( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Bahagia Di Balik Rintangan


__ADS_3

" Jadi kamu di usir dari rumah Dimas? " Tanya Ibu Iren.


" Saya nggak rela Mah di perlakukan seperti ini, Saya nggak rela." Jawab Siska.


" Semuanya kamu yang mulai, pantas Dimas marah. Dan sekarang mamah nggak bisa tunjukkan keangkuhan mamah sebagai besan Bupati. "


" Saya begini karena Dimas berubah Mah, dia berubah." Ucap Siska emosi.


" Seharusnya kamu bisa mengendalikan diri kamu Siska, dan sekarang kamu makan penyesalan itu."


" Saya nggak rela Annisa bahagia dengan Dimas apalagi mengandung anak nya, Saya nggak rela mah nggak rela."


" Mamah malu Siska sama orang - orang kalau mereka tahu anak kamu bukan anak nya Dimas cucu Bupati."


" Mamah harus bantu Saya memisah kan Annisa dan Dimas, Saya tidak mendapatkan Dimas dia harus sama."


" Rencana apa? "


Siska membisikan ke telinga Ibu Iren, dan Mata Ibu Iren membulat sempurna.


" Kamu jangan nekat Siska, kamu pikir tidak bahaya."


" Hanya itu cara satu - satunya."


*******


" Sayang anak kita nanti perempuan lagi atau laki - laki ya? " Dimas mengusap perut Annisa saat sedang berada di dalam kamar.


" Apapun jenis kelaminnya Bang yang penting sehat." Ucap Annisa sambil membelai rambut cepak Dimas.


" Abang akan urus mutasi biar Abang satu kabupaten sama kamu."


" Abang kalau lelah untuk Pulang pergi bisa 3 hari sekali atau satu minggu sekali saja, jangan Abang lakukan Pulang pergi jarak 2 jam Abang rela berangkat dari sini untuk pergi Dinas kan kasihan sama Abang."


" Nggak apa - apa sayang, suami kamu ini ingin dekat sama istrinya dan anak nya masa nggak boleh."


" Bukan nya begitu Bang kan Annisa kasihan sama Abang, di kala hujan angin Abang di jalan bagaimana nggak khawatir."


" Kalau keadaan nggak memungkinkan Abang nggak Pulang Yank, Abang juga nggak ambil resiko."


*******


" Saya datang kemari ingin melamar kamu Siska, anak itu butuh sosok seorang Ayah." Ucap Surya.


" Untuk apa kamu buang - buang tenaga bertanggung jawab, pria lain tak mungkin melakukan ini seperti kamu. Lagian kita tak ada Cinta hanya nafsu."


" Siska, Saya bukan lelaki pengecut setelah kejadian itu Saya merasa sangat bersalah jadi Saya mohon kamu terima lamaran Saya, dan lupakan Dimas, dia tidak mencintai kamu."


" Semua gara - gara Annisa, dia pertama yang membawa masalah ini. Coba kalau dia tak ada dan tak ada pernikahan mungkin kami sudah bahagia."


" Jangan lagi kamu ingat masa lalu, Saya tahu siapa Annisa, karena dia bukan wanita perebut, dan dia bukan wanita nakal.Dia sosok wanita tegar bisa mengendalikan semuanya di depan orang tapi kita tak tahu hati nya saat itu apa yang di rasakan."


" Kenapa sih semuanya memuji Annisa, dia itu terlihat nya saja polos tapi di belakang hati nya busuk." Ucap Siska kesal.


" Terserah lah kamu Mau bilang apa, yang jelas setelah kamu resmi bercerai dengan Dimas Saya akan langsung menikahi kamu."


" Kalau Saya tidak Mau bagaimana? "


" Saya akan ambil anak yang kamu kandung, Saya akan besar kan dia."


" Jangan macam - macam kamu Surya."

__ADS_1


" Terserah kamu, pilih menikah dengan Saya atau anak itu Saya ambil."


*******


" Mamah dede bayi kapan sih lahir?" Tanya Shakira saat sedang di kuncir oleh Annisa.


" Dede bayi lahir nanti kalau usia 9 bulan sayang, sekarang kan usia nya masih 2 bulanan." Jawab Annisa.


Shakira dengan jarinya menghitung apa yang di bilang oleh mamah nya.


" Berarti 7 bulan lagi dong." Ucap Shakira.


" Iya sayang 7 bulan lagi." Ucap Annisa.


" Yah lama Mah."


" Kalau nggak di hitungin cepat kok."


Shakira pun telah selesai di kuncir, lalu Papah nya yang hari ini lepas akan mengantar Shakira pergi sekolah.


" Sarapan dulu, nanti Papah antar." Ucap Dimas.


" Ok Papah."


Annisa, Shakira dan Dimas pun makan bersama, dimana keceriaan terlihat pada keluarga kecil tersebut.


" Bang, kita ke kota yuk hari ini Abang kan lepas sekali - Kali kita makan di salah satu restoran disana katanya sedang viral." Ajak Annisa.


" Boleh, kalau Bumil lagi ngidam Abang siap antar." Ucap Dimas.


" Kita ketemuan sekalian sama Surya mau kan?" Tanya Annisa.


" Boleh, Abang juga ingin tahu yang namanya Surya." Jawab Dimas.


" Assalamualaikum."


" Walaikumsalam." Ucap Surya dari seberang.


" Kita ketemuan yuk, hari ini Saya ke kota kita makan bareng." Ajak Annisa.


" Boleh sekalian saya juga ingin bicara sama suami kamu."


" Kebetulan suami saya juga ingin bertemu sama kamu, ingin kenal lebih dekat."


" Atur saja jam berapa nya."


" Jam 4 sore."


" Ok siap jam 4 sore."


Annisa pun mematikan ponsel nya, lalu melanjutkan sarapan nya.


******


" Nani saya Mau ke RSUD tolong kalau ada pasien untuk keluhan serius suruh rujuk ke Dokter lain." Ucap Siska pada Perawat Puskesmas.


" Baik Bu Dokter."


" Dan jangan lupa, untuk laporan hari ini taruh saja di meja."


" Semua nya sudah beres Bu, tinggal tanda tangan saja. "

__ADS_1


" Terima kasih."


*******


" Surya sudah jalan mah? " Tanya Dimas saat sudah berada di dalam Restoran.


" Sudah kita tunggu saja." Jawab Annisa.


" Kita pesan saja dulu minuman." Ucap Dimas.


" Nah itu orang nya datang." Ucap Annisa melihat Surya sedang berjalan ke arah meja yang di duduki Annisa dan Dimas.


" Maaf menunggu." Ucap Surya.


" Kita baru kok." Ucap Annisa.


" Dimas ya? " Ucap Surya saat bersalaman.


" Saya Dimas."


" Salam kenal."


Surya pun duduk di samping Dimas, dan melirik ke arah Shakira yang sedang duduk manis di samping Annisa.


" Ini anak kamu Annisa? "


" Ini anak pertama kami." Ucap Annisa.


" Lucunya." Ucap Surya.


" Dimas, saya minta maaf untuk kejadian ini." Ucap Surya.


" Nggak perlu minta maaf, dengan kejadian ini saya jadi tahu Siska itu seperti apa." Ucap Dimas.


" Setelah kalian bercerai saya akan Nikahi dia, saya bertanggung jawab atas anak yang di kandungnya." Ucap Surya.


" Semoga kamu bisa membimbing Siska sehingga menjadi pribadi yang lebih baik lagi."Ucap Dimas.


" Dan satu hal hati - hati dengan Siska karena dia bisa nekad." Ucap Surya.


" Kami sudah menebak karena kami tahu kalau Siska itu orang nya suka nekad."


" Mamah lihat ada orang jualan rambut Nenek , Shakira mau dong." Ucap Shakira.


" Shakira mau itu? "


" Iya mamah."


" Ya udah mamah beli dulu ya."


" Biar Papah saja yang beli." Ucap Dimas.


" Biar Annisa saja Bang, Abang temani Surya dan pesan saja sekalian makanannya , mamah samain sama Papah saja."


" Ok."


Annisa pun pergi keluar dari Restoran untuk membeli rambut Nenek yang ada di Seberang Restoran.


Annisa pun menghampiri penjual keliling Rambut Nenek yang di minta Shakira, terlihat dari seberang di balik kaca Restoran yang terlihat di Mata Annisa Shakira sangat gembira setelah mamah nya membawa Rambut Nenek yang di minta.


Braaaakkkk

__ADS_1


" Mamah.....!!!! " Teriak Shakira yang membuat kaget Dimas dan Surya.


__ADS_2