( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Mengambil Sebuah Keputusan


__ADS_3

" Katakan Annisa anak siapa yang kamu kandung?" Tanya Sisil.


" Jawab Annisa kamu sudah menikah kembali?" Tanya Dito.


Annisa hanya diam dan mengelus perut nya yang masih rata, dan tersenyum getir saat mengelus perut nya.


" Ini anak Bang Dimas, karena kejadian satu malam." Jawab Annisa.


Sisil dan Dito menghembuskan nafasnya dengan kasar, dan Dito mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kamu hamil anak Dimas, di saat sudah bercerai. Lelucon macam apa ini." Ucap Dito.


" Apa kalian lalukan suka sama suka? " Tanya Sisil.


"Bang Dimas lalukan ini saat Saya nggak sadar dalam tekanan obat perangsang dari seseorang yang akan memperkosa Saya. Dan Bang Dimas menolong saya." Jawab Annisa.


" Ayah Bunda akan senang dapat calon cucu lagi." Ucap Sisil.


" Bagaimana nanti reaksi Siska, dia pasti akan marah dan kamu tahu Annisa posisi kamu itu adalah orang ketiga." Ucap Dito.


" Iya Bang, Saya hanya orang ketiga saat ini. Dari dulu juga Saya orang ketiga." Ucap Annisa dengan mata yang berkaca - kaca.


" Dimas sudah tahu kamu hamil?"


" Dimas belum tahu, dan entah mau di gimana kan anak yang Saya kandung."


" Kamu mau apakan anak itu? " Tanya Sisil dengan nada tinggi.


" Tolong jangan katakan sama Dimas tentang kehamilan ini."


" Kamu mau menyembunyikan nya lagi dari Ayah nya hah..!! " Ucap Dito.


" Tolong, Saya nggak ingin pernikahan mereka hancur."


" Annisa kamu hamil anak nya Dimas, dia harus tahu kehamilan kamu." Ucap Sisil.


" Dimas harus bertanggung jawab." Ucap Dito.


*******


" Bang kita harus kasih tahu Dimas." Ucap Sisil saat sampai di kediaman Dimas.


" Benar kita harus kasih tahu, kasihan Annisa kalau dia harus menanggung bebannya sendirian." Ucap Dito.


Saat memasuki rumah Dimas terlihat keluarga besar Siska tengah berkumpul, dan Dimas pun sedang mengobrol.


" Bang bagaimana ini? " Ucap Sisil.


" Waktu nya nggak tepat." Ucap Dito.


" Tapi Dimas harus tahu."


" Iya tapi lihat kita nggak bisa bicara serius saat ini."


" Jadi bagaimana? "


" Lain kali saja."


" Bang mba." Sapa Siska.


" Hi Siska." Sapa kembali Sisil.


" Ayo gabung mereka keluarga Siska dari jauh, meraka datang jauh - jauh untuk hadir di Resepsi pernikahan kami ,Yuk Siska kenalin."


Dito dan Sisil pun bersalaman dan berkenalan dengan keluarga besar Siska, Dimas pun menyambut kedatangan Kakak dan kakak iparnya.


******


" Makan Bu." Ucap Bi Asih.


" Saya nggak nafsu makan Bi." Ucap Annisa yang langsung mual saat melihat makanan yang tertata di atas meja.


" Ibu kenapa? "


" Bi singkirkan ini semua bikin saya mual." Ucap Annisa langsung menutup mulut nya.

__ADS_1


" Ibu kayak orang hamil Saja sampe segitunya."


" Beneran Bi."


" Mamah masih sakit? " Tanya Shakira.


" Iya sayang." Jawab Annisa.


******


" Apa..!!! " Ucap Pak Ibrahim kaget.


" Benar Ayah Annisa hamil anak Dimas." Ucap Dito.


" Bang jangan bercanda." Ucap Bagas.


" Serius kamu nggak percaya tanya sama Mba Sisil."


" Benar mba kata Bang Bagas? " Tanya Meli istri Bagas.


" Benar Annisa hamil." Jawab Sisil.


" Ayah, bagaimana ini? " Ucap Ibu Riana.


" Kita nggak mungkin bicara sekarang, karena pesta belum usai." Ucap Pak Ibrahim.


" Apakah Dimas akan beristri dua? " Ucap Bagas.


Mereka pun saling pandang, dan lalu menatap Dimas yang sedang berphoto dengan Siska.


" Annisa apakah datang? " Tanya Ibu Riana.


" Kita tidak tahu." Jawab Pak Ibrahim.


*****


" Mamah Shakira mau kemana? " Tanya Shakira saat dirinya sudah di dandani oleh Annisa.


" Kamu akan hadiri pesta pernikahan Papah kamu sayang." Jawab Annisa.


" Mamah nggak ikut? "


" Shakira juga nggak mau datang."


" Kamu harus datang sayang, Papah pasti senang kamu datang, dan disana ada kakek sama Nenek dan om Tante kamu."


