( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin

( Cinta Abdi Negara) Untuk Mu Sang Pemimpin
Sebenarnya Rasa Seperti Apa?


__ADS_3

Semua yang ada di kamar tertuju pada Annisa, dan beberapa Polisi ada yang mengetahui siapa wanita yang masuk begitu Saya ke Kamar hotel yang sedang di grebeg.


Dimas kaget bukan main saat melihat Annisa masuk ke dalam kamar, sedang kan Annisa merasakan sangat malu sehingga wajahnya memerah.


" Maaf Saya salah masuk, maaf..!!! " Annisa langsung balik kanan dan keluar dari kamar tersebut dan segera berlari masuk ke dalam Lift dan saat akan menutup lift tersebut terbuka kembali, dan Annisa melihat Dimas masuk kedalam Lift lantas menekan tombol angkat 10 yaitu menuju ke lantai paling atas.


" kamu Mau gagalkan misi? " Bentak Dimas.


" Maaf Bang Saya kira."


" Kamu kira saya main perempuan gitu."


" Iya. "


" Astaghfirullah Annisa, kamu pikir Saya pengguna seperti itu hah.. "


Ting


Pintu Lift pun terbuka, lalu Dimas melangkah keluar di ikuti oleh Annisa dari belakang.


" Saya Mau tanya, kamu ngapain ngikutin Saya?"


" Saya sedang ada rapat sama Pak Gubernur, nggak sengaja lihat Abang sedang sama cewek di sini terus masuk kamar. "


" Kamu pikir Saya lelaki jorok apa make yang siapa saja boleh pake." Ucap Kesal Dimas.


" Sa - Saya hanya ingin protes saja, kamu bilang Saya nggak boleh jalan sama pria lain di umum, sedang kan kamu asik jalan sama cewek lain, i - itu yang Saya maksud."


" Annisa, kamu tahu saya itu jalan sama perempuan itu hanya sama kamu, terus Siska , selain kamu dan dia adalah pekerjaan."


" Alah alasan saja. "


" Kamu cemburu? " Tanya Dimas.


" Hah.. apa cemburu, ih najis Saya cemburu sama Abang."


****


" Maaf tadi Saya nggak ikut rapat." Ucap Annisa.


" Tidak apa - apa Bu, kami paham isi rapat tadi, dan Putri membuat resume nya."


" Terima kasih Pak Ahmad, terima kasih Putri." Ucap Annisa.


" Sama - sama Bu. "


Saat sedang mengobrol Arka pun datang menghampiri Annisa yang sedang mengobrol dengan Pak Ahmad dan Putri.


" Boleh gabung. " Ucap Arka.


" Eh Pak Camat boleh pak silahkan." Ucap Putri.


" Tadi habis kemana? " Bisik Arka.


" Ada masalah kecil." Ucap Pelan Annisa.


" Saya sampai khawatir kamu nggak kembali, ponsel kamu nggak aktif."


" Maaf Bang, ponsel nya di matikan."


*****


Annisa sedang memasak di dapur, berbagai lauk sudah terhidang. Aroma masakan terasa menyengat di hidung saat Dimas pulang, sehingga perut yang lapar membuat Dimas ingin langsung makan.


" Wah.. tumben kamu masak? " Ucap Dimas sambil mencicipi masakan Annisa.

__ADS_1


Plaaak


Awwww


Annisa memukul tangan Dimas yang sedang mencicipi masakan nya.


" Jangan makan itu." Ucap Annisa dengan nada tinggi.


" Memang nya nggak boleh apa, ini kan buat makan sama - sama kan? "


" Kata siapa buat makan sama - sama, ini Saya Mau buat anak - anak Panti."


" Semua nya? "


" Iya semua nya. "


" Kamu nggak menyisakan untuk saya."


" Abang kan setiap hari pesan di aplikasi jadi pesan aja. "


Dimas mendengus kesal dan beranjak dari meja makan.


" Saya akan ke Panti, Saya ingin menginap disana."


Dimas menghentikan langkah nya, lalu menoleh ke arah Puspita yang sedang memasukan masakan nya ke dalam box makanan.


" Sama Arka? "


" Nggak Saya jalan sendiri."


" Yasudah."


