( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Tak Rela nya Hati


__ADS_3

" Mamah kita mau kemana? " Tanya Shakira.


" Ke rumah Nenek sama Kakek." Jawab Annisa.


Mobil Annisa pun memasuki sebuah rumah dengan pintu gerbang tinggi yang di jaga ketat, mata Shakira melirik ke kanan dan ke kiri saat melihat banyak yang berjaga.


" Mamah rumah Kakek Nenek kenapa banyak yang jaga? "


" Karena Kakek seorang Bupati yang memimpin kabupaten yang kita tempati sayang."


" Jadi Shakira cucu nya Bupati."


" Iya sayang, dan Papah kamu seorang Polisi."


Annisa pun lalu turun dari Mobil bersama Shakira, terlihat 2 orang Ajudan Pak Ibrahim dan Ibu Riana yang sedang berdiri di depan pintu.


" Selamat datang Mba Annisa." Sapa Wulan Ajudan Ibu Riana.


" Selamat siang." Balas Annisa.


" Pak Ibrahim sama Ibu Riana sedang di ruang keluarga bersama dengan Dimas." Ucap Ali.


"Terima kasih Bang Ali, kami masuk dulu." Ucap Annisa yang berjalan ke dalam rumah.


"Itu anak nya? " Bisik Wulan saat Annisa sudah masuk ke dalam rumah.


" Iya anak Mas Dimas sama Mba Annisa." Ucap Ali.


" Wajahnya mirip sama Mas Dimas."


" Wajar mirip anak nya."


" Kakek... Nenek....!!! " Shakira berlari ke arah Pak Ibrahim dan Ibu Riana.


" Cucu Nenek." Sapa Ibu Riana sambil memeluk tubuh Shakira.


" Peluk Kakek dong sayang." Ucap Pak Ibrahim.


Shakira pun lalu memeluk tubuh Pak Ibrahim, dan lalu di pangkunya Shakira.


" Kakek orang hebat ya? " Ucap Shakira.


" Kata siapa?" Tanya Pak Ibrahim.


" Kata Mamah, Kakek Bupati." Jawab Shakira.


" Benar Kakek Bupati, kamu juga kalau sudah besar nanti bisa jadi seperti Kakek."


" Shakira ingin jadi seorang Camat seperti mamah."


" Oh ya Shakira ingin jadi Camat sayang."


" Iya."


" Bunda Ayah, Dimas pamit dulu." Ucap Dimas yang langsung berdiri.


" Loh kok pamit sih Shakira baru datang." Ucap Ibu Riana.


" Dimas nanti malam piket, lumayan mau istirahat dulu."

__ADS_1


" Kalau mau istirahat Sana tidur di kamar kamu."


" Dimas pamit saja Bund, ingin tidur di rumah sendiri."


Dimas pun mencium tangan kedua tangan orang tua nya, lalu Dimas mencium kedua pipi Shakira.


" Papah pulang dulu Nak."


Shakira hanya diam, menatap Papah nya yang telah berjalan menjauh.


Shakira turun dari pangkuan Pak Ibrahim, dan berlari keluar menyusul Dimas yang sudah menaiki motornya.


Shakira menatap Papah nya saat mengenakan helm, dia berjalan mendekat namun motor yang di kendarai Dimas melaju dan tak tahu Shakira yang mendekat.


" Papah." Ucap Shakira pelan.


****


" Bunda Ayah, apakah Bang Dimas benar membatalkan pernikahan nya?" Tanya Annisa.


" Dimas membatalkan nya, padahal 3 hari lagi." Jawab Ibu Riana.


" Maaf Bunda Ayah, sebenarnya Annisa tidak ada maksud untuk menjadi orang ketiga."


" Ayah sama Bunda tidak pernah anggap kamu itu orang ketiga, mungkin Dimas kini kena karma nya." Ucap Pak Ibrahim.


******


Arka yang mengenakan pakaian hitam putih tanpa di dampingi seorang pengacara, duduk di tengah kursi ruang sidang. Arka yang sesekali mencari seseorang yang sangat dia cintai namun tak kunjung datang.


Tuntutan demi tuntutan mengarah padanya dengan berbagai bukti yang ada. Sedang kan di luar sana Annisa berada di tepi jalan memeriksa Mobil nya yang tengah mogok.


" Akh... ini mah sudah telat ke persidangan." Annisa yang terus mengecek Mobil nya.


" Kenapa?" Tanya Dimas.


" Mobilnya mogok." Jawab Annisa.


