
" Lihat Dimas anak kamu berantem terus sama Lucky, Bunda pusing kepalanya." Ucap Ibu Riana saat Dimas sampai di rumahnya.
" Kalian berdua itu kan saudara, nggak boleh berantem terus. Kamu Lucky sebagai Abang Shakira harus lah mengalah sama adik kamu, dan kamu Shakira jangan suka memancing Abang Lucky."
" Tapi Om Shakira yang mulai bukan lucky." Ucap Lucky. " Ucap Lucky.
" Bukan Papah, bukan Shakira tapi Abang lucky yang mulai." Ucap Shay.
" Kamu Shakira." Ucap Lucky.
" Kamu Bang." Ucap Shakira.
" Kamu." Ucap Bagas.
" Kamu." Ucap Shakira.
" Stop kalian jangan berantem terus? " Bentak Dimas sehingga membuat Shakira dan Lucky diam.
" Kalian itu disini sama - sama biar saling dekat sama saudara, terus saling menjaga. Apa kalian tidak kasihan sama kakek dan nenek kerjaannya berantem terus nggak ada habis - habis nya. Lihat bekas mainan kalian seperti kapal pecah rumah nya, bereskan main nan kalian terus minta maaf." Ucap Dimas, lalu Shakira dan Lucky saling berjabat tangan.
" Nah kelihatan nya adem kan kalau kayak gini." Ucap Dimas.
" Bunda nggak habis pikir sama mereka berdua, kerjaan berantem terus, giliran salah satu nggak ada baru pada mencari." Ucap Ibu Riana.
" Namanya juga anak - anak Bund, kamu dulu ingat nggak setiap hari Dito, Dimas dan Bagas berantem terus nggak ada habis - habis nya." Ucap Pak Ibrahim.
*******
" Papah, malam ini tidur disini? " Tanya Shakira saat Dimas menemani Shakira yang akan tidur.
" Papah pulang sayang, Mamah di rumah sendirian." Jawab Dimas.
" Mamah sama Papah kapan tidur di rumah Nenek? "
" Setiap minggu, sekarang Mamah Papah bakalan kesini. Shakira nya kan disini, setiap weekend Papah Mamah pulang kesini. Kalau Nggak nginep disini nanti kita pulang ke rumah kita. Lama kan nggak tidur disana." Ucap Dimas.
" Iya Pah. " Ucap Shakira yang sudah mulai mengantuk.
Dimas pun membelai rambut Shakira dan Shakira yang tangan nya memeluk tubuh Dimas. Setelah terlelap Dimas mencium kening Shakira, dan menyelimuti tubuh Putri nya.
******
Pukul 1 dini hari Dimas sampai di rumah Dinas Annisa, terlihat beberapa SATPOL PP tengah sedang berjaga. Dimas pun membuka pintu rumah dengan kunci cadangan yang dia miliki.
Ruangan yang tampak gelap, dan sepi Annisa sudah terlelap tidur. Dimas pun berjalan ke arah kamarnya, terlihat Annisa sudah tertidur lelap.
Setelah melepaskan pakaiannya, dan hanya mengenakan celana Boxer Dimas menaiki tempat tidur, dan berbaring di bawah satu selimut dengan Annisa.
Dimas mengecup kening Annisa, dan beralih ke arah perut nya dan di cium nya. Annisa yang merasakan tubuh nya terganggu, menggeliat dan tangan nya refleks memeluk tubuh Dimas.
"Bang peluk." Ucap Annisa dengan mata tertutup entah mengigau atau tahu suaminya telah pulang. Dimas pun memeluk tubuh Annisa hingga tertidur lelap.
****
__ADS_1
Adzan shubuh berkumandang, Annisa menggeliatkan tubuhnya dan merasakan sangat berat. Mata Annisa membuka sempurna , terlihat Dimas memeluk tubuhnya bagai sebuah bantal guling.
" Abang, kok Annisa nggak tahu Abang pulang." Ucap Annisa sambil memandang wajah suaminya.
Dimas mengalihkan wajahnya ke tempat yang nyaman, yaitu di bagian dada yang empuk dimana tempat Favorit Dimas di saat dirinya tidur.
" Bang bangun, Sholat shubuh dulu yuk." Ucap Annisa.
" Hem, sebentar lagi." Ucap Dimas masih setiap memejamkan matanya.
