( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Membahagiakan Mu


__ADS_3

" Mah sudah ya jangan marah terus, kasihan dedek nya di perut."


Annisa tak pedulikan Dimas yang terus berjalan mengikuti langkah Annisa yang menuju ke kamar nya.


" Saya nggak suka sama sikap Abang yang lebay, Saya itu tidak ada niat mau gimana - gimana sama Bang Arka, Saya hanya membesuk dia, dan anak kita itu ingin bertemu sama Bang Arka. Shakira itu sayang banget sama dia Bang, jadi suatu saat kalau Shakira minta Abang jangan marah."


" Iya Abang ijinin tapi nanti ijin dulu ya kalau kemana - mana kasih tahu Abang nggak mau kalian kenapa - napa."


" Lebay." Ucap Annisa sambil melempar bantal ke arah Dimas.


" Mamah nggak ngidam gitu, pengen apa nanti Papah beli kan? "


" Ceritanya ngerayu? "


Dimas memeluk tubuh Annisa dan mengusap perut nya yang masih rata.


" Mamah Mau apa biar Papah beli kan? "


Annisa menatap ke arah Dimas, dan Dimas tersenyum sambil menampakkan wajah imutnya.


" Kalau Mamah minta sesuatu Papah wujudkan nggak? " Tanya Annisa.


" Tergantung yang Mamah minta apa." Jawab Dimas.


" Loh kok tergantung sih, ya nggak bisa begitu dong Bang."


" Mamah ingin minta apa? "


" Mamah ingin minta di beli kan satu set perhiasan mahal, Tas Mahal sama baju baru."


" Cerita nya ingin merampok nih?" Ucap Dimas terlihat kaget.


" Nggak Mau, ya sudah kalau nggak mau."


" Iya - iya Abang Mau kok, kita ajak Shakira juga belum pernah juga kan kita jalan bertiga."


" Ok Mamah siap - siap dulu."


******


" Shakira coba sepatu yang ini, sebentar lagi kan masuk TK." Ucap Dimas sambil mengambil beberapa sepasang sepatu.

__ADS_1


" Yang ini sakit Pah." Ucap Shakira saat Dimas memasangkan sepatu di kakinya.


" Nggak nyaman ya, coba yang ini saja." Tunjuk Dimas lalu mencoba memasangkan sepatu di kaki Shakira.


" Yang ini juga sama Pah sakit."


" Nggak muat semuanya ya."


" Kenapa Pah? " Tanya Annisa.


" Sepatu yang di coba Shakira kok nggak ada yang muat sih mah? " Tanya Dimas kembali.


Annisa memeriksa nomer sepatu yang Dimas ambil dan saat di lihat ternyata nomer kecil semua.


" Pah, Shakira nomer 29 bukan 28 pantas lah kekecilan."


" Kenapa Shakira nggak bilang sama Papah sih."


" Shakira kan nggak tahu nomer sepatu Shakira."Ucap Shakira.


" Makan nya kalau Mau cari kan anak sepatu itu jangan model nya Saja yang bagus tapi nomer nya lihat." Ucap Annisa.


" Abang kan nggak tahu."


" Bang itu toko perhiasan nya." Ucap Shakira langsung menyeret suaminya masuk ke dalam toko perhiasan.


Annisa pun memilih kalung,cincin, gelang dan anting, dan membelikan untuk Shakira juga. Setelah menemukan pilihan yang mereka pilih pelayan toko tersebut mentotal semuanya.


" Untuk pembayarannya cash atau non tunai?


" Non tunai Saja, ini kartunya." Ucap Dimas sambil menyerahkan kartu pada pelayan nya untuk melakukan trasaksi.


" Bang total lihat." Ucap Annisa.


" Kenapa Mau ganti kah? " Tanya Dimas.


" Issss enak Saja ganti, hanya tanya Bang." Jawab Annisa.


" Kalau mau tahu sekali minta di jajanin sama Abang totalnya seharga dua motor matic."


" Alah belum seharga satu Mobil saja." Ucap Annisa langsung meninggal kan Dimas dengan belanjaan yang banyak.

__ADS_1


" Yank, tunggu ini gimana belanjaannya." Ucap Dimas.


" Nak bantu Papah ya bawakan belanjaan nya."


" Ogah Papah aja sendiri." Ucap Shakira langsung meninggal kan Papahnya.


" Hadeuh.. dasar perempuan."


******


Siska mencoba menghubungi Dimas namum tak juga di angkat, berulang kali terus tak di angkat juga.


" Dasar kamu Dimas di hubungi sama sekali tak di jawab."


Siska pun kembali menelepon Dimas namun tetap tak di angkat juga.


Aaarrrgh


" Saya tahu pasti kamu sedang sama Annisa, awas Saja kamu." Siska yang semakin kesal membanting ponsel nya.


******


" Bang tolong dong usap pinggangnya."


Dimas pun mengusap pinggang Annisa, sedang kan Annisa memijat kedua kakinya.


" Bang ganti kakinya."


Dimas pun menuruti apa yang di perintah Annisa, pria yang tadinya sangat membencinya kini luluh bagai di bawah ketiak sang istri.


******


" Kemana Saja kamu Bang, telepon nggak di angkat? " Tanya Siska sambil berkacak pinggang.


" Pergi sama Annisa dan Shakira belanja." Jawab Dimas sambil meletakan jaketnya.


" Enak ya jalan - jalan sedang kan disini istri menghubungi berkali - kali kamu malah asik - asikan shopping sama mereka."


" Siska, mereka belum pernah pergi sama Abang, dan Abang juga belum pernah memberi jajan mereka. Apa salah kalau seorang suami menyenangkan istri nya, kamu juga kan tidak Kekurangan apa pun dari Saya malah kamu sudah kesampaian semua apa yang kamu ingin kan Saya penuhi semua."


" Oh jadi sekarang di banding - bandingkan."

__ADS_1


" Memang fakta mereka belum pernah Saya bahagia kan."


" Pokoknya Saya tidak ikhlas." Bentak Siska.


__ADS_2