" Mamah sedih? "


" Nggak sayang, kenapa sih kamu pikir mamah sedih terus. Mamah bahagia sayang."


" Mamah nggak bohong? "


" Nggak sayang, suer mamah nggak bohong."


Annisa pun menggandeng tangan Shakira menuju ke dalam mobil nya.


****


Gedung tempat dimana Dimas dan Siska melangsungkan Resepsi pernikahan pun di penuhi tamu undangan mulai dari pejabat instansi terkait, wakil rakyat hingga teman - teman Dimas dan Siska.


Annisa membuka pintu mobil nya, dan Shakira pun turun. Mata Shakira melihat banyak tamu undangan yang hadir.


" Sayang, kamu masuk ya cari Om Ali atau Tante Wulan di dalam nanti mereka akan mengantar kamu."


" Shakira ingin sama Mamah."


" Mamah nggak bisa masuk, jadi Shakira yang masuk kesana."


" Nggak mamah."


" Sayang, mereka keluarga kamu juga. Mamah nggak bisa masuk melihat Papah sama mamah Sambung kamu, jadi kamu masuk ingat pesan mamah cari Om Ali atau Tante Wulan."


Shakira pun menurut, dan Annisa segera memasuki mobil nya dan mengawasi Shakira sampai masuk kedalam.


Shakira menoleh kembali ke belakang saat di lihat Mamah nya sudah masuk kedalam Mobil.

__ADS_1


" Tante Saya ingin ketemu sama Om Ali atau Tante Wulan." Ucap Shakira.


" Om Ali dan Tante Wulan siapa? " Tanya salah satu pager Ayu.


" Yang mana de orang nya? " Tanya nya kembali.


Shakira mengedarkan pandangannya dan hanya terlihat Papahnya yang sedang bersanding di pelaminan bersama dengan Siska.


" Itu Papah saya." Tunjuk Shakira.


Pager Ayu itu saling bertatap mata dan menatap kembali ke arah Shakira.


" Kamu kesini sama siapa, mana orang tua kamu? "


" Mamah Saya sudah pergi, tapi itu Papah saya."


" Maaf ya dek, ini pesta orang penting jadi Ade disini Saja sampai orang tau Ade jemput.


Shakira hanya menurut dan diam, dan menatap dari jauh Papah nya yang sedang tersenyum bahagia bersama Mamah Sambung nya.


Mata Shakira berkaca - kaca, dan memilih duduk di kursi sambil menangis.


Hiks... hiks.. hiks..


Saat Shakira sedang menangis seorang pria melihat Shakira dan langsung mendekati nya.


" Shakira!! "


" Pak Ali kenal? " Tanya salah satu pager Ayu.


" Dia cucu Pak Ibrahim." Jawab Ali.


" Maaf Pak Saya kira anak ini bukan cucu nya jadi kami nggak ijinkan dia masuk. Dia memang cari Bapak, kirain bukan Pak Ali Ajudan Pak Ibrahim."


" Sayang kok nangis, mamah mana?" Tanya Ali.


" Mamah pergi, suruh Mamah Shakira temui Om Ali atau Tante Wulan." Ucap Shakira sambil terisak.


" Ya sudah jangan nangis, kita masuk."


Ali pun menggandeng tangan Shakira, dan mengajak nya ke panggung pelaminan. Wajah Ibu Riana dan Pak Ibrahim tampak bahagia saat cucu mereka hadir namum tanpa Annisa.


Dimas pun tersenyum ke arah Shakira, namun Shakira masih terisak dan lebih memilih memeluk tubuh nenek nya.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Sayang kenapa nangis?" Tanya Ibu Riana.


Dimas lalu mendekati Shakira dan mengusap punggung nya.


" Shakira mana Mamah? " Tanya Dimas.


Hiks... hiks.. hiks...


" Siapa Siska? " Tanya Ibu Iren berbisik.


" Anak Dimas." Jawab Siska.


" Oh anak nya, Sana kamu rayu anak nya momen langka."


Siska pun mendekati Shakira yang sedang menangis lalu memeluk tubuh Shakira, dan gadis kecil itu memandang Siska yang mengenakan gaun pengantin.


" Jangan nangis dong, duduk di kursi pengantin yuk sama Mamah dan Papah." Bujuk Siska.


Dimas pun tersenyum ke arah Shakira dan Siska, dan Dimas pun mengangkat tubuh Shakira untuk di gendongnya.


" Hapus dong air matanya, jelek tahu anak papah." Ucap Dimas sambil mencium pipi Shakira.


******


Annisa memandang apa yang ada di tangan nya, air matanya terus membasahi kedua pipi nya, isakan tangis nya di dalam kamar yang dia redam dengan salah satu telapak tangan nya.


Hiks... hiks... hiks...


" Maaf kan Saya, maaf kan Saya hiks..hiks... "

__ADS_1


Annisa pun meminum sebuah cairan yang ada di dalam botol, meminum nya sampai habis. Hanya selang beberapa detik Annisa merasakan sakit yang sangat luar biasa.


Aaarrrgghhhh


__ADS_2