" Bang bangun cepat, keburu habis waktu Sholat Shubuh nya." Ucap Annisa.
Dimas pun perlahan membuka matanya, dengan muka bantal Dimas bangun dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
" Bang yuk cuci muka dulu terus ambil wudhu." Ucap Annisa yang langsung turun dari tempat tidur.
" Iya. " Ucap Singkat Dimas.
****
Annisa pun mencium punggung tangan Dimas, begitu pun Dimas mencium kening Annisa dan perutnya setelah Sholat Shubuh berjamaah.
" Shakira gimana Pah kabarnya? "
" Alhamdulillah sehat, kita setiap weekend pulang ke rumah Ayah sama Bunda, kalau tidak ke rumah sendiri. Kita lama rumah tak di tempati." Ucap Dimas.
" Iya Bang, nanti kita setiap weekend saja menginap disana di rumah kita. Kalau kelamaan kosong ya sayang kan Bang." Ucap Annisa.
******
" Seragam PDL nya diganti sama model untuk Ibu hamil? " Tanya Dimas.
" Iya Bang, seragam yang lama sudah tidak nyaman dan kekecilan." Jawab Annisa.
" Baru kali ini lihat tubuh Istri Abang berisi." Bisik Dimas.
" Jadi Annisa gemuk dong Bang." Ucap Annisa dengan wajah cemberut.
" Gemuk juga tetap cantik dan seksi."
" Bohong dan gombal."
" Serius sayang."
" Awas saja kalau di belakang menggerutu."
" Nggak lah, biar tubuh kamu berubah Abang tetap cinta."
*******
Usia kandungan Annisa memasuki 7 bulan, dengan perut yang sudah membesar Annisa dan Dimas memeriksakan kandungan nya ke Dokter kandungan.
Dokter pun memeriksa kehamilan Annisa, terlihat di layar monitor Dokter pun menemukan jenis kelamin anak yang di kandung Annisa.
__ADS_1
" Anak nya perempuan lagi Pak Bu." Ucap Dokter kandungan .
" Alhamdulillah, Yank anak kita perempuan lagi." Ucap Dimas bahagia.
" Sehat bayinya, semua sempurna." Ucap Dokter kandungan.
" Alhamdulillah. " Ucap Annisa dan Dimas sambil tersenyum.
******
" Mah kamar ini yang dekat sama Kamar Shakira, buat calon anak kita. Nanti Papah minta sama tukang nya untuk merombak model kamar nya, kita dekor ulang." Ucap Dimas.
" Ini kamar sudah bagus Pah, tinggal beli box bayi saja sama baju - bajunya." Ucap Annisa.
" Kalau itu pasti beli, pokoknya ini kamar harus nuansa cewek banget seperti sama kamar Shakira tapi sedikit beda. "
*******
" Dede cepat keluar dong dari perut mamah nanti kita main barbie ." Ucap Shakira sambil mengusap perut Annisa.
" Nanti Shakira ada teman mainnya ya. " Ucap Annisa.
" Iya Mamah, mainannya nggak sendiri lagi." Ucap Shakira.
" Nanti sayang nggak sama dede bayinya?"
" Sayang mamah, Shakira akan selalu sayang sama adiknya Shakira."
Shakira terus mengusap perut Mamahnya yang sudah kelihatan membuncit, dan sesekali di ciumnya.
Dimas datang membawa segelas susu hamil untuk Annisa, istrinya pun meminum susu tersebut.
" Makasih Pah." Ucap Annisa.
" Sama - sama sayang." Ucap Dimas.
" Papah nanti Dede bayi di kasih nama siapa?" Tanya Shakira.
" Siapa ya, Papah belum dapat nama." Ucap Dimas.
" Cepat cari nama Papah, biar Shakira memanggilnya enak. " Ucap Shakira.
" Mamah sudah punya nama belum? " Tanya Dimas.
" Belum Pah, mamah belum punya nama." Jawab Annisa.
" Waktu Shakira namanya siapa yang memberi nama" Tanya Shakira.
" Mamah sayang yang kasih nama." Jawab Annisa.
" Namanya indah, makasih sudah masukan nama Abang dan Ayah." Ucap Dimas.
" Makasih Bang." Ucap Annisa sambil tersenyum.
__ADS_1