
Annisa mengambil Shakira dari Dimas dan memilih menjauh dari Mereka berdua yang sedang berdebat.
" Mamah Tante itu siapa, kenapa marahin Papah? " Tanya Shakira.
" Dia istri Papah kamu sayang, mamah Sambung kamu." Jawab Annisa.
" Shakira punya dua mamah? "
" Iya sayang."
Dimas memilih meninggal kan Siska karena tidak mau ribut di tempat umum, tetapi Siska tetap mengomel tiada henti.
" Kamu kurang ajar di belakang masih berhubungan dengan Annisa dan anaknya.' Ucap Siska kesal.
" Dia anak Saya Siska, dia sakit apakah Saya harus diam begitu Saja."
" Apa tidak bisa untuk melihat sebentar dan tidak ikut menjaga semalaman hah..!! "
" Saya dari Shakira bayi tidak pernah ada di samping nya, saat seperti ini dia sangat membutuhkan saya, jadi tolong kamu harus mengerti."
" Saya kecewa sama kamu." Ucap Siska meninggal kan Dimas yang masih berdiri.
Annisa memilih mengehentikan taksi, saat itu Dimas mencegat Annisa agar pulang bersama nya.
" Pak nggak jadi maaf ya." Ucap Dimas menutup kembali pintu mobil tersebut.
" Bang Saya pulang pake taksi Saja, Saya nggak mau Abang ribut lagi sama Siska. "
" Biar itu urusan Abang."
" Nggak Bang, Annisa sekarang orang lain. Bukan istri Abang, biar Saya dan Shakira pulang naik taksi.
Annisa membuka pintu taksi tersebut, dan memasukinya. Dimas hanya menatap hingga taksi itu melaju menjauh.
Annisa diam, air mata pun keluar dari kedua kelopak matanya. Shakira menghapus kedua mata Annisa yang basah karena air mata.
" Mamah menangis lagi karena Tante yang mamah bilang Mamah Sambung Shakira."
" Nggak sayang, Mamah nggak menangis karena itu mamah menangis mata mamah perih." Ucap Annisa berbohong.
Shakira memeluk tubuh Annisa, tangan mungil itu mengusap punggung wanita yang melahirkannya.
******
" Lihat Bunda anak Bunda itu rupanya mencoba untuk selingkuh, dia bermalam di rumah sakit bersama Annisa untuk merawat sama - sama anak mereka yang sedang sakit, bahkan mereka berjalan layaknya keluarga."
" Shakira sakit? " Tanya Ibu Riana.
__ADS_1
" Step Bunda." Jawab Dimas.
" Astaghfirullah Shakira, sekarang bagaimana?"
" Sudah sembuh Bunda."
" Bunda, kenapa malah tanya anak itu, rumah tangga kami sedang tidak sehat gara - gara anak Bunda."
" Siska, anak Bunda memang salah tidak jujur sama kamu. Tapi dengan Dimas berbohong itu karena tidak ingin kamu sakit hati, dan kamu tahu Shakira anak Dimas, kamu istrinya seharusnya kamu terima Shakira tidak hanya mencintai Dimas, tapi cintailah Shakira juga."
" Nggak bisa Bunda, Saya nggak akan mau terima anak itu. Karena mereka Dimas jadi berubah sama saya."
" Maaf kan saya Siska, saya salah kamu kan tahu Saya menolak pernikahan ini karena akan terjadi seperti ini. Kalau kamu mencintai Saya, cintailah Shakira. Dia adalah harta Saya yang berharga."
" Semudah itu kah, semudah itu kamu ucapkan. Pernikahan yang hanya terpaksa menjadi sesuatu yang membuat kamu tak ingin lepas dari dia, apa karena Ada anak kah? " Ucap Siska dengan mata yang berkaca - kaca.
" Tak ada anak pun rasa itu sudah ada."
Siska mengambil tas nya dan lalu pergi meninggal kan kediaman orang tua Dimas.
*****
" Annisa ada tamu." Ucap Ibu Wita.
" Siapa Bu? " Tanya Annisa saat sedang berada di kamar bersama Shakira.
" Wanita? "
Annisa pun menemui tamu yang di maksud, terlihat Siska yang sedang duduk berada di ruang tamu.
" Siska? "
" Bisa kita bicara antara sesama wanita?"
