( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Kehilangan Untuk Selamanya


__ADS_3

Annisa setelah mendapatkan kabar dari Ibu Septi langsung menuju ke rumah sakit yang di antar oleh Dimas, dimana Ibu Septi tengah menangis saat melihat Arka yang terbaring lemah dengan alat bantu nafas.


Annisa meneteskan air matanya, tangan nya meraih tangan Arka yang sudah tampak memucat.


" Bang Arka, ini Annisa Bang bangun."


Annisa membelai wajah Arka yang masih setia memejamkan matanya, Dimas yang berdiri di belakang Annisa hanya memandang diam.


Hiks.. hiks... hiks...


" Abang ini Annisa Bang, kata Bunda Abang ingin bertemu sama Annisa, sekarang Annisa sudah ada disini, Bang Arka bangun."


Jemari tangan Arka pun bergerak, seketika Annisa tersenyum dan mengusap punggung tangan Arka.


" Bang."


Mata Arka membuka dan menatap Annisa yang berada dekat di samping nya, terlihat seutas senyuman di bibir Arka.


" Annisa."


" Iya Bang."


Arka tersenyum dan mengangkat tangan nya untuk meraih wajah cantik Annisa.


" Kamu sudah datang." Ucap Arka.


Annisa menangis saat melihat kondisi Arka yang sakit, seketika Arka mengusap air mata Annisa.


" Jangan menangis, kecantikan kamu akan hilang."


Hiks... hiks... hiks...


" Abang kenapa nggak pernah bilang kalau sakit, kenapa Abang nggak pernah ngeluh keadaan Abang sama Annisa hiks... hiks... "


" Abang nggak mau kamu akan kepikiran Abang, kasihan anak kamu. Abang akan baik - baik saja, dan sebentar lagi rasa sakit ini akan hilang. Sebelum semua nya berakhir Abang ingin melihat kamu."


Hiks... hiks.. hiks....


" Abang jangan bicara seperti itu, Bang Arka akan selalu lihat wajah Annisa, dan Annisa akan selalu sering menengok Abang, hiks.. hiks... hiks... dan Bang Arka harus tahu Shakira sangat sayang sama Abang hiks... hiks... hiks... bulan depan dia akan sekolah, Bang Arka harus lihat Shakira pakai Seragam."


Hiks... hiks.. hiks...


Dimas pun melihat nya, dan lebih memilih meninggalkan Annisa dan Arka, walau hati terasa sakit.


" Maaf kan kesalahan Abang, maaf kan untuk semuanya."


" Abang tidak pernah memiliki kesalahan, Abang orang yang baik buat Annisa dan Shakira."


" Abang mencintai kamu Annisa, kamu adalah cinta sejati Abang, terima kasih sudah menjadi wanita terindah dalam hidup Abang."


" Annisa juga sama Bang, Annisa sayang sama Abang maaf kan Annisa bila harus berakhir semuanya."


" Semuanya karena Abang."


" Sudah Ya Bang jangan bicara seperti itu lagi, sekarang Abang harus sembuh."

__ADS_1


" Abang sudah parah, yang hanya inginkan hari ini Abang melihat wajah kamu, senyuman kamu, dan temani untuk hari ini saja kamu temani Abang tidur."


Hiks.. hiks... hiks...


" Annisa akan temani Abang tidur, Annisa hari ini akan menemani Abang."


" Abang minta jangan lepasin tangan ini sampai Abang tertidur pulas."


" Iya Bang, Annisa akan menggenggam terus tangan Abang."


Arka tersenyum pada Annisa, dan mencoba membelai wajah Annisa, dan terakhir mengusap bibir Annisa yang bergetar karena menangis.


" Senyumlah."


Annisa pun tersenyum, dan Arka pun tersenyum terlihat wajah bahagia menatap wanita yang sangat dia sayangi.


" Abang sudah melihatnya, sekarang Abang ingin tidur. Terima kasih sayang, Abang mencintai kamu, I love you." Ucap Arka lalu matanya terpejam dengan tangan yang masih tetap menggenggam tangan Annisa.


" I love you too Bang."


Hiks.. hiks.. hiks...


Ibu Septi dan Dimas melihat dari luar adegan yang mereka lihat, tangis ibu Septi pecah saat melihat keadaan Arka dan mengingat apa yang di katakan oleh Dokter bahwa Arka mengindap penyakit kanker darah stadium 4.


Annisa memandang wajah Arka yang tertidur pulas terlihat di balik masker oksigen yang terpasang terlihat sedikit tersenyum dan wajah yang tampak pucat berubah menjadi cerah.


Tubuh Arka yang Annisa rasakan sedikit mendingin dan nafas yang terlihat sedikit terdengar semakin melemah.


Hiks... hiks... hiks...


Tangan kiri Annisa mengusap kening Arka, dan Annisa mendekati telinga kanan Arka.


" Annisa ikhlas melepaskan Abang seperti Abang melepaskan Annisa, selamat jalan Bang sampai berjumpa lagi di kehidupan yang akan datang." Bisik Annisa di telinga Arka.


" La ilaha ilallah."


Annisa lalu mencium kening Arka dan merasakan genggaman tangan Arka melepas.


Tiiiiiitttt


Hiks... hiks... hiks...


" Abang....!!! "


Hiks... hiks... hiks...


Ibu Septi dan Dimas memasuki kamar rawat saat mendengar teriakan Annisa. Ibu Septi memeluk tubuh Arka, saat mengetahui layar EKG menunjukkan gambar lurus.


" Inalilahi wa inalilahi rojiun." Ucap Dimas.


Hiks.. hiks.. hiks...


" Abang...!! "


Dimas memeluk tubuh Annisa dari belakang, Dimas pun merasakan bahwa Annisa merasakan kehilangan Arka pria yang selama 4 tahun menemani nya, menggantikan posisi dirinya hingga Shakira begitu sangat menyayangi Arka.

__ADS_1


Annisa pun pingsan di pelukan Dimas dan dengan segera dia baringkan di sofa panjang.


*****


Saat terbangun Annisa sudah berada di dalam kamar rawat, terlihat Dimas yang tampak panik duduk di samping Annisa.


" Bang Arka Bang ." Ucap pelan Annisa.


" Jenazah Arka sedah di urus sebentar lagi akan menuju rumah Duka. Shakira sudah di kasih tahu lewat Ibu Wita , mereka akan bertemu di rumah Duka." Ucap Dimas.


Annisa pun bangun dan di bantu oleh Dimas, kini tatapannya saling beradu pandang.


" Bang, Annisa baru merasakan seseorang mencintai Annisa dengan tulus, jadi kan Annisa cinta sejati nya. Annisa menemani nya sampai detik terakhir."


Hiks.... hiks... hiks...


" Annisa sekarang merasakan kehilangan nya Bang hiks.. hiks... hiks... "


Dimas memeluk tubuh Annisa, hati nya begitu sangat sakit dan mencoba untuk menepis pula memang wajar merasakan kehilangan karena Arka yang selama ini selalu ada untuk Annisa dan Shakira.


" Abang bisa merasakan juga apa yang kamu rasakan."


******


Hiks... hiks... hiks...


" Papah..!!! "


Shakira menangis di pelukan Annisa saat melihat tubuh Arka yang sudah terbungkus Kain kafan.


" Papah kenapa Mah hiks.. hiks... "


" Papah sudah tidak merasakan sakit lagi sayang, Allah lebih sayang sama Papah, sekarang Papah tempat nya di surga."


" Apa hiks.. hiks... hiks.. Suatu saat nanti Shakira akan bertemu sama Papah? "


" Insya Allah sayang, insya Allah kita pasti akan bertemu sama Papah lagi di sana."


Annisa menangis sembari memeluk tubuh Shakira, begitu pun Shakira yang ikut menangis melihat tubuh Arka yang sudah terbungkus Kain kafan.


Dimas mengambil alih Shakira yang sedang memeluk tubuh mamah nya, Shakira semakin menangis saat diri nya di peluk oleh Dimas.


" Shakira harus ikhlas ya nak, Papah Arka sudah bahagia disana."


Hiks... hiks.. hiks...


" Shakira nggak bisa lihat lagi Papah Arka pah hiks... hiks.. hiks.. "


" Shakira tahu nggak, kalau Papah Arka itu masih ada di sekitar kita, Papah Arka dekat sekali sama Shakira."


Shakira menatap wajah Dimas seolah ingin tahu tentang apa yang di ucap kan oleh Papah nya.


" Dimana Pah? "


" Di hati Shakira, Papah Arka akan Selalu di hati Shakira."

__ADS_1


__ADS_2