Dimas pun memeriksa Mobil milik Annisa, dan mencoba menjalankan nya namun tak jalan.


" Telepon derek suruh bawa ke bengkel."


" Lama dong, saya sudah telat menghadiri sidang."


" Biar Abang telepon nanti suruh ambil saja, ini langganan Abang." Ucap Dimas sambil menghubungi bengkel.


" Kita ke pengadilan naik motor."


" Mobil nya? "


" Derek langganan Abang akan kesini."


Annisa pun menaiki motor berboncengan bersama Dimas, menuju ke pengadilan negeri.


****


" Dengan ini pengadilan negeri Maropong memutuskan Saudara Arka Camat Baramulya resmi menjadi tersangka atas kasus korupsi dan mempermainkan hukum negara dengan berbagai kejahatan. Dan dengan denda sebesar 150 Milyar dan di jatuhi hukuman selama 20 tahun penjara." Ucap Hakim.


Arka menunduk, terdengar Ibu Septi yang menangis menjerit dan Pingsan. Arka pun melihat Ibu Septi menangis, saat setelah mendengar keputusan Hakim.

__ADS_1


Annisa dan Dimas memasuki ruang sidang, terlihat Arka diam mematung saat melihat Ibu Septi Pingsan. Annisa diam menatap Arka, dan melihat Arka kembali duduk memunggungi Annisa.


Sidang pun telah usah dengan tangan di borgol, Arka keluar dari persidangan, dan Annisa menghampiri Arka.


" Bang."


" Annisa kamu datang juga."


" Bang."


" Abang di hukum 20 tahun penjara, sekarang Abang nggak punya apa - apa. Abang akan menua di balik jeruji."


" Annisa akan tunggu Abang."


" 20 tahun Annisa, 20 tahun tidak sebentar. Saat keluar kita tidak tahu masih bertatap muka atau tidak, yang jelas kita sudah setengah abad umur kita. Di luar sana masih banyak pria yang baik dari pada Abang."


" Bang, Annisa akan tunggu. Annisa sayang sama Abang."


" Lupakan Abang, mulai hari ini Abang sudah tidak mencintai kamu lagi."


" Bang. "


" Jaga diri di luar sana." Ucap Arka meninggalkan Annisa yang masih menatap nya.


Hiks... hiks... hiks....


" Bang, saya mencintai Abang. Dari dulu Abang ingin kan Saya katakan cinta sama Abang, hari ini saya teriak biar orang tahu kalau saya mencintai Abang."


Arka tetap berjalan menjauh keluar dari ruang sidang, tanpa menoleh ke arah belakang.


Hiks... hiks.. hiks...


" Bang Annisa sayang sama Bang Arka, Annisa akan tunggu Abang."


Dimas yang mendengar nya hanya diam menatap Annisa yang terus menatap ke arah pintu dimana Arka keluar.


*****


Annisa terus menangis saat Dimas membawanya ke suatu tempat, Annisa terus menatap photo Arka bersama diri nya.


" Apakah cinta kamu sama Arka begitu besar?"


" Dia orang pertama yang mencintai Annisa Bang, cinta dia tulus. Untuk Shakira dia sangat sayang sekali, tak ada cinta yang seperti ini."


" Kapan rasa itu muncul?"


" Saat dia terus mengajak serius, dari situ sedikit demi sedikit belajar mencintai nya."


" Apakah hati kamu hanya untuk Arka? "


" Iya, tidak ada pria lain selain Bang Arka."


" Abang cinta sama kamu, Abang mulai menyukai kamu. Setiap kita bersama rasa itu berbeda hingga melakukannya."


" Cinta Bang Arka bukan sesaat, sedangkan Sama Abang hanya cinta dengan kenikmatan sesaat."


" Kenikmatan sesaat bukan hanya di dunia, tapi cinta saya ke kamu ingin sampai di kehidupan selanjutnya."


Annisa menghapus air matanya, dan menatap lekat kedua mata Dimas.

__ADS_1


" Abang ingin hubungan yang seperti apa sama Annisa, apa Bang Dimas ingin bersama Annisa meninggalkan sakit untuk Siska. Annisa capek Bang memiliki hubungan dengan ada orang ketiga, 5 tahun kita bersama bukan nya bahagia sakit Bang, dimana secara hukum kita masih terikat kita bahagia dengan pasangan masing - masing. Di sini saya menangis, rumah tangga saya seperti ini."


" Apa kamu tidak takut bila suatu saat kamu hamil anak saya, kita melewati malam itu, menikmatinya."


__ADS_2