kedua orang tua nya sambil berteriak memanggil mamah nya.


" Ya sayang, mamah tidur." Ucap Dimas sambil membuka pintu kamar nya.


Shakira mengintip dari balik tubuh Papah nya, dan menggeser sedikit tubuh Dimas.


" Mamah sakit lagi? " Tanya Shakira.


" Nggak mamah tidur kecapean." Jawab Dimas.


" Shakira ada apa cari mamah? "


" Shakira ingin makan."


" Ok sama Papah ya."


Shakira pun menganggukkan kepalanya lalu dengan menggandeng tangan Shakira menuju meja makan.


Di meja makan sudah terhidang aneka makanan, Shakira pun langsung naik ke atas kursi.


" Papah Shakira mau sama Ayam." Tunjuk Shakira.


" Papah Minggu depan Shakira ulang tahun."


" Shakira mau kado apa? "


" Shakira ingin rumah Barbie yang besar sama boneka nya."


" Siap nanti Papah belikan."


" Nanti pas tiup lilin sama Papah ya."


" Ok, nanti Nenek sama Kakek di undang kan? "


" Iya Papah, Shakira ingin ulang tahun yang ke 5 ini ingin semua kumpul kalau dulu - dulu hanya berdua sama mamah terus makan - makan sama Papah Arka." Ucap Shakira yang sambil makan di suapi Dimas.


" Mulai sekarang Shakira akan ulang tahun terus sama Papah dan Mamah." Ucap Dimas.


" Janji ya pah."


" Janji." Ucap Dimas.


" Loh kok nggak bangunin mamah sih." Ucap Annisa mendekati Dimas dan Shakira.


" Tadi Shakira manggil Mamah terus Papah bilang lagi tidur, Shakira bilang ingin makan." Ucap Dimas sambil menyuapi Shakira.


" Shakira kenapa nggak makan sendiri?" Tegur Annisa.


" Abang yang sengaja suapin."

__ADS_1


" Shakira biasa makan sendiri Bang, sudah besar jangan di biasakan manja."


" Nggak apa - apa, momen seperti ini tak Kan pernah di ulang kembali."


" Abang sudah makan? " Tanya Annisa.


" Belum Mah." Jawab Dimas.


" Abang mau makan sama apa, tinggal pilih saja."


" Sayur sop saja sama tempe."


Annisa pun mengambil makan untuk Dimas, sesuai permintaan suaminya.


" Biar Shakira makan sendiri Papah makan dulu."


" Dikit lagi."


" Mamah suapin aja ya."


" Boleh sayang."


*****


" Suami kamu belum Pulang? " Tanya Ibu Iren.


" Belum Mah kayak nya lagi sama Annisa." Jawab Siska sambil memakan cemilan."


" Kamu ini bagaimana sih, suami malah sering sama istri muda." Ucap Ibu Iren kesal.


" Memang hari ini jadwal kesana Mah, sehari sama Siska sehari sama Annisa begitu seterusnya. "


"Kamu nggak ada niat menyingkirkan Annisa?"


" Ada niat lah, masa nggak ada tapi pelan - pelan."


" Kamu bisa minta bantuan sama mamah, di jamin Dimas seumur hidup akan membencinya."


" Siska sudah punya cara Mah, tenang saja."


******


" Yank."


" Hmm." Annisa membelai rambut cepak milik Dimas yang sedang berbaring di kedua paha istri nya sambil menonton televisi.


" Yank, kita sama - sama besuk Arka mau? "


Annisa tiba - tiba mengehentikan tangan nya yang sedang membelai rambut Dimas.


" Mau kan? "


" Kenapa tiba - tiba Abang ingin besuk Bank Arka di rutan? "


" Bagaimana pun Arka juga yang telah membantu mencari donor mata untuk anak kita. Sebagai orang tuanya kita jangan lupakan jasanya."


" Abang sudah nggak cemburu lagi sama dia?"


" Ngapain cemburu dia saja di penjara selama 20 tahun, tapi Abang yakin kamu nggak akan pernah tinggalin Abang."


" Makasih Bang, dan memang Abang harus percaya karena Saya nggak akan mungkin khianati Abang. Masa lalu adalah bagian yang terdahulu jadi jangan sering di ingat bila masa lalu itu menyakitkan."

__ADS_1


" Makasih sudah mau memaafkan kesalahan Abang." Dimas membalikkan wajah nya tepat berada di perut Annisa.


__ADS_2