( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Di saat Hati Belajar Menerima Kenyataan


__ADS_3

" Kamu kirim apa ke Annisa? " Tanya Dimas sambil mencengkram tangan Siska.


" Kirim chat agar jauhin kamu, sama kirim photo. Kenapa dia ngadu sama kamu?" Jawab Siska kembali bertanya.


" Kamu harus tahu, saya akan tetap berhubungan dengan Annisa karena ada anak dari pernikahan kami."


" Anak, saya juga bisa kasih kamu anak. Saya akan kasih kamu anak yang banyak, dan kamu harus tahu saya nggak akan pernah mengakui Shakira sebagai anak sambung saya."


" Oh jadi kamu nggak mau anggap Shakira sebagai anak, ok berarti kamu ajak ribut sama saya."


" Apa istimewanya Annisa buat kamu Dimas, Saya Cinta pertama kamu, kenapa hanya dengan di tiup angin kamu sudah jatuh hati padanya."


" Karena Annisa satu banding seribu dari pada yang lain, dia wanita yang sangat berharga."


" Apa dengan menikahi Saya kamu tidak bisa melupakan Annisa? "


" Kalau tingkah kamu seperti ini Saya tidak akan pernah melupakan Annisa."


" Saya mencintai kamu Dimas, Cinta yang kamu begitu besar apa kini hilang begitu saja, apa Saya salah untuk cemburu, apa Saya salah untuk kamu menjauh dari Annisa dan Shakira. Dengan kamu menjauh dari kedua nya kamu akan mencintai Saya sebagai istri sah saat ini."


" Maaf untuk semua nya, jangan pisah kan Saya dengan Shakira. Biar bagaimana pun Shakira darah daging Saya."


*******


Acara Pisah sambut Kapolsek Patra pun di hadiri oleh para Ibu Bhayangkari serta Annisa pun hadir datang sendiri.


Sambutan dari Ibu Kapolsek lama pun sangat hangat menyambut Annisa, dan terlihat juga Siska pun hadir bergabung dengan Ibu Bhayangkari lain nya.


Bisik - bisik pun terdengar membicarakan Annisa sebagai mantan istri Dimas. Annisa yang mendengar nya hanya diam, terlihat Siska sudah sangat akrab dengan Ibu Bhayangkari lain nya, karena Siska terkenal sebagai Dokter Desa yang sangat baik.


" Apa tidak cemburu ada mantan istri Bapak loh? " Tanya Ibu Sigit.


" Cemburu sih iya, tapi menang Saya." Jawab Siska.


" Awas Bu, Bapak kan Babinsa sering kegiatan bareng sama Ibu Camat." Ucap Ibu Lutfi memanasi.


" Oh ya, tenang saja kemarin Saya sudah kasih ancaman sama dia." Ucap Siska.


Ibu Kapolsek baru mendengar nya, dan menggeleng kan kepalanya saat mendengar ucapan Siska.


Acara Sambut pisah pun ber langsung, dengan serah terima antara Kapolsek lama dan Kapolsek baru. Annisa pun berphoto bersama saling berjabat tangan antara Kapolsek lama dan baru.


" Bu Annisa senang berkenalan sama Ibu." Ucap Ibu Kumala istri dari Kapolsek Patra yang baru.


" Salam kenal bu." Ucap Annisa.


" Jangan formal panggil mba saja, karena suami Saya sama mantan suami Ibu sahabatan. Dia itu junior suami Saya."


" Oh ya mba, rasa nya kaku kalau panggil mba."

__ADS_1


" Nanti juga terbiasa."


" Dari pernikahan sama Dimas punya anak berapa? "


" Satu mba perempuan."


" Alhamdulilah pasti cantik seperti mamah nya, kamu harus tahu Dimas itu penyayang anak kecil, sama anak Saya juga dekat."


" Iya mba Bang Dimas memang perhatian."


" Sungguh sangat sayang sekali kalian bercerai, padahal kamu harus tahu setelah surat cerai itu turun dia sangat menyesal telah melepas kamu."


******


" Annisa."


Annisa menoleh saat akan memasuki mobilnya, dan Siska sudah berada di depan nya.


" Ada apa? "


" Dimas sudah jadi suami Saya, jadi mohon jaga jarak." Ucap Siska.


" Saya dari dulu jaga jarak sama suami kamu, yang salah di sini suami kamu yang selalu deketin saya. "


" Kalau nggak ada Shakira mungkin nggak seperti ini ceritanya."


" Bagus, karena Saya akan berikan anak untuk Dimas, bila anak ini lahir jangan harap dapat kasih sayangnya."


Mata Annisa berkaca - kaca,dan tersenyum ke arah Siska.


" Saya nggak terlalu berharap dari dulu sampai sekarang, karena Saya dari mulai hamil hingga Shakira besar Saya berjuang sendiri. Dan anak pasti sudah menilai sendiri."


" Saya pegang ucapan kamu."


Annisa pun memasuki mobilnya dan saat itu Dimas berjalan mendekati Siska saat tahu dari jauh mengobrol dengan Annisa.


" Kamu bicara apa sama Annisa? "


" Nggak bicara apa - apa."


" Jangan bohong, nggak bicara yang aneh - aneh kan? "


" Aneh apa nya, curiga saja." Ucap Siska menjauhi Dimas.


******


" Kenapa belum ada kabar Saya pindah tugas Pak Eko." Ucap Annisa.


" Ibu kan belum lama di sini, masa sudah ada SK pindah tugas." Ucap Pak Eko.

__ADS_1


" Saya ingin merasakan suasana baru saja, ingin pindah yang jauh kalau perlu di kecamatan Bumirahayu. "


" Itu termasuk Kecamatan yang jauh dari Akses kota besar, banyak yang tidak mau di tugas kan di sana malah milih mutasi."


" Suasana nya damai, Saya ingin jauh dari huru hara. Mungkin mulai saat tugas yang baru Saya akan selalu bawa anak Saya kemana pun Saya di tugaskan."


" Apa Ibu sedang memiliki masalah, sehingga ingin meninggalkan kecamatan Patra, maaf mungkin Saya lancang."


" Kalau bukan karena Tugas Negara dan beban Saya mungkin sudah lari jauh Pak."


" Ibu yang sabar, pasti bisa melewati cobaan seperti ini."


******


" Beli di luar lagi?" Tanya Dimas saat melihat berbagai macam lauk di meja makan.


" Iya, kamu tahu Saya nggak bisa masak." Jawab Siska enteng.


" Belajarlah masak, Suami kamu akan ajar kan kamu memasak."


" Nggak mau nanti tangan Saya kasar, kamu nanti nggak suka sama wanita yang punya tangan kasar."


" Astaghfirullah Siska, masa Saya seperti itu. Saya sudah memilih kamu, berarti Saya sudah menerima kamu apa ada nya, baik buruknya kamu."


" Makasih sayang."


******


" Makasih mba." Ucap Annisa saat berada di Apotek.


Annisa pun yang saat itu sambil membereskan dompetnya dan kantong plastik sambil berjalan dengan menunduk tak sengaja menabrak seseorang hingga dompet dan beberapa obat pun terjatuh di lantai.


Praaak


" Maaf - maaf nggak sengaja." Ucap Annisa sambil memungut obat - obat an yang tercecer.


" Saya yang minta maaf." Ucap nya sambil membantu memungut obat - obat an yang jatuh.


" Bang Dimas." Ucap Annisa lalu dengan cepat memasukan obat - obat tersebut ke kantong kresek.


" Beli obat untuk siapa? "


" Untuk stok." Ucap Annisa yang tergesa - gesa keluar dari Apotek.


" Mas itu obat punya wanita tadi ada yang masih tertinggal." Ucap salah satu pengunjung Apotek.


Dimas pun lalu menunduk ke lantai dan mengambil obat tersebut, matanya membulat saat melihat sebuah pil Ko*******si.


" Annisa..!!! "

__ADS_1


__ADS_2