( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Bahagia


__ADS_3

" Alhamdulilah Bunda sama Ayah ikut senang mendengar cerita ini." Ucap Ibu Riana.


" Akhirnya kalian bersatu juga, mungkin cara bersatu nya kalian dengan cara seperti ini." Ucap Pak Ibrahim.


" Saya akan segera proses perceraian Saya dengan Siska, dan mulai sekarang Saya tinggal dengan dua bidadari tercantik ini." Ucap Dimas sambil mengusap punggung Annisa.


" Alhamdulilah Annisa senang Abang bisa menerima Annisa, walau Annisa ini banyak kekurangan, terima kasih Bang."


" Maaf kan Abang yang terlambat mencintai kamu."


" Kalau kayak gini Ayah sama Bunda kan jadi nya senang lihat nya."


******


Siska menyeret kopernya saat Annisa dan Dimas datang, Siska menatap sinis ke arah Annisa.


" Kamu menang sekarang, tapi Saya jamin kamu tidak akan pernah bahagia bersama dengan Dimas." Ucap Siska.


" Cukup Siska, kamu lebih baik pergi dari rumah Saya dan ingat perceraian kita tidak ada pembagian gono gini karena anak itu bukan anak Saya. Dan asal kamu tahu, seharusnya kamu bahagia memiliki Surya dia pria baik, berani tanggung jawab walau Saya belum pernah bertemu dengan nya, tapi dari cara dia berbicara dan bertemu dengan istri Saya dia bukan pria pengecut." Ucap Dimas.


Siska tersenyum sinis, dan menatap tajam ke arah Dimas dan Annisa.


" Saya camkan kalian tak akan pernah bahagia."


Siska berjalan dengan menabrak tubuh Annisa, dan langsung di pegang oleh Dimas saat tubuh Annisa oleng.


" Semoga kamu sadar setelah berpisah dengan Bang Dimas, semoga kamu bisa belajar lagi mana Cinta yang tulus dan mana Cinta yang hanya ambisi."Ucap Annisa.

__ADS_1


Dimas segera menutup pintu rumah nya, dan Annisa masih menatap Siska yang pergi dengan mobilnya.


" Sudah Yank, jangan di lihatin terus dia sudah tidak lagi menghalangi hubungan kita." Dimas memeluk tubuh Annisa dari belakang.


" Saya juga kasihan Bang sama Siska, kalau sejak awal kita tak menikah mungkin Siska tak seperti ini dan Abang pun masih bersama Siska."


" Takdir menyadarkan Abang bahwa Cinta sejati itu bukan dari fisik atau ambisi dan harta tapi Cinta sejati adalah Cinta yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, Cinta yang Mau di bawa suka dan Duka."


Annisa berbalik badan dan menatap suaminya, yang kini dirinya memiliki seutuhnya.


" Semoga hubungan kita sampai maut memisah kan kita, Abang adalah Cinta pertama Annisa, dan Cinta sejati Annisa hingga Annisa berhenti bernafas."


" Semoga kita bisa menua bersama, menikmati indah nya rambut yang putih, tubuh yang keriput, kita sama - sama sampai waktu itu tiba."


Dimas mengangkat tubuh Annisa dan membawa nya ke dalam kamar. annisa di baringkan di atas tempat tidur, dengan posisi Dimas menindih tubuh Annisa dan bermain menikmati indah nya tubuh halal istrinya.


Hingga suara ******* pun keluar saat mereka saling membalas kan hasrat, dua insan pun yang sedang mencapai puncak saling menyatu hingga terdengar suara - suara indah yang tercipta.


Dimas pun menuntaskan semua tugas nya, hingga Annisa pun terkulai lemas dengan tubuh bermandi kan keringat.


CUP


Dimas mencium kening Annisa dan membantu menutup tubuh polos istrinya dengan selimut.


" Bang."


" Iya sayang."

__ADS_1


" Lagi.. "


" Hah.. serius?? "


Annisa mengangguk kan kepalanya dan membuka kembali selimut yang menutupi tubuhnya, hingga kini kembali polos.


" Sekarang Annisa yang pimpin."


Annisa pun berada di posisi atas, Dimas yang masih tak percaya bahwa istrinya seliar ini.


" Yank."


" Sssssttt nikmati saja permainannya."


*****


" Haduh gaya nya kamu sayang, kalau nggak kuat main jangan sok main kamu yang pimpin. Jadinya begini kan perut kencang."


" Ini juga gara - gara Abang." Ucap Annisa sambil mengerucutkan mulutnya.


" Kok Abang sih yang di salahin, kan kamu yang minta yank."


" Ya seharusnya Abang tolak lah, Ibu hamil di gempur terus."


" Lah kok jadi marahin Abang sih, kalau Abang kan ibarat kucing di kasih ikan pindang ya mau lah siapa sih yang nolak santapan nikmat seperti ini."


" Augh akh pokoknya Abang yang tanggung jawab."

__ADS_1


" Hadeuh kamu yank. " Ucap Dimas menepuk jidat nya.


__ADS_2