" Bisa."
Siska dan Annisa pun duduk saling berhadapan, raut wajah kedua wanita yang datar dan saling menatap.
" Saya kesini sebagai istri sah Dimas, Saya hanya ingin tanya bagaimana perasaan kamu terhadap mantan suami kamu? "
" Saya sudah jelaskan kalau rasa Saya sama Bang Dimas sudah hilang Saat dia mentalak Saya, dan untuk anak jangan khawatir dia hak asuh Saya, karena dari awal Saya pertahankan dia karena Saya sayang dengan Shakira yang kini tumbuh sehat di bawah asuhan Saya. Kalau pun Dimas dekat dengan Saya untuk saat ini, karena ada anak, kamu tenang Saja Saya sudah tah punya rasa."
" Tapi Dimas mencintai kamu."
" Itu hak dia, boleh mencintai Saya tapi tak harus memiliki kan. Kamu jangan khawatir Saya akan jatuh di pelukan dia, dan bila suatu saat nanti kamu hamil anak nya jangan khawatir kasih sayang Dimas besar ke Shakira, dia pasti akan membagi kasih sayang nya, mungkin Shakira sama sekali tak dapat kasih sayang dari Papahnya. Dan kamu harus tahu, kenapa Saya rahasiakan kehamilan Saya, karena kejadian seperti ini lah pasti terjadi."
" Saya pegang ucapan kamu, Saya mencintai nya bahkan dulu kami saling mencintai begitu kamu hadir semuanya berubah dalam sekejap."
__ADS_1
" Maaf untuk itu, dan maaf bila dulu Saya jatuh Cinta sama suami kamu."
Dari balik pintu Shakira mengintip dan mendengarkan percakapan kedua orang dewasa tersebut. Air mata Shakira pun keluar, hati nya sedih saat mendengar semuanya.
***
" Tante." Shakira mendekati Siska yang akan memasuki mobil nya.
Siska menatap gadis kecil yang berada di depan nya, wajahnya sangat mirip dengan Dimas, saat menatap anak kecil di hadapannya hati nya terasa sangat sakit.
" Biar lah mamah tersenyum, mamah sudah lama sedih jangan buat mamah Saya menangis. Biarlah Shakira bisa melihat Papah walau hanya dari jauh, Shakira sama Mamah nggak akan ambil Papah dari Tante. Karena kami sudah terbiasa hidup berdua."
Mata Siska kedua nya tampak merah dan berkaca - kaca, lalu berjongkok hingga tubuh nya sejajar dengan Shakira.
" Sayang, kita sama - sama mencintai lelaki yang sama. Satu Sisi Tante pun punya hak, dan Shakira juga punya hak. Suatu saat nanti kamu akan mengerti, kamu boleh menyayangi dan mencintai Papah kamu, tapi jangan ambil Papah kamu dari Tante. Mungkin lebih baiknya kita berbagi."
" Shakira hanya ingin mamah tersenyum dan jangan sakiti hati mamah."
*****
Annisa duduk menunggu seseorang yang lama kini tak dia temui, saat pria yang kini sudah ada di depan matanya tampak senyum Annisa mengembang.
Arka yang merindukan Annisa pun membalas senyuman Annisa, lalu duduk saling berhadapan.
" Apa kabar Bang, maaf Annisa baru datang kemari."
" Alhamdulilah baik, Abang kira kamu lupa sama saya."
" Saya tidak akan pernah lupa sama Abang, sampai nafas ini berhenti Saya akan tetap ingat Abang."
" Shakira apa kabar? "
" Baik dia baru Saja keluar dari rumah sakit."
" Step lagi? "
" Iya, tapi sudah baikan."
" Jaga kondisi nya jangan sampai kita kecolongan, Dokter kan pernah bilang apa dulu."
" Iya Bang."
" Apa kamu bawa makanan lagi? " Tanya Arka sambil menatap rantang yang di bawa Annisa.
Annisa tersenyum lalu membuka rantang tersebut terlihat makanan kesukaan Arka opor ayam, sambal goreng ati dan telur pindang.
" Ini kesukaan Abang semua." Ucap Arka langsung menyambar makanan yang ada di depan matanya.
__ADS_1
" Annisa masak ini semua spesial buat Abang, dan bisa berbagi kalau Abang nggak habis sama Tahanan yang lain."