Dimas berjalan memasuki Kamar nya sedang kan Annisa masih menata lauk dan nasi di box makanan.


****


" Nanti ya kalau sudah reda." Ucap Dimas saat menerima panggilan teleponnya.


" Kamu kenapa sih nggak langsung maju, lama banget, kalau kayak gini Saya yang rugi."


" Rugi apa nya, Saya saja nggak ngapa - ngapain kamu."


" Keburu tua tau nunggu surat Duda kamu nggak di buat - buat."


" Sabar."


" Iya sabar, kamu terus bilang sabar."


" Maaf, Saya janji akan secepatnya mengurus."


" Basi Janji terus."


" Saya transfer kamu uang untuk shopping biar nggak marah terus."


" Gini nih ngerayu pacar nya, tahu saja kalau cewek nya butuh belanja."


" Sudah jangan marah lagi."


" Makasih."


Dimas melemparkan ponselnya di sofa setelah melalukan panggilan telepon dengan Siska.


" Benar kata Ayah Bunda, Siska akan luluh dengan uang memang wanita seperti dia bak gaya hidup sultan."


*******

__ADS_1


" Terima kasih. "


" Sama - sama."


" Terima kasih. "


" Sama - sama."


Ucap Annisa saat membagikan box makanan yang berisi nasi dan lauknya.


" Makasih Annisa." Ucap Ibu Endah pengurus Panti.


" Sama - sama Bu. "


" Kata Ibu kamu rujuk saja. "


" Ibu setiap Saya kemari selalu bilang begitu."


" Apakah kamu benar - benar mencintai Arka?"


" Dia mencintai Saya Bu, tidak dengan dia yang sampai sekarang tak pernah memiliki rasa, walau dengan sandiwara dia tak pernah berubah hati nya hanya ada wanita itu."


" Sekarang katanya satu atap lagi? "


" Hanya karena Ajudan Ayah melihat Saya bersama Bang Arka."


" Arka juga baik perhatian, Dimas juga aslinya baik dan perhatian, cuman kita belum tahu saja. Dia kan dulu sedang emosi, kalau orang emosi bisa saja melakukan hal di luar kendali."


" Saya sudah lelah mencintai nya Bu, hati ini sudah tertutup saat melakukan itu sama Saya, dan menceraikan Saya saat dia sudah mendapatkan hak nya Bu, rasa nggak suka sama saya dan tak bisa mencintai Saya sampai sekarang."


" Kenapa kalian nggak salah satu mengajukan berkas perceraian? "


" Entah Bund, saat ingin pengajuan cerai ada saja kendala di hati."


" Sebenarnya hati kalian bagaimana? "


" Pengen kita pisah, tapi ada saja gagalnya karena selalu memikirkan Bunda, Ayah pasti meraka akan kecewa apalagi dengan kebohongan sudah 5 tahun ini. Dan saat Bunda koma setelah hari pernikahan, Ayah ingin kita selalu bersama, dan sering katakan itu."


" Itu sebenarnya adalah jalan untuk kalian bersatu."


" Saya nggak Mau Bu, sakit hati Saya. Sekarang Saya hanya ingin di cintai buka mencintai."


******


" Papah... "


" Sini nak papah peluk. "


Seketika senyum gadis kecil itu berubah, seakan mata nya berubah merah.


" Saya nggak Mau punya papah jahat, Papah sudah menyakiti hati mamah. "


Dimas terbangun dari tidurnya, mimpi yang sama, dengan anak kecil yang sama dengan wajah yang samar - samar.


" Maaf kan Papah nak, Maaf karena Papah yang saat itu tak berpikir lagi, hingga mamah kamu stres dan kamu tidak bisa melihat dunia."


*****


" Belum tidur? "


Terdengar sebuah suara yang sangat dia kenal, dengan tangan nya dia meraba, dan saat tangan yang di rasa kan ada seseorang di samping nya meraba wajah yang sangat dia rindu kan.


Wajahnya tersenyum lalu tangan mungil itu memeluk tubuh yang sangat dia rindu kan.


" Mamah...!!! " Ucap nya.

__ADS_1


" Shakira kangen mamah. " Pelukan tangan kecil nya sangat erat terasa tak ingin dia lepas.


__